
“Tapi tadi kau begitu intens mantap ku, apakah kau sudah mulai tertarik pada ku?” Qian Xue tersenyum menggoda.
“Sudah ku bilang aku tadi hanya melamun dan kebetulan saja mata ku mengarah pada mu.”
Qian Xue justru melebarkan senyumnya, “benarkah~?”
Shin sama sekali tidak pernah berpikir akan ada hari dimana dia akan digoda oleh wanita yang bukan istri ataupun kekasihnya.
Bahkan dulu, Xiang Yue yang merupakan istrinya yang paling agresif sekarang, tidak pernah sekalipun menggodanya saat masih menjadi kekasihnya.
“Qian Xue, jika kau terus menggoda ku maka kau akan tau akibatnya.” Shin berkata dengan ekspresi serius.
“Oh kau akan menghukum ku? Aku ingin melihat bagaimana cara mu menghukum ku,” Qian Xue masih tidak berhenti.
“Ho, ingin melihatnya ya,” Shin menyeringai lebar sambil mengangkat tangan kanannya yang sudah merah seperti bara api, “maka akan ku tunjukkan.”
“Eh?” Secara refleks Qian Xue melangkah mundur.
Dia mengingat sebelumnya Qin Zhiyun dan yang lainnya bercerita tentang bagaimana Shin menghukum mereka dengan menampar pantat mereka.
Dalam sekejap mata, Shin sudah berada di belakang Qian Xue.
“Tidak ada jalan untuk kabur.”
*PLAK! PLAK! PLAK!
Setelah beberapa menit, Qian Xue terbujur lemas di lantai dalam posisi tengkurap.
“Aduh...” Qian Xue ingin mengelus pantatnya yang sakit namun tidak dia lakukan karena itu hanya akan membuat pantatnya semakin sakit.
Meskipun merasa sakit, Qian Xue entah kenapa merasa senang. Bukan, ia senang bukan karena Shin menampar pantatnya, dia bukanlah gadis masokis.
Qian Xue senang karena Shin mulai memperhatikannya. Dulu Shin selalu bersikap dingin, berbicara seadanya dengan dirinya, bahkan jarang menanggapi perkataannya, namun sekarang Shin sudah berbeda.
Qian Xue memakan sebuah pil, tidak berselang lama rasa sakit di pantatnya pun sembuh.
Ia pun berdiri dengan senyum manis yang tanpa sadar dia buat.
“Kenapa kau tersenyum?” Shin menaikkan alisnya, “jangan bilang kau seorang masokis?”
“Tidak, bukan begitu. Hanya saja aku senang karena kau tidak lagi bersikap dingin pada ku, bahkan berinisiatif untuk berbicara dengan ku.”
“Itu karena janji ku pada para istri ku,” Shin menoleh kearah lain, “aku akui aku terbantu oleh mu, meskipun aku masih belum bisa sepenuhnya memaafkan mu, aku bukanlah orang yang tidak tau balas budi. Jadi jika ada sesuatu yang kau inginkan maka katakan, jika itu bukan sesuatu yang berat, aku akan berusaha memenuhinya.”
__ADS_1
Qian Xue tidak langsung menjawab, dia diam sejenak sebelum berkata dengan malu-malu, “bagaimana dengan.. sebuah ciuman?”
Qian Xue menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Ia memang telah memilih untuk mulai bersikap lebih agresif, namun tetap saja ini adalah sesuatu yang memalukan baginya.
“Ah.. sepertinya aku telah mengatakan sesuatu yang salah lagi,” Shin bergumam dalam hati, merasa menyesal telah memberikan penawaran satu permintaan pada Qian Xue.
Bisa saja Shin menolak permintaan Qian Xue, namun ada sesuatu yang mendorongnya untuk memenuhi permintaan gadis itu.
Shin paham itu adalah naluri sebagai seorang pria.
Shin diam tidak memberikan tanggapan, memberikan tatapan intens pada Qian Xue yang masih menunduk, namun ia mulai berjalan mendekat.
Jantung Qian Xue berdetak lebih cepat merasakan Shin semakin mendekatinya.
Tidak lama Shin kini berada di depan Qian Xue yang masih menunduk.
Dengan halus Shin mengelus pipi Qian Xue yang terasa begitu lembut bahkan bisa membuat kain sutra merasa iri.
Qian Xue akhirnya menatap Shin, melihat wajah tampan itu. Ini pertama kalinya ia sangat dekat dengan Shin.
Pikiran Qian Xue sedikit kacau, tidak menyangka akan hal ini. Ia pun menutup matanya dengan mulut sedikit terbuka, menunjukkan jika dia telah siap.
Shin menatap bibir halus Qian Xue dalam diam. Dorongan yang dia rasakan semakin besar, ia merasa ingin memangsa bibir lembut tersebut.
Semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka bertemu satu sama lain.
Shin bisa merasakan bibir Qian Xue sangat lembut dan manis, sangat manis untuk membuatnya merasa ingin terus merasakan bibir gadis itu.
Awalnya Shin hanya ingin memberikan ciuman singkat, namun setelah merasakan bibir itu, ia merasa ingin melakukan lebih lama.
Qian Xue sendiri langsung membuka mata karena tersentak dengan perasaan baru yang dia rasakan.
Terlebih saat Shin menggerakkan bibirnya untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman biasa, membuat perasaan candu yang tidak terlukiskan.
Qian Xue pun mulai membalas ciuman Shin. Memang awalnya dia bergerak dengan kaku, namun dengan bimbingan dari Shin yang sudah berpengalaman, ia mulai merasa terbiasa.
Tiba-tiba Qian Xue merasakan lidah Shin masuk kedalam mulutnya, membuatnya tersentak namun tidak memberikan penolakan, malah dia membalas dengan lidahnya.
Lidah mereka pun mulai melakukan pertempuran, saling melilit satu sama lain.
Tubuh Qian Xue mulai terasa panas, tangannya bergerak melingkar pada leher Shin.
Entah seberapa lama mereka berciuman, mereka bahkan tidak tau karena terlalu menikmatinya.
__ADS_1
Hingga setelah mereka kehabisan nafas, barulah bibir mereka berpisah.
Qian Xue terengah-engah, suara nafasnya begitu sangat menggairahkan, ekspresinya terlihat seperti meminta lebih.
“Aku sudah memenuhi keinginan mu, jadi bisakah kau melepaskan leher ku?” ucap Shin.
“Ah.. maaf,” Qian Xue langsung melepaskan leher Shin kemudian melangkah mundur dengan pipi bersemu merah.
“Aku akan keluar untuk mencari saudara Xiang Yang,” Shin pun berjalan keluar dari ruangan tanpa menunggu tanggapan dari Qian Xue.
Qian Xue hanya melihat kepergian Shin dalam diam, ia menyentuh bibirnya kemudian tersenyum senang.
Sepertinya Shin benar-benar mulai membuka hati untuknya.
“Aku harus berusaha lebih keras lagi,” Qian Xue memantapkan tekadnya.
Kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan lagi. Dia akan pasti akan bisa membuat Shin mengakui dirinya.
***
“Kau ingin kita pergi ke sebuah daratan aneh?”
“Ya, daratan itu bernama bumi.”
Shin dan Xiang Yang kini berada di ruang tamu khusus, membicarakan mengenai bumi.
“Memangnya apa yang aneh dengan daratan itu? Apakah disana ada iblis?”
Shin menceritakan mengenai bumi saat pertama kali dia melihatnya bersama Chu Yan.
“Bahkan bisa membuat masuk kedalam ilusinya. Makhluk macam apa itu?” Xiang Yang tau kalau Shin sangat kuat.
Mendengar bagaimana ada makhluk di daratan bernama bumi yang bisa membuat Shin merasa tertekan membuat Xiang Yang terkejut.
“Setidaknya dia harus berada ditingkat Immortal Master,” Xiang Yang mengelus dagunya, “baiklah, kalau begitu ayo kita pergi melihat bumi, mungkin saja aku akan mengetahui sesuatu setelah melihatnya.”
Xiang Yang berharap gurunya bisa mengetahui keanehan pada daratan bernama bumi itu.
Dengan demikian, Shin dan Xiang Yang pun langsung berangkat menuju bumi dengan kecepatan tinggi.
\=\=\=\=
**Maaf telat up karena baru beli kuota**
__ADS_1