
Selatan Benua Shang Fu.
Ratusan ribu iblis terbang mengelilingi sesuai seperti bola raksasa dengan diameter sampai 100 kilometer.
Benda itu memiliki bentuk bulat sempurna dengan warna putih kelam. Mereka sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi didalam sana.
Seorang iblis tingkat Immortal tahap akhir mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang panjang.
Iblis itu mengalir energi kegelapan, membuat pedangnya diselimuti aura kegelapan pekat.
Iblis tersebut langsung menerjang, menggunakan kekuatannya penuhnya menusuk bola raksasa.
*BOOOMMM!!
Ledakan besar terjadi, kepulan asap membuat para iblis tidak bisa melihat apa yang terjadi didalam sana.
Setelah beberapa saat, angin menghilangkan kepulan asap hingga terlihat jelas kalau bola raksasa itu tidak tergores sedikitpun.
Malah bukan bola raksasa yang hancur melainkan pedang yang iblis itu gunakan yang patah membuat iblis itu terkejut bukan main.
Dia adalah iblis tingkat Immortal tahap akhir, iblis dengan kultivasi yang setara dengan Jenderal Iblis. Tentunya senjata yang dia miliki adalah salah satu yang terbaik.
Namun senjatanya malah patah saat berusaha menghancurkan bola raksasa.
Iblis itu segera bergerak menjauh, “Sial! Pedang ku malah patah! Apa sebenarnya benda itu?!”
Iblis itu melihat pedang di tangannya yang bilahnya hanya tersisa beberapa centimeter. Pedang itu sudah tidak berguna lagi, jadi dia membuangnya dengan berat hati.
“BOLA ENERGI INI SANGAT KUAT! NAMUN SEHARUSNYA DENGAN KEKUATAN KITA SEMUA, KITA PASTI BISA MENGHANCURKANNYA! JADI KITA SERAMG BERSAMA-SAMA!”
Iblis itu berteriak dengan penuh kemarahan. Dia pasti akan menghancurkan bola energi itu agar pedangnya yang hancur tidak menjadi sia-sia.
Para iblis lainnya langsung melancarkan serangan-serangan mereka.
Berbagai macam jenis serangan kegelapan terus menghantam, membombardir bola energi raksasa.
Selang belasan menit, serangan yang tadinya dilancarkan terus menerus tanpa jeda, kini tidak ada lagi.
Para iblis hanya bisa melongo melihat bola energi raksasa yang sama sekali tidak mengalami kerusakan. Jangankan kerusakan, bahkan retakan dan goresan pun tidak ada.
Bola energi raksasa itu hanya sedikit masuk kedalam tanah karena dorongan yang mereka sebabkan.
Terjadi keheningan dalam beberapa menit karena para Iblis situ tidak habis pikir dengan kekuatan bola energi tersebut.
__ADS_1
“TERUS SERANG! AKU TIDAK PERCAYA BOLA ENERGI INI AKAN BISA BERTAHAN SELAMANYA!”
Akhirnya para iblis itu kembali melakukan serangan, melanjutkan usaha sia-sia mereka.
Sementara para iblis di luar bola energi ribut berusaha menghancurkan bola energi. Di dalam bola energi itu sendiri sedang terjadi pertarungan antara dua eksistensi tingkat Immortal Master.
Tentunya yang bertarung adalah Shin melawan Jenderal Iblis terkuat, Zhan Luo.
Shin hanya menggunakan mode biasa untuk melawan Zhan Luo. Ia tidak menggunakan Tanda Elemen, tidak menggunakan kekuatan Naga Emas, tidak juga menggunakan Pedang Bintang Emas.
Shin menjadikan Zhan Luo sebagai target uji coba seberapa jauh kekuatannya dengan mode biasa. Apakah dia bisa melawan iblis dengan tingkat kultivasi diatasnya atau tidak.
Shin melakukan ini bukan tanpa alasan. Bai Lian mengatakan Alam Surgawi sangatlah berbahaya, para kultivator akan melakukan apapun untuk mendapatkan apapun yang menarik minat mereka.
Memang terdengar tidak jauh berbeda dengan kultivasi Alam Mortal, namun cara-cara yang kultivator Alam Surgawi lakukan jauh lebih ekstrim dan tidak berperasaan.
Bai Lian mengatakan jika Pedang Bintang Emas miliknya adalah salah satu senjata dewa yang terkuat. Twilight Orb merupakan benda terkuat di Alam Semesta.
Selain itu Tanda Elemen merupakan tanda seseorang kultivator yang telah mencapai potensi penuh dari pemahaman Dao.
Jika Shin memperlihatkan itu maka dia bisa saja ditangkap dan dibedah untuk mengetahui rahasia membuka potensi pemahaman Dao disaat pemahaman Dao masih berada ditingkat 5.
Jadi Shin ingin mulai membiasakan diri, menguji seberapa jauh kekuatannya. Mempersiapkan diri sebelum pergi ke Alam Surgawi.
*BAAAMMM!!
Zhan Luo dengan cepat terbang ke samping menghindari serangan.
Puluhan pedang Qi menabrak dinding pembatas sementara sisanya berbelok mengejar Zhan Luo.
Zhan Luo terbang dengan kecepatan tinggi kearah Shin sementara ratusan pedang Qi masih mengejarnya dibelakang.
Shin menyambut Zhan Luo dengan dua pedang Qi ditangannya.
Terjadi benturan senjata antara keduanya. Shin terdorong mundur beberapa meter.
Zhan Luo bisa merasakan ratusan pedang Qi sudah berada tepat dibelakangnya. Ia sudah memperkirakan hal itu dan langsung bergerak keatas.
Ratusan pedang Qi terus melesat dan akhirnya menghantam Shin sendiri.
Ledakan-ledakan terus terjadi saat pedang Qi menghantam Shin, membuat kepulan asap.
“Muahahaha! Rasakan itu manusia! Bagaimana rasanya terkena serangan mu sendiri?!” Zhan Luo tertawa keras selama beberapa saat lalu melancarkan serangan lanjutan kearah kepulan asap.
__ADS_1
Zhan Luo terus melancarkan serangan jarak jauh tanpa henti. Ia berpikir Shin pasti setidaknya akan terluka parah jika terkena serangannya terus menerus.
Setelah beberapa menit, Zhan Luo akhirnya menghentikan serangan, tatapannya tidak lepas dari kepulan asap.
“Apa kau sudah puas menyerang udara kosong?”
Suara itu tiba-tiba muncul dibelakang Zhan Luo, ia sangat mengenal pemilik suara tersebut.
Sebelum dia membalik badan, sebuah serangan kuat menghantam punggungnya.
Zhan Luo meluncurkan kebawah hingga terjatuh ketanah.
Saat Zhan Luo sebelumnya menghantam dinding pembatas, Shin membuat sebuah klon sebagai pengecoh untuk membuat celah ini hingga dia bisa memberikan serangan fatal.
Shin tidak berhenti dalam sekali serangan, diansudah menyiapkan kuda-kuda.
Teknik Pedang Dewa Api Selatan!
Dalam sekali tebasan pedang, semburan api meluncur keluar. Semburan api itu berubah menjadi burung Phoenix yang memekik keras sebelum menghantam tubuh Zhan Luo.
Teknik Pedang Dewa Halilintar Timur!
Kali ini naga petir meluncur dengan raungan keras menghantam tubuh tak berdaya Zhan Luo.
“Ini yang terakhir!”
Teknik Pedang Dewa Angin Barat!
Gelombang angin berbentuk harimau putih raksasa mengenai sang Jenderal Iblis terkuat itu.
“GOUHK!”
Zhan Luo memuntahkan banyak darah, kondisinya terlihat sangat memprihatinkan. Terlihat banyak luka di sekujur tubuhnya karena serangan Shin yang begitu kuat.
Zhan Luo berusaha bangkit, namun sebelum niatnya terwujud, Shin mendaratkan satu kaki pada dadanya, membuat sang Jenderal kembali memuntahkan darah.
“Manusia sialan.. yang mulia.. Shang Fu pasti.. akan membunuh mu!” Zhan Luo menatap Shin dengan tatapan kebencian.
Jika tatapan Zhan Luo adalah pedang, tubuh Shin pasti sudah tercabik-cabik oleh tatapannya.
“Dimana sebenarnya raja mu itu? Apakah dia menunggu sampai semua bawahannya tewas baru akan keluar? Atau dia tau tidak akan bisa mengalahkan ku hingga membiarkan semua bawahannya melawan ku, membuat ku kehabisan banyak energi barulah dia akan keluar? Raja yang mau agungkan itu ternyata adalah iblis pengecut ya.” Shin tersenyum mengejek.
“Kau... Raja ku..”
__ADS_1
Zhan Luo tidak sempat menuntaskan kalimatnya, pedang Shin sudah lebih dulu memotong lehernya.
“Aku tidak punya waktu mendengarkan ocehan mu,” Shin menoleh keatas, asih banyak iblis yang menunggu untuk ku ambil nyawanya.