
Shin membuka paksa ruang dimensi kecil menuju Hutan Para Naga. Shin memasuki pecahan dimensi kemudian pecahan dimensi itu kembali tertutup.
"Wah.. tidak ku sangka ternyata dimensi kecil ini lebih luas dari pada daratan terkutuk!" Shin bisa merasakan udara di dalam dimensi kecil ini jauh lebih segar.
"Energi alam disini juga merupakan energi Qi, tidak seperti di daratan terkutuk yang merupakan mana yang tingkatannya berada dibawah energi Qi," Shin sebelumnya merasakan energi alam di daratan terkutuk mulai berubah.
Mungkin karena menyatunya banyak dunia mortal, energi mana daratan terkutuk terus ditekan hingga mulai berubah menjadi energi Qi.
Mungkin dalam beberapa tahun kedepan energi mana di daratan terkutuk akan sepenuhnya berubah.
"ROOAAARRRHHH!!"
Tiba-tiba Shin mendengar suara raungan Naga. Dia memang sudah bisa merasakan ada beberapa naga yang mendekat namun sama sekali tidak mengkhawatirkan hal tersebut.
Shin menoleh ke samping kanan, dimana ada 3 naga, dua diantaranya berwarna merah sedangkan satu sisanya berwarna biru.
Kultivasi ketiga naga itu sudah berada ditingkat Mahayana tahap awal, bisa dibilang cukup kuat.
"Kecuali Drago, aku belum pernah melawan naga sungguhan," Shin tersenyum lebar, "jadi mari bersenang-senang!"
"Manusia! Beraninya kau menyusup kedalam Hutan Para Naga! Kau benar-benar mencari kematian!" Salah satu Naga Merah menarik nafas dalam lalu menyemburkan nafas api.
Shin mengarahkan tangan kanannya kedepan, menciptakan perisai energi berbentuk seperti payung.
Nafas api Naga Merah dengan mudah ditahan. Naga Merah terus menyemburkan api, bahkan meningkatkan intensitas apinya, namun sama sekali tidak dapat menembus pertahanan Shin.
Dua naga lainnya sudah bergerak ke dua arah yang berbeda.
Naga Biru berada diatas sedangkan Naga Merah berada di samping kiri, keduanya secara bersamaan menyemburkan nafas api dan nafas petir.
*BOOOMMM!!
Ledakan keras terjadi saat nafas api mereka saling bertabrakan.
"Yo, ternyata kau adalah naga yang baru dewasa ya, kekuatan kalian sangat lumayan!" Shin muncul diatas kepala Naga Biru.
"BERANINYA KAU MENGINJAK KEPALA KU!" Naga Biru berteriak marah.
Sebagai seekor naga, dia memiliki harga diri yang tinggi, tidak akan membiarkan siapapun merendahkannya.
Dan sekarang ada seorang manusia yang menginjak kepalanya, itu sama saja dengan merendahkan dirinya.
*BAAAMMM!
Namun sebelum Naga Biru bisa melancarkan serangan, Shin memukul kepalanya, membuat terjatuh menghantam tanah dengan keras.
__ADS_1
Dua naga merah segera bergerak menyerang Shin, mereka terus menyemburkan nafas api namun semuanya dihindari dengan mudah.
Tubuh kedua Naga Merah itu tiba-tiba mengeluarkan api, membuat tubuh mereka diselimuti kobaran api.
"Ingin bermain api dengan ku?" Shin mengarahkan jari telunjuknya pada salah satu Naga Merah, "akan ku kabulkan keinginan mu!"
"Mini Supernova Matahari!"
Gumpalan api sebesar kelereng muncul di ujung jari telunjuknya. Meskipun sangat kecil, namun intensitas energi yang terkandung didalamnya sangat mengerikan.
Seolah menjadi pistol, api sebesar kelereng itu ditembakkan, melesat bagaikan peluru.
Mini Supernova Matahari mengenai tepat di dada salah satu Naga Merah, membuatnya terdorong dengan kuat hingga menabrak beberapa gunung samapi hancur.
*BOOOMMM!!
Mini Supernova Matahari pun meledak keras, secara telak mengenai Naga Merah.
Kini hanya satu naga yang tersisa, terlihat wajahnya menjadi buruk setelah melihat dua rekannya dikalahkan dengan begitu mudah.
"Apakah dia benar-benar manusia? Aku rasa manusia tidak akan sekuat itu! Apakah terjadi sesuatu di dunia luar hingga membuat para manusia menjadi sekuat ini?" Muncul banyak pertanyaan di benak Naga Merah, "selain itu.. dia tidak terlihat seperti manusia di dunia luar, dia seorang pria tapi.. dari perawakan dan gerakannya benar-benar menggambarkan seorang pria!"
Naga Merah mengetahui kalau manusia di dunia luar sangat aneh. Wanita lebih mendominasi dari pria, dan pria selalu lebih feminim, atau bisa dibilang dunia terbalik.
Hal itulah yang membuat para naga tidak ingin berhubungan dengan dunia luar karena dunia luar sangat aneh.
Para naga tidak peduli dengan dunia luar yang sudah melenceng dari hukum yang seharusnya.
"Aku tidak bisa melawannya sendiri, aku harus memanggil bantuan!" Naga Merah menembakkan bola api ke langit.
*BOOOMMM!!
Bola api meledak keras.
"Hahaha, kau memang kuat manusia! Tapi aku sudah mengirimkan sinyal pada semua naga di Hutan Para Naga! Sekuat apapun diri mu, kau tidak akan bisa mengalahkan kami semua?"
"Ya, mereka memang akan datang, tapi mereka semua tidak akan datang dengan cepat secara bersamaan. Selama mereka masih dalam perjalanan.." Shin tersenyum lebar, "aku rasa itu sudah cukup untuk menghajar mu kan?"
Wajah Naga Merah menjadi buruk, secara refleks dia bergerak mundur.
Semakin Naga Merah menatap wajah Shin, semakin takut pula dia. Akhirnya dia berbalik lalu melesat terbang secepat mungkin.
Namun baru sedetik berlalu, Naga Merah berhenti karena ada sesuatu yang menarik ekornya.
Naga Merah menoleh kebelakang, melihat pelakunya ternyata adalah Shin dengan seringai lebar.
__ADS_1
"Mau pergi kemana kau?" Shin dengan kuat melemparkan Naga Merah kebawah lalu menembakkan Mini Supernova Matahari.
Mini Supernova Matahari pun meledak keras, membuat Naga Merah pingsan di tempat.
Memang Shin tidak berencana membunuh para naga, dia berniat menaklukkan semua Naga untuk dijadikan pasukannya melawan para iblis.
"Baiklah, sekarang tinggal menunggu naga lainnya datang," Shin mengambil posisi duduk bersila di udara.
"ROOAAARRRHHH!!"
Setelah beberapa menit berlalu, terdengar suara raungan Naga yang lebih keras dari 3 naga yang tadi Shin kalahkan.
Suara raungan lainnya terdengar menunjukkan jika yang datang ada lebih dari 1 naga.
Shin bisa merasakan ada belasan naga yang datang secara bersamaan dan ada puluhan naga lainnya yang masih berjarak cukup jauh.
Beberapa diantara belasan naga yang datang berada ditingkat Half Immortal dan ada 1 yang berada ditingkat Half Immortal tahap akhir.
"Semuanya adalah naga dewasa," Shin bisa melihat kedatangan pada Naga dari kejauhan, "memang benar yang dikatakan rumor, 1 naga dewasa sudah cukup untuk meratakan daratan terkutuk!"
Shin dulu sering mendengar mengenai para naga yang perkasa. Salah satu legenda tentang para naga adalah dapat menghancurkan daratan terkutuk dengan mudah.
Belasan naga itu berhenti setelah berjarak sekitar 100 meter dari Shin.
Melihat tubuh para naga, Shin memahami jika kekuatan naga dibedakan berdasarkan warna tubuh mereka.
Naga Merah memiliki kekuatan api, Naga Biru memiliki kekuatan petir namun ada juga yang memiliki kekuatan air, ada juga naga berwarna kuning yang menguasai elemen petir.
Diantara belasan naga itu, naga terkuat adalah naga berwarna silver. Kemungkinan naga itu memiliki kekuatan logam.
Para naga itu melihat sekitar, ekspresi.ereka berubah marah saat melihat 3 naga yang terkapar pingsan di tanah.
"Manusia! Apa kau yang melakukan semua ini?!" Naga Silver mulai mengeluarkan auranya untuk menekan Shin.
"Ya, memang aku yang melakukannya," Shin sama sekali tidak takut dengan mereka, "kekuatan mereka lumayan, tapi masih belum cukup untuk memberi ku pemanasan!"
"Kau sangat berani! Aku tidak tau bagaimana manusia seperti mu memasuki Dimensi Para Naga tapi akan ku buat kau menyesali perbuatan mu!" Naga Silver langsung melesat diikuti oleh naga lainnya.
Shin pun bersiap untuk pertarungan babak selanjutnya.
\=\=\=\=
- Peta Dunia Mortal
__ADS_1