
Misi penaklukan 12 benua masih terus berlanjut. Perang di 4 benua lainnya semakin memanas.
Para petinggi dari pasukan iblis maupun pasukan manusia bertarung dengan sangat sengit.
Karena Shin dan Xiang Yang saat ini sudah tidak ada lagi di Benua Shang Fu, jadi iblis di Benua Shang Fu langsung mengirimkan pasukan bantuan mereka.
Sayang sekali pasukan manusia sudah menghancurkan susunan formasi teleportasi yang mereka serang, membuat pasukan iblis Benua Shang Fu, mau tidak mau harus terpaksa terbang untuk memberikan bantuan.
Itu akan memerlukan waktu lama, mereka pun tidak yakin apakah bisa tiba tepat waktu, namun apa boleh buat.
Pasukan Benua Langit selalu tampil lebih mencolok dibandingkan kultivator lainnya di tingkat yang sama.
Kultivator benua lainnya sangat kagum melihat kekuatan para kultivator Benua Langit yang terlihat khusus dan lebih kuat dari tingkatan mereka.
Berbeda saat melakukan penaklukan 5 benua pertama, di penaklukan kedua ini para iblis sudah lebih siap jadi mereka masih bisa memberikan perlawanan lebih.
Sudah satu hari berlalu namun belum ada yang memenangkan peperangan, namun pasukan iblis selalu mendapatkan tertekan.
Kedua pasukan memilih untuk mundur sementara waktu, memulihkan kekuatan sebelum kembali melakukan peperangan.
Sementara para iblis masih melakukan pemulihan kekuatan dan luka, pasukan manusia sudah pulih sepenuhnya dengan menggunakan pil tingkat tinggi.
Bing Qiaoyu dan Yun Nuwa saat ini menoleh ke arah tertentu dimana Benua Zhouyi berada. Mereka bisa merasakan kekuatan Shin dan Xiang Yang, juga satu lagi kekuatan kegelapan pekat.
Tidak hanya mereka berdua yang merasakan adanya pertarungan dahsyat di Benua Zhouyi, namun semua kultivator ataupun Spirit Beast yang memiliki indera spiritual yang peka, mereka pasti bisa merasakannya.
“Shin gege sampai mengeluarkan kekuatan seperti itu, pasti lawannya bukan iblis sembarangan,” ucap Bing Qiaoyu tanpa mengalihkan perhatiannya.
“Ya, apa lagi Xiao Yang juga mengeluarkan kekuatan sekuat ini. Dan mereka berdua melawannya secara bersamaan,” tanggap Yun Nuwa.
“Kita harus secepatnya membasmi para iblis di benua ini lalu kita harus membantu mereka berdua.”
Yun Nuwa mengangguk setuju mendengar pernyataan Bing Qiaoyu.
Akhirnya pada pagi hari saat mata hari baru menampakkan diri secara samar, pasukan manusia langsung melancarkan serangan besar-besaran.
__ADS_1
Para iblis tidak menyangka akan ada serangan tiba-tiba ini, mereka berpikir para manusia itu masih dalam tahap pemulihan seperti mereka
Namun saat melihat para manusia yang masih segar bugar tanpa ada beban, mereka hanya bisa meraung marah dan menyerang para manusia sebisanya meskipun kondisi mereka tidak mendukung.
Untung saja saat sudah hampir siang hari, pasukan bantuan dari Benua Shang Fu tiba membuat para iblis itu sedikit bernafas lega.
Jumlah mereka yang awalnya kalah cukup jauh, kini mereka mulai bisa mengimbangi, entah dari jumlah maupun intensitas pertarungan.
***
Bumi
Malaikat Jiwa Abadi terlihat memiliki warna putih bercahaya layaknya gumpalan cahaya.
Memang dia hanya terbentuk dari gumpalan jiwa saja, ia tidak memiliki tubuh.
Malaikat Jiwa Abadi bisa saja mendapatkan tubuh, namun tidak ada makhluk di bumi yang dapat menampung jiwanya yang sangat kuat.
Manusia di bumi yang tidak memiliki kultivasi, pasti tubuhnya akan langsung hancur.
Sekarang jumlah jiwa yang dia perlukan sudah mencukupi, waktunya untuk menyerap semua jiwa makhluk hidup di bumi dan keluar dari sini, kemudian mencari manusia yang bisa menampung jiwanya.
“Sudah waktunya mengambil semua jiwa manusia di bumi!” Malaikat Jiwa Abadi melakukan segel tangan beberapa kali, “Formasi Penyerap Jiwa, aktifkan!”
Pedang yang menancap di depan Malaikat Jiwa Abadi seketika mengeluarkan cahaya, susunan formasi yang ada disana juga mengeluarkan cahaya.
Cahaya itu keluar ke permukaan, menembus tanah kemudian menyinari seluruh menjuru bumi.
Semua manusia yang ada di bumi langsung panik menyaksikan fenomena aneh dimana cahaya keluar dari dalam tanah.
Dalam beberapa saat cahaya itu semakin terang hingga para manusia, tepatnya seluruh makhluk hidup di bumi tidak bisa melihat apa-apa karena silau.
“Kalian memberikan manfaat yang sangat banyak untuk ku, jadi aku akan mengambil jiwa kalian tanpa rasa sakit,” gumam Malaikat Jiwa Abadi.
Semua makhluk di bumi dibuat pingsan oleh Malaikat Jiwa Abadi, kemudian jiwa mereka semua keluar melalui semua lubang di kepala mereka.
__ADS_1
Dalam waktu kurang dari 1 menit, semua jiwa makhluk hidup entah yang hidup di darat maupun di dalam air, semuanya meninggalkan tubuh mereka.
Jiwa mereka melayang sejenak sebelum tersedot masuk kedalam pusat susunan formasi yang berada di tempat Malaikat Jiwa Abadi berada.
Malaikat Jiwa Abadi menyeringai lebar melihat semua jiwa yang mulai terkumpul.
Semua jiwa itu masuk kedalam susunan formasi, membuat pedangnya yang menancap pada pusat susunan formasi itu mengeluarkan cahaya yang semakin terang.
Pedang itu terbentuk dari sumber jiwa Malaikat Jiwa Abadi, bisa dibilang itu merupakan nyawa sekaligus senjatanya.
Pedang itu bernama Pedang Sumber Jiwa. Semua ras Malaikat Jiwa Abadi bisa membuat pedang dari sumber jiwa mereka.
Semua jiwa dari segala penjuru mulai terkumpul dengan cepat, hingga dalam waktu 1 jam, semua jiwa di bumi akhirnya terkumpul.
Malaikat Jiwa Abadi mengeluarkan cahaya yang sangat terang selama kurang dari satu menit kemudian memudar.
“Kultivasi ku sekarang sudah berada ditingkat Immortal Master tahap akhir. Aku hanya perlu mencari tubuh yang berada ditingkat Immortal untuk menampung jiwa ku!” Malaikat Jiwa Abadi mencabut pedangnya.
Sesaat terlihat Pedang Sumber Jiwa seolah memberikan kekuatan pada Malaikat Jiwa Abadi.
Sang malaikat dengan 10 sayap di punggungnya melesat keluar dari kedalaman Bumi, menembus tanah diatasnya seolah dirinya adalah hologram yang bisa bisa menyentuh benda padat.
Malaikat Jiwa Abadi terbang diketinggian 10 ribu meter dari permukaan tanah, melihat bumi saat ini yang dipenuhi mayat makhluk hidup, termasuk manusia.
Kubah energi yang menutupi bumi juga sudah lenyap tak bersisa.
Malaikat Jiwa Abadi menghirup udara, meskipun dia tidak bernafas namun itu dia lakukan untuk merasakan sensasi yang terasa sudah lama tidak ia rasakan.
Malaikat Jiwa Abadi menyebarkan indera spiritualnya, berusaha mencari keberadaan makhluk yang berada ditingkat Immortal.
Malaikat Jiwa Abadi melihat kearah tertentu, dia merasa ada sesuatu yang aneh di arah sana.
Karena penasaran ia melesat kearah tempat dimana keanehan itu berasal.
Setibanya disana, dia melihat kabut tebal. Dia mengetahui kalau itu disebabkan oleh susunan formasi yang dibuat oleh orang tertentu, dia bisa merasakan keberadaan manusia di dalam sana, namun kultivasinya rendah, tidak ada yang sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
Malaikat Jiwa Abadi pun melesat terbang meninggalkan tempat berkabut itu.