
"Saudara Shin, apakah ada yang salah dengan daratan itu?"
Shin akhirnya tersadar dari lamunannya, dia menoleh kearah Chu Yan, seketika sebuah rencana muncul di kepalanya untuk mengerjai Chu Yan.
Bagaimana reaksi Chu Yan jika dia dikejar-kejar oleh para wanita berotot? Shin sangat ingin melihatnya.
"Ah tidak ada, hanya saja Saudara Chu Yan, apa kau ingat jika aku pernah mengatakan aku awalnya dipanggil ke dunia lain sebelum terlempar ke dunia ini?"
"Ya, tentu saja aku mengingatnya, kalau tidak salah kau menyebutnya.. Dunia Terkutuk kan? Aku sebenarnya selalu penasaran kenapa kau menyebut dunia itu sebagai Dunia Terkutuk, apakah disana ada makhluk mengerikan atau semacamnya?" Chu Yan bertanya dengan ekspresi pemasaran.
"Bisa dibilang seperti itu, tapi disaat yang bersamaan disana juga adalah surga bagi para pria," Shin tersenyum penuh makna.
"surga bagi para pria?" mata Chu Yan sedikit melebar, entah kenapa dadanya berdebar saat melihat senyum penuh makna Shin.
"Disana jika kau memiliki wajah tampan maka kau akan dikejar-kejar oleh para wanita, kau tidak perlu mengejarnya atau pun menawarkan sesuatu untuk mendapatkan kesenangan, para wanita disana akan dengan suka rela menyerahkan jiwa dan raga mereka."
"Jiwa dan raga?" Chu Yan mulai membayangkan para wanita yang menyerahkan jiwa dan raga mereka, memberikan semuanya untuk dirinya.
"Bahkan yang masih gadis pun tidak menjadi pengecualian."
"Bahkan yang masih gadis!" Hati Chu Yan langsung merasa panas ingin segera pergi ke daratan itu.
Dia mulai berfantasi tentang banyak gadis muda yang menyerahkan diri pada dirinya.
"Kakak Chu Yan, ini pertama kalinya bagi ku, jadi tolong pelan-pelan!"
"Jangan terlalu kasar ya kakak Chu Yan, aku masih gadis kecil yang tidak memiliki pengalaman."
"Kakak Chu Yan, aku menyerahkan keperawanan ku pada mu."
"Kakak Chu Yan..."
Chu Yan menelan ludahnya, ekspresi mesumnya tiba-tiba berubah menjadi ekspresi serius saat dia menatap Shin.
"Saudara Shin, apa kau benar-benar akan membawa ku ke surga seperti itu?" Chu Yan menepuk bahu Shin.
"Tentu saja," Shin mengangguk tanpa ragu, "kau memiliki wajah tampan jadi semua wanita di daratan itu pasti akan menjadi milik mu!"
"Tapi Saudara Shin, kau harus berjanji satu hal pada ku!"
"Aku berjanji tidak akan mengatakan apapun pada Li Yuwen, aku akan menjaga rahasia ini selalu dan selamanya atas nama saudara ku!"
Wajah Chu Yan menjadi cerah, "baiklah, kalau begitu tidak perlu menunggu waktu lagi, ayo kita pergi ke surga!"
Chu Yan menjadi sangat bersemangat sementara Shin hampir tidak bisa menahan tawanya membayangkan bagaimana Chu Yan akan mengalami hal yang sama seperti saat dia berada di dunia terkutuk itu sebelumnya.
__ADS_1
"Heheh, Saudara Chu Yan, aku harap kau masih bisa tidur dengan nyenyak setelah mengunjungi daratan itu," Shin bergumam dalam hati lalu memasang sebuah topeng untuk menutup wajahnya.
"Saudara Shin, kenapa kau menutup wajah mu?"
"Aku sudah mengatakan sebelumnya jika kau memiliki wajah rupawan maka semua wanita di daratan itu akan mengejar mu, jika aku tidak menutup wajah ku maka aku bisa mengganggu kesenangan mu," Shin menepuk bahu Chu Yan, "kau telah banyak membantu ku selama ini Saudara Chu Yan, jadi ini akan menjadi hadiah ku untuk mu!"
Tentu saja Shin tidak mungkin mengatakan jika dia menggunakan topeng karena tidak ingin dikejar-kejar oleh para wanita berotot.
Chu Yan menjadi sangat terharu, dia bahkan sampai mengusap air matanya yang hampir jatuh.
"Saudara ku, aku tidak akan melupakan kebaikan mu!"
Chu Yan sudah memiliki istri yang sangat cantik, namun sifat playboy masih belum sepenuhnya hilang dari dirinya.
Jika bukan karena istrinya, Li Yuwen tidak mengijinkannya menambah istri lagi, sudah pasti Chu Yan memiliki istri sampai puluhan saat ini.
***
Shin dan Chu Yan akhirnya mendarat di tepi daratan terkutuk.
"Ayo Saudara Shin, dimana jalan menuju kota terdekat disini? Seharusnya kau mengetahui daerah sekitar sini kan?" Chu Yan benar-benar sudah tidak sabar.
"Aku sudah 100 tahun lebih tidak berada di daratan terkutuk ini, jadi mungkin saja infrastruktur di daratan ini sudah berbeda dari sebelumnya. Tapi aku bisa mencari letak kota terdekat dengan menyebarkan indera spiritual ku," Shin pun mulai menyebarkan indera spiritualnya.
Setelah belasan detik, Shin membuka matanya.
Dia sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Chu Yan.
"Baiklah. Ngomong-ngomong apa nama kota itu?"
"Itu adalah Ibu Kota kerajaan manusia di daratan ini," jawab Shin.
"Ibu Kota kerajaan manusia? Apakah itu artinya ada ras lain di daratan ini?"
"Ya, sama seperti Benua Kegelapan, disini juga ada ras Elf."
"Elf! Elf..." Chu Yan mulai membayangkan para elf yang menyerahkan diri padanya.
Chu Yan dulu pernah berkunjung ke Benua Kegelapan yang merupakan tempat asal Xun. Disana Chu Yan sangat kagum dengan kecantikan para elf yang memiliki daya tarik tersendiri, terlebih dengan telinga tajam mereka.
"Apakah akhirnya mimpi ku akan terwujud," Chu Yan selalu ingin menyentuh atau memainkan telinga para wanita elf.
Shin menyentuh bahu Chu Yan, "baiklah Saudara Chu Yan, aku akan langsung menteleportasikan mu kesana!"
"Baik."
__ADS_1
Shin melakukan segel tangan, seketika dibawah kaki Chu Yan terbentuk lingkaran formasi.
Seketika Chu Yan pun menghilang dan Shin langsung menyeringai lebar.
"Hehehe, mari kita melihat pertunjukan," Shin menggunakan teknik formasi untuk membuatnya tidak bisa dilihat lalu berteleportasi ke kota tempat dia menteleportasikan Chu Yan.
***
Ibu Kota Kerajaan manusia di daratan terkutuk.
Banyak orang berlalu lalang, kebanyakan diantara mereka adalah wanita yang rata-rata memiliki tinggi hampir 2 meter, mengenakan baju tanpa lengan, memamerkan otot-otot mereka yang sangat kekar.
Sedangkan para pria mengenakan pakaian feminim, berjalan dengan anggun selayaknya seorang wanita yang normal.
Tiba-tiba saja cahaya muncul di tengah-tengah orang yang berlalu lalang, membuat semua orang menjadi waspada.
Hingga akhirnya seorang pria tampan muncul dengan senyum lebar, siapa lagi kalau bukan Chu Yan.
"Gadis-gadis, aku datang!" Chu Yan berkata dengan bangga.
Namun tiba-tiba dia tertegun saat melihat banyak wanita berotot disekelilingnya.
Chu Yan mengusap matanya karena berpikir itu adalah ilusi namun apa yang dia lihat sama sekali tidak berubah.
Para wanita berotot melebarkan mata saat melihat pria yang begitu tampan tidak tertandingi.
Hati mereka langsung panas ingin mendapatkan pria itu.
Dua sampai lima kali Chu Yan mengusap matanya, namun yang dia lihat tetap sama.
"Ini tidak mungkin.. makhluk macam apa mereka ini," Chu Yan mulai melangkah mundur dengan wajah pucat saat melihat para wanita berotot mulai mendekatinya.
"Pria tampan, dari mana kau berasal?"
"Kakak cantik hari ini sedang senggang, maukah tampan kecil bermain dengan kakak?"
"Kakak tidak keberatan membelikan mu baju bagus dan makan sepuasnya, ayo main sama kakak cantik!"
Wajah para wanita berotot itu sudah dipenuhi dengan na*fsu.
"TIDAK... MENJAUH DARI KU!"
Chu Yan langsung berlari kencang, dia bahkan lupa dirinya memiliki energi Qi untuk mempercepat gerakan ataupun untuk terbang.
"PRIA TAMPAN! TUNGGU!"
__ADS_1
Akhirnya para wanita berotot mulai mengejar Chu Yan.