
“Inikah bumi? Aku kira ini adalah daratan yang besar, ternyata hanya daratan kecil, bahkan tidak bisa disebut benua, hanya bisa dibilang pulau,” Xiang Yang melihat bagaimana bumi dibalik kubah energi.
“Bumi memang bisa dibilang kecil, tapi penduduknya sangat padat. Ada sekitar 7 miliar lebih manusia yang hidup disana.”
“Apa? 7 miliar?! Bukankah itu terlalu banyak? Bagaimana orang sebanyak itu bisa hidup di tempat kecil seperti ini?” Xiang Yang sulit membayangkan kehidupan seperti apa yang ada di dalam sana dengan kepadatan penduduk seperti itu.
Bahkan di Benua Chenwu mungkin penduduknya tidak sampai 1 miliar. Begitu juga dengan Benua Langit yang bahkan penduduknya lebih sedikit dibandingkan dengan Benua Chenwu, meskipun Benua Langit memang lebih besar.
“Bumi tidak seperti yang kau bayangkan, disana tidak ada yang namanya kultivator, tidak ada juga yang namanya energi supranatural atau semacamnya. Yah.. setidaknya itulah yang aku pikirkan sebelum aku merasakan makhluk kuat yang tinggal disana.”
“Mendengar mu mengatakan itu, kau sepertinya tau banyak mengenai bumi, saudara Shin?”
Xiang Yang bertanya-tanya bagaimana Shin tau banyak mengenai bumi sementara dia bahkan belum mendaratkan kakinya pada bumi.
“Ceritanya cukup panjang, tapi singkatnya aku awalnya adalah penduduk bumi, sebelum aku terlempar ke Benua Langit secara tidak sengaja.”
“Pantas saja,” Xiang Yang melayang mendekati kubah yang mengisolasi bumi lalu menyentuhnya dengan telapak tangan, “guru, apa kau mengetahui sesuatu?”
Dewa Yin-Yang tidak lekas menjawab, ia juga sedang berpikir keras, berusaha mengingat sesuatu. Hal ini terasa familiar menurutnya.
“Coba kau alirkan kekuatan jiwa mu!”
Xiang Yang langsung mengikuti instruksi gurunya dan mengalirkan kekuatan jiwanya.
Namun kekuatan jiwa Xiang Yang tidak bisa menembus kubah energi tersebut. Dewa Yin-Yang yang berada di dalam tubuh Xiang Yang tentu tidak hanya diam, dia juga ikut mengalirkan kekuatan jiwanya bersama Xiang Yang.
“Gawat.”
Xiang Yang mengerutkan keningnya mendengar gumaman gurunya. Ia berhenti mengalirkan kekuatan jiwanya.
“Apa kau mengetahui sesuatu saudara Xiang Yang?” Shin bertanya melihat reaksi Xiang Yang yang seperti mengetahui sesuatu.
Xiang Yang tidak lekas menjawab, dia memejamkan matanya, terlihat seperti berpikir, meskipun nyatanya ia sedang bertanya pada gurunya dalam hati.
“Guru, sepertinya kau mengetahui sesuatu?”
__ADS_1
“Ini kemungkinan besar adalah ulah si malaikat itu!”
“Malaikat?”
“Malaikat Jiwa Abadi. Meskipun namanya terdapat kata malaikat, namun sifat mereka tidak merepresentasikan namanya. Malaikat Jiwa Abadi adalah salah satu ras kejam di Zaman Kekosongan!..
Mereka bisa memperkuat diri dengan menyerap jiwa makhluk hidup, membuat kekacauan dimana-mana dan membunuh siapa saja yang memiliki jiwa demi mendapatkan kekuatan! Suatu ketika ada Malaikat Jiwa Abadi yang menyinggung tuan muda ras Manusia Dao, membuat mereka berakhir dimusnahkan dari peradaban alam semesta!..
Tidak ku sangka tidak hanya ras Manusia Dao yang masih ada namun juga ras Malaikat Jiwa Abadi juga masih ada di masa ini! Mendengar tentang bumi dari Shin, mungkin saja tidak adanya energi alam di bumi adalah perbuatan Malaikat Jiwa Abadi. Dan populasi manusia di bumi yang mencapai angka 7 miliar juga perbuatannya!..
Manusia di bumi tidak lebih hanya sekedar ternak yang biakkan oleh Malaikat Jiwa Abadi. Hanya tinggal menunggu waktu sampai malaikat itu menyerap jiwa para manusia di bumi.”
Xiang Yang membuka matanya, dia tentu terkejut mendengar perkataan gurunya namun dia masih bisa tetap tenang.
“Aku sepertinya mengetahui sesuatu, saudara Shin,” Xiang Yang pun mengatakan tentang apa yang baru saja gurunya jelaskan.
Tentu saja Xiang Yang masih merahasiakan keberadaan gurunya dari Shin.
“Jadi bisa dibilang malaikat itu mungkin saja sekarang masih menunggu sampai jumlah jiwa di bumi memenuhi jumlah yang dia inginkan baru dia akan menyerap semuanya!” Shin memukul kubah energi, sedikit melampiaskan amarahnya, “dinding ini sangat kuat, dan meskipun kita bisa menghancurkannya, makhluk itu pasti akan muncul dan belum tentu kita bisa menandingi kekuatannya!”
Shin langsung menoleh kearah Xiang Yang, “memangnya bagaimana caranya?”
“Salah satu istri ku, Han Shizu memiliki kekuatan yang unik, kekuatannya bisa menghancurkan suatu segel ataupun pertahanan dengan mudah. Bahkan meskipun kultivasinya berada di bawah ku, namun kekuatannya masih bisa menghancurkan pertahanan ku dengan mudah.”
Yang Xiang Yang maksud adalah Han Shizu yang memiliki petir emas bernama Petir Surgawi.
“Kalau begitu kita harus segera mungkin menerobos ketingkat Immortal Master untuk menghancurkan kubah energi ini dan membunuh makhluk itu.”
Xiang Yang mengangguk setuju.
“Kalau begitu kau bisa kembali duluan ke Benua Chenwu, saudara Xiang Yang. Aku memiliki urusan sejenak di benua lain.”
Xiang Yang menaikkan alisnya, ia cukup penasaran dengan urusan apa yang Shin maksud. Namun karena Shin sepertinya tidak membutuhkannya dalam urusan itu, maka dia tidak berniat ikut campur.
“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu,” Xiang Yang mengeluarkan token teleportasi sebelum berteleportasi kembali ke Benua Chenwu.
__ADS_1
Sementara Shin sendiri langsung membelah ruang lalu masuk kedalamnya.
***
Di atas sebuah hutan, di daratan terkutuk, tiba-tiba muncul robekan ruang kemudian seseorang keluar dari robekan ruang tersebut.
Dia adalah Shin yang berniat pergi ke Dimensi Para Naga.
Shin tidak bisa langsung merobek ruang kedalam Dimensi Para Naga karena mereka berada di dimensi atau ruang yang terpisah.
Jadi Shin harus berada di Hutan Para Naga terlebih dahulu sebelum merobek ruang menuju Dimensi Para Naga.
Setelah memasuki Dimensi Para Naga, Shin langsung melesat menuju Kuil Naga.
Setibanya disana, Shin disambut baik oleh Drazil dan para naga lainnya.
_____
Di Aula Utama Kuil Naga.
Shin duduk di kursi Raja Naga yang seharusnya ditempati oleh Drazil sebagai Raja Naga.
“Tuan, sebelumnya ada ribuan iblis yang menyerang daratan terkutuk, namun semuanya bisa kami atasi dengan mudah!”
Shin mengangguk lalu menjelaskan tujuan kedatangannya kemari.
“Aku ingin kalian menjelajahi lautan dan mencari keberadaan benua lainnya,” Shin juga menceritakan mengenai kejadian perang melawan para iblis secara singkat.
Shin memberikan token teleportasi pada masing-masing naga, memerintahkan mereka jika ada sesuatu yang tidak bisa mereka tangani maka mereka bisa langsung mengaktifkan token teleportasi tersebut untuk melarikan diri.
Tidak ada yang keberatan dengan perintah Shin.
“Kalau begitu segera pergi sekarang, aku masih memiliki beberapa urusan di daratan terkutuk ini!”
“Baik Tuan Shin,” Drazil segera menjalankan perintah Shin bersama para naga lainnya.
__ADS_1
Sementara Shin sendiri masih duduk santai di singgasana selama beberapa saat sebelum merobek ruang, keluar dari Dimensi Para Naga.