
“Shin, kapan kau akan menikahi ku?”
“Pfffttt...!”
Air teh langsung menyembur keluar dari mulut Shin, dia sama sekali tidak mengekspektasikan akan pertanyaan tersebut.
Terlebih pertanyaan itu tanpa ragu langsung didepan dirinya dan ketiga istrinya.
Apakah ada yang salah dengan otak gadis ini setelah menerobos ketingkat Immortal? Shin sama sekali tidak paham.
Shin memiliki dendam dengan Qian Xue. Dahulu gadis itu sudah membunuh Spirit Beast kontraknya yang dia anggap sebagai sahabatnya sendiri.
Itu sudah terjadi 100 tahun lalu. Meskipun memang saat itu Qian Xue dikendalikan, namun tetap saja tidak mengubah kenyataan bahwa dialah yang membunuhnya.
Setelah perang berakhir, Shin sebenarnya ingin membunuh Qian Xue, namun dihentikan oleh Qin Zhiyun. Qin Zhiyun meminta agar dia melepaskan Qian Xue karena kesalahan sebelumnya dilakukan bukan atas kehendak gadis itu.
Meskipun berat, namun Shin akhirnya menuruti permintaan istrinya. Sampai sekarang Shin selalu bersikap dingin dengan Qian Xue karena dendam masa lalu.
Namun Shin masih sekali memberikan bantuan pada Qian Xue seperti memberinya saran tentang kultivasi dan memberinya formula susunan formasi.
Itupun Shin lakukan karena permintaan para istrinya saat Qian Xue berkunjung kemari untuk bertemu para istrinya.
Tanpa sadar Shin telah membuat gadis itu jatuh hati padanya.
Qian Xue paling dekat dengan Qin Zhiyun sampai istrinya itu memberikan token teleportasi untuk memasuki Dimensi Shin secara bebas.
Qin Zhiyun dan istri Shin lainnya sebenarnya sudah mengetahui tentang perasaan Qian Xue dan merekapun mendukungnya.
Mereka akan senang jika Qian Xue benar-benar bisa menjadi saudari mereka.
Namun Qian Xue tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendekati Shin karena sampai sekarang Shin selalu menjauhinya dan selalu bersikap acuh tak acuh.
Sekarang Qian Xue sudah membulatkan tekad, dia akan bersikap lebih agresif sebagaimana saran dari Xiang Yue.
Bing Qiaoyu, Su Xianlin dan Bai Lian juga terdiam mendekar pertanyaan Qian Xue, bahkan mereka sampai menutup mulut karena terkejut.
Shin menyeka teh di mulutnya lalu memberikan lirikan tajam pada Qian Xue.
“Apa-apaan pertanyaan mu? Aku tidak ingat pernah bilang akan menikahi mu!”
“Shin, aku mencintaimu, apakah kau tidak bisa memberi ku kesempatan? Apa kau bisa membuka jari mu setidaknya sedikit untuk ku? Apa kau masih membenci ku karena kejadian dulu?” Qian Xue berjalan mendekati Shin.
__ADS_1
“Kau tau jawabannya dan tidak perlu bertanya lagi!” Shin berkata seolah tidak peduli dengan Qian Xue.
“Meskipun kau bilang begitu tapi aku tidak akan pernah menyerah sampai kau benar-benar bisa memaafkan ku dan membalas perasaan ku,” Qian Xue berkata dengan ekspresi teguh.
“Terserah. Jika kau tidak punya urusan lagi disini, pintu keluar terbuka lebar untuk mu,” Shin menyeruput tehnya.
“Shin gege, saudari Xue adalah tamu kami, jadi jangan seenaknya mengusirnya! Ayo ikut aku keluar, aku akan memberikan beberapa saran untuk mu!” Bai Lian mendengus lalu menarik tangan Qian Xue, membawanya keluar untuk memberikan sedikit latihan.
Kini di ruangan itu hanya ada Shin, Bing Qiaoyu dan Su Xianlin.
“Shin gege, bukankah kamu terlalu dingin pada saudari Xue?” Meskipun Bing Qiaoyu tidak pernah berharap Shin akan menerima perasaan Qian Xue, dia setidaknya berharap suaminya tidak menganggap Qian Xue sebagai lalat pengganggu.
“Benar, saudari Xue sangat tulus ingin meminta maaf,” ucap Su Xianlin.
Shin menghela nafas pelan, “Lin’er, Yu’er, aku sudah cukup sering mendengar kalian mengatakan itu.”
“Jadi Shin gege ingin kami membujuk mu dengan sesuatu yang berbeda. Baiklah, kalau begitu jika Shin gege masih bersikap dingin pada saudari Xue maka kami juga akan melakukan hal yang sama! Hmph, tidak ada jatah untuk mu malam ini!” Su Xianlin memegang tangan Bing Qiaoyu lalu menariknya keluar menyusul Bai Lian, “ayo kita pergi saudari Qiaoyu!”
“A...” Shin ingin mengatakan sesuatu namun kedua istrinya sudah lebih dulu keluar, “ah.. aku sepertinya mengatakan sesuatu yang salah,” Shin tersenyum kecut.
***
Dimensi Shin.
Di satu titik tertentu, terlihat ada 4 wanita cantik yang terlihat berusia 20 tahun, meskipun usia mereka sebenarnya sudah 100 tahun lebih.
Mereka adalah Qian Xue, Bai Lian, Bing Qiaoyu dan Su Xianlin.
Qian Xue sudah mendengar tentang apa yang terjadi baru-baru ini. Dia sangat terkejut mendengar banyaknya hal-hal besar yang terjadi, terutama kejadian dimana Qin Zhiyun dan lainnya terserap oleh distorsi ruang.
Qian Xue tidak bisa tidak merasa sedih, namun dia dengan cepat meneguhkan hatinya.
Kini Bai Lian sedang melakukan penjelasan mengenai kultivasi tingkat Immortal.
“Saudari Xue, satu hal yang membuat kultivator tingkat Immortal jauh lebih superior dibandingkan kultivator dibawahnya,” Bai Lian mulai memberikan penjelasan, “perbedaan itu adalah dari jenis energi mereka. Seorang kultivator tingkat Immortal sudah bisa mengubah energi mereka menjadi Qi Surgawi, jenis energi Qi tertinggi.”
Bai Lian terus memberikan penjelasan yang mudah dimengerti hingga sampai ketahap dimana bagaimana cara mengubah energi Qi menjadi Qi Surgawi.
“Jika kita berada di Alam Surgawi maka proses ini akan lebih mudah, namun di Alam Mortal ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Baiklah sekarang saudari Xue, kau bisa mulai mengubah energi Qi menjadi Qi Surgawi!”
“Baik,” Qian Xue pun mulai bermeditasi.
__ADS_1
“Kapan aku bisa menerobos ketingkat Immortal juga?” Su Xianlin cemberut, diantara mereka hanya dirinya yang masih berada ditingkat Half Immortal tahap akhir.
“Bersabarlah saudari Xianlin, dalam beberapa tahun lagi kau pasti akan menerobos ketingkat Immortal.”
“Ya, aku akan bersabar.”
“Sebaiknya sekarang kita menjauh agar tidak menggangu saudari Xue.”
Mereka bertiga pun pergi ke puncak gunung lain, dimana disana ada pelataran dengan meja bundar dengan kursi yang mengelilinginya.
Disana mereka duduk mengobrol santai, hingga sesaat kemudian Shin datang menghampiri mereka.
“Yu’er, Lin’er, Lian’er.”
Mereka bertiga masih ngobrol, sama sekali tidak menjawab panggilan Shin meskipun mereka mendengarnya, bahkan tidak melihat kearah Shin seolah tidak ada disana.
Shin tersenyum kecut. Yah.. ini bukanlah pertama kalinya Shin dalam situasi dimana para istrinya merajuk.
Ini sangat tidak nyaman dan Shin tidak menyukainya.
Shin kini berdiri di samping meja, tepat diantara Bai Lian dan Bing Qiaoyu. Namun para istrinya masih tidak ada yang memandangnya.
“Baiklah baiklah, kalian menang, aku mengaku kalah.”
Dan akhirnya barulah para istrinya memandang Shin dengan senyum lebar lalu memeluknya.
“Kami mencintai mu, Shin gege.”
“Jadi apakah sekarang kamu akan memaafkan saudari Xue?”
Saat Bing Qiaoyu, Bai Lian dan Su Xianlin melepaskan pelukan mereka, mereka melihat Shin tersenyum menyeringai lebar.
“Ya tentu saja, tapi sebelum itu saatnya memberi kalian hukuman karena telah mengabaikan suami kalian!” Tangan kanan Shin memerah seperti bara api panas.
“Eh..” mereka bertiga melangkah mundur karena merasakan firasat yang tidak enak.
*PLAK! PLAK! PLAK!
*PLAK! PLAK! PLAK!
*PLAK! PLAK! PLAK!
__ADS_1
Shin mulai memberikannya hukuman pada para istrinya dengan menampar pantat mereka semua dengan keras.