
Saat Benua Langit masih dalam kondisi siaga penuh, Qin Feng ditugaskan menuju Pulau Pedang untuk menjemput para calon murid kembali ke Sekte Pedang Ilahi.
Karena situasi bisa dibilang sedang tidak terkendali karena fenomena yang tiba-tiba, Shin memasang formasi pelacak pada Qin Feng tanpa sepengetahuan muridnya itu.
Jika terjadi sesuatu Shin bisa mengetahui dimana Qin Feng berada.
Shin selalu mengetahui dimana Qin Feng berada, hingga tiba-tiba saja Qin Feng menghilang dari pelacakannya, membuat Shin segera bergegas mencari keberadaan Qin Feng.
Dia mencari keberadaan muridnya di tempat dimana dia terakhir kali menghilang dari pelacakan.
Hingga akhirnya Shin bisa mengetahui keberadaan muridnya dan langsung bergegas kesana.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Xiang Yang. Saat dia merasakan adiknya menghilang dari pelacakan, dia segera mencari keberadaannya.
Xiang Yang akhirnya tiba di pulau tempat adiknya berada. Dia bisa melihat dari kejauhan, pertarungan yang sangat sengit. Ia mengetahui kalau itu adalah adiknya yang sedang bertarung melawan seseorang.
Awalnya Xiang Yang tidak ingin mengganggu pertarungan Xiang Yi An, namun saat merasakan ada sosok kuat lain yang mendekat, dia jadi khawatir dan langsung menuju tempat adiknya berada, bersiaga jika saja individu kuat itu berniat menyakiti adiknya.
*BAM!
*BAM!
Xiang Yang dan individu kuat itu mendarat secara bersamaan.
"Kakak Xiang Yang!"
"Guru Shin!"
Xiang Yi An dan Qin Feng terkejut melihat kedatangan mereka berdua.
"Yi An, kau berani keluar dari Benua Chenwu tanpa sepengetahuan ku ataupun ibu, kau harus menerima hukuman nanti."
"Eh.. tapi kakak,"
"Aku tidak menerima apapun alasan yang kau buat, yang pasti kau harus di hukum."
"Baiklah," Xiang Yi An akhirnya pasrah nanti terkena hukuman dari kakaknya.
Sementara itu, Shin sekarang juga sedang berbicara dengan Qin Feng lewat telepati.
"Feng'er, bagaimana bisa kau berada disini? Bukankah seharusnya aku memerintahkan mu untuk mengamankan semua calon murid di Sekte Pulau Pedang?"
"Guru, aku sebelumnya sudah tiba di Pulau Pedang, tapi entah kenapa aku berpindah ke tempat ini dan bertemu gadis itu. Aku akhirnya bertarung melawannya untuk memperebutkan Rumput Kelahiran Jiwa berusia seribu tahun."
Meskipun sedang berkomunikasi, Xiang Yang dan Shin sama sekali tidak mengalihkan pandangan, saling menatap tajam satu sama lain.
__ADS_1
Saat ini mereka memiliki pikiran yang sama di kepala mereka.
Dia kuat, kultivasinya seharusnya setara dengan ku! Aku baru saja menerobos ketingkat Immortal tahap akhir, akan sulit menemukan lawan untuk ku bisa mencoba kekuatan penuh ku, aku rasa dia akan menjadi lawan yang tepat!
Itulah yang Xiang Yang dan Shin pikirkan saat ini. Mereka sama-sama ingin bertarung satu sama lain.
"Kawan, murid mu hampir saja membunuh adik tersayang ku, aku rasa ini bukanlah sesuatu yang baik!"
"Apa maksud mu?! Aku sama sekali tidak menggores sedikit pun kulitnya!" Qin Feng berteriak marah, padahal dia sama sekali tidak melukai Xiang Yi An.
Jika saja bukan karena keberadaan Shin disini, Qin Feng jelas tidak akan berani berteriak didepan sosok seperti Xiang Yang.
Xiang Yang memang hanya mencari alasan agar dia bisa bertarung melawan Shin.
Sebelum Qin Feng bisa melontarkan kalimat lainnya, Shin memberikan tanda agar dia diam, membuatnya langsung menutup mulut.
"Murid ku mengatakan dia menemukan Rumput Kelahiran Jiwa lalu adik mu tiba-tiba saja menyerangnya, aku memerlukan penjelasan mu sebagai kakak dari gadis itu!"
"Apa maksud mu hah?! Akulah yang menemukan Rumput Kelahiran Jiwa itu lebih dulu!" Xiang Yi An berteriak.
Xiang Yang juga memberikan tanda agar Xiang Yi An diam.
Qin Feng sendiri menghela nafas sambil bergumam dalam hati, "sejak kapan aku bilang seperti itu, guru."
Dia sadar apa yang diinginkan gurunya adalah bertarung melawan pria itu.
"Ugh, aku tau mereka sama-sama kuat, jika pria itu memiliki kekuatan yang setara dengan guru Shin, entah seperti apa dampak pertarungan mereka!"
Qin Feng mengetahui seberapa kuat Shin, meskipun dia tidak pernah melihat gurunya itu mengeluarkan kekuatan penuh dalam pertarungannya.
"Baik guru, kalau begitu aku pergi dulu," Qin Feng menangkupkan tangannya lalu melesat pergi, terbang dengan kecepatan penuh.
Dia tidak ingin terkena dampak pertarungan.
"Yi An, aku akan membawa mu masuk ke dunia didalam tubuh ku," tanpa mendengar jawaban adiknya, Xiang Yang langsung memasukkannya kedalam Planet Xiang.
"Sebelum kita bertarung, kenapa kita tidak berkenalan terlebih dahulu. Aku Xiang Yang dari Benua Chenwu, Ketua Sekte Naga Emas."
"Aku Shin dari Benua Langit, seorang pengangguran."
Memang Shin tidak memiliki pekerjaan apapun di Benua Langit. Meskipun dia menjadi orang terkuat disana, dia bukanlah ketua ataupun Tetua dari sebuah sekte.
Jadi bisa dibilang dia adalah seorang pengangguran.
Xiang Yang menaikkan alisnya, "jika pria sekuat kau saja menjadi seorang pengangguran, Benua Langit pasti memiliki kekuatan yang tidak main-main."
__ADS_1
"Hahaha, kau terlalu berlebihan," Shin tersenyum tipis lalu mengeluarkan Pedang Bintang Emas yang menjadi senjata andalannya, "baiklah kita sudahi basa-basinya, mati kita mulai pertarungan ini!"
"Kau benar," Xiang Yang mengeluarkan Pedang Naga, "mari kita mulai!"
*Wooossshhh!!
*BOOOMMM!!
Sebagai awalan mereka berdua meledakkan aura masing-masing, menunjukkan kultivasi mereka yang berada ditingkat yang sama.
Aura mereka berbenturan membuat gelombang ledakan.
Shin mengeluarkan aura lima warna yang mewakili 5 elemen berbeda sedangkan, sedangkan Xiang Yang mengeluarkan aura Yin-Yang.
Area sampai belasan kilometer langsung tersapu bersih menjadi Padang datar tanpa adanya tumbuhan, semuanya sudah diterbangkan karena tabrakan aura mereka berdua.
"Dua macam jenis aura ini sangat berlawanan, Yin dan Yang. Bagaimana dia bisa menguasai 2 elemen yang sangat berlawanan?"
"5 elemen, siapa yang akan menyangka aku akan bertemu dengan kultivator yang menguasai 5 elemen sekaligus."
Mereka berdua sama-sama mengagumi kekuatan lawan.
Selama kurang lebih 1 menit mereka berdua hanya beradu kekuatan dari benturan aura.
Hingga akhirnya Xiang Yang memutuskan untuk menyerang lebih dulu.
Dia mengayunkan pedangnya, membuat bilah pedang naga memanjang seolah itu adalah karet yang elastis.
Bilah Pedang Naga terus memanjang, meliuk-liuk seolah seperti naga, mengincar Shin.
Shin dengan cekatan menangkis pedang naga lalu melesat dalam sekali tolakan kaki.
Saat mencapai jarak tertentu, bilah Pedang Naga sudah meliuk-liuk hingga kini membentuk seperti bola dengan Shin berada di tengahnya.
"Kena kau!"
Pedang Naga berubah menjadi merah seperti besi yang dipanaskan, lalu dengan cepat mengecilkan lingkaran.
*BOOOOMMMM!!
Ledakan keras terjadi saat lingkaran bilah mencapai ukuran tertentu.
Xiang Yang bereaksi saat tiba-tiba merasakan suatu keberadaan yang muncul dibelakangnya.
Xiang Yang berbalik, melihat Shin yang seketika muncul dari dalam tanah seolah jamur yang tumbuh.
__ADS_1
Shin menebaskan pedangnya, Xiang Yang berhasil menahan serangan tersebut namun dia tetap terpental puluhan meter.