
Semut akan kembali ke tempat yang sama jika ia masih mengharapkan tempat untuk keuntungannya. Begitu juga dengan lebah , Ia akan pergi jauh sejauh jauhnya Tapi ia akan tetap kembali ketempat dimana tempat tersebut walaupun tempatnya sudah tidak aman namun dia akan kembali untuk mengambil keuntungan dari tempat tersebut dan membawanya pergi kesarangnya yang baru.
Begitu juga dengan Rio, Seorang pria yang hanya bekerja sebagai administrasi disalah satu perusahan swasta dengan gaji yang tidak terlalu besar merasa kurang puas dengan penghasilannya. Ia memiliki gaya hidup yang tinggi dan selera layaknya seorang pengusaha. Ia bingung harus bagaimana karena pengahasilannya bulan kemarin tak cukup untuk hidupnya hingga gajian selanjutnya.
Reiza seorang wanita berparas cantik , yang didukung dengan kulit putih dan tinggi badan 157 Cm membuat Rio harus memenuhi semua permintaan Reiza. Reiza bekerja sebagai model di kotanya. Kali ini Reiza meminta sebuah kalung yang di sertai beberapa mutiara dan liontin seharga Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah) untuk mendukung keindahan lehernya.
Rio langsung mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu kontak di ponselnya. Ia mulai mengetik nama Febri di phonebook nya lalu menelfonnya.
"Hallo." Ucap Febri di sebrang sana
"Haloo Febri , Ini aku Rio"!
"Kamu dari mana aja yo , Kamu nomor baru ?"
"Ia , Kemarin kan aku kehilangan ponsel karena di rampok, Oh iya Feb aku baru saja sampai di Riau, kita ketemuan yok. nanti aku send alamatnya ke kamu!"
"Ok." Jawab singkat Febri dan langsung mematikan telfonnya. Ia pun segera bangkit dari tidurnya dan mulai menuju kekamar mandi. Setelah itu ia pun bersiap - siap dan berdandan cantik lalu kembali melihat ponselnya untuk melihat alamat dimana mereka akan ketemuan. Febri begitu senang dengar kabar dari Rio yang mengajaknya ketemu. Sudah lama ia menanti hal ini terjadi. Setelah mendapat kiriman alamat dari Rio, Febri langsung bergegas keluar kamar dan langsung memakai highheels yang menurutnya sudah oke. gaya Febri memang tak seperti biasanya , ia bener bener berubah menjadi lebih tampan.. eeee alaaa masak tampan, maksudnya lebih Cantik.. uhuyyy Febri dah pande gaya sekarang, Hahahahahaha.
Ketika ia sedang memasang highheels nya, Fadly datang menggunakan sepeda motor yang biasa ia pakai untuk menjemput Febri. Febri pun langsung menghampiri Fadly.
"Uhmmmmm....Wanginya lo Feb, pakai parfum sebotol yaa ?" Kata Fadly yang mencium parfum Febri yang begitu menyengat. "Oh iya Feb , kok tumben lo begini ? mau lomba fashion show?" Tanya Fadly yang terkesima dengan penampilan Febri.
"Hahaha ya tentu tidak laa, bagaimana penampilan ku ?" tanya Febri sambil memutar badannya.
"Hems, biasa aja sih!!" Ucap Fadly jail. "Ya sudah , naik lo cepat, Ayok kita berangkat kerja" Ucap Fadly sambil memberi helm untuk Febri.
"Maaf Fad, hari ini aku tidak kekampus, kamu duluan saja yaaa!"
"Lohhh ? emang lo mau kemana?"
"Aku mau ......"Febri pun terputus berbicara "Aku harus jujur apa bohong saja yaaa? Lebih baik aku berbohong saja, takutnya kalau aku jujur dia malah ngikut" Kata Febri dalam hati. "Aku ada pertemuan dengan beberapa Ketua Program Studi Agro"
"Ohh mau rapat yaa ? Ok deh, Yaudah ayokk laa , Kalau gitu biar gue antar!"
"Eee...tidak usah Fad, soalnya jauh. Nanti kamu malah terlambat, Biar aku naik Ojek online saja"
"Bener ni nggak papa ?"
"Ia nggak papa."
"Kalau gitu gue duluan ya Feb,Bye.."
"Ia hati hati yaa. byeee.."
__ADS_1
Tak lama dari itu ojek online pesanan Febri datang. Febri bergegas naik dan berangkat sesuai lokasi yang sudah ia tentukan. "Berarti Yudia bener - bener iri dengan ku. Buktinya Rio masih menghubungi aku ketika ia sampai di Riau" ucap Febri pelan agar abang ojek tidak mendengarnya.
Tak lama kemudian ia pun sampai disalah satu mall dan ia kembali menghubungi Rio untuk menjemputnya. Namun Rio memberitahu posisinya berada di caffe dalam mall dan Febri mendatangi Rio.
"Riooooo!!!" Teriak Febri yang telah melihat Rio dan ingin memeluknya. Namun Rio menolak untuk dipeluknya.
"Febrii kamu jangan kayak anak kecil laa, malu kita !! banyak nih orang yang liat" kata Rio. Febri pun kembali memandangi orang - orang sekitar.
"Oh iya yaaa, Ramai juga !! hehhe... Oh iya Yo, kenapa kemarin tu kamu nggak datang dan malah pergi tanpa mengabari aku ? aku dan orang tua ku menunggu kedatangan mu la. Kecewa aku sama kamu!!"
"Maaf ya Feb , aku kemarin ada panggilan kerja. Jadi nggak sempat menghubungi kamu !"
"Oke lahh , Oh iya bagaiamana kelanjutan hubungan kita ? kapan kamu nikahi aku Yo?"
"Maaf Feb, sekarang aku lagi ngumpuli uang untuk biaya nikah kita. Orang tua kamu orang kaya, tidak mungkin kan hanya pesta kecil - kecilan."
"Jadi mau kamu apa?"
"Aku sekarang sudah dipecat Feb, dan aku mau kerja di Kalimantan, Tapi butuh modal besar kesana Feb!"
"Teruss ?"
"Kata temen aku disana gajinya besar Feb. Jadi bisa cepat aku mengumpuli uang untuk nikahin kamu"
"Ia nggak papa , yang penting aku pulang bisa bawak banyak uang dan bisa menikahi mu."
"Oke lah , kalau itu kemauan mu! aku tunggu kehadiranmu datang untuk menikahi ku. Disini aku bakal jaga diri buat kamu , dan kamu pun harus menjaga diri buat aku!!"
"Oke Feb. Jadi gini Feb, bisa tidak aku minjam uang kamu ? nanti bakal aku bayar"
"Emang kamu pinjam berapa ?"
"Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah)"
"Apaaaa ?" Febri terkejut. "Buat apa uang sebanyak itu Yo?"
"Untuk biaya kesana dan modal Feb!"
"Aku nggak punya uang sebesar itu, kalau setengahnya aku ada"
"Oh yaa ? Tabungan kamu tidak ada lagi Feb ?"
"Tidak Yo" Jawab Febri cuek
__ADS_1
"Pinjam ke mama kamu atau papa kamu ? kalau aku sudah gajian bakal aku bayar. Aku serius Feb, Mohon bantu aku! Ini aku ada belikkan kamu jam tangan , ini hasil dari gaji aku" Ucap Rio sambil memberikan jam tangan yang ia beli
"Okelah nanti aku kirim ke atm kamu, asalkan kamu mempertanggung jawabkan semua yaaa"
"Sekarang aja kenapa Feb, kan bisa pakai banking !"
"Oke lah, ini aku kirim ke atm kamu!" Jawab Febri sambil mengambil ponsel dari tasnya dan mengeluarkannya lalu ia buka aplikasi banking.
"Hahaha rasain kau kenal tipu, cuma modal jam tangan harga seratus ribu kau langsung luluh" Ucap Rio dalam hati. Kemudian Febri menunjukkan bahwa transaksi berhasil kepada Rio. Rio pun mengeluarkan senyum liciknya.
"Ya sudah Feb, aku langsung pergi yaa!!! mau beli tiket ke Kalimantan!"
"Secepat itu kah Rio ? Aku masih merindukan mu"
"Kamu ni terlalu lebay yaaa ! uda aku bilang aku mau kerja Feb ,kalau aku bos bisa la sesuka hati ku" Bentak Rio
"Kenapa kamu marah Yo?"
" Ya makannya kamu jangan lebay laa !! terima nasib aja laa ! apa kamu mau aku nikahi kamu, terus kamu yang bekerja?" kata Rio dengan nada yang agak tinggi
" Ya sudah kerjakanlah apa yang kamu mau , aku sudah biasa hidup tanpa kamu!"
Tanpa berkata apa - apa Rio pergi meninggalkan Febri. Febri hanya bisa menundukkan kepalanya dan meneteskan airmatanya. Ia mengharapkan Rio bener - bener harus bisa berubah dan akan segera menikahinya. Tak lama dari itu seorang pelayan datang menghampiri Febri dan menunjukkan bill biaya makan Rio tadi.
"Apaa ? kan saya tidak ada makan apa - apa Mbak ? kok saya yang bayar?" Ucap Febri kaget
"Ia mbak , Kata mas tadi yang bayar nanti temennya yang bernama Febri"
"Apa mbak ? teman ?"Kata Febri , ia pun langsung mengambil uang dari dompetnya dan membayarnya. Kemudian Febri kembali mengaktifkan Ponselnya dan mulai menghubungi Reiza.
"Halooo apa Feb?" Jawab Reiza jutek.
"Kita bisa ketemu tidak ? ada beberapa hal yang mau aku ceritakan denganmu ?"
"Nggak bisa Feb!!! aku kerja!" Jawab Reiza jutek.
"Dulu kamu nggak gini - gini amat Rei, kenapa sekarang kamu kayak gini?"
"Feb kau ni nggak bisa ngerti apa ? Aku kerjaaa!!!" Bentak Reiza. kemudian Reiza mematikkan ponselnya.
*tut...tutt..tuutt*
"Kenapa Reiza sekasar itu ? Dulu dia rela ngorbankan waktunya buat ketemu aku dan mendengarkan curhat ku ? kini dia benar - benar sudah berubah" Ucap Febri dalam hati. Febri pun bangkit dari duduknya dan bergegas pulang kerumahnya.
__ADS_1