
Dedri terbangun dari tidurnya. Jam tepat menunjukkan pukul 12.00 WIB.
Ia terlalu kecapeakan sehingga membuat dirinya bangun kesiangan.
Berbeda dengan Febri , ia sekarang sedang bersiap - siap untuk melaksanakan solat. dikarenakan semua pekerjaan rumah sudah ia bereskan pagi tadi bersama bibik.
Febri segan membangunkan Dedri karena ia melihat sepertinya Dedri sangat kelelahan sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membangunkannya.
Dedri melangkahkan kaki nya menuju ke wc , ia membuang air kecil dan mencuci mukanya. Kemudian ia keluar kamar dan mencari Febri karena memang cacing diperutnya sudah demo.
"Febri !!! kamu mau sholat yaa ?" Tanya Dedri yang melihat Febri di ruang solat sedang membentangkan sajadahnya.
"Hehe baru bangun bang ? sana siap - siap solat !!" Ucap Febri.
"Tunggu abang ya Feb , Kita salat berjama'ah!!" Kata Dedri bergegas pergi untuk mengambil wudhu.
Dedri dan Febri melakukan solat berjama'ah. Setelah itu , Febri menyiapkan makan siang untuk Dedri. Febri juga menemani Dedri makan di ruang tengah sambil menonton Tv.
Padahal Ruang makan sudah tersedia di rumah Febri dilengkapi dengan meja makan mewah. Namun Dedri menolak makan diruang makan tersebut, Karena ia menganggap begitu canggung jika makan di meja makan tersebut.
Sembari makan , Dedri mengotak - ngatik remot Tv dan tak sengaja mereka melihat berita tentang virus corona yang telah menyebar luas di beberapa negara. Dedri tersentak kaget dan ia langsung menghentikan makannya.
dikabarkan oleh pembawa berita di tv Amerika Serikat sudah banyak yang tetinfeksi Virus Covid 19. Di Amerika Serikat ada anak perusahaan papanya yang ia pegang juga. Ia tak kuasa mendengar berita ini, ia langsung meminjam ponsel Febri dan menelpon sekretarisnya disana.
Setelah 30 menit ia berbincang dengan sekretarisnya, Ia menghentikanya dan kembali duduk bersama Febri.
"Ada apa bang ?" Tanya Febri yang melihat Dedri terdiam panik.
"Virus Corona sudah menyebar di Amerika Feb , Anak perusahaan papa kan ada disana , dan aku yang diberi amanah oleh papa untuk memegang perusahaan disana. Entah bagaiamana aturannya pemerintahan disana , sehingga kami harus menghentikan pekerjaan disana. Beberapa karyawan juga sudah terinfeksi virus tersebut Feb!" Jelas Dedri
"Aduhhh bagaimana jika virus tersebut sampai ke Riau ?" Febri yang ikutan panik.
"Tenang Feb , Jangan dibawak stres. Nanti malah sakit gara - gara mikirin kabar itu. Kemudian jika kamu sakit , virus mudah menyerang kita karena sistem imun kita lemah!!" Kata Dedri yang menenangkan Febri.
"Jadi harus bagaimana bang ?"
"Terapkan pola hidup sehat . Rajin cuci tangan , pakai masker dan makan makanan yang bergizi."
"Baik bang !!!" Jawab Febri melas.
Kemudian , Dedri meminta Febri untuk mengantarkan dirinya pulang. Tanpa ada penolaka ia langsung bergegas mengambil kunci sepeda motornya dan memberinya ke Dedri.
Sepanjang perjalanan Dedri banyak bercerita tentang kegiatannya selama ini. Febri hanya mendengarkan dan merespon dengan tawanya saja.
__ADS_1
selang beberapa menit, Dedri berhenti kesalah satu rumah seseorang yang tidak dikenalnya.
"Ayuk turun Feb !!!" Ajak Dedri.
"Kita dimana bang ?" Tanya Febri bingung.
"Ini Rumah Nenek Feb , sebelum terbang ke Riau , nenek memintaku untuk datang kerumahnya !!!"
Dedri langsung menarik Febri dan membawanya masuk.
"Asalammualaikum." Ucap Dedri. Dedri melihat Nenek sedang berbincang dengan Fadly dan pasangnnya.
"Walaikumsallam, Masuk nak !!" Jawab nenek tersenyum puas melihat cucu nya datang. Dedri langsung menghampiri nenek dan menciumnya. Melihat Fadly dan Yudia yang duduk menemani nenek , Membuat Febri cemburu berat dan ia hanya berdiri didepan pintu saja.
"Masuk Cu !!" Pinta nenek yang melihat Febri masih tegak didepan pintu. Febri langsung masuk dan menyalam nenek sambil memperkenalkan namanya.
"Aduhh cantik juga yaa pacar Dedri!!" Kata Nenek.
"Hehe bukan pacar Dedri nek!!" Jawab Dedri.
"Udahh , nggak usah diperjelas lagi!!" Kata Nenek. Fadly hanya memandangi Febri saja , begitu juga dengan Febri yang hanya memandangi Fadly dan Yudia.
"Ohiya Ded, kalian kapan menikah ?? Fadly dengan Yudia akan segera menikah. Masak Fadly dulu ya menikah baru kamu!"
"Kamu kenapa cu?" Tanya nenek.
"Febriii !!!" Tegur Dedri.
"hehhehe nggak papa kok nek!" Jawab Febri tersipu malu.
"Nggak usah pakai kaget gitu Feb!!! emang iya aku mau menikah sama Fadly." Sambung Yudia.
"Oooh , Semoga dilancarkan yaa hingga Hari H nya !!" Jawab Febri
"Feb kamu kesini kok nggak bawak apa - apasih ?paling enggak kayak kami dong , tu liat di meja itu !! banyak makanan kan ?" Sindir Yudia.
"Oh iya nek , maaf ya kami nggak bawak apa - apa !! soalnya mendadak kali kami datang kemari nek !!" Sambung Dedri.
"Lucu ya Feb, datang ke tempat nenek pacarnya malah nggak bawak apa - apa !!!" Sindir Yudia sekali lagi.
"Nek maaf ya nek , Febri nggak bawak apa - apa kemari nek. Bukan karena nggak mau nek , tapi Febri nggak tau akan kemari. Next kalau datang lagi , nenek Febri buati makanan yaaa , spesial masakan Febri langsung nek!!" kata Febri yang mendekati nenek dan memegang tangan nenek.
"Hehehehe iya nggak papa Cu. Nenek tunggu yaa masakan spesial dari kamu!" jawab Nenek sambil mengelus - elus tangan Febri.
__ADS_1
Yudia tak menerima dengan perbuatan Febri , ia tak suka jika nenek menyukai Febri. Ia pun melakukan hal yang sama seperti Febri.
"Nekk , besok Yudia juga masaki untuk nenek !! bahan dan kualitasnya terjamin nek ! nanti Yudia beli di supermarkrt bumbunya dan bahan - bahan lainnya. Kalau Febri uda jatuh miskin sekarang nek , Pasti beli bahan - bahan dipasar !!" Jelas Yudia.
"Hehehe nggak usah repot - repot Yud!!" Jawab nenek.
"Loh nenek kok manggil aku Yud , kenapa nggak Cu juga ? masak Febri aja yang di panggil cu!" Kata Yudia dengan raut muka yang sebel.Tapi nenek hanya merespon dengan senyumannya saja.
"Febb andai saja lo mengerti perasaan ini !! perasaan ini masih mencintai lo Feb!!" Kata Fadly dalam hati.
"Cuyy uda dengar kabar kalau di Amerika Serikat sudah banyak yang terinfeksi virus corona ?" Tanya Fadly yang memulai percakapan dengan kakaknya.
"Sudah Brooo , kemungkinan dua minggu lagi jika keadaan sudah membaik aku akan pergi kesana !!" Jawab Dedri.
"Iyaa kaa ,Sekalian bawak Febri yaa, biar disana dia terinfeksi juga!!" sambung Yudia.
"Jaga mulut kamu!!" Bentak Nenek yang mulai kurang suka melihat tingkah Yudia.
"Mulut mu harimau mu !!" Sambung Dedri.
"Yud lo apaan sih ??" Tanya Fadly.
"Emang aku salah yaa ?" tanya Yudia polos.
"Iya jelas salah laa!!!" Jawab Dedri dan Fadly kompak.
"Lain kali kalau ngomong jangan sembarangan yaa !!" Ucap nenek melemah karena mulai nggak enak sama Yudia yang telah membentaknya.
"Oh iyaa , malam ini kalian tidur disini yaaa !!!" pinta Nenek.
"Tapi nek , Febri nggak ada bawak baju nek!!" Sambung Febri.
"Baju daster nenek banyak , mau kamu pakainya cu?"
"Iya udah nggak papa nek!!" Jawab Febri.
"Beb , nanti kita beli baju dulu yaa ! kan nggak mungkin aku memakai daster nenek kamu !!" pinta Yudia yang meletakkan kepalanya di lengan Fadly.
"Terserah loo!!" Jawab Fadly.
Merekan memutuskan untuk menginap dirumah nenek , kebetulan ada dua kamar kosong yang tersedia di rumah nenek. Kamat itu dulu merupakan kamar mamanya Fadly dan Dedri , sedangkan satu lagi kamar adiknya mamanya (Bibinya).
Anak nenek hanya dua orang saja dan mereka semua sudah punya rumah masing - masing setelah menikah.
__ADS_1
Sekarang nenek hanya tinggak berdua dengan asisten rumah tangga.