Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 48


__ADS_3

1 minggu kemudian


Klentengg terdengar suara benda jatuh dari arah dapur. Dedri yang mendengar langsung berlari menuju ke sumber suara. Ia tersontak kaget melihat Febri sudah terbaring lemah di lantai.


Karena khawatir, Dedri langsung membawa Febri menuju ke rumah sakit.


Setelah selesai di cek oleh salah satu dokter, Dokter tersebut hanya tersenyum memandang Dedri. Tentu hal ini membuat Dedri semakin bingung. Apa yang sebenernya terjadi pada istrinya.


"Dok apa yang sebenernya terjadi pada istri saya dok ???" Tanya Dedri.


"Tidak terjadi apa - apa pada istri bapak. Selamat ya pak, Istri bapak hamil. Alhamdulilah kandungnnya kuat pak, jadi tidak ada yang harus di khawatirkan." Jawab Dokter tersebut.


"Apa dok ? hamil ?"


"Ia pak !" Jawab dokter tersebut dengan sebuah senyuman sambil mengangguk.


"Anak saya dok ??" Tanya Dedri.


"Tentu iya pak , emang suami buk Febri ada lagi selain bapak ?" gurau dokter tersebut.


"Ok dok baik ! kenapa cepat sekali ya dok , padahal baru seminggu kemarin buatnya!!" Tanya Dedri.


"Hahahah bapak ni ada ada saja, Jelas ini rezeki dari Allah swt, Berarti bapak sudah di titipi rezeki buat dirawat dan membesarkannya pak!!" Jelas dokter tersebut.


"Ok baik dok!!"


"Nanti saya berikan resep vitamin untuk istri bapak ya!!" Kata dokter tersebut sambil pergi meninggalkan Dedri.


Tak lama kemudian, Febri sadar dari pingsannya dan ia tak melihat siapa - siapa dalam ruangan tersebut.


"Aku dimana ?" Tanya Febri dalam hati.


"Heiiii !!! Pepacor!!!" Ucap salah satu wanita yang tiba-tiba masuk.


"Ngapain lagi kamu kemari !!!!"


"PEPACOR !!! Perebut Pacar Orang, belum selesai masalah Pelakor ! kok sudah timbul penyakit baru ya, Pepacor !!"


"Kamu mau apa sebenernya Osi ? sudah cukup kamu ganggu hidup saya ! lebih baik sekarang kamu pergi!!!" Kata Febri.


"Aku tidak akan membiarkan anak pacar aku hidup di rahim kamu !!!"

__ADS_1


"Maksud kamu apa ??" Tanya Febri.


"Hee bodoh!!! kamu tidak sadar kalau kamu lagi ngandung anak Dedri ? kamu tidak sadar kalau Dedri pacar aku ??" Bentak Osi.


"Apaaaa ? aku ngandung ? Alhamdulillah ya allah !!" Kata Febri dalam hati.


"Tau dari mana kamu aku hamil ?" Tanya Febri memastikan kebenarannya.


"Aku sengaja mendengarkan percakapan Dedri dengan seorang dokter yang telah memeriksa kamu !!!" Jelas Osi


"Oh ya ? harusnya kamu sadar , Ada bayi dalam hidup aku yang harus di tanggung jawabi Dedri !!! Tidak selayaknya kamu untuk menganggu hidup kami!!!"


"Whattt ? Sadar ? harusnya kamu yang sadar!!" Kata Osi yang mulai menjambak Febri.


"Osiii lepasi Osi, Sakittt!!" Kata Febri merintih kesakitan.


Perlahan - lahan Osi melepaskan tanganya dari rambut Febri. Kemudian ia memindahkan nya menuju ke leher Febri. Febri pun tercekik dan mulai melakukan perlawanan.


Tak puas dengan hal yang dilakukannya, Osi langsung melayangkan tangannya ke pipi Febri. Febri pun membalas perbuatan Osi hingga membuat Osi terjatuh.


"Hentikan !!!" Bentak Dedri yang baru saja datang dan melihat pertikaian antara Febri dan Osi.


"Aku hanya memastikan keadaan abang !!! aku rindu sama pelukan hangat abang!!" Jawab Osi sambil memeluk Dedri.


"Ayok !!!" Jawab Dedri sambil menarik Osi pergi menjauh dari Febri. Febri pun penasaran lalu ia langsung mengintip Dedri dan Osi.


"Percakapan mereka sepertinya serius banget, ada sesuatu yang direncanakan mereka , Tapi apa ya ?" Ucap Febri. Melihat Dedri mulai berjalan menuju kekamarnya tempat Febri dirawat , Febri langsung bergegas menuju ke ranjang agar Dedri tidak tau bahwa Febri mengintipnya


"Feb, Bagaimana keadaan mu ?" Tanya Dedri


"Baik bang , ayuk bang kita pulang saja. Aku nggak mau disini lama - lama !!" Ucap Febri


"Yakin kamu ?" Tanya Dedri. Lalu Febri mengangguk


Febri tidak menanyakan apa apa tentang kehamilannya ke Dedri. Begitu juga dengan Dedri. Hanya ada Osi dalam pikiran Febri. Apa yang sebenernya sudah direncanakan Dedri dan Osi. Febri tak hanya diam, Febri akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Feb !!! nanti kamu pulang duluan saja yaa ! Aku masih ada urusan!!" Kata Dedri


"Urusan apa bang ??"


"Abang mau jenguk Fadly dulu !! abang sengaja bawak kamu kerumah sakit yang sama dengan Fadly di rawat, agar abang muda untuk menjenguk kalian berdua!!" Jawab dedri.

__ADS_1


"Aku ngikut kamu saja bang ! aku juga mau jenguk Fadly!!"


"Tidak Feb ! kamu nggak boleh kecapekan, kamu pulang duluan , istirahatlah dirumah." Kata Dedri


"Oke baik bang !!!" jawab Febri. Dedri mulai melangkahkan kakinya begitu juga dengan Febri. Febri segera berjalan menuju keluar rumah sakit. Namun hatinya tersentak, Ia ingin menjenguk Fadly walau hanya sebentar saja.


Perlahan - lahan Febri melangkahkan kakinya menuju kekamar Fadly dirawat. Ketika sampai didepan pintu kamar Fadly, Febri tidak langsung masuk. Melainkan ia hanya melihatnya dari kejauhan. Ia hanya mengintipnya didepan pintu.


"Loh ? kenapa ada si Osi di situ ?" tanya Febri heran melihat Osi beserta mertuanya di kamar Fadly. Fadly hanya terbaring lemah tidak bisa berbuat apa -apa.


"Ya ampun !!! aku jadi semakin bingung. Apa sih sebenarnya terjadi! Tapi kemana Dedri ya ?" Kata Febri sekali lagi.


"Permisi!!" Kata salah satu perawat sambil membawa beberapa makanan untuk dibagikan ke pasien RS.


"Oh iya mbak , lewat saja !!!" jawab Febri.


Perawat itu langsung masuk dan memeberikan semangkok makanan ke meja yang telah disediakan. Tak lama dari itu , perawat tersebut keluar lalu pergi menuju ke setiap kamar pasien RS.


Febri terus mengintip keadaan Fadly dari kejauahan. Ia tak memberanikan diri untuk menjenguk dari dekat. Karena ia akan tau bahwa dirinya akan dipermalulan oleh mertuanya didepan Osi.


Buk Mede pun langsung mengambil makanan yang baru saja diberi oleh perawat diatas meja. Lalu ia langsung membuangnya ke tong sampah.


Febri yang melihat tersontak kaget sambil menutup mulutnya dengan jari jarinya.


"Apaaa ? kenapa dibuang ? Ada apa sebenernya ini ? Jadi apa yang akan dimakan Fadly nanti ?" Bisik Febri.


"Ngapain kamu Feb ?" Tanya Dedri yang tiba - tiba muncul dibelakangnya.


"Ee..Ee !!! Ya ampun bang , terkejut aku !!! Sini bang , ada yang mau aku bilang." Kata Febri sambil menarik Dedri menjauh dari kamar Febri.


"Bang , tadi aku lihat , mama kamu buanh makanan yang diberi oleh perawat bang!!! terus kalau mama kamu ngebuang makanan itu , Tu Fadly nanti makan apa ?" Kata Febri.


"Itu bukan urusan kamu !!!! Ingat ya Feb, kamu itu jadi istri aku tugasnya hanya melayani aku. Kamu boleh minta apa saja dari ku ! tapi kamu tidak boleh mencari tau urusan ku dan keluarga ku!! dan perlu lamu ingat kamu itu hanya istri ku bukan bagian dari keluarga ku , orang tua ku tak mengganggap kamu sebagai menantu ! jadi jangan cari tau urusan kami dan kami tau yang terbaik buat Fadly. Ngerti ?" Jelas Fadly


"Baik bang kalau gitu !!!"


"Pulang kamu sekarang !!!" bentak Dedri.


"Baik bang !!" Kata Febri melemah.


Febri pun memberhentikan sebuah Taxi dan mulai menaiki taxi tersebut menuju kerumahnya. Dengan seribu pertanyaan membuat Febri bertekad untuk mencari tau yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


__ADS_2