
Fadly langsung menuju ke parkir dan mengambil sepeda motor miliknya. Ia mulai mengendarai sepeda motor tersebut dan ia mulai mencari Febri di tempat-tempat favoritnya. Ia juga teringat kalau Febri pernah bercerita, bahawasanya kalau ia sedang stress, ia akan menuju ke toko buku untuk membaca buka dan membelinya. mahasiswi Febri pun juga tadi bilang bahwa tempat favoritnya toko buk, Jadi,,, Fadly menuju ke toko buku yang paling dekat dengan kampus terlebih dahulu. Ketika sampai di toko buku tersebut, ia memarkirkan motornya dan menaruk helm di kaca spion motornya. Ia pun bergegas masuk dan mengelilingi toko buku tersebut. Tapi ia tak mandapatkan sosok wanita yang ia cari.
“Mbak, ada tidak wanita agak gemuk datang kemari ? belum lama la mbak dia datangnya.” Tanya fadly.
“Maaf ya mas, tugas saya disini bukan untuk memperhatikan orang. Saya disini hanya kasir. Coba mas cari, ada tidak dia disini , kalau tidak ada ya berarti tidak ada!” jawab kasir toko buku tersebut.
“Maaf ya mbak,saya tau tugas mbak hanya kasir. Tapi sebaikanya mbak berkata yang lebih baik kepada saya. Tidak perlu mbak untuk berkata seperti itu. Bukankah kasir dituntut harus tetap ramah?” ucap fadly. Fadly pun langsung keluar dari toko tersebut.
"Sombong amat kasir tadi. baru jadi kasir uda sombong kalii, ahhh" ucap Fadly kesal sambil menendang kaleng yang berada di dekat kakinya. Ia pun langsung pergi dan mencari Febri ke toko buku selanjutnya.
“Mbak mohon maaf saya mau bertanya, ada tidak wanita agak gemuk datang kemari , belum lama la mbak dia datangnya ? ” Tanya fadly ketika baru sampai ke toko buku kedua.
“Aduhhh,,, si mas ada ada saja, masa ke toko buku mencari orang bukannya mencari buku!” jawab kasir toko buku tersebut.
Tanpa memperdulikan jawaban si kasir, Fadly pun mengelilingi toko buku tersebut. Tetapi ia juga tidak menemukan Febri. Fadly tidak patah semangat. Ia pun kembali mencari Febri ke toko buku selanjutnya.
“Mbak mohon maaf ni yaa saya mau tanya, ada tidak wanita agak gemuk datang kemari , belum lama la mbak dia datangnya” Tanya fadly ketika baru sampai ke toko buku yang ketiga
“Cari yang ada aja bg, saya aja bagaimana ?” jawab kasir toko buku tersebut dengan centil sambil menggigit pensil
“Fadly”ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang dari sampingnya.
“Febrii,, lo dari mana aja? Dari tadi gue nyariin lo” jawab Fadly. Akhirnya Fadly menemukan Febri seperti menemukan mutiara di tengah-tengah lumpur. E,,, emang ada ya mutiara di tengah lumpur ??? anggap aja ada yaaaa
“Ko ngapain nyarii aku??”
“ya aku mau ngajak pulang la!!”
“Mbak mas, bisa nggak reuniannya jangan didepan saya, ini meja kasir loo. Sudah banyak yang menunggu di belakang mbak dan mas untuk membayar!” Ucap kasir tersebut
Febri dan Fadly pun langsung melihat kebelakang dan ternyata sudah 13 orang mengantri dibelakang mereka, seperti mengantri minyak tanah kayak waktu itu, sampai panjang sepanjang-panjangnya. Febri langsung cepat cepat memabayar dan lansung pergi bersama Fadly. Selama di perjalan Febri mengatur jarak duduknya dengan Fadly dan ia tak memegang Fadly sedikit pun. Numun Fadly menarik gas motornya , hingga kecepatan melampui batas normal. Polisi yang mengatur jalan pun mengejar Fadly karena sudah melanggar aturan mengendarai motor di jalan Raya.
__ADS_1
"Faddd , sepertinya polisi mengikuti kita dari belakang la" Kata Febri sambil melirik - lirik kebelakang. Fadly pun menatap polisi tersebut dari kaca spion motornya , kemudian ia tidak mengurangi kecepatan berkendara ia malah menambah kecepatan motornya.
Kejar Teross pak polisi , Biar tau rasa diaaa .... hehehehh
Akhirnya Fadly mengejar lampu hijau dan ketika Fadly lewat lampu telah berwarna kuning dan beberapa detik kemudian langsung berubah menjadi lampu merah. Polisi pun terhenti mengejar Fadly dan Fadly langsung menuju ke sebuah cafe.
"Kita ngapain mampir kemari ? hari sudah mau magrib Fadly!!"
"Kita makan bentar yaaa !! dari tadi siang gue belum makan nih!" ucap Fadly sambil turun dari motornya dan meletakkan Helm di spion motor. Febri pun mengikuti apa yang dilakukan Fadly.
"Lo sebaiknya gandeng tangan gue!" kata Fadly sambil menyerahkan tangannya
"Ogaaaahhhh !!" Jawab Febri yang langsung masuk meninggalkan Fadly dan memilih tempat mereka duduk.
"Mau pesen apa Tuan , Nona ?" ucap Seorang pelayan yang memberi sebuah daftar menu dan memegang sebuah catatan kecil.
"Saya Pesan Seafood ya mbak , Jangan pakai micin , Cabe merahh nya jangan terlalu banyak jangan terlalu sikit ya mbak , 20 biji saja, cabe rawit nya juga 10 biji saja , kemudian bawang merah nya 4 biji saja , dan bawang putihnya 2 biji saja mbak. ehmm tomat nya taruk 2 ya mbak dan tambah sikit potongan keju yaa, sama jangan lupa taruk daun sop dan daun pre nya mbak , untuk Bawang bombay nya taruh satu aja yaa mbak. sisa nya sesuai dengan resep disini ya mbak oh iya satu lagi , nasi nya jangan banyak banyak ya mbak. untuk minum saya minum jus jeruk hangat , jeruknya pilih yang manis ya mbak kalau yang asam namanya es jeruk peras"Jelas Febri , sang pelayan pun menyatat sesuai permintaan Febri dan Fadly terbengong liat pesanan Febri. "Heeeee..... ko pesan apa ?" tegur Febri.
"Ya sudah kalau gitu tunggu bentar ya Tuan dan Nona." kata Pelayan sambil berbalik arah.
“Sumpah ngakak kali hari ini, gara gara kita orang jadi pada ngantri!!” ucap Febri yang mengingat kejadian di toko buku tadi
“Haha iya feb, gitu yang ngantri kok malah diam aja ya” balas Fadly. "Oh iya Feb , kira-kita lo setiap mesan makan selalu kayak gitu ?"
"Tergantung tempatnya la, kalau di cafe gini kan setiap orang mesan baru dimasak , kalau di rumah makan ya tidakk, kan sudah tersedia makanannya" Jelas Febri
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka langsung menyantapnya hingga habis.
“Tumben habis feb” Tanya fadly yang melirik ke piring Febri
“Ia habis laaa, tempat ini kan tidak menjijikan” Jawab Febri.
__ADS_1
"Rasa aku sebentar lagi magrib , kita solat di mesjid saja yaa" Ucap Fadly sambil melirik jam tangannya
"Oh yaaa , Kan tadi uda aku bilng pulang saja"
"Yaudah laa , lagian kan kita sudah makan dan ini sudah terjadi" Jelas Fadly
"Iya kamu aja yang solat di mesjid yaa , Aku lagi nggak solat"
"Astagfirullah Feb , lo murtad ? atau bagaimana ?" tanya Fadly kaget
"Ihh yaa enggak la, biasa perempuan ada masa nya untuk nggak solat." Jelas Febri
"Ohh...lo lagi datang bulan" jawab Fadly sambil cengar cengirr
"ssssssstt....Kamu diam laa bocah , jangan di sebut tauuu !!"
mereka berdua langsung bergegas pergi dan munuju ke mesjid. Febri hanya menunggu di parkir motor dan Fadly mulai mengambil wudhu, kemudian masuk ke mesjid untuk melaksanakan salat magrib berjamaah.
10 menit kemudian , Fadly selesai solat jamaah dan keluar dari mesjid. Ketika ia sedang memasang sepatu, dari kejauhan ia melirik ke arah parkir dan melihat Febri sedang memukuli nyamuk yang hinggap ditanganya. Plakkkkkkkkkkk
"Lo nggak papa Feb" Ucap Fadly yang baru saja datang menghampiri Febri.
"Uda ayuk kita langsung pulang" Ajak Febri.
Mereka berdua kembali menaiki motor dan pulang menuju rumah Febri, sebelum sampai di rumah Febri, Fadly berhenti disalah satu mini market. ia masuk seorang diri dan Febri hanya menunggu dimotor sama seperti tadi. Tak lama dari itu ia keluar dari mini market dan membawa satu kantong plastik.
"Nah ini untuk lo!" Ucap Fadly sambil memberi kantong plastik tersebut.
"Ini apaan?" jawab Febri sambil membuka kantong plastik tadi. "Ha untuk apa roti sama minyak kayu putih ?" Tanya Febri kebingungan
"Ini Roti buat lo nanti tengah malam , pasti nanti lo kelaparan . Dan ini minyak kayu putih untuk lo beri di tangan lo yang di gigit nyamuk tadi. tuh tangan uda pada bengkak-bengkak" Jawab Fadly.
__ADS_1
Mereka berdua pun bergegas kerumah Febri setelah itu Fadly pulang menuju kerumahnya