Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 45


__ADS_3

Pernikahan tanpa rasa cinta seperti mimpi buruk untuk dilalui bagi yang menjalankannya. Tapi tidak akan ada yang pernah tau bahwa mimpir buruk akan menjadi manis bila takdir berpihak kepadanya. Karena Tuhan mempunyai rencana lebih indah dibalik itu semua.


Satu hari setelah pernikahan, Febri dan ibu Salmi pindah kerumah baru yang sudah dibeli Dedri.


Pagi ini Dedri baru menjemput Febri dan Ibu Salmi menuju kerumah baru , Mereka membereskan rumah baru dan menyusun barang, karena malam ini mereka akan tidur dirumah barunya.


Jarak rumah mereka tak begitu jauh dengan rumah orangtuanya Dedri. Sebenernya Dedri diminta untuk tinggal bersama orangtuanya , Namun Dedri berusaha untuk menjadi lebih mandiri dengan menjalakan kehidupannya yang baru.


Dedri sama sekali tidak mempunyai rasa cinta dengan Febri , Karena sebelumnya Dedri sudah mempunyai kekasih dan mereka memutuskan untuk menikah, Namun Takdir berkata lain , semua yang sudah direncanakan tidak terjalani satu pun.


Kita boleh merencanakan sesuatu tapi Tuhan yang menentukan segalanya. alasan Dedri meikahi Febri karena memenuhi pemrintaan Fadly.


Sebelumnya Dedri sempat menolak permintaan terakhir dari adiknya, Tapi karena Fadly memohon dan merasa bersalah, Dedri menurutinya dan memutuskan untuk menikahi Febri.


"Menikah la dengan Febri bang. aku memohon kepada lo, Tolongi aku !! perasaan bersalah terus menghantui pikiranku, Aku sudah melakukan kesalahan terbesar dengannya, mohon tebus kesalahanku dengan kau menikahinya!!" Kata Fadly waktu itu yang teringat dipikiran Dedri.


"Apa sebenernya kesalahan yang dilakukan Fadly hingga aku harus menikahi Febri untuk menebus kesalahan yang telah ia buat ? Kalau bukan karena dia adik ku , aku tentu akan menolaknya. Namun adikku sudah memohon dan merelakan perasaanya tersakiti melihat abangnya menikahi kekasihnya. Aaaaaa !!! ada apa sebenarnya ini ? Fadly pun yang biasa menyebut dirina gue , kini sudah berubah menjadi aku ! hemsss aku tak mengerti ada apa dengan penyebutan itu !!" Pikir Dedri dalam hati.


"Bang , Ayuk kita makan dulu !!" Sapa Febri yang melihat Dedri melamun dikamar.


"Ehh, iya Feb ! sebentar lagi abang akan segera kedapur." Ucap Dedri sambil pergin menuju kekamar mandi yang berada dikamar.


"Feb , nanti bisa bungkuskan makanannya untuk aku bawak ke rumah sakit?" Tanya Dedri yang sudah berada di meja makan.


"Bisa bang , Emang Fadly tidak makan nasi yang sudah disediakan pihak rumah sakit bang ?"


"Bukan untuk Faldy Feb , tapi untuk mama sama papa. Sepertinya mereka makan selalu beli diluar. Kasian mereka !!" kata Dedri.


"Oh ok bang !!" Jawab Febri sambil menyuapkan sesendok nasi kemulutnya.


"Nanti kamu ikut ke rumah sakit Feb ?" Tanya Dedri.

__ADS_1


"Sepertinya tidak bang , masih banyak barang yang harus aku susun!!" Jawab Febri melemah.


"Apa kamu perlu pembantu ??" Tanya Dedri.


"Tidak bang , Aku masih bisa mengerjainya sendiri. Pekerjaan ini sudah biasa aku lakukan bang." Jawab Febri.


Selesai makan , Febri mengantarkan Dedri kedepan pintu dan mencium tangannya Dedri. Sebenarnya berat untuk dilakukan, Namun Febri memaksa hatinya untuk menerima takdir yang ia terima. Dedri pun masih belum biasa diperlakukan seperti itu hingga ia menjadi canggung. Namun Dedri juga berusaha untuk menerima takdir bahwa Febri sudah wajar melakukan hal itu dengannya karena Febri sudah menjadi istri sahnya.


"Haaa legaa ,akhirnya Bang Dedri sudah pergi dan aku sudah luasa mau ngerjakan apa saja. Mengapa aku canggung ya kalau ada bang Dedri ? Padahal kan dia suamiku !!" Kata Febri yang berbicara sendiri.


Febri dan bu Salmi segera membereskan dan membersihkan rumah karena hari sudah semakin petang. Barang sudah tersusun rapi dan mereka memutuskan untuk mandi dan rehat sejenak.


Tak lama kemudian, Ponsel Febri berbunyi karena ada panggilan. Febri pun segera mengambil ponselnya dan mengangkatnya.


"Halo Febb , sepertinya malam ini abang tidak bisa pulang Feb , Keadaan Fadly semakin parah Feb!!" Kata Dedri disebrang telepon.


"Iya bang nggak papa. Nanti malam aku kesana mengantar makan malam untuk abang sekeluarga." Jawab Febri.


"Haa nggak repot kok bang , lagian aku disini sudah tidak ada kerjaan lagi." Jawab Febri.


Ketika sedang telfponan dengan Dedri , suarah gelas pecah terdengar dari dapur. Febri menyegerakan diri menuju kedapur.


"Mamaa !!!" Teriak Febri yang melihat Ibu Salmi sudah terbaring dilantai bersama pecahan gelas.


Febri segera memanggil taxi dan segera membawa mamanya kerumah sakit. Diperjalanan , Ibu Salmi sadar dari pingasannya namun keadaannya benar - benar sangat melemah .


"Febb, mama sudah tidak kuat lagi Feb!!" rintihan bu Salmi.


"Yang kuatnya maa , sebentar lagi kita sampai rumah sakit!!" Jawab Febri.


"Baik - baik kamu yaaa !!" Ucap Bu Salmi. Belum sampai kerumah sakit, Bu Salmi sudah menghembuskan nafas terakhirnya di Taxi. Melihat itu, Febri langsung mengecek urat nadi bu Salmi dan ia langsung teriak.

__ADS_1


"Mamaaaaa!!!!"


Supir taxi tidak meneruskan perjalannya, Ia memutar arah dan kembali kerumah Febri. Febri segera menelpon ayahnya untuk mengabari dengan keluarga yang lain untuk mengurus jenazah Bu Salmi. Ia juga menelpon Yudia untuk membantu dirinya. Febri tidak menghubungi Dedri karena ia terlupa bahwasanya ia sudah mempunyai Suami. Ia pun terus menangis menatap jenazah ibunya.


"Feb kamu yang sabar yaa. Tuhan lebih sayang dengan mama mu Feb." kata Yudia yang menenangi Febri.


Malam ini rumah Febri banyak orang mengaji , bukan karena mereka syukuran rumah baru , namun karena mengaji untuk bu salmi.


"Feb !!! suami kamu mana ?" Tanya pak Agus.


"Ohiya Pa , Aku lupa kalau aku sudah menikah." jawab Febri sambil terus menangis.


"Kabari suami kamu!!"


"Dia juga lagi ngurus adiknya Paa , Biarlah dia fokus untuk menjaga adiknya." Kata Febri.


Keesokan paginya , jenazah bu Salmi suadah waktunya untuk dimakamkan , semua kewajiban mengurus jenazah sudah dilakukan berdasarkan ketentuan dari syariat islam. Hanya tinggal menunggu ambulance untuk membawa jenazah bu Salmi menuju kepemakanan.


Tak lama kemudian Dedri pulang dari rumah sakit. Ia berniat untuk menjemput Febri , namun ia sudah melihat orang menggunakan baju muslim dirumahnya. Namun yang hadir tidak begitu ramai, Karena lagi sedang ada pembatasan sosial.


"Haa ada apa dirumah ku ?" Tanya Dedri heran. Dedri langsunh turun dari mobil dan menanyakannya pada salah satu warga.


"Pak dirumah ini ada apa yaa ?" Tanya Dedri.


"Ibu pemilik rumah ini meninggal pak !!"


"Apaaa ?" Kata Dedri kaget. Ia langsung bergegas menuju kedalam rumah. Belum sempat melihat jenazahnya , Jenazah sudah diletakkan didalam keranda dan segera dibawa ke ambulance menuju ke pemakaman.


Dedri langsung menghampiri Febri yang sudah digandeng Yudia dengan keadaan yang melemah.


"Febb !! kenapa kami tidak kabari aku ???" tanya Dedri.

__ADS_1


Febri tak menjawab apapun karena kondisi Febri sangat melemah. Dedri pun mengerti akan hal itu. Dedri segera membantu warga untuk mengangkat keranda menuju ke pemakaman.


__ADS_2