Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 7


__ADS_3

Tupai yang pandai melompat tak akan selamanya berhasil melompat dengan lacar dan berhasil. Begitu juga dengan bangkai, Sejauh apapun bangkai itu dibuang , aroma dari bangkai tersebut pasti akan kecium juga.


Ini lah hidup , tidak ada hidup yang tanpa masalah , Tidak ada hidup yang berjalan dengan lurus , tidak ada hidup yang penuh dengan keberhasilan. Manusia yang telah dikasih kepercayaan , menunjukan bahwa mereka itu penting dalam hidup yang memberi kepercayaan. Kepercayaan , iya betul Kepercayaan. Sering kali manusia menyalahgunakan kepercayaan seseorang. Terlalu sering manusia memanfaat kepercayaan itu untuk menguntungkan dan merugikan sebelah pihak. Terkadang kepercayaan itu di rusak untuk memuaskan ego sendiri. Namun , jika kepercayaan itu telah rusak , Mulai detik itu kepercayaan tersebut tidak akan hadir lagi dalam hidupnya.


Secangkir milk shake strawberry menemani Yudia disalah satu cafe ternama dipekanbaru. Dengan hidangan makanan Jepang yang sering disapa Sushi. Berupa nasi yang di bulatkan dengan isi daging kemudian dibalut dengan rumput laut . ya kira - kira begitu laaa kriteria sushi tersebut. author juga nggak paham-paham kali tentang makanan Jepang, karena biasa author sukanya Ampera serba nikmat, Asam Pedas , empek-empek , batagor , ketoprak dan Lotek lipa upssssss jadi laparrr hehehehe


Seorang diri membuat Yudia lebih tenang dan lebih santai , melihat didepannya ada sekumpulan ibu-ibu arisan , di ujung ada sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara , Di ujung sebelah kiri ada sepasang kekasih yang lagi bertengkar (Diam-diaman) di sudut depan sebelah kanan ada sekeluarga dari bapak , mamak , dua orang anak laki laki yg satu seperti baru beranjak 17 tahun yang satu masih berumur kurang lebih 4 tahun dan satu lagi wanita yang berumur sekitar 28 tahunan dan Hanya Yudia yang duduk seorang diri. Namun Yudia tak menghiraukannya.


Yudia pun mulai menikmati sushi nya dengan menggunakan sumpit dan menuangkan cairan hitam seperti kecap asin yang telah disediakan di meja.


"Sendiri gini ada enak nya ada enggak nya yaaa." Ucap Yudia sambil melahap makannya


"Mbak Mbak!!" Yudia memanggil pelayan cafe yang sedang melintas didepannya sambil membawa nampan


"Ia ada apa yaaa ?" jawab pelayan cafe tersebut sambil memeluk nampannya


"Pasword wifi apa ya mbak ? soalnya saya mau download drama korea."


"Maaf ya mbak , Wifi kami lagi bermasalah!"


"Halaaa gayanya aja bermasalah , padahal emang nggak mau ngasi kan ?"


"Bukan gitu mbak , memang wifi kami lagi bermasalah!!"


"BACOT!!!"


"Ya sudah kalau tidak percaya!!" Ucap Pelayan cafe tersebut sambil pergi meninggalkan Yudia


"Zaman sekarang yaaa , uda harga makanannya mahal , Wifi pun nggak dikasi. paling berapa lah habisnya karena wifi tuu!!" kata Yudia dalam hati.


Yudia pun menyelesaikan makanya dan bergegas kekasir untuk membayar


"Berapa mas totalnya, Meja nomor 24!"


"Totalnya 180.000 (Seratus delapan puluh ribu rupiah) !!"

__ADS_1


Yudia merogo tas nya dan mengambil dompetnya , kemudian ia mengeluarkan uang 100.000 (Seratus ribu rupiah) dan langsung memberinya kekasir


"Maaf mbak , kurang 80.000 (Delapan puluh ribu rupiah)!z!"


"Maaf ya mas , sisanya minta saja sama manager kalian ,itung-itung ganti ruginya karena tidak menyediakan Wifi , di depan pintu tulisannya free wifi tapi giliran saya mau gunakan tidak dikasih!" kata Yudia. kemudian Yudia pergi meninggalkan kasir tersebut dan menuju keluar Cafe.


"mbak...mbak..." teriak seorang Pelayan yang mengejar Yudia. Yudia mendengar suara yang memanggil namanya kemudian ia memutar pandangannya kebelakang


"Maaf mbak , Mbak harus segera melunasi sisa pembayaran makan mbak tadi!!"


"Enak saja , kan sudah saya bilang minta sama manager kalian , itung-itung itu untuk uang wifinya."


"Tidak bisa gitu mbak itu uda diluar kekuasaan kami, jikalau mbak tidak melunasinya maka kami yang harus menanggung resikonya!" Jelas Pelayan tersebut


"Terus urusan saya ?"


"Tolong mbak!!"


"Udah ah capek ngomong sama kamu saya mau pergi" Yudia langsung membalik arah dan pergi meninggalkan pelayan tersebut


Kemudian 2 orang pelayan pria kembali mengejar Yudia dan di ikuti oleh seorang pelayan wanita tadi.


"Mbak ...Mbak.. tunggu!" panggil Pelayan tersebut


"Apalagi sihhh , kan dah saya bilang minta sama manager kalian!! kalau tidak temui saya dengan manager kalian, ayokk !!!"


"Maaf mbak kami ngaku salah , sebenernya wifi tu bagus , cuma kami juga menggunakannya. kalau terlalu banyak yang pakai Wifi tuh jadi lemot mbak, maaf banget mbak." kata salah seorang pelayan pria tersebut


"Ha trus saya harus apa?"


"maaf mbak, untuk menutupi kekurangan mbak , kami tidak punya uang mbak!!"


"ya sudah berapa jumlah pekerja disana ? sampai kan 8 orang ?"


"lebih mbak dari 8 orang!"

__ADS_1


"yaudah iuran 10.000 (sepuluh ribu rupiah) /orang. bereskan ? makannya lain kali jangan kayak gitu kalian , licik!!!" kata Yudia yang tetap ngotot untuk tidak membayarnya. Berapa langkah Yudia berjalan , melalui kaca cafe lain ia melihat orang yang sepertinya ia kenal. akhirnya Yudia pun masuk menghampiri orang yang ia kenal tersebut. Namun ia tidak langsung menghampirinya melainkan Yudia meminta air putih dengan seorang pelayan dan membawanya menghampiri orang tersebut


"Byurrrrrrrr...." Suara siraman air segelas yang ia bawa tadi menyiram orang tersebut. ternyata orang yang dilihatnya yang ia kenal adalah Reiza dan Rio yang saling bermesraan


"apa apaan kamu?" Bentak Reiza yang bangkit dari duduknya


"Hee kalian tu yang apa apaan ? Kamu tau kan Reiza bahwa Rio ini kekasih Febri yang sudah lama ditunggu Febri dan keluarganya ?" jawab Yudia tegas sambil menunjuk-nunjuk Reiza


"Iya aku memang tauuu , tapi asal kamu tau yaaa, Rio tu tak mencintai Febri sama sekali, Febri nya aja yang terlalu baper sama Rio!" kata Reiza


" Ehh mulut mu itu kok enak aja ngomong nya ? macam mulut bangke!!" Bentak Yudia kembali


"Jadi sekarang mau kamu apa ?" Tanya Rio yang ikut bangkit dari duduknya


"kamu tanya mau aku apa ? kamu laki-laki macam apa ? masih bisa ngomong kayak gitu. Jijik aku liatnya!!" Jawab Yudia


"Bangke laa!!" Sambung Reiza


"Hayyy orang-orang semua , mohon diperhatikan , laki-laki ini adalah tunangan temen saya , dan perempuan ini diam diam menjadi perusak hubungan temen saya , dan temen saya itu merupakan temen perempuan ini juga" Kata Yudia yang berbicara dengan nada sedikit keras agar semua orang di cafe tersebut memperhatikannya


"Puas lo dah buat kami malu ?" kata Reiza. Tanpa basa basi Rio langsung menarik Reiza dan bergegas pergi dari cafe tersebut karena sudah malu dibuat Yudia. orang-orang sekitar pun menyoraki Reiza dan Rio yang melintas didepannya.


"aku harus bilang sama Febri ini" ungkap Yudia dalam hati. kemudian Yudia langsung pergi dan ingin menemui Febri. ketika ia keluar Cafe ia pun tertabrak dengan seorang pria dan terkena tumpahan air minum yanh dibawak pria tersebut.


"Ehh sory sory saya nggak sengaja" Kata pria tersebut


"Eh kamu.... tidak apa apa kok"Kata Yudia dengan lembut karena pria itu merupakan pria yang didambakkan Yudia Selama ini


"Baju kamu basah tuh, Ini pakai sapu tangan saya" Kata pria tersebut sambil memberi sapu tangan dari saku celannya


"Haa iyaa !! makasih ya!" Ucap Yudia tersipu malu


"Ya udah , kalau gitu saya masuk dulu yaa" kata pria itu yang bergegas masuk ke cafe tersebut. Yudia kembali melangkahkan Kaki nya sambil teriak


"Aaaaaaaaaaa!!!"

__ADS_1


__ADS_2