Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 43


__ADS_3

Selesai Fitting baju pengantin, Rio mengantarkan Febri pulang kerumahnya. Tidak seperti biasa, Febri sudah bisa menerima kembali Rio dalam hidupnya. Walaupun rasa benci lebih besar dari rasa cintanya. Febri akan berusaha mencintai Rio setulus hatinya. Ia berpikir, bahwasanya ia merupakan calon istri Rio dan bakal selamanya bersama Rio. Oleh sebab itu Febri merubah hatinya dan fokus kembali ke Rio. Ia menganggap ternyata Rio lah jodoh Febri. Toh buktinya Rio kembali dengannya, malahan mereka akan menikah , ya kan ???


Ketika sampai, Rio mampir sejenak kerumah Febri untuk menemui calon mama mertuanya karena ada sesuatu yang mau ia pertanyakan.


"Maaaa !! kenapa sampai sekarang aku belum melihat undangan pernikahan kami ? apakah sudah siap atau bagaimana ?" tanya Rio.


"Undangan sudah dibagikan !!! lagian buat apa kalian melihat nya ?" Jawab bu Salmi.


"Paling tidak aku mau memastikan undangan itu sudah selesai atau belum !!! sayang dong uang aku kalau belum tercetak , semakin ramai orang datang maka semakin banyak nanti jumlah uang dari amplop yang mereka beri." Ucap Rio.


"Aduhhhh !! ternyata Rio nggak ada berubahnya sama sekali !! kalau saja ini bukan permintaan mama , ogah banget aku kembali sama diaa ! astagfirullah Feb , nggak boleh gitu. Dia calon imam mu Feb!!" Ucap Febri dalam hati.


"Oh iya maa , Untuk makanan besok sudah aman kan ?" Tanya Rio.


"Uda nak , yang penting kamu besok datang saja , semua sudah mama persiapkan. Dari catering...." Kata Ibu Salmi terputus.


"Apaaa ? Catering ma ?" Sambung Rio.


"Iya!!" Jawab bu Salmi.


"Aduhhh !!! pasti banyak habis kan ma uang yang aku beri ? jadi nanti untuk modal kami hidup bagaiamana setelah menikah ma ? mama ni pernikahan harus mewah !!" Kata Rio.


"Tenang saja kamu Rio, Uang tujuh juta yang kamu berii tidak cukup untuk membeli apapun, Dari sewa gedung , Catering, Wo, dan lain sebagainya. Malah uang dari kami jauh lebih besar dari uang yang kamu beri ! namun saya tidak se-risau anda!!" Jawab bu Salmi.


"Oh bagus lah kalau gitu !! yaudah saya pamit pulang !!" Ucap Rio sambil berbalik arah dan menuju kemobilnya. Setelah berpikir panjang ia kembali berbalik arah dan menghampiri Ibu Salmi.


"Maa , mama ngundang tamu nya yang orang - orang kaya saja kan ? yang miskin nggak diundangkan ma ?" Tanya Rio.


"Kamu tenang saja ! yang penting nanti uang tujuh juta kamu kami kembalikan setelah pernikahan selesai!" jawab Bu Salmi.


"Alhandulilah , makasih ya maa !!" kata Rio sambil berbalik arah dan menuju kemobilnya


"Dasar lelaki tak tau diri !!!" Kata Febri dalam hati.


Setelah Rio pergi , Febri dan Bu Salmi kembali masuk kerumah dan mengunci pintunya. Febri duduk di kursi tengah dan menyenderkan kepalanya. Febri sangat kelelahan hari ini.


Kemudian Bu Salmi datang dari arah dapur mendekati Febri sambil mengaduk secangkir teh hangat dan memberikannya ke Febri. Febri menerimanya dan langsung meminumnya.


"Aduhhh !!!" Rintih Febri kepanasan.

__ADS_1


"Makannya minum tu didinginkan dulu baru diteguk !!" Kata Bu Salmi.


"Maa !! mama yakin mau menikahkan ku dengan Rio ?" tanya Febri.


Bu Salmi merespon hanya dengan sebuah senyuman saja tanpa menjawab apapun. Hal itu membuat Febri semakin bingung. Apa sebenarnya yang sudah direncanakan oleh mamanya.


"Maa besok nikah jam 10.45 WIB bukannya kesiangan kali ya ma ? kenapa nggak pagi jam 08.00 WIB saja maa ijab kabulnya ?" Keluh Febri.


"Yaudah , kamu tidur laa. Besok mau nikah lagi. kita standbye disana jam 06.00 Wib karena kamukan mau dimakeup terlebih dahulu." jelas bu Salmi.


"Aduhh mama, bukannya dari jam 6 pagi ke jam 10.45 itu terlalu lama persiapannya ?" Ucap Febri dalam hati.


Febri memutuskan untuk tidur. Menghadap ke kanan, ke keri , perasaan Febri tak tenang , ia tak bisa tidur nyenyak malam ini. sejam sekali ia terbangun dari tidurnya dan kembali menatap jam dinding.


"Aduhh kenapa jam ini lama sekali berputarnya. Dan kenapa aku tidak bisa tidur seperti biasa ?" Kata Febri dalam hati.


Keesokan pagi nya, Febri sudah bersiap - siap untuk didandani. Mata panda Febri terlihat jelas , karena ia begadang satu malaman. Bukan begadang sihh lebih tepatnya tapi tak bisa tidur Heehehe.


Yudia datang lebih awal karena ia mau menemani Febri dari awal hingga akhir acara. Yudia menemani Febri untuk dimake-up sambil membawa kado.


"Febb , aku bingung ini. Antara bahagia melihat sahabat ku menikah , Atau bersedih karena menikahnya dengan seorang penjahat." Kata Yudia sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Febri.


Febri menggunakan baju kebayak putih dengan menggunakan hijab yang divariasikan sehingga Febri kelihatan sangat anggun. Belum lagi ini pertama kali Febri didandani totalitas ala pengantin seperti ini. Orang akan pangling melihat keanggunanan Febri hari ini.


Jam sudah menunjukan pukul 07.38 WIB, Febri selesai didandani dan pergi menuju ke gedung lokasi acara pernikahannya. Ia selalu didampingi Yudia. Satu hari penuh ini Yudia siap menjadi asisten Febri. Ya demi sahabatanya. Contohnya menuntun Febri menuju kedalam mobil dan membukakan pintu mobil , Serta mengangkat Rok Febri agar tidak terinjaknnya.


Jam sudah menunjukan tepat pukul 08.00 WIB, Febri dan Yudia sudah sampai kelokasi , Namun mereka diarahkan untuk masuk ke ruangan kamar yang telah disiapkan. Febri diarahkan keluar ketika sudah dinyatakan sah sebagai seorang istri, Dengan selesainya ijab kabul dan para saksi menyatakan sah.


Air mata Febri tak terbendung lagi , jantung tak henti - hentinya berdebar dengan kencang. Pikiran Febri begitu kacau, Ia bimbang antara Siap atau tidak siapnya menjadi istri Rio.


"Asalammualaikum wr wb!!!" Terdengar suara ketukan pintu dan ucapan salam dari luar pintu. Yudia pun langsung membukakan pintu.


"Febrii!!!" Ucap seseorang wanita yang baru saja datang menghampirinya.


"Reizaaa ??" Kata Febri tersentak kaget.


"Pelakorrr ??" Kata Yudia yang ikut tersentak kaget.


Reiza langsung berlari kemudian ia memeluk Febri.

__ADS_1


"Selamat ya Feb, Aku bahagia sekali melihat kamu menikah. Maafkan kesalahan ku selama ini yaa!!" Ucap Reiza.


"Ia Makasih yaa !!" Kata Febri cuek sambil melepaskan pelukan Reiza.


"Papa sudah datang Feb, Dia siap untuk menikahkan mu Feb!" Kata Reiza.


"Yaaa tentu iya dong ! kan dia bapaknya. Mau nggak mau dia harus siap." sambung Yudia sinis.


Reiza hanya melirik tajam ke Yudia, Namun Yudia malah menariknya dan menyuruhnya keluar secara paksa.


Diujung Ruangan keliahatan Ibu Salmi yang sedang menunggu kehadiran penghulu, Calon suami Febri dan beberapa saksi. Ia tidak ditemani oleh pak Agus, Karena pak Agus sedang duduk bersama istri barunya.


Tak lama kemudian Rio datang dengan raut wajah kesal dan langsung menghampiri Ibu Salmi.


"Maaa , kenapa tamunya tidak ada sama sekali. Hanya ada beberapa orang saja disini." Kata Rio.


"Heee !!! kamu sadar tidak kalau kita lagi diserang Virus covid-19 ? Sesuai anjuran pemerintah, kita harus membatasi jumlah orang yang hadir dan menjaga jarak agar kita memutuskan rantai penyebaran virus Corona." Jelas Bu Salmi.


"Nggak bisa gitu !!! tidak bisa!! gitu aku yang rugi laa!" Bentak Rio.


"Dia siapa Ma ?" tanya Seorang pria tiba - tiba datang menggunakan baju pengantin juga .


"Laa diaa siapa maa ?" Tanya Rio Heran.


"Dia calon Febri yang sebenernya, saya tidak pernah sudi menikahkan anak saya dengan seorang pria seperti kamu !!!" Jawab Bu Salmi.


"Maksudnya maa?" Tanya Rio sok manis.


"Uda sekian kalinya kamu menyakiti hati Febri. Ini Saatnya pembalasan untuk kamu !!" Jawab Bu Salmi.


"Haaa aku nih kalau tidak menikah dengan anakmu ya tidak masalah !!asalakan kamu kembalikan uang saya!!" jawab Rio cengengesan.


"Jangan kamu ungkit tujuh juta yang kamu beri. sudah berapa puluh juta uang Febri sama kamu ? bahkan sampai ratusan juta bukan ?" Jawab Bu Salmi.


"Haa kelen makan laa uangku itu ! nggak tau malu , buat acara pakai uang aku!!!" Kata Rio.


"Maaf ya Rio, uang yang kamu beri sudah kami berikan ke panti asuhan. Acara pernikahan ini bukan uang kamu. Tentu tidak cukup uang kamu untuk buat acara sebesar ini!!" Jawab Bu Salmi.


Rio pun kesal , akhirnya ia memutuskan pulang dan berjalan menuju parkiran. Ia menendang benda kecil dihapannya karena hatinya sedang membara kesal. Ia langsung naik mobil dan langsung menekan gas mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2