
Sesampai dirumah, Febri tak langsung beranjak ketempat tidur, melainkan ia menyiapkan makanan dan menunggu kedatangan Dedri.
Hati Febri masih tidak tenang karena beberapa tingkah keluarga suaminya menjadi tanda tanya besar baginya.
"Jawaban apa yang bisa aku temukan dari rumah ini ??? Oh iyaaa, kenapa tadi aku tidak melihat pak Windra ? apa aku kerumahnya saja ya ? Oke baik, besok pagi aku akan pergi kerumahnya!!" Ucap Febri sambil meletakkan piring ke meja makan.
Tak lama kemudian Dedri datang dengan wajah yang lelah. Febri langsung mengambip tas dari tangan Dedri dan membukakan jas dari tubuh Dedri.
"Bang, Abang mau langsung makan atau mandi dulu ?" Tanya Febri.
"Aku mau makan langsung!!!" jawab Dedri singkat.
"Aduhhh kenapa bang Dedri jadi jutek gini ? ini momen yang tepat tidak ya untuk menanyakan tentang keluarganya ?" Pikir Febri dalam hati sambil berjalan menuju dapur.
Febri pun langsung menyiapkan makan dan ia juga mengambil segelas air putih untuk Dedri.
Selama makan mereka hanya saling diam - diaman sehingga suasana menjadi semakin tegang. Tak ada satu pun yang memulai berbicara.
"Bang !!" Kata Febri yang memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
Dedri hanya melanjutkan makannya tanpa memperdulikan sapaan Febri. Entah apa yang membuat Dedri menjadi seperti ini Febri tak mengerti. Febri juga tidak merasa ada salah dengan suaminya ya karena memang ia menganggap ia tak melakukan kesalahan.
"Bang , Abang kenapa ?" Tanya Febri sambil memegang dan meletakkan kepalanya dibahu Dedri.
"Tunggu dikamar sekarang ! aku akan mencabik - cabik dirimu kembali!!" jawab Dedri.
"Tapii bang !!!"
"Jangan ganggu mood makan aku!!" Bentak Dedri.
"Oke baik bang!!" Jawab Febri sambil bangkit dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan dapur.
"Ketika aku sampai dikamar, jangan ada sehelai benang pun menutupi tubuhmu!!!" Kata Dedri yang tetap fokus makan tanpa melihat Febri.
"Kenapa hingga sekarang aku belum memiliki rasa apa - apa dengan suamiku ? padahal aku sudah seberusaha mungkin untuk mencintainya. Rasanya aku geli untuk melakukan hal itu dengan dirinya. Tapi aku berusaha siap untuk membiarkan dirimh menyentuk aku bang." Kata Febri yang sudah berbaring di kasur sambil menutup dirinya dengan selimut.
"Febriii !!!" Teriak Dedri yang sudah datang setelah beberapa menit Febri berbaring.
"Iya bang !!!" Kata Febri terburu - buru menghampiri Dedri yang sudah berada dihadapannya.
"Kenapa kamu tertidurrr !!!" Ucap Dedri sambil menjambak rambut Febri.
"Maaf bang , aku tidak sengaja. Aduhh sakit bang!" Jawab Febri sambil berusaha melepaskan tanga Dedri dari rambutnya.
"Lepaskan baju ini dari tubuhku!!!" Bentak Dedri.
__ADS_1
"Baik bang!!" Jawab Febri sambil membuka kancing bajunya dan melepaskan dari tubuh Dedri.
Parrrrrrrr Tiba tiba Dedri menampar Febri hingga Febri terjatuh ketempat tidur.
"Aku tidak suka kamu kepo dengan urusan keluargaku !!" Kata Dedri sambil mendekati wajahnya ke Febri yang sudah terbaring di tempat tidur.
Kemudian Dedri melepaskan celananya dan mulai ******* habis bibir, leher dan bagian dada Febri. Febri hanya bisa menahan dengan menggit bibir bawahnya.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melakukan hubungan itu , Febri terbaring lemah begitu juga dengan Dedri yang berada disampingnya.
"Bang besok aku pergi tempat mama ya ?" Tanya Febri.
"Maksud kamu ?"
"Aku mau ke makam bang."
"Ok!!" jawab Dedri. Febri pun memberanikan diri menarik tangan Dedri dan tidur dalam pelukan Dedri.
Matahari mulai terbit, suara ayam berkokok mulai terdengar membangunkan pemiliknya
Dedri mulai membuka matanya dan melihat kesamping, Ternyata Febri sudah tiada disampingnya.
"Apa sepagi ini dia ke makam???" gumam Dedri. Tiba - tiba terdengar dari kamar mandi
"Huekkkk !!! hueekk!!"
"Kamu kenapa Feb ? perlu ke rumah sakit ?" tanya Dedri
"Tidak bang , mungkin ini karena aku hamil bang!!" Jawab Dedri.
"Ok la, Setidaknya kamu harus sehat demi bayi ku !!!" Kata Dedri.
"Iya bang !"
"Kamu istirahat saja, biar abang makan diluar sekalian beli untuk mama dan yang lainnya di Rumah sakit."Kata Dedri
"Apa bang ? jadi abang mau belikan makan untuk semua orang yang ada dirumah sakit ?" Tanya Febri heran.
"Ya enggak laa, Maksud abng yang ada dikamar Fadly aja !!!"
"Oke baik bang , Maaf ya bang tidak bisa menyiapi sarapan untuk abang !!"
Dedri langsung bersiap - siap untuk pergi kerja. Apalagi Febri tidak menyiapi sarapan untuknya , membuat Dedri harus berangkat lebih awal dari biasanya.
"Kesempatan untuk aku mencari tau apa yang sebenernya terjadi !!! aku harus cepat kerumah pak Windra untuk mencarinya !" kata Febri sambil bersiap - siap untuk pergi kerumah Orangtua Dedri.
__ADS_1
Febri tak berani untuk memesan Ojol karena takut Dedri tau ia pergi kemana. Oleh sebab itu ia mencari ojek yang berada di pangkalan.
Sesampai dirumah Orangtua Dedri, Bersamaan oleh seorang dokter ia berada didepan rumah Pak Windra.
"Maaf ibu siapa yaa ?" Tanya Febri heran melihat seorang dokter datang ke rumah pak Windra.
"Saya Widya, Dokter khusus yang merawat Pak Windra, Pemilik rumah ini!!" Kata Dokter tersebut.
"Apaaa ? Merawat ? emang pak Windra kenapa ya ?" Tanya Febri panik.
"Maaf kamu siapa ya ?" Tanya dokter tersebut.
"Saya Febri, menantunya pak Windra!!"
"Oh yaa ? jadi kamu Febri, orang yang selama ini saya cari !!!"
"Maksudnya dok ?" tanya Febri.
"Ada yang mau saya sampaikan ke kamu masalah keluarga ini !!! ayok ikut saya masuk , nanti ada yang lihat kita!!" Kaya dokter tersebut sambil membawa Febri masuk kerumah.
"Jasi selama ini pak Windra terkena penyakit struk, Penyakit ini terjadi karena kesengajaan keluarga ini." jelas dokter tersebut sambil berjalam dan menutup pintu rumah.
"Maksudnya dok ?" tanya Febri
"Pak Windra sakit dan tak bisa berbuat apa - apa, ketika ia tau bahwa anaknya Fadly sengaja dibuat sakit dengan beberapa suntikkan!!"
"Apa dok ? aku semakin nggak ngerti dok!!!"
"Waktu itu pak Windra berusaha memberi tahu ini kepada saya , Saya pun berusaha agar tau apa yang mau diberitahu oleh pak Windra, saya mencoba mendengarkan ia berbicara tapi sulit untuk dipahami karena ia terkena struk tu kan. Akhirnya, saya memberikan sebuah pena dan buku agar ia bisa menulisnya, dan perlahan - lahan saya mengerti apa yang ia tulis walaupun sulit untuk dipahami."
"Apa yang sebenernya terjadi dok ?"
"Waktu itu pak windra meminta saya untuk mencari mu!!! tapi saya tak menemukam mu , karena pak Windra sulit untuk memberitahu alamat rumahmu !!"
"Ia dok apa yang sebenernya terjadi dok ?" tanya Febri yang semakim heran.
"Jadi, Fadly itu sakitnya dibuat orang , ia tak mengidap penyakit apapun , tapi ia sengaja mau dimatikan."
"Apa dok ? siapa pelakuknya dok ?"
"Pelakunya ibu tiri dan saudara tirinya Feb, tidak ada yang tau semua ini selain saya pak Windra dan saudara tirinya. Keluarganya yang lain pun tak mengetahui hal ini."
"Apa tujuan mereka membuat Fadly sakit dok ? tapi hingga sekarang ia tak kunjung mati !" kata Febri.
"Tentu iya , karena mereka lagi menunggu surat dari pengadilan untuk pindah tangan surat ahli waris dari Fadly ke saudara tirinya. Kan Fadly banyak dapat warisan dari Pak Windra, dan pak Windra sudah menyerahkannya semua ke Fadly."
__ADS_1
"Jadi siapa saudara tirinya dok ?" Tanya Febri yang mulai curiga dengan keanehan ini.