Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 12


__ADS_3

Febri memasuki ruang utama Rumah Sakit , Ia melihat begitu banyak orang berada di rumah sakit ini. Banyak yang menunggu antrian, banyak yang masuk dan sedikit pula yang keluar.


"Waduhhh kenapa begitu banyak peminat kerumah sakit ini !! banyak pula orang disini dari pada di mall" Ucap Febri.


Ia pun langsung menghampiri Resepsionis untuk menanyakan dimana kamar Fadly dan Resepsionis tersebut menunjukkannya. Lalu Febri segera menuju ke kamar Fadly sesuai arahan Resepsionis tersebut.


"Haaaa . . . . . ini pasti kamar Fadly. aku jamin!!" Ucap Ferbri ketika berada di depan satu kamar. Kemudian ia membukakan pintu kamar tersebut.


laluuuuu.....


"Asalammualaikum Fadlyyy..." Ucap Febri sambil membuka pintu dengan suara yang lantang.


Orang yang berada di kamar tersebut mengalihkan pandangan mengarah kepada Febri yang senekad itu bersuara begitu lantang. Febri tidak kepikiran bahwa ada orang dikamar tersebut selain Fadly. Wajah Febri kembali memerah , ia pun memandang Fadly yang terbaring lemah di kasur yang setengah tubuhnya tertutup selimut. Ia menggigit bibir bawahnya lalu ia tidak jadi masuk dan menutup pintunya kembali


brakkkkkkkk suara keras pintu tertutup.


"E... copott!" Teriak orang dari dalam kamar yang terkejut setelah mendengar bantingan suara pintu.


"Aduhhhh kenapa sekeras itu aku menutup pintu. padahal niat nya aku menutup pelan pintu ituuu!" Ucap Febri lagi - lagi ia melakukan kesalahan yang membuat dirinya sendiri malu. Ia pun langsung duduk di kursi yang telah di sediakan didepan kamar.


"Kamu siapa ?" Tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari kamar tersebut.


"Saya Febri , saya mau jenguk Fadly." Jelas Febri


"Oh mau jenguk??" Tanya wanita itu yang pendengarannya sedikit terganggu. Kemudian ia membawa Febri masuk dan semua orang dikamar itu pandangannya tertuju ke Febri. Ia pun masuk dengan senyum tipisnya.


Ia melihat Fadly yang begitu kritis. Seluruh bagian kepalanya tertutupi oleh balutan perban sehingga hanya mata, Lubang hidung dan bibir saja yang terbuka.


Febri begitu sedih melihat Fadly yang memang begitu parah keadaannya. Ia mendengar bisikan - bisikan keluarga Fadly yang membicarakannya.


"Cantik juga yaa calon menantu Bou!!"


"Ia!!! kok mau dia sama anak Bou ya ?"


Febri hanya tersenyum tipis sambil melirik mereka. "Kok logat mereka ngomong kayak orang batak yaa ? bukan kah Fadly logatnya Lo Gue Lo gue??" ucap Febri dalam hati yang sudah merasa ada keanehan.


"Apa Fadly kecelakaan ? bukan kah dia pingsan di kampus ?" Tanya Febri kepada seseorang yang menemaninya berdiri melihat Fadly.


"Iya Fajri kecelakaan , Bukan pingsan" jelas seorang tersebut


"Fajri ? Fadly atau Fajri ?" tanya ulang Febri


"Fajriii bukan Fadly , dia bukan pingsan di kampus ! dia hanya seorang supir becak yang nasibnya kurang beruntung. Dia ditabrak supir truk yang tak bertanggung jawab!!"


"Apaaaa ? ini sudah beda ini ! Saya mau jenguk Fadly bukan Fajri. Kemana Fadly ?" Ucap Febri nyolot. Febri langsung membuka selimut pasien tersebut dan ternyataaaa


"Haa ini bukan Fadly ni , Fadly nggak seitam ini. Fadly putih!" Ucap Febri


"Hee nak ku, Ini memang bukan Fadly , ini Fajri!!" Kata wanita tersebut.


"Ahh nggak jelas kelen!!" Kata Febri sambil pergi dari kamar itu. Kemudian ia balik lagi kekamar itu dan orang - orang dikamar itu pun memandanginya dengan aneh.


"Sorry , plastik aku ketinggalan!!" ucap Febri songong sambil mengambil kantong plastik miliknya.


Hahahahaha ada ada aja si Febri.. ngajak berantam diaaa hahaha


Ketika ia keluar kamar ia tertabrak seorang pria, kira - kira umurnya sudah empat puluhan gitu laa.


"Saya kayak kenal dengan kamu laaa , Tapii siapa yaa ?" Kata Pria tersebut sambil memegang dagunya.


"Nama om Windra bukan sih ?" Ucap Febri yang merasa kenal juga dengan pria tersebut.


"Iyaa bener . kamu siapaaa yaa ?"


"Saya Febri om , anak pak Agus!!"

__ADS_1


"Febriii ? oh iyaaa. Astagfirullah !! apa kabar kamu Feb ? dah besar kamu sekarang yaa!!"


"Eh setidaknya kan besaran oom ! hahahaha. alhamdulilah baik om."


"Oh iya kamu ngapai kemari ?"


"Lah oom ngapai kemari ?"


"Anak oom sakit Feb."


"Kalau saya , temen saya yang sakit Om!" Kata Febri kemudian ia langsung memukul kepalanya sendiri "Anak om ini kan Fadly!!"


"Loh kamu kenal Fadly ?" Ucap Om Windra yang mendengar kalimat terakhir Febri.


"Kenal om , yang mau saya jenguk ini ya Fadly om!"


"Ohh ayuk mari om antar kekamarnya!!"


Febri pun mengikuti Om Windra menuju kamar Fadly. Begitu sampai, mereka langsung masuk. Fadly tersentak kaget melihat sosok Febri yang dibawak oleh ayahnya. Dengan dibantu mamanya, Fadly duduk dari tidurnya.


"Ayah kok bisa bawak wanita kepala batu ini?" Tanya Fadly


"He enak aja kepala batu!" Jawab Febri sambil mencubitnya. Febri langsung salam dengan mama Fadly.


"Febri tante" Sambil mengenalkan dirinya


"Panggil saja saya Ante Mede" Jawab mama Fadly.


"Itu yang lo bawak apa ?" Ucap Fadly sambil menunjuk kantong plastik yang dibawa Febri. Febri hanya tersenyum polos


"Yaudah kalau gitu oom sama tante pergi bentar yaa!!" Ucap Pak Windra sambil mengkodein istrinya.


"Ayukk Pa.."Ajak Ante Mede dan berjalan menuju keluar. "Feb ante minta tolong nanti suapi Fadly makan yaa" Ucap Ante Mede tiba - tibe yang berbalik arah.


Febri pun spontan kaget "Haa..aa.Oke nte!!" Jawab Febri gugup.


"Eh enak aja !! ko pikir aku senang gitu di suruh nyuapi orang sejudes kamu ?" Jawab Febri sambil mencubit Fadly. Tanpa disengaja Febri menyentuh impus Fadly dan Fadly langsung berteriak...


"Awwwwww....aaaaa" Fadly Merintih kesakitan . Febri pun bingung harus berbuat apa.


"Fadly kamu nggak papa ? aduhhh aku bingung harus berbuat apaa ? aku panggil perawat dulu yaaa" Kata Febri yang ingin pergi meninggalkan Fadly untuk memanggil perawat.


Namun Fadly menangkap tangannya dan melarangnya memanggil perawat. "Lo nggak usah repot - repot kesana. lo hembus aja tangan gue yang sakit itu!"


Tanpa berpikir panjang lagi , Febri langsung menghembus tangan Fadly yang di tusuk jarum impus.


"Hahahahahaha!!!!" Tawa Fadly "Lo lucu yaaa kalau lagi panik" sambil menokok kepala Febri.


"Jadi kau ngerjai aku ?" Tanya Febri melotot.


"hahahahahahaha" tawa Fadly terbahak - bahak.


"Mau kau beneran aku cabut tu inpus ?"


"Eeeee.... jangan laaa !!! yaudah laa cepat ambilkan makan gue . Gue dah lapar nih dari tadi."


Febri langsung mengambil makanan yang telah diberi oleh perawat dilemari. Fadly pun langsung mengambil kantong plastik yang dibawa Febri tadi.


"Kau ngapai pakai minyak rambut??" Ucap Febri yang melihat Fadly memakai minyak rambut.


"Laa kan lo yang beri ke gue."


"Masak iya sih ? perasaan aku nggak ada beli minyak rambut!!" Ucap Febri. Kemudian iaa mengingat lelaki yang di mini market membawa minyak rambut.


"Haaa pasti ini punya lelaki di mini market tadii, Pantes laa aku kenak banyak tadi biayanya"

__ADS_1


"Jadi ini punya cowok lo ?" ucap Fadly yang berhenti memperbaiki rambutnya. Febri pun menjelaskan semuanya kepada Fadly.


"Kok bauk bangke gini minyak rambutnya!!" Kata Fadly


"Masak iya??"


"Coba ni lo cium kepala gue." Kata Fadly sambil menyerahkan kepalanya. Febri pun mendekatkan Hidungnya dan upssss ..... tercium la kepala Fadly oleh Febri.


"Eh lo cari kesempatan yaa buat cium kepala gue?" Lirikan Fadly mengejek.


"Eh ....apa - apaan , jelas kau yang terlalu mendekatkan kepala mu ke aku!!!"


"Ahahahaha maling mana ada yang mau ngaku!!!" Ejek Fadly


"Aduhhhh bener ko yaa terlalu PD".


Febri langsung menyuapi Fadly makan, dan hanya beberapa suap lalu Fadly menghentikan makannya. Ia merasa mual dengan makanannya. Namun Febri tetap ngotot untuk memberinya makan.


"Udah la Febb, Gue mual sama makanannya!!" Ucap Fadly sambil menolak untuk di suapi Febri


"Paksa aja laa , ko ini nggak selera makan karena sakit , bukan karena makanannya nggak enak!" Ucap Febri


"Tidakkk Feb, coba lo rasain!!"


Febri langsung memakan nasi Fadly. Tanpa sadar ia memakan dengan satu sendok yang sama "Owalaaa.... ini mah enak tau , nggak pakai Micin , nggak pakai penyedap rasa!!"


"Lo nggak jijik ya bekas gue ?" Tanya Fadly.


Febri diam sejenak "Aaaaaaaaa.....aaaaaa!!!!" Teriak Febri.


"Udah la nggak usah sok sok jiijk, uda terjadi juga kan ? Sekarang lo ambilkan dulu botol infus tu , Gue mau ke Wc!!" Pinta Fadly sambil menunjuk botol infus. Namun Febri tetap memegang Botol tersebut untuk mengantarkannya sampai depan pintu wc.


Febri mengikuti Fadly dari belakang sambil memainkan ponselnya, Kemudian Fadly menghentikan langkahnya dan Febri mencium pundak Fadly karena tetabrak.


"Aduhh!!"


"Lo suka sama gue Feb ? dari tadi lo cari - cari kesempatan saja buat cium gue!!"


"He...kan kau yang berhenti mendadak judesss!!!" Jelas Febri.


"Ahh nggak mungkin!!! masa iya gue harus bilang kalau gue dah sampai depan pintu wc, apa lo mau ikut kedalam WC ?"


"Ehh uda sampai yaa?" tanya Febri tersipu malu.


"Dah kemarikan!!!" Kata Fadly sambil merebut botol impus dari tangan Febri.


Febri pun menunggu Fadly tepat di samping kasur Fadly yang sudah disediakan. Tak lama kemudian Ante Mede dan Om Windra datang membawa nasi bungkus.


"Fadly mana Feb ?" Tanya Om Windra


"Fadly ke WC om." Kata Febri. Mereka mulai mengobrol dari menanyakan kabar keluarga hingga ke pasangan. Febri hanya terdiam kaku ketika ditanya tentang pasangannya. "Kenapa harus bahas pasangan sih omm , aku nggak tahan kalau bahas masalah pasangan!!" ucapnya dalam hati.


"Maa... Papa beli rokok dulu yaa!! tadi terlupa belinya !" kata Om Windra


"Pa..Mama mau ikut paa , sekalian mama mau beli pempes aja buat Fadly agar dia tak kesusahan harus ke wc" Sepasang kekasih tersebut pun pergi lagi. Febri mendengar ante Mede akan membeli pempes ia tertawa terbahak - bahak.


"Awwww...." Teriak Fadly dari kamar mandi. Febri yang mendengar langsung berlari menuju ke Wc. Ia langsung membukan pintu dan melihat Fadly sudah terjatuh. Kemudian ia mengangkat Fadly dan menggandengnya menuju kekasur.


"Makasih yaa!!" Kata Fadly yang mendesah kesakitan.


"Ia nggak papa , mama kamu sekarang lagi membeli pempes buat kamu , agar kamu nggak kesusahan harus ke wc"


"Apaa ? semacam anak kecil aja gue!" jawab Fadly kaget.


"Makannya kau jangan sakit , Eh emang kamu sakit apa Fad ?" tanya Febri. Fadly pun tak menjawab apa - apa hanya terdiam menunduk.

__ADS_1


"Ok deh kalau kamu belum mau cerita. Ya penting kamu jaga kesehatan yaa !!!" Ucap Fadly dengan nada yang pelan.


__ADS_2