Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 47


__ADS_3

Suara gongsengan kuali terdengar dari dapur membuat Dedri terbangun dari tidurnya. Ia tersontak kaget dan segera menuju ke sumber suara.


Ketika melihat ke sumber suara hatinya lega ternyata Febri sedang memasak, Karena sebelumnya ia berpikir ada maling dirumahnya.


"Feb, kenapa sepagi ini kamu masak ?" Tanya Dedri menghampiri Febri.


"Lahh , Abang dah bangun ? gihhh solat subuh sana !!!" jawab Febri sambil mencicip masakannya, lalu ia mengambil sedikit garam dan menaburkannya kemasakannya.


"Kamu sudah solat Feb ?" Tanya Dedri.


"Sudah bang !!"


"Kenapa kamu tidak membangunkan abang untuk jadi imam solat subuh bersamamu ?" Tanya Dedri.


"Aku tak biasa bang membangunkan mu !! aku masih takut bang. Eh bukan takut deng, tapi segen bang. Sepertinya abang terlalu lelah hingga tidurnya lelap gitu!!!" Jelas Febri.


"Secapek apapun abang , tetap bangukan abang untuk solat subuh ! Itu mah kewajiban Feb!!!"


"Ia bang maaf!!!"


"Iyaudah , kalau gitu abang mau mandi dulu!!!"


"Jangan lupa solatt bang !!!"


"Pasti dong Feb !!!" jawab Dedri pergi meninggalkan Febri, dan mengambil handuk lalu menuju ke kamar mandi.


Febri Tetap melanjutkan masak kemudian ia menghidangkannya langsung ke meja makan. Tak lupa, ia langsung menaruh sebagian nasi dan lauk ke beberapa tempat untuk di bawak ke Rumah sakit.


Jam tepat menunjukkan pada pukul 06.00 WIB, Dedri segera bersiap - siap dan menuju ke dapur untuk sarapan.


"Feb , nanti kamu kerumah sakit yaa, karena abang akan manghadiri rapat di kantor papa!!!" Ucap Dedri.


"Tapi bang ......" Jawab Febri terputus.


"Sekali ini saja Feb!!" Sambung Dedri yang memotong perkataan Febri.


"Baik bang !!!" jawab Febri tunduk.


Mereka segera menyelesaikan sarapannya , Lalu Febri segera bersiap - siap menuju kekamar dan memoles bahan kecantikannya seperti bedak, Liptstik , Maskara dan lain lain ke wajahnya.


Selang beberapa menit kemudian, Febri keluar kamar dengan aroma parfum yang menyengat dan menuju keruang tengah untuk menghampiri Dedri.


"Bang !!! aku dah siap." Ucap Febri.


"Hummmm....." Dedri menikmati aroma parfum Febri.


"Kamu cantik sekali hari ini!!!" Kata Dedri.


"Makasih bang!!"


"Hayuk kamu abang antar dulu ke Rumah Sakit!!"

__ADS_1


"Laa bukannya abang mau rapat ?"


"Iyaaa, Tapi abang masih sempat untuk mengantar kamu!!"


"Oke makasih bang!!" Jawab Febri.


Dedri langsung masuk kedalam mobil dan Febri mengikutinya dan masuk kedalam mobil. Sepanjang jalan , mereka tak saling komunikasi melainkan mereka berdua saling curi - curi pandang.


Tak lama kemudian , mereka sampai kerumah sakit. Setelah Febri turun , Dedri langsung melanjutkan perjalanannya menuju kekantor.


"Permisiiii !!!" Ucap Febri sambil membuka salah satu pintu rumah sakit.


"Ngapai kamu kemari ???" Tanya Mede dengan nada tinggi.


"Saya ingin menjenguk Fadly maa!!!" Jawab Febri.


"Tidak usah kamu menjenguk anak saya yang ini !! cukup satu anak saya saja yang kamu manfaati!!" bentak Mede.


"Baik maa!!! ini maa sarapan untuk mama dan papa !!!" kata Febri sambil memberi sekantong pelasti yang berisi makanan yang sudah ia siapkan.


Crengggggg !!!! Suara tempat makan tercampak ke lantai.


"Buang saja racun itu !!" Kata Buk Mede sambil menghempas makanan yang diberikan Febri.


"Sudah saya bilang sama Dedri !! cukup dia saja yang makan masakan dari wanita seperti kamu!!!" Jawab Buk Mede.


"Asal kamu tau yaaa ! setiap kamu bawaki Dedri makanan untuk kami, hanya dia yang mau makan makanan itu! kami selalu beli ! Ogahhhh plus jijik makannya !!" Sambung buk Mede.


Febri hanya menangis sambil mengutip makanannya yang berserakan karena dicampakkan oleh buk Mede. Disisi lain , Fadly masih terbaring lemah di kasur rumah sakit dengan beberapa selang yang menancap ditubuhnya. Ia hanya memandangi kesedihan Febri sambil meneteskan air matanya, Dari jari jemarinya seperti ada yang mau disampaikan oleh Fadly. Febri pun menghentikan mengutip nasi yang berserakan. Ia segera mendekati Fadly.


"Maaf ma !! Sepertinya ada yang mau disampaikkan Fadly dengan ku !!!"Jawab Febri.


"Sudah mulai melawan saya kamu Febri !!" Bentak buk Mede sekali lagi.


"Bukan gitu maaa !!! Sebenernya ada yang mau aku tanyakan dengan mama !! Kenapa ketika Fadly mau menikahiku ada saja hal yang memisahkan kami ? kemudian kenapa Fadly sakit nya tak lekas sembuh ? padahal ia selalu dirawat di Rumah sakit. terus kenapa kalian tidak membawanya kerumah sakit di luar negri? bukan kah disana peralatannya lebih bagus ?" Tanya Febri yang mulai mengeras.


"Pergiiii!!!" Teriak buk Mede


"Kenapa kalian selalu memisahkan antara aku dan Fadly ? kenapa aku tidak boleh menjenguk Fadly ? Dari dulu hingga sekarang ??? apa yang sebenernya terjadi ? tiba - tiba Dedri hadirrr dalam hidup ku dan menikahi ku!!!"


"Parrrrrrrrr" Suara tamparan melayang ke pipi Febri.


"Sudah lancang kamu yaa !!!" bentak buk Mede.


"Baik !! aku akan pergi !!!" Kata Febri. Ketika Febri pergi, Fadly langsung memegang tangan Febri yang berada didekat tangannya.


Karena sudah terlanjur muak , Febri tak menghiraukannya. Ia tetap pergi dengan wajah kesal disertai air mata.


Febri pulang menggunakan taxi. Sepanjang jalan Febri hanya terdiam dan meneteskan airmatanya.


"Ada apa sebenernya ini ya rabb !!! kenapa mertuaku begitu membenci ku?" Ucap Febri dalam hati.

__ADS_1


Begitu sampai, Febri langsung menuju kekamar dan mengistirahatkan pikirannya sejenak. Ia tertidur pulas hingga jam sudah menunjukkan tepat pukul 18.00 WIB.


"Astagfirullah !!! sudah magrib, Apa bang Dedri sudah pulang ?" kata Febri yang terbangun dari tidurnya sambil melirik kanan dan kiri.


Ia segera bergegas mandi untuk melaksanakan sholat magrib. Waktu terus berputar hingga menunjukkan pukul 22.30 WIB.


Febri menunggu kedatangan Dedri di ruang tengah sambil melamun mengingat kejadian siang itu.


Tak lama kemudian, Terdengar suara mobil terparkir tepat didepan rumahnya. Febri segera membukakkam pintu. Apa yang dalam pikirannya benar, mobil itu adalah mobil Dedri yang sudah berada tepat didepan rumahnya. Febri langsung menghampiri Dedri dan meraih tangannya untuk diciumnya seperti biasa. Namun kali ini Dedri menolak tangannya dicium oleh Febri.


"Kenapa bang ?" Tanya Febri.


"Segera pergi kekamar dan ganti baju kamu dengan baju yang mudah dibuka!" kata Dedri jutek sambil pergi meninggalkan Febri.


"Pasti nafsu bang Dedri lagi naik !! dan sepertinya ia kelelahan hingga ia minta untuk dinikmati!!!" Kata Febri.


"Bang , abang mau makam dulu atau mandi dulu ?" Tanya Febri yang mengejar Dedri.


"Pergiii ke kamar!!!!" Bentak Dedri.


"Apaa ? tidak seperti biasanya Bang Dedri bentak aku !!!" Kata Febri. Febri pun segera mengikuti perintag Dedri.


Febri langsung mengambil baju tidur dari lemari dan ia segera menggantinya.


Brakkk suara bantingan pintu yang sangat kuat membuat Febri tersontak kaget. Dedri masuk kedalam kamar padahal Febri belum mengenakan bajunya.


"Bang ada apa ini ?" Tanya Febri sambil menutupi tubuhnya karena ia hanya memakai bra saja.


Parrrrrrr !!!!! suara tamparan yang begitu keras melayang ke pipi Febri hingga ia terjatuh dikasur.


"Ada apa ini bang ??" Tanya Febri kesakitan sambil memegang pipinya.


Dedri langsung menimpahi Febri dan mulai mengecup leher Febri. Setelah puas mengecup leher Febri, Bibir Dedri pindah ke bibir Febri dan ia ******* abis bibir Febri.


Febri hanya bisa pasrah dan menerima apa yang dilakukan Dedri kedirinya. perlahan - lahan Febri hanya diam saja. Selanjutnya Febri membalas perbuatan Dedri dengan membalas ******* abis bibir Dedri.


Tangan Dedri tak hanya diam, Melainakn tangannya sudah berada didalam bra Febri dan melanjutkan aksinya.


"Aku sudah membayar mu mahal !! namun hingga sekarang aku belum mencoba mu ? enak sekali orang tua mu dan dirimu !!!" Kata Dedri sambil membuka kancing bajunya dan ikat pinggang celaanya.


"Whattt ? apa maksud bang Dedri berbicara seperti itu ??" Tanya Febri heran dalam hati.


Tanpa berpikir panjang lagi Dedri langsung memulai aksi malam pertamanya dengan Febri. Febri pun merintih kesakitan dalam waktu beberapa menit.


Ketika selesai, Dedri melemas dan terbaring lemah disamping Febri. Febri juga melemah dan memeluk Dedri.


Tanpa memaki baju kembali, Febri langsung menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka berdua.


"Bang, Abang nggak mandi dulu ?" Tanya Febri.


"Aku lelah !!!" jawab Dedri.

__ADS_1


"Apa tidak sebaikanya abang mandi dulu baru tidur ?" Saran Febri.


Dedri tidak menjawab apapun. Lalu Febri menarik tangan Dedri dan menidurinya. Febri tidur dalam pelukan Dedri dan dirinya pun ikut memeluk Dedri.


__ADS_2