
Didalam rumah suasana semakin memanas, suara pertengkaran antara mama dan papa Febri terdengar menakutkan. Vas bunga, meja tamu menjadi pelampiasan amarah orang tua Febri.
Febri sama sekali tak mengetahui alasan penyebeb mereka bertengkar, Febri langsung berlari mengahmpiri adiknya yang terduduk menangis dengan kepala ditempelkan ke dungkulnya.
“Mengapa ko disini ??” sang adik sama sekali tidak bisa menjawab apapun karena ia menangis terseduh-seduh. Tanpa berpikir panjang lagi Febri langsung bergegas masuk kedalam rumahnya.
“Pa ! Ma ! hentikan semua ini, apa yang kalian lakukan!!" Teriak Febri.
Ibu Salmi langsung berlari menghampiri Febri dan langsung memeluknya sambil menangis.
"Febri, Papa kamu Feb, cepat susun baju kamu sekarang ! pindah kita sekarang !!” ucap ibu Salmi. Febri juga membawa mamanya kekamar untuk menanyakan sebenernya apa yang sudah terjadi.
Ibu Salmi hanya menangis diatas tempat tidur Febri sedangkan Febri mengikuti perintah Ibu Salmi yaitu menyusun semua barangnya kedalam koper.
“Maa, emang ada apa sampai kita pindah begini ??” Tanya Febri sambil mengambio baju dalam lemari dan menaruhnya ke dalam koper.
"Kamu tau alasan mama pulang ?? mama pulang karena perusahaan mama resmi ditutup. Mama bangkrut Feb!!” Jelas Ibu Salmi.
“Apaa ?” Febri tersontak kaget.
Kemudian ia menjatuhkan pakaian yang ia pegang dan Ia mendekati mamanya.
"Mengapa bisa sampai bangkrut gini maaa ??”
“Mama teledor Feb, terlalu percaya sama anggota mama, hingga ia selama ini mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadinya Feb, mama selama ini tidakk mengecek pengeluaran perusahaan untu apa – apa saja!!” Jelas ibu Salmi.
“Astagfirullah Ma, terus kenapa kita pindah dari rumah kita maa ? dan kenapa papa datang kemari ? kan ini bukan jadwal papa pulang ? kemudian ? kenapa mama sama papa bertengkar ??” Tanya Febri.
“Papa kamu Feb !!!” kata ibu Salmi terputus dikarenakan ibu Salmi yang menangis terseduh - seduh.
“Kenapa papa ma ??” Tanya Febri sambil memeluk mamanya.
“Papa kamu sudah menikah lagi Feb, istri keduanya menjual rumah kita beserta isinyaa Febbb, papa kamu hanya bisa diam ! malah ia memarahi mama Feb!!”
“Apaa ?? papa selingkuh maa ??” Tanya Febri yang mulai emosi.
__ADS_1
Belum sempat Ibu Salmi menjawab pertanyaannya Febri , Febri sudah pergi meninggalkan ibu Salmi dan langsung menemui papanya.
“Paaa, papa bagus yaa ! papa nikah lagi tanpa sepengetahuan kami!!” Tanya Febri emosi.
“Maafkan papa nak, sekarang papa juga sudah mual lihat mama kamu yang tidak pernah mengurusi suami, ia sibuk bekerja sajaa ! siapa yang tidak bosan Feb ?? punya istri serasa nggak punya istri. Oleh sebab itu papa melarang kamu sekolah tinggi-tingginya, karena apa ? karena kebanyakan wanita yang lebih tinggi jabatannya profesinya atau lebih tinggi tingkat pendidikannya dari pada suaminya, mereka lebih mementingkan kerjaan dan menginjak-injak suaminya. Papa juga sudah selalu menegur mama kamu , tapi apa ? Ia malah mengabaikan papa dan memilih kerjaanya!!” Jelas pak Agus.
“Papa jahat paaa, jahat !!!”
“Maafkan papa nak, kamu tinggal sama ibu kamu saja yaa, kamu jaga dia, biar adikmu mu papa bawak kekalimantan. Sana kenalkan mama baru kamu, dia lagi dikamar sekarang!!”
“Apaa ? jadi wanita pelakor itu datang kemari pa ??” kata Tanya Febri yang semakin emosi.
Febri lalu menuju kekamar papanya untuk melihat wanita yang sudah merusak rumah tangga orang tuanya.
Brukkkkk suara pintu kamar yang terbuka sangat kuat. Istri kedua pak Agus asik berkaca mempercantik diri tanpa menghiraukan suara bantingan pintu. Febri langsung mendekat wanita itu dan menjambaknya
"Hey, perebut suami orang !!” Kata Febri.
Wanita tersebut memutar pandangannya ke arah Febri, Setelah melihat wanita itu , Febri langsung melepaskan jambakannya dari rambit wanita tersebut.
“Iyaaaa Feb !!” balas Reiza dengan muka tanpa bersalah.
“Jadi kamu yang menikahi papa aku ???” Tanya Febri yang mau menampar Reiza. Namun tamparan Febri tertangkap oleh seorang wanita lain yang tiba - tiba datang.
"Dia saudara Tiri kamu !!" Kata Wanita tersebut dan menghempaskan tangan Febri yang sempat ia tangkap.
"Tanteee !!!" Ucap Febri.
"Ia Feb, dia la mama baru kamu!!” ucap pak Agus yang tiba-tiba datang dari luar kamar dan mendekati mereka bertiga.
“Tapi paaa, Reiza ini teman akuu dan ia sudah menikah sama Rio, mantan calon suami aku. Mereka penghancur keluarga kita paa. Kenapa sekarang mamanya yang merebut papa dari mama ? ” Kata Febri.
“Febri, kamu dengar ya baik-baik. Rio itu pengangguran, miskin ! siapa sih yang mau sama dia, Cuma kamu la yang mau sama diaaa. Dan asal kamu tau, Rio itu menikahi anak saya karena ia pura - pura kaya dan ia menghasilkan uang hasil dari memintai dengan mu ! dan dengan bodohnya setiap ia meminta uangmu, selalu kamu kasihhh tanpa ada penolakan. Oleh sebab itu anak saya menceraikannya dan sekarang gantian, saya mencari orang yang telah memberi kamu uang yang pasti lebih kaya dari pada kamu ! yaitu orangnya adalah papa kamu!!” jelas mama Reiza.
"Feb kamu jangan salah paham. Maaf kan aku dan mamaku Feb. Aku ngaku salah Feb. Maaf kan kami Feb, Kamu tau kan kami tidak ada penghasilan selain dari gajiku sebagai model ! sekarang ada Virus corona Feb. nggak ada lagi yang buat acara , nggak boleh lagi membuat keramaian. Dari mana kami uang Feb kalau tidak seperti ini ? Tolong mengertilah !!" Jelas Reiza.
__ADS_1
Plakkkkkk suara tamparan Febri mendarat kepipi Reiza.
"kamu memang manusia nggak ada otak!! Kamu suruh aku mengerti ??”
“Febri hentikan!!” bentak pak Agus.
“Papa ini terlalu bodoh, jelas papa sudah tau bahwa dia mau sama papa karena uang papa. Kalau papa sudah bangkrut, ia akan pergi meninggalkan papa begitu saja!!” jawab Febri nyolot.
“Oleh sebab itu, papa akan serius mencari uang untuk mama dan saudar tiri kamu!!” ucap pak Agus sambil memeluk mamak Reiza dan mencium keningnya
.
“Hksss, jijik aku litanya. memang cinta itu buta ya paa !!” Kata Gebri sambil membuang ludah.
Ia pun langsung pergi menuju kekamaranya dan langsung membawa ibu salmi pergi dari rumah itu. Febri sangat bersedih karena ia tidak bisa membawa adiknya yang masih sekolah dan membutuhkan banyak biaya.
Sebenarnya ia tak sanggup meninggalkan adiknya, tapi ia berpikir dari pada adiknya berhenti sekolah karena sekarang mereka memiliki uang yang sangat terbatas. Lebih baik ia merelakan adiknya ikut sama papanya , karena ia yakin bahwa Reiza sangat menyayangi adiknya.
Ia juga tak tau harus pergi kemana bersama ibunya. terlintas dipikiran Febri, Ia memutuskan untuk membawa ibunya kerumah kontarakan.
Febri mendapatkan rumah kontrakan yang tidak mahal namun sudah agak buruk. Rumah kontrakan ini seharga tiga ratus ribu rupiah per bulan. Memang rumah baru Febri tidak terlalu besar, hanya rumah tua yang sudah lama kosong. Kamarnya dua, cat rumahnya juga sudah luntur, kemudian Pintu dan jendela rumhnya juga sudah bolong-bolong, bahkan warna atap rumahnya sudah berwarna hitam.
Febri menerima keadaan ini dengan iklas. Karena memang mereka mencari rumah kontrakan dengan keadaan mendadak dan keuangan yang sangat menipis. Rumah ini dulunya ditempati oleh seorang nenek dengan cucunya, lalu nenek itu meninggal, dan cucunya diangkat orang menjadi anaknya. Sehingga rumah ini tak terawat dan barang-barang nenek tersebut masih ada tersisa dirumah itu. Febri pun memanfaatkannya walaupun barang-barang tersebut sudah dipenuhi debu.
“Ma ! nggak papa kan kita tinggal disini ??” tanya Febri.
“Nggak papa Feb, yang penting kita bisa tidur nyenyak dan bisa berlindung dari sinar matahari dan Air hujan Feb !!”
Kemudian , Febri dan ibu salmi dengan cepat memebersihkan rumah itu dan dibantui oleh orang tua angkat dari cucuk nenek pemilik rumah tersebut.
Dulu cucunya ditinggal oleh neneknya ketika ia berumur Sembilan tahun, dan sekarang ia sudah berusia 17 tahun.
Wow sudah lama juga ya berarti rumahnya kosong. Ya apa boleh buat.
Jam sudah menunjukan tepat pukul Sembilan, ia berniat kembali kerumah sakit untuk menjenguk Yudia , namun keadaan yang tak memungkinkan. Ia tak tega melihat mamanya jika sendrian dirumah ini. Oleh sebab itu Febri memutuskan untuk mengurungkan niatnya pergi kerumah sakit. Ia kembali menghubungi Yudia dan meminta maaf karena tidak bisa datang kerumah sakit. Untung Yudia pengertian, jadi perasaan Febri jadi agak lebih lega.
__ADS_1