
Pernikahan adalah pertemuan kedua insan berbeda jenis untuk melangkah kepada sebuah kehidupan yang baik.
Makna pernikahan adalah dua pemikiran yang dipersatukan dalam ikatan cinta kasih yang awalnya berbeda pandangan kemudian menjadi satu visi dan misi seirama untuk menempuh bahtera rumah tangga yang seutuhnya.
Status dan peran suami istri yang telah disandang setelah pernikahan merupakan bentuk jalinan ikatan dan penciptaan sebuah karakter baru dalam menempuh kehidupan yang baru pula.
ย Aura kasihย sayang dalam ikatan perjalananย rumah tangga, suatu wujud kecintaan keduanya dalam menempuh bahtera kehidupan.
Dari kedua insan tersebut akan lahir keturunan pada masa yang akan datang kemudian menjadi pengganti peran orang tua yang lebih baik dari sebelumnya. Setiap keluarga yang akan dibangun memiliki tujuan yang lebih baik dan mulia.
Pada hari itu , Seorang pria yang masih belum diketahui Febri menyelesaikan ijan kabulnya dan sudah dinyatakan sah oleh para saksi. Pak Agus yang menjadi wali, setelah berjabat tangan dengan pria itu merasa bahagia dan sedih. Karena Anak gadisnya sekarang sudah resmi menjadi istri orang dan sudah pindah pula tanggung jawab pak Agus ke pria tersebut.
Tak lama ijab kabul usai diucapakan , Febri diminta untuk keluar kamar dan menuju ke pelaminan dan duduk di samping pria tersebut. Febri masih menganggap dirinya menikah dengan Rio, karena ia tak mengetahui kejadian yang terjadi diluar.
Di dampingi Yudia , Febri berjalan dengan air mata yang membasahi pipinya. Karena ia sudah dinyatakan sah menjadi seorang istri. Ia tak menyangka akhirnya ini semua terjadi pada dirinya.
Febri melihat beberapa orang warga yang duduk di tempait ijab qabul tersebut bersama orang tua nya dan pak penghulu. Ia juga melihat Reiza dan mamanya tersenyum bahagia dibelakang papanya.
Febri juga melihat seorang pria duduk didepan ayah Febri menggunakan baju pengantin dan membelakangi Febri.
Suami Febri sama sekali tak meliriknya, hingga Febri masih menganggap pria itu adalah Rio.
Kemudian Febri duduk disamping pria itu dan ia fokus memandang kedepan melihat mamanya yang meneteskan airmata.
Ketika mau memasang cincin kejari suaminya, Febri tersentak kaget hingga ia melepaskan tangan suaminya yang sempat ia pegang karena mau memasang cicin dijarinya.
"Kenapa Feb ???" Tanya pria tersebut. Para saksi pun kaget melihat aksi Febri.
"Bang Dedri ??? kenapa bisa abang disini ??" Kata Febri.
"Yaa memang dari tadi abang disini !!!" Jawab Dedri.
__ADS_1
"Ini pernikahan ku bang , untuk saat ini jangan bercanda dulu bang!!!" jawab Febri.
"Maaa Rio mana ?" Tanya Febri ke Ibu Salmi yang berada didepannya.
"Febrii !! dia ini la suami kamu. Sekarang kamu sudah sah nak menjadi istri dia!!" Jawab pak Agus.
Febri semakin bingung dan penuh tanda tanya dipikirannya. Ia masih belum mengerti apa maksud dari semua ini. Namun ia tetap menjalankam dan mengikuti ritual pernikahan. Seperti membaca janji pernikahan dan lain lain.
Setelah acara selesai dan para warga menuju kehidangan dan menikmati hidangan yang telah disediakan, Febri langsung mendekati mamanya dan meminta penjelasan yang sebenernya terjadi.
Ibu Salmi pun menjelaskan semua yang terjadi ke Febri. Febri sedikit tersenyum karena ia tak menikah dengan seorang pria seperti Rio. Namun dalam pikirannya timbul tanda tanya yang membuat dirinya penasaran dan ingin segera menanyakannya langsung dengan sang suami.
"Bang kenapa abng bisa menikahi ku ? Fadly kemana bang ?" Tanya Febri.
"Fadly meminta abang untuk segera menikahi kamu Feb." Jawab Dedri.
"Kemana Fadly bang ? kenapa bukan dia yang berada disini!!"
"Penyakitnya kambu Feb, Malah sekarang semakin parah."
"Sebenernya Fadly tidak positif corona Feb, Namun ia malu untuk bertemu kamu Feb , ia meminta agar kamu tidak melihat dirinya lagi. Ia sangat Merasa bersalah dengamu Feb, makan dari itu , Ia meminta abang untuk menikahimu dan bertanggung jawab atas perbuatanny. Abang juga tidak mengerti kesalahan apayang sudah ia perbuat hingga ia sehisteris ini!!!" Jelas Dedri.
Febri berusaha untuk merahasiakan ke Dedri tentang kejadian malam itu. ia membiarka Dedri untuk menerka - nerka ada apa antara Fadly dan dirinya.
"Kenapa tidak Fadly saja bang yang menikahi ku ???" tanya Febri sambil meneteskan airmata.
Dedri langsung menarik Febri dan memeluknya.
"Umur Fadly sudah tidak panjang lagi Feb, Ia tak mau kamu merasakan kesedihan yang begitu berat. Apalagu nanti kamu sudah hamil dan ia sudah tiada, ia tak menginginkan itu Feb. Oleh sebab itu ia meminta aku untuk menikahimu Feb karena keadaanku yang sehat seperti ini."
"Ternyata Fadly malah melepas tanggung jawabnya, Ia tidak bisa berjuang untukku !! padahal aku siap apapun yang akan terjadi padaku. Asalkan aku menikah dengan orang yang sudah mengahncuriku. Aku juga tidak tau apakah aku hamil atau tidak setelah kejadian itu. Setidaknya jika aku hamil, Anak itu kan anak kamu Fad bukan anak abangmu. Jadi aku tidak bingung untuk kedepannya. Jika aku hamil tapi bukan anak Dedri, Semua orang akan bingung termasuk orangtua dan keluargaku, Bahkan jika Dedri tau apa ia siap menerimanya ? semoga saja aku tidak hamil anakmu Fad !! terimakasih ya bang , setidaknya kamu mau berjuang untuk menebus kesalahan adikmu dan menjadi suami sah ku !!" Ucap Febri dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian , Fadly datang bersama orangtuanya dan Rahil yang mendorong kursi roda Fadly. Tampilan Fadly sudah tidak seperti biasanya. Dulu Fadly Rapi , tegap dan berkarisma. Kini Fadly sudah mengurus , lesu, tidak berkarisma.
Sebenernya dilubuk hati Febri yang paling dalam, ingin rasanya ia menghampiri Fadly dengan keadaanya yang seperti itu, namun melihat kejadian yang sudah terjadi, Febri mengurungkan niatnya untuk menghampiri Fadly.
"Febriii !!!" Sapa Fadly yang menghampiri Febri dan Dedri dipelaminan.
Febri tidak merespon sapaan Fadly namun Febri kembali meneteskan airmatanya. Melihat kejadian itu , Rahil pun terus mendorong kursi roda Fadly hingga mendekati Febri.
"Feb Maafkan gue !!!" Kata Fadly.
"Sudah la Fad, Kau Tak Pantas mendapatkan kesedihanku dan air mataku" Jawab Febri.
"Aku sangat mencintai lo Feb!!" Kata Fadly.
"Takkan lagi ku menangis karena cintamu yang ternyata palsu!!!" Jawab Febri
"Maksudnya apa Feb ?"
"Aku tak pernah menyangka mawar putih kau hitamkan, cintaku yang suci kini telah kau padamkan."
"Aku hanya mencintai lo Feb."
"Ibaratnya Bunga melati harum di tangan tiada kau hiraukan, malah kau mengejar bunga bangkai di luaran. Sudah banyak kekecewaan yang ku rasakan Fad." Jawab Febri.
"Maafkan aku Feb!!!"
"Kau sudah ku maafkan Fad, Ku coba melupakan semua yang telah terjadi, dan semua ini kupasrahkan pada Tuhan." Jawab Febri yang terus meneteskan airmatanya.
Fadly pun ikut menetesi airmatanya dengan perasaan yang sangat bersalah. Namun dengan keadaannya yang seperti ini membuat dirinya tidak bisa berbuat apa - apa.
__ADS_1
**Haii Readers ๐๐maaf kan saya yaa baru bisa up cerita , karena akhir - akhir ini saya buat Proposal Penelitian dan persiapan seminar proposal, Biasalah Mahasiswa tingkat akhir ๐๐๐ hehehehe dan alhamdulilah semua sudah saya lalui dan mau menjalankan tahao selanjutnya ๐๐๐
Tetap Support karya saya yaaa ๐๐๐, jangan lupa like , Comment and kasi poin dan bintang 5 ๐๐๐๐**