Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 15


__ADS_3

Malam ini adalah malam paling membosankan dalam hidup Febri. Ia bingung harus berbuat apa , karena kini ia hidup seorang diri. Ayah yang jauh di sebrang pulau sana , Sedangkan Ibu dan Adiknya tinggal di perumahan perusahaan dimana tempat Ibunya bekerja. Febri sudah berulang kali meminta ibunya untuk pulang , namun keadaan yang tidak memungkinkan. Karena memang jarak antara kota Pekanbaru tempat Febri tinggal dengan perusahaan tempat ibunya bekerja berjarak 500 KM. Oleh sebab itu , mamanya pulang ke rumah Pekanbaru jika ayahnya pulang ke Riau.


Febri mengambil album foto yang berada didalam laci meja rias kamarnya. Ia melihat beberapa foto kedekatan antara ia dengan Reiza, yang sering tidur sama , Curhat bareng, bahkan foto ketika mereka SD yang masih mennggunakan kaos dan celana pendek. Foto itu mengingatkan Febri tentang kenangannya dari dulu. Namun ia kembali berpikir. Mengapa kini ia sudah menjauh dari Reiza seperti langit dan tanah.


Febri kembali menutup album fotonya dan kembali menaruknya pada tempatnya. Kemudian ia mengganti bajunya dan memutuskan untuk pergi kerumah Reiza.


"Asalammualaikum !!!" Ucap Febri sambil mengetuk pintu rumah Reiza.


"Hey Feb, apa kabar ? sudah jarang main kemari!!" tanya mama Reiza yang membukakan pintu. "Ayukk masuk!!"


"Ohiya tante , Reiza mana ?" Tanya Febri sambil melirik - lirik sudut rumah Reiza.


"Oh biasa, Reiza lagi jalan sama cowoknya!" Ucap mama Reiza sambil membawakan air minum buat Febri.


"Haa ? cowok ? Sudah punya cowok dia tante ?" Tanya Febri kepo sambil meneguk secangkir minuman tersebut.


"Sudah Feb , sudah sering kesini juga dia , Dan mereka sudah rencana menikah. Jadi Febri belum diberi tau Reiza ?"


"Bahkan kabar ia mau menikah aku sama sekali tidak tau !" Ucap Febri dalam hati.


"Oh iya siapa pacarnya Reiza nte ?" Tanya Febri yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Reiza.


"Namanya Rio Feb!!"


Ketika mendengar nama Rio, Febri langsung menjatuhkan cangkir yang masih ia pegang.


byurrrrr.... cangkir tersebut terjatuh dan airnya membanjiri rumah Reiza... heheh tak pala sampai banjir rumah Reiza, maksudnya airnya membasahi lantai rumah.


"Feb kamu kenapa?" Tanya mamanya Reiza kaget melihat Febri. Ia langsung bangkit dari duduknya dan segera mengambil kain pel untuk mebersihkan air yang tumpah tersebut.


"Tante , biar Febri saja yang membersihkannya." Kata Febri sambil mengambil kain pel dari tangan mama Reiza.


"Rio !! apa kekasihnya Reiza kekasihku juga ?" Pikirnya dalam hati sambil membersihkan lantai yang terkena tumpahan air tadi. Selesai itu , ia mengembalikan kain pel ke dapur.


"Oh iya Feb ,Mungkin kamu butuh istirahat. Kamu langsung ke kamar Reiza saja yaa!" kata Mama Reiza yang mengikutinya ke dapur.


"Oke Tante !!" Ucap Febri yang bergegas menuju kekamar Reiza untuk mencari tau wajah kekasihnya.


Febri langsung membongkar laci meja rias Reiza untuk mencari informasi lebih dalam. Namun ia tak dapat menemukan apa - apa. Ia mendengar suara sepeda motor dari luar.


"Mungkin itu Reiza pulang di antar cowoknya!" Kata Febri yang langsung menuju ke jendela dan melihatnya. Ia dapat melihat Reiza , namun cowoknya terutup oleh sebatang pohon yang berada di depan rumah Reiza.


"Aduhhh sial , kenapa cowoknya tidak nampak yaa!!" Kata Febri merasa kesal. Kemudian ia kembali merapikan laci kamar Reiza yang ia berantaki kemudian ia naik ke tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi dirinya.


Ketika Reiza masuk kekamarnya dan membuka bajunya Febri langsung membuka selimut laluu "Surpriseeee!!"


"Loh Feb, kamu ngapai kemari ?"


"Pasti kau rindukan momen - momen kebersamaan kita ?" Kata Febri.


"Sekarang angkat kaki mu dari kamar ku!!" Pinta Reiza.


Febri terdiam sejenak lalu ia bangkit dan mendekati Reiza.


"Aku rindu sama kamu Rei, Izinkan aku tidur disini. Malam ini aja, Plisss!!"


"Yaudahhh ! khusus malam ini aja . dann kamuu tidak boleh ganggu aku ! paham ?"

__ADS_1


"Ok Rei!!"


Reiza langsung mengganti bajunya dengan baju tidur kemudian ia duduk di meja riasnya sambil membersihkan wajahnya dari make up.


"Oh iya Rei, Tadi aku dengar kamu mau menikah ? ia bener Rei ?" tanya Febri yang duduk di tempat tidur Reiza.


"Bener!!"


"Kok kamu ngggak ada cerita ke aku Rei ?"


"Idihhhh emang penting yaaa aku cerita ke kau?" Jawab Reiza dalam hati.


"Kan baru rencana, belum nikahnya!"


"Ohiya , Kata mama mu , kau mau nikah sama Rio??"


"Iyaa!!"


"Rio siapa Rei ?" Tanya Febri dengan mata berkaca - kaca.


"Yang pasti bukan kekasih mu?"


"Bener itu Rei ?" Tanya Febri meyakinkan.


"Ingat ya Feb , namanya Rio didunia ini ada banyak , bahkan lebih dari seribu nama Rio didunia ini!"


"Kenapa aku bahas nama Rio tatapan Reiza sudah lain gitu yaa!" Tanyanya dalam Hati


"Aku berharapnya gitu Rei!"


"Yaudah ya Feb , aku capek , aku mau tidur !" kata Reiza yang naik ke tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.


"Febb kau curiga kan sama aku ? udah berapa kali harus aku bilang sama mu!" bentak Reiza yang terduduk dari tidurnya.


"Nggak salahkan aku tau siapa pacar mu ? kamu tuh sahabat akuuu !" jawab Febri dengan nada tinggi.


"Pergi sekarang juga dari rumah kuu ! PERGIII !!!" Bentak Reiza sekali lagi.


Febri segera mengemas barang - barangnya kemudian pergi meninggalkan Reiza sambil menangis. Reiza mengikuti langkahnya hingga keluar rumah.


"Ingat ya Feb , jangan pernah usik hidup ku lagi!!!" kata Reiza.


"Eh eh ada apa ini ?" Tanya mama Reiza yang masih menonton tv di ruang tengah. Namun Febri tak menghentikan langkahnya.


"Febri mah , aku di tuduh merebut pacaranya. Padahal Pacar dia sama pacar ku berbeda!!".


Tepat pukul 21.00 WIB.


Febri masih berjalan menyelusuri jalan. Cuaca malam ini ikut bersedih seperti dirinya. Angin malam berhembus begitu kencang dan kilat - kilat petir mulai mewarnai langit malam. Bulan dan para bintang bersembunyi dibalik awan mendung hingga hanya Kilat petir yang tampak dilangit malam ini. Febri mempercepat langkah kakinya dan segera menuju halte terdekat. karena di halte alhamdulilah ada atapnya. Jadi jika hujan turun , Ia tidak akan terkena air hujan.


Apa yang dalam pikiran Febri bener terjadi . Hujan yang begitu deras turun membasahi bumi. Entah ini sebuah rezeki dari tuhan atau bumi ikut menangis atas kejadian Febri hari ini ?


Febri terus meneteskan airmatanya, dan berdiri di tengah - tengah halte. Kemudian ia melihat seorang pria menggunakan jaket kulit mendekatinya.


Kemudian pria itu berdiri tepat di samping Febri. Febri tetap berpikir positif dan ia memberanikan diri untuk bertanya pada bapak tersebut.


"Bapak ngapai disini ?" Tanya Febri yang tetap memandang ke depan tanpa melihat bapak tersebut.

__ADS_1


"Laaa neng sendiri ngapain disini ?"


"Saya nunggu hujan reda! kalau bapak ?"


"Saya mau merampok !!"


"La bapak mau merampok siapa ? kan cuma ada kita berdua disini!!"


"Ya berarti saya mau merampok eneng laa!!"


"Bapak mau ngambil apa dari saya?"


"Mau ngambil uang neng laa!!"


perlahan - lahan Febri mengambil ponselnya dari tas dan meletakkan di selipan celananya. "Ini pak ,Ambil saja apa yang ada di tas ini!!" Kata Febri sambil menyerahkan tasnya. Namun ia tetap tak memandang perampok tersebut.


Perampok itu langsung mengambilnya dan memeriksa tas Febri. Ia menemukan sebuah dompet dan langsung ia buka.


"Ini isinya mana ?" Tanya perampok itu yang membuka dompet Febri dan memperlihatkannya.


"Kalau saja saya ada uang pak , saya dari tadi sudah pulang naik Taxi. Dari tadi banyak Taxi lewat disni!"


"Yaudah , Ponsel kamu mana ?" Ucap perampok tersebut sambil membuang tas beserta dompet Febri.


"Kalau saya ada ponsel , saya sudah dari tadi menelpon pacar saya untuk menjemput saya disini pak!!"


"Jadi kamu punya apa ?" Bentak perampok tersebut.


"Saya tidak punya apa - apa pak , Bahkan hati yang saya punya sudah dihancurkan oleh oranggg lainn pak ! aaa..aaaaa...aaa.." Ucap Febri sambil teriak nangis kuat.


"Eee.. uda diam - diam !!"


Febri terus - terusan teriak dengan tangisnya karena ia bingung harus melakukan apa lagi.


"Bahh macam mana pulak anak ini malah nangiss !!! heee diam kau!!" Ucap perampok yang mulai pusing.


"Ohiya , Paling tidak kamu masih punya rahim kan ? saya akan menitipkan anak ke rahim kamu untuk kamu jaga selama sembilan bulan dalam kandungan mu!!" Kata perampok tersebut. Febri diam sejenak dan ia langsung lari sekuat - kuatnya meninggalkam perampok itu. Namun perampok tersebut mengejarnya dan menjegal Febri hingga terjatuh.


"Kau mau lari kemana haa ?". Perampok tersebut langsung menarik kepala Febri dan menarik rambutnya hingga Febri terseret. Febri meraih kayu yang didekatnya dan memukulnya ke perampok itu, Namun sangat disayangkan , pukulan Febrti tak mengenai perampok itu.


Perampok itu tetap melakukan perlawanan dan menampar Febri.


"Aaaaa... Persetann!!" Ucap Febri setelah di tampar dan ia melakukan perlawanan. Ia mendorong perampok tersebut hingga terjatuh. Febri berlari kembali dan ia tersandung. Dan ini saatnya Perampok tersebut menimpahi Febriii


"Aa....aaaa..aaa !!" Teriak Febri


"Hee ..neng kenapa ?" Tanya Bapak tersebut yang berdiri di sampingnya. Ternyata dari tadi Febri hanya menghayal yang tidak - tidak mulai dari bapak tersebut berdiri di sampingnya.


"Bapak mau memperkosa saya ?" Tanya Febri ketakutan.


"Haaa ? tentu tidak ! saya juga punya anak gadis neng. Nggak mungkin laa saya menghancurkan anak gadis orang. bagaimana pun karma tu tetap berlaku neng!! Tapi kalau neng mau nggak papa!" Jawab bapak tersebut sambil tertawa.


"Isss ogahhhh!!"


Febri merogo selipan celananya untuk memeriksa ponselnya ia kaget karena tidak ada ponsel dalam selipan celananya. ia langsung melirik bapak tersebut. namun ia sadar bahwa ia memegang tas. Ia pun melihat tasnya ternyata ponselnya berada didalam tas nya beserta dompetnya.


"Aduhhh ... ternyata dari tadi aku berkhayal!" Kata Febri dalam hati.

__ADS_1


Ia pun bergegas menaiki busway yang berhenti tepat di halte tersebut dan pulang menuju kerumahnya.


__ADS_2