
Kehidupan diibaratkan seperti air yang mengalir dari satu tempat ketempat lain. Mengalir dari tempat yang paling tinggi menuju ketempat yang paling rendah. Walaupun terlihat sederhana, namun itu bukanlah akhir dari perjalanannya. Justru itu awal dari perjalan yang baru. Perjalanan air menguap naik keudara dan menjadi awan, kemudian turun dan kembali lagi membasahi tanah dalam hujan.
Betulkah ??? kehidupan akan terus berlanjut dalam suka ataupun tidak suka. Sebab semua masalah bukan akhir dari kehidupan melainkan akhir dari kehidupan seseorang adalah kematian.
Seminggu kemudian Febri kembali datang ke RSUD untuk mengecek kembali informasi tentang Fadly. Jawaban Dedri membuat tanda tanya besar di pikiran Febri. Ada apa yang terjadi sebenernya. Mengapa harus ada yang di tutupi.
"Mbak , mau tanya korban atas nama Fadly sebenernya sakit apa yaa ?" tanya Febri ke salah satu receptionis RSUD.
"Tunggu sebentar ya mbak !!!" Kata Receptionis tersebut sambil mengecek datanya.
"Korban yang namanya Fadly kan dirahasiakan datanya. ia dianggap Positif corona, Maaf aku tuhann. Aku harus berbohong!!!" ucap receptionis tersebut dalam hati.
"Maaf mbak , Itu salah satu korban positif corona!!" Kata receptionis tersebut.
"Oh, Makasih ya mbak !!" ucap Febri. Lalu ia pergi menuju ke rumah Fadly menggunakan taxi.
"Aku harus mencari kemana pun engkau pergi Fadd !!!" kata Febri.
"Siapa pun lelaki yang sudah menyentuh ku , maka ia la yang harus menikahi kuu dan menjadi suami kuu !! Aaaaaaaa!!" Ucap Febri geram mengingat kejadian malam itu.
Tak lama kemudian , Febri sampai kerumah Fadly namun rumah itu tertutup rapat seperti tanpa penghuni. Febti tetap memutuskan untuk mengetuk pintu karena ia yakin bahwasanya ada orang di dalam rumah tersebut.
Berulang kali mengetuk pintu dan memencet bel, Namun itu semua tidak ada hasilnya , Tak ada satu pun orang yang keluar dari dalam rumah.
"Apa yang harus aku lakukan lagi??" Ucap Febri sambil berjalan meuju kursi yang tersedia didepan rumah Fadly.
"Apaa aku nunggu disini saja yaa ? sampai mereka pulang ? Oke sipp aku akan menunggu mereka disini." Kata Febri. Febri merasa lelah hingga akhirnya ia tertidur dari lamunannya.
Waktu terus berputar tanpa ada yang menghalangi. Jam tepat menunjukan pukul 18.16 WIB, Febri terbangun dari tidurnya setelah mendengar seorang Muadzin mengumandangkan Adzan magrib.
"Astagfirullahh !! hari sudah magrib. Tapi sampai sekrang keluarga mereka satu pun tak kunjung datang ? aduhhh ada apa sebenernya ini ? mengapa begitu sulit memecahkan teka - teki ini ?" Kata Febri.
Namun Febri tak menyerah sama sekali, ia memutuskan pergi kerumah nenek untuk mencari Fadly. Ia kembali memesan ojek online agar mengantarkannya kerumah nenek.
"Asalammualaikum !!" Ucap Febri sambil mengetuk pintu rumah nenek.
Sama saja , tak ada yang menjawab salam Febri dan membukakan pintu dari dalam rumah. Febri langsung terduduk lemas didepan pintu rumah nenek.
__ADS_1
"Kemanaa mereka semua ?? segitu hinanya diriku ? kenapa ini semua terjadi dengan kuu!!" Ucap Febri dalam hati.
Akhirnya Febri menyerah , Ia memutuskan untuk pulang kerumahnya. sembari menunggu ojek online datang ,tiba - tiba datang tetangga nenek dan menghampiri Febri.
"Neng , kamu ngapai duduk disini??" tanya tetangga nenek.
"E !! Ehh buk. Ibu tau nggak kemana perginya penghuni rumah ini?" Tanya Febri sambil mengelap airmata yang mengalir dipipinya.
"Ohhh , Nenek ini pergi kerumah sakit. Dengar - dengar ,cucunya sakit parah dirumah sakit. uda satu hari ini laaa nenek dan ART nya nggak pulang." jelas ibu tersebut .
"Apaaa sakit parah ? aku jamin pasti Fadly yang sakit parah!!" ucap Febri dalam hati.
"Kira - kira dirumah sakit mana ya buk ?" Tanya Fadly.
"Oo kalau rumah sakitnya ibu kurang tau neng." jawab ibu tersebut.
"Ya allah !! kemana saya akan mencarinya buk ?" Tanya Febri.
"Ohiya , Nama neng siapa ?" tanya ibu tersebut.
"Apaa ? Febri ?" Tanya ibu tersebut kemudian ia lari ketakutan.
"Laaa bukk !! bukk !!!" Ucap Febri heran. karena penasaran , Febri berlari mengejar ibu tersebut.
"Kemana pergi nya ibuk tadi ? Kenapa ia lari ketakutan yaa setelah mendengar namaku Febri ?" pikir Febri dalam hati
"Apa yang sebenernya terjadi ? semakin sulit untuk dipecahkan teka - teki ini !!" kata Febri.
Kemudian Ojek online pesanan Febri datang dan ia memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Jam sudah menunjukan tepat pukul 22.00 WIB, Febri semakin lemas hingga ia terjatuh pingsan didepan pintu.
Tak lama kemudian , Febri tersadar dari pingsannya dan ia sadar bahwa ia sudah berada didalam kamarnya.
"Feb !! kau dari mana saja ?" tanya Yudia yang sudah berada dihadapannya.
Febri tak menjawab apa - apa melainkan ia hanya meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Aku dan Dedri dari tadi sore sudah disini, nunggui kamu datang. Tapi kamu tak kunjung datang. Heran aku sama mu!! kenapa kamu pergi begitu lama , kata mamamu dari tadi pagi ?"
"Apaaa ? Dedri ?" kata Febri kaget sambil bangkit dari tidurnya.
"Sekarang mana Dedri ?" tanya Febri.
"Sekarang dia kembali ke rumah sakit Feb. katanya Fadly sakit parah karena terserang virus corona ni !" jelas Yudia.
"Rumah sakit mana Yud??" tanya Febri.
"Ehhh kalau itu aku nggak tau Feb , yang pasti tadi dedri kemari mencari mu. karena kau nggak datang juga , jadi dia banyak ngobrol sama mama mu emang kau dari mana sih ??"
Febri pun menjelaskan ke Yudia kejadian malam itu hingga alasan ia baru pulang jam segini.
Yudia tersentak kaget mendengarnya , Yudia merasa nggak percaya kalau Febri mau melakukan hubungan seperti itu.
"Jadi kamu hamil Feb?" tanya Yudia.
"Enggak tau Yud !! aku berharapnya sih enggak !!" jawab Febri.
"Sudah lahh , itu tandanya keluarga Fadly merahasiakan kehadiran Fadly ke kau Feb !!! jangan dikejar lagi."
"Tapii Yudd !! aku sudah dihancurkan Fadly Yuddd ! dia harus bertanggung jawab atas ini semua!!" Jawab Febri sambil menangis terus - terusan.
"Kalau kau tidak hamil, mulai jalankan hidup mu yang baru. Lupakan semua masalahmu !!!" kata Yudia.
Febri tak bisa menjawab apa pun , ia hanya bisa pasrah dan menyerahkannya semua kepada tuhan.
"Jika ia takdir mu , Ia akan datang lagi menemui mu. Namun ,Jika ia malah petaka buat mu, Ia akan pergi menghilang dengan kesalahannya. Ia akam mendapat balasan dari perbuatannyan Feb." Kata Yudia.
"Faddd , berikan aku hatimu , Berikan aku cinta mu , Jangan biarkan aku tersesat dalam kerinduan ,Engkau la detak jantung ku , mengalir dalam nadiku , engkau jawaban dari doa - doa ku Fadd. Ku pasrahkan cinta dalam hidup ku hanya kepada mu Faddddd!!!" Ucap Febri dalam hati sambil menangis.
Yudia tidur disamping Febri , sedangkan Febri , Hanya menangis dan terus menangis.
"Yudia kan pernah dekat sama Fadly, Apa dia pernah disentuh Fadly juga ?" tanya Febri dalam hati.
Akhirnya, Febri tertidur karena ia kelelahan dan pusing karena menangis terus.
__ADS_1