
Febri dan Yudia pergi untuk kesekian kalinya kerumah Fadly, Dengan tujuan yang sama seperti biasanya.
Untuk kesekian kalinya, Rumah Fadly tetap kosong tanpa penghuni sama sekali. Febri Tak putus asa, Ia tetap setia untuk menunggu dirumah Fadly berjam - jam.
"Feb, Sepertinya rumah ini kosong dan nggak akan ada orang kemari!!" Kata Yudia.
"Ada yang mau aku pertanyakan dengan mu Yud!!" Kata Febri.
"Apa tu Feb??"
"Kau pernah enggak disentuh sama Fadly ? kan kau pernah dekat juga kan sama Fadly ?" Tanya Febri serius.
"Jarang si Feb, Selalu aku terus yang nyentuh dia, paling dia mau ku sentuh tanpa penolakan ketika ada kau saja Feb!!" Jawab Yudia polos.
"Eeee eh , bukan itu maksud aku Yud, Maksud aku melakukan Hubungan haram yang seperti aku lakukan sama Fadly !!" Kata Febri.
"Ya allah , amit - amit jambang bayi Feb. Jangan sampai aku melakukan hubungan itu ! aku hanya mau melakukan seperti itu ketika sama suami sah ku kelak Feb!!"
"Aku yang terlalu bodoh Yud, dengan mudahnya aku kasi keperawananku Unutuk nya!!" Jawab Febri yang kembali meneteskan airmata.
"Ssssttt !! jangan disesali, cukup dijadikan pelajaran buat kedepannya Feb !! lagian nikmat juga kan ? udah jangan diingat lagi. Cukup dirasakan hhahahaha." Jawab Yudia yang berusaha membuat Febri tersenyum kembali.
Tak lama kemudian, Ibu Salmi meminta Febri pulang melalui via telepon untuk mempersiapkan diri karena akan datang seorang pria yang akan melamarnya. Tak bisa menolak, Febri mengikuti semua permintaan sang mama untuk kembali pulang.
Hari ini tepat hari dimana seorang pria menjanjikan akan datang kerumah Febri untuk melamar Febri menjadi Istrinya. Walaupun dirahasiakan sang mama, Febri sama sekali tak kepikiran bahwa yang akan datang adalah orang yang pernah ia kenal dan dekat dengannya. Febri malah yakin bahwa yang akan datang untuk melamarnya adalah Fadly.
Febri dan mamanya mempersiapkan sesuatu untuk kedatangan calon suami Febri. Mereka memasak masakan yang lezat dan membersihkan rumah.
Tok…tok…tok suara ketukan pintu terdengar. Febri dan mamanya yang sudah menunggu kedatangan calonnya Febri di ruang tengah, tersentak kaget mendengar suara ketukan pintu tersebut. Jantung Febri sudah berdebar kencang karena sudah tidak sabar melihat orang dibalik pintu tersebut. Ia sangat berharap orang yang berada dibalik pintu tersebut adalah Fadly. Ia sudah tak bisa menahan rasa rindu yang ia tanggung selama ini tanpa ada kabar sedikit pun. Perlahan-lahan Febri membukakkan pintu rumahnya.
“Surpriseeee!!” kata seseorang ketika pintu sudah terbuka lebar. Ternyata orang yang datang adalah Yudia dengan membawa sekotak kue ditanganya.
“Yahhhh kau nya ternyata Yud, aku pikir siapa, Kok cepet kali sampai kesini ? kan baru aku antar pulang kau !!” kata Febri legah setelah menahan rasa deg-degan yang tidak karuan.
“hay tante!!” sapa Yudia sambil menyelonong masuk kerumah Febri tanpa ada dipersilahkan masuk. Yah memang sepeti itu Yudia ketika ia sudah dirumah Febri menganggap rumah Febri sebagai rumahnya.
Kemudian ia menyium tangan Ibu Salmi dan duduk disampingnya.
“Oh iya tante, kira-kira siapa sih yang bakal melamar Febri ??” Tanya Yudia.
“Kepo loh Yud!!” kata Febri sambil duduk dan melemparkan boneka bantal kearah Yudia.
“Hahaha,, kamu mau tau aja apa mau tau banget??” kata Ibu Salmi.
“Idihhhhh si tante, itu bahasa Zaman kapann ? sudah nggak zaman lagi kaleeee!!” kata Yudia asal ceplos saja.
Mereka semua terawa terbaha-bahak sambil menunggu calonnya Febri datang.
"Oh iya tentee, tante jadi meninggal dalam waktu dekat ini ??” Tanya Yudia polos.
“He Yudiaaa, mulut mu!!” sekak Febri. Ibu Salmi langsung terdiam ketika mendengar pertanyaan yang terucap oleh Yudia.
“Aduhhh kok malah mellow gini ! sellow dong ! itu hanya gurauan saja!!” ucap Yudia.
“Stop..stoppp ! sebaiknya kita diam sampai calonnya Febri datang!!” kata Ibu Salmi dengan raut sedih.
Tak lama kemudian tiba-tiba Rio datang dan masuk kerumah Febri karena memang pintu tidak ditutup dan dibiarkan terbuka begitu saja ketika Yudia datang. Yudia dan Febri kaget melihat Rio datang kerumahnya.
“ngapain kau kemari ??” Tanya Febri dengan nada suara yang agak keras dan raut muka yang sensitif.
__ADS_1
“Iya betul ngapain ko kemari ??? playboy mellow matre kuadarat!!” sambung Yudia.
“Febri, kamu bisa tenang ! Yudiaaa, kamu bisa diam !” ucap Ibu Salmi dengan tegas.
Kemudian Febri dan Yudia kembali duduk karena mereka sempat berdiri refleks melihat kedatangan Rio. Lalu Rio mendekat dan duduk didekat mereka semua.
“Febri, aku kesini mau minta maaf sama kamu !! dan aku kesini mau melamar kamu untuk jadi istri ku!”kata Rio.
Kemudian Yudia langsung memotong pembicaraan Rio. “Hey play boy kadal, Febri sudah punya calon dan sebentar lagi calonnya datang, hushhhh!!”
“Yudiaaaaa…. Kamu kalau tidak bisa tenang kamu bisa tinggalkan rumah ini sekarang!!” kata Ibu Salmi.
“Apa ??? jadi tante mengusirku demi lelaki kurap ini?? Tante bercanda kan??” ledek Yudia.
“Tidakkk, cepat kamu sekarang pergi dari sini!!” ucap Ibu Salmi marah yang menunjuk arah pintu kemudian buang muka dari Yudia.
Yudia kaget melihat sikap Ibu Salmi yang mendadak menjadi antagonis gitu. Ia langsung keluar dari rumah Febri namun ia tak langsung pergi, melainkan ia sembunyi disebalik pintu rumah Febri. Rio pun tersenyum puas melihat adegan ini.
“Mama!!” kata Febri.
“Diam kamu Feb ! jadi bagaimana jawaban kamu ??? Rio datang kesini dengan niat yang tulus!!” Ucap Bu Salmi.
“Tapi maa ! Rio ini penipu!”
“Iya Feb, aku benar penipu! Tapi aku akan merubah semua sifat buruk aku demi kamu Feb. aku mau memperbaiki hubungan kita Feb. Toh kamu sekarang sudah miskin kan ? apa yang mau aku kejar selain niat yang serius ?” sambung Rio.
“Enggak.... enggak!!” teriak Febri kemudian ia berlari menuju kekamarnya. Lalu Ibu Salmi mengejar Febri yang belari menuju kekamar. Febri menangis di tempat tidur dengan posisi telungkup dan seluruh badannya ditutupi dengan selimut tebal dan kepala yang mengarah kebantal.
“Sayang ! kamu mau menunda perniakahan kamu ?? kamu mau mama tidak bisa menyaksikan pernikahan kamu kelak jika diundur-undur terus ? kamu tau kan Feb kalau mama sudah tidak bisa lama-lama lagi menahan hidup mama ?” ucap Ibu salmi sambil membelai Febri.
"Maaa !! aku akan buka hati buat lelaki manapun sekalipun ia duda beranak enam. Tapi aku tidak bisa membuka hatiku untuk menerima Duda itu ma !!" Jawab Febri.
“Kamu terima ya rio !!! demi mama nak.”
Rio dan Febri direncanakan akan menikah satu bulan kedepan. Febri juga dikasih waktu selama 20 hari untuk kembali belajar mencintai Rio.
Febri hanya bisa pasrah dan tidak bisa menolak permintaan mamanya. Ia betul-betul memikirkan kondisi mamanya yang sudah divonis umur hidupnya sudah tidak lama lagi karena memang penyakit yang diderita mamanya sudah begitu parah. Sudah tidak ada lagi pertimbangan bagi Febri, hingga Febri mengikuti bagaiamana kelanjutannya saja.
“Whattt ?? no no no tante, tidak bisa tante, Febri sedang menunggu pangerannya datang!” Ucap Yudia yang tiba tiba muncul dan masuk kerumah Febri lalu mendekati Ibu Salmi.
“Tante !!! tante nggak boleh egois ! itu sama saja tante memaksakan kehendak tante!!” Sambung Yudia.
“Kamu bisa pergi ??? pergi kamu!!” bentak Ibu Salmi.
“Bahhh santai tante, nggak usah bentak-bentak juga ! sampek keluar gitu semua ototnya. Nanti kalau dah mati baru bingung!!” kata Yudia sambil kabur dari rumahnya Febri. tapi ketika ia kabur, ia terkena lemparan selop dari Ibu Salmi yang kesel dengan ucapan Yudia.
"Aku tau mana yang terbaik buat anakku!!" kata Ibu Salmi dalam hati.
***
Febri tampak gelisah. Ia kelihatan sangat kurus dan pakaiannya juga sangat lusuh. Rambutnya dibiarkan tergurai berantakan. Matanya yang bengkak dan memerah akibat air mata yang terus mengalir. Febri sangat tak menyangka ini terjadi. Rasanya baru dua hari ia ditinggalkan Rio, kini ia sudah kembali lagi. Bahkan kini ia menjadi calon istri seorang penipu. Hari hari yang telah ia lewati menunggu Fadly menjadi sia-sia ibarat menanam jagung dan merawatnya hingga berbuah namun buah tersebut tidak dinikmati pemilik jagung tersebut tapi dicuri dan dinikmati oleh seekor monyet liar.
Apa yang diharapkan Febri kini benar-benar berbalik arah. “Haruskah aku menantimu hingga dibatas waktu ku ? kemana aku mencari tau ? apakah cintaaaa kau kan ku miliki??” kata Febri yang masih mengharapakan Fadly datang sebelum acara pernikahannya tiba.
Hari ini Febri dijadwalkan oleh mamanya untuk dinner dengan Rio. Mengulang kisah – kisah romantis yang dulu pernah ada. Febri sama sekali tidak bisa membantah permintaan mamanya melihat kondisi mamanya yang kurang sehat.
Tepat pukul 19.30 wib Rio sampai kerumah Febri menggunakan mobil mewah berwarna merah. Rio menggunakan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja berwarna merah dan ditambah celana jeans berwarna itam. Rio juga membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Febri masuk kedalam mobil. Kemudian Rio mengendarai mobilnya menyelusuri jalanan menuju ke restoran termewah di pekanbaru.
Sepanjang jalan Rio selalu mengajak ngobrol Febri namun Febri tidak sama sekali menjawab omongan Rio.
__ADS_1
Ketika sudah sampai diparkiran restoran, Rio kembali membukakan pintu mobil dan menuntun Febri turun dari mobil. Walaupun sempat menolaknya, tapi akhirnya Febri luluh untuk dituntun Rio.
Walaupun sudah disakiti oleh Rio dan Febri sempat melupakan semua masalah yang telah terjadi, Febri tetap mempunyai rasa dengan Rio walaupun hanya empat puluh lima persen lagi. Karena ketika Febri dilepaskan oleh Rio, Febri sangat mencintai Rio dan mengharapak bisa menikah dengannya.
“Kamu mau pesan makan apa Feb ??” Tanya Rio sambil melihat menu-menu makanan.
“Aku nggak mau makan. Nggak lapar!” jawab Febri cuek.
“Tujuan utama kita kemari untuk makan ! kok malah kenyang??” Kata Rio.
“Terserah!!” Jawab Febri.
“Jadi kau mau makan apa ?”
“Nggak tau.”
“Kok nggak tau ??”
“Iihhh ya nggak tau lahhh ! banyak amat sih tanya mu !”
“Jadi mau kamu apa Feb ??” bentak Rio sambil memukul meja
“Terserah la ya ko mau bagaiamana ! kalau ko masih kayak gini juga aku akan membatalakan pernikahan kita!” Sambung Rio.
“Ya malah bagus ! batali aja.” jawab Febri.
“Ok ! biar kamu lama lagi nikahnya dan mama kamu keburu meninggal duluan!!”
“Apa maksud kamu ngomong seperti itu ?” Tanya Febri.
“Kamu pikir mama kamu akan kuat untuk bertahan hidup dengan waktu yang agak lama ?? dan kamu pikir Fadly pacar tersayang kamu akan datang menemui kamu ??”
“Fadly akan datang menemuiku!”
“Terserah lo yaa mau nya bagaiamana ! kalau gitu aku batali semua rencana kita!” kata Rio sambil pergi meninggalkan Febri.
Febri hanya terdiam dan kepikiran dengan mamanya “Kalau gue tidak menikah dengan Rio, lalu aku akan menikah dengan siapa ? apa mungkin Fadly datang dalam waktu dekat ini ?? rasa ku tidak ! aku harus menahan Rio!!" pikir Febri dalam hati
“Rioooooooo!!” teriak Febri sambil mengejarnya. Kemudian Rio hanya menolehnya dan membiarkan Febri mengejar dan meraihnya.
“Rio maafi aku ! sekarang aku akan memberikan hatiku, rasa percaya aku semuanya hanya untuk kamu. Aku mau menjalin hubungan yang serius sama kamu!”
“kamu serius Feb ??” tanya Rio lalu memegang kedua tangan Febri dan menatap kedua bola mata Febri.
“Setelah aku pikir – pikir demi mama aku, aku serius untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan kamu Rio.” jawab Febri walaupun memang berat untuk diungkapkan.
Lalu mereka berdua kembali kemeja dan melanjutkan dinnernya. Febri akan belajar kembali mencintai Rio. Menerima segala kekurangannya dan melupakan semua masalah yang telah terjadi.
"Haa !! kan gini enak , setelah kita menikah tak kubiarkan diri ini lelah mencari uang. Aku akan duduk santai dirumah dan membiarkan wanita ini bekerja dan menjadi kepala keluarga !! Hahahahah!!" Kata Rio dalam hati.
Mereka sudah merencanakan akan melangsungkan pernikahan pada bulan depan karena memang banyak yang harus dipersiapakan sebelum hari pernikahan. Dari mengurus surat menyurat ke kantor urusan agama, mengurus biaya konsumsi, belum lagi sewa WO dan lain lain. Semua harus dipikirkan dan dilaksanakan secara mateng.
Keesokan harinya, Febri dan Rio sibuk mengurus untuk pernikahannya. Mereka juga memilih baju pengantin yang akan digunakan esok.
Gaun yang dipilih Febri emang sangat cocok di pakai Febri dengan nuansa sangat indah yang didesain langsung oleh designer terkenal di pekanbaru.
“Bagaiaman Fad ?? aku cocok tidak pakai gaun ini ??” kata Febri sambil membolak balikan tubuhnya yang sedang memakai gaun pengantin.
“Apa ??? Fad ??? jadi kamu belum bisa melupakan lelaki itu ?” Bentak Rio.
__ADS_1
“Kamu ini apaan sih Rio ??? bukan berarti aku mau menikahi kamu aku bisa dengan segampang itu melupakan lelaki yang aku cintai!” Jawab Febri.
Rio hanya mengangguk saja mengerti akan hal itu dan kembali memilih baju yang akan digunakannya esok dipelaminan.