
Matahari sudah sampai diakhir perjalannya, senja akan berakhir dan malam akan segera tiba. Febri dan Fadly kebangun setelah mendengar suara adzan magrib berkumandang.
Fadly langsung bergegas mencuci muka, kemudian ia berangkat ke mesjid. Begitu juga dengan Febri, Febri juga langsung mandi dan juga melaksanakan solat dirumah. Mereka berdua menjalankan kewajiban sebagai umat islam. Setelah magrib selesai, Fadly tidak pulang kerumanya, melainkan ia kembali kerumah Febri dari mesjid.
Fadly tidak tertarik untuk pulang kerumahnya. karena memang dirumahnya kosong tidak ada siapa pun. Kakaknya sedang keluar kota, Sedangkan orang tua Fadly berada dirumah nenek. Oleh sebab itu Fadly hanya pulang kerumah nenek seminggu sekali bahkan mencapai dua minggu sekali karena virus corona sudah menyebar.
“Feb, gue bolehkan bermalam disini ??” Tanya Fadly yang ingin bermalam dirumah Febri.
“Tentu boleh, kenapa tidak?” Jawab Febri.
Uhuk-uhuk suara batuk ibu Salmi terdengar dari kamar.
“Fadly aku kekamar mama dulu ya!!” Kata Febri.
“Ok Feb” kata Fadly.
Febri bangkit dari duduknya dan menuju kedapur untuk mengambil air minum , kemudian memberi ke mamanya.
“Ma,,, ini minum dulu air hangatnya!!” Kata Febri.
Kemudian ibu Salmi kembali memejamkan matanya. lalu Febri kembali menemui Fadly.
“Bagaiamana mama kamu Feb ??” Tanya Fadly.
“Nggak tau Fad, kayaknya mama sakit ! Tapi belum parah laaa!!”
“Ayo kita bawak mama kamu kerumah sakit ! mumpung belum parah.”
“Tidak usah lah Fad, nanti biar aku beli obat diwarung saja. Kamu tuh lebay ! sakit sikit kerumah sakit.” Sindir Febri.
“Iya kan biar tidak terjadi apa-apa Febriiii. Perut gue laper nih, kita cari makan yuk!” ajak Fadly.
“Hems, kita tida usah cari makan, biar aku masak. Kamu mau makan apa ??” Tanya Febri.
“Nasi Goreng Feb!! kan nggak repot tuh buatnya !”
“Ok !!aku kewarung dulu yaaa beli ayamnya.” ucap Febri lalu pergi keluar rumah menuju ke warung.
"Feb tunggu, gue mau ikut!!” kata Fadly sambil mengejar Febri. Mereka berdua menuju kewarung, Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Febri.
“Buk, telornya sepuluh ribu yaaa. Fad kamu mau jajan enggak ??” Tanya Febri.
“Gue mau ini,ini,ini,ini !!!” Kata Fadly sambil mengambil banyak makanan diwarung sampai tangannya tak bisa memegang jajan lagi karena sudah kebanyakan.
“Fadly !! kamu ngambilnya banyak amat ! aku mana ada uang!” Tegur Febri.
__ADS_1
“Ini neng telornya!!” kata pemilik warung tersebut sambil memberi kantong pelastik hitam ke Febri yang berisi telor.
“Loh buk, telor sepuluh ribu lima ya ?? biasa nya tujuh!!” kata Febri sambil mengecek jumlah telur yang ada didalam kantong pelastik.
“Iya neng, harga telur naik, kata nya sih gara-gara piala dunia!!” Kata Penjaga warung tersebut.
“Apa ?? piala dunia ? apa hubunganya buk?" Tanya Febri bingung.
“Nggak tau juga neng, di sosmed banyak yang ngabari berita seperti itu!!”
“Ahahahaha ada-ada saja ibuk nih. Kamu uda Fad jajannya ? bisa dikurangi lagi nggak ?? hehehe biasa laa, aku harus ngirit!!” Kata Febri.
“Lo aja yang ambil jajan apa yang lo ingin, biar gue yang bayar. Ini buk dihitung!” kata Fadly sambil memberi jajan yang ia pegang ke pemilik warung.
“Cepat ambil, apa yang lo mau??” Tanya Fadly.
“Kamu aja lah, aku lagi nggak pingin jajan!!” kata Febri.
Fadly kembali mengambil jajan dalam jumlah yang sangat banyak dan beda-beda macamnya.
“Berapa mbak semuanya ? sama telornya juga!” kata Fadly.
“Astagfirullah Fadly, kamu mau jajan atau mau jualan ??banyak amat!! ” ucap Febri kaget melihat Fadly mengambil jajanan dalam jumlah banyak.
Kemudian Fadly mengeluarkan dompet dari saku celananya dan mengambil uang seratus ribu rupiah lalu dimemberinya kepemilik warung tersebut.
“Apa ?? enam puluh tiga ribu ???” ucap Febri kaget
“Buk jajanya dikurangi aja , genapi aja jadi tiga puluh ribu!!” kata Febri.
“Enggak-enggak buk, biarkan saja segitu jajannya buk!” kata Fadly.
“Fadly, kamu tidak boleh menghabiskan uang sebesar itu , apalagi hanya sekedar jajan saja. Kamu harus belajar hemat Fadlyyy!!”
“Sssstttttt, diamm!!” kata Fadly yang menempelkan jari telunjuknya ke bibir Febri.
Setelah itu mereka berdua kembali menuju kerumah Febri.
malam mini cuaca tidak mendukung, bulan dan bintang tak kerap hadir, kilat-kilat mewarnai langit malam ini. Ketika sampai dirumah, Febri langsung menuju kedapur dan langsung masak, sedangkan Fadly duduk diruang tengah sambil menikmati jajan yang ia beli hingga lima puluh tiga ribu, jangan bilang yaaa tadi enam puluh tiga ribu, kan sepuluh ribu lagi beli telur hahaha.
Beberapa menit kemudian Febri selesai masak, lalu ia membangunkan mamanya dan menyruh mamanya makan. Mamanya bangkit dari tidur nya dan menuju keruang tengah. Febri juga langsung menghidangkan makanan yang telah ia masak di meja makan.
“ini tante ada jajan!!” kata Fadly sambil memberi jajan yang ia beli.
“Loh , banyak kali nak jajanya!!”
__ADS_1
“Iya tante sekali sekali kan nggak papa !!" Kata Fadly.
“Makanan siap, yuk dimakan!” kata Febri yang tiba-tiba datang dan membawa makanan yang telah ia masak.
“Loh kok telur ? tadi katanya mau masak nasi goreng campur ayam. Kok malah nasi goreng telur ??”Tanya Fadly kebingungan setelah melihat lauknya.
“Loh ayam tuh sebelum nya dari apa dulu ??” Tanya Febri.
“Telor dulu!!” jawab Fadly.
“Yaudah, berarti kita makan nasi goreng ayam, walaupun ayamnya belum lahir!!” Kata Febri.
“Hahahaha” tawa manis mama Febri.
“ha ok laaa !! aku ngalah !!" Jawab Fadly.
“Yuk dimakan Fad” kata Febri sambil mengambilkan nasi buat Fadly.
Mereka bertiga melahap makanan yang dimasak Febri, ketika sedang enak makan, tiba-tiba hujan turun dengan begitu lebat. Febri langsung menyuruh Fadly untuk memamsuki sepeda motornya, dan fadly juga langsung memasukkan sepeda motornya kerumah Febri.
Baju Fadly basah sedikit karena ketika hujan turun dengan lebat , ia keluar rumah dan memasuki motornya. Belum lagi mereka menutup pintu, atap rumah Febri pada bocor hingga 7 titik. Mereka sibuk meletakkan ember dibawah atap yang bocor agar tidak membasasi rumah Febri.
Setelah itu mereka kembali melahap makanannya dimeja makan.
“Fadly, hujan begini kamu tidak bisa pulang ! kamu tidur disini saja nak.” kata Ibu Salmi yang melarang Fadly pulang.
“Ala tante , ngga usah lah, nanti kalau hujannya sudah berhenti Fadly pulang saja nte.” jawab Fadly.
"Halaaaa, Gaya !! jelas tadi katanya dia mau nginap!!" Sindir Febri.
“Bahaya tau Fad!!" ucap Ibu Salmi.
“Yaudah !! kalau kamu tetap minta pulang malam ini, besok dan seterusnya kamu jangan pernah main kerumah kami lagi!!" Sambung ibu Salmi.
“Haaa kok gitu tante ?? ya sudah lahhh, Fadly tidur sini aja!!"
Akhirnya Fadly memutuskan untuk tidur dirmuah Febri, Febri hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Fadly.
Fadly tidur dikamar Febri sedangkan Febri tidur dikamar mamanya. Fadly membuka baju karena bajunya basah.
Febri memberikannya selimut untuk menutupi tubuhnya dari hawa dingin. Jam tepat menunjukan pukul dua belas malam. Febri terbangun dari tidurnya dan melihat Fadly dari depan pintu kamarnya
“Fadly, kapan kamu nikahi aku ???aku pingin tidur disamping kamu Fad. Aku pingin mengurus kamu Fad, aku pingin jadi istri sah kamu Fad!!” ucap febri dalam hati.
Kemudian Febri mendekati Fadly dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang sempat terbuka karena Fadly tidurnya lasak. Tak lama kemudian Febri kembali kekamarnya dan melanjutkan tidrnya.
__ADS_1