
Febri terus meminta dokter Widya untuk menceritakan semua yang terjadi pada keluarga Fadlya selama ini. Memang Febri sudah merasa ada keganjalan dari pernikahan dengan Dedri hingga saat ini. Penuh tanda tanya besar dalam pikirannya, mengapa hal seperti ini bisa terjadi pada dirinya.
"Jadi dok, siapa saudara dan ibu tirinya Fadly???" Tanya Febri sekali lagi dengan tatapan serius.
"Dedri dan buk Mede Feb!!"
"Apaaa??? " Jawab Febri kaget seketika
"Ia Feb, Dedri dan buk Mede mau menguasai harta milik pak Windra. Namun Pak Windra memberikan kekayaannya 70% untuk Fadly dan sisanya buat Dedri dan buk Mede."
"Tapi selama ini mereka baik - baik saja dok! terus bagaiamana ceritanya Fadly bisa sengaja dibuat sakit??? "
"Jadi gini cerita nya Feb, dulu ketika Fadly mau lahir, Ibunya sudah tak kuat menahan itu semua. Ia kehabisan napas saat mau melahirkan karena keadaannya yang sangat lemah. Hingga akhirnya Ibunya meninggal saat Fadly masih dalam kandungan. Dokter pun bergerak cepat dan langsung mengoperasi ibunya untuk menyelamatkan Fadly yang masih dalam kandungan. Alhamdulillah Fadly berhasil diselamatkan."
"Terus dok!! " Kata Febri yang terus kepo.
"karena tak bisa mengurus Fadly sendirian, akhirnya pak Windra menikahi buk Mede sebagai orang kepercayaan nya. Karena Buk Mede dulu bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah pak Windra. Buk Mede begitu baik dengan keluarga nya hingga saat ibu Fadly meninggal, ia yang merawat Fadly dengan penuh kasih sayang. Pak Windra pun tersentuh melihat pembantu nya menyayangi anaknya, hingga akhirnya ia memilih untuk menikahi buk Mede."
"terus dok!! "
"Memang selama ini buk Mede tidak ada berbuat jahat sama sekali pada anak tirinya, hingga akhirnya tujuh belas tahun kemudian, Buk Mede meminta harta gono gini untuk Dedri dan dirinya. Pak Windra berpikir panjang, dalam hati pak berbicara."
"Sebenernya tanpa kamu minta aku akan memberi warisan untuk mu dan anak mu ! tapi sekarang kau malah memintanya sehingga aku menilai ini lah sifat asli mu!!" Kata pak Windra pada saat itu.
"Terus dok!!"
__ADS_1
"Akhir nya pak Windra menyuruh kuasa hukumnya untuk membuat surat warisan. 80% untuk Fadly, untuk Dedri 10% dan buk mede 10%. Mengetahui hal itu, Buk Mede mengamuk - ngamuk dan mengancam pak Windra. Akhirnya pak Windra merubahnya dengan mengurangi warisan untuk Fadly menjadi 70%. Sebenernya buk Mede juga masih belum terima. hingga ia akan merebut hak Fadly untuk anaknya."
"Ketika umur mereka pada dewasa, Buk Mede langsung memberikan racun kepada Fadly, namun Fadly sempat terselamatkan. Pada saat itu hanya buk Mede dan dokter yang mengetahui Fadly keracunan. Buk Mede pun membayar dokter tersebut untuk tutup mulut. Dan ia di minta untuk mengatakan bahwasanya Fadly mengidap penyakitpenyakit leukimia. Mulai dari situ laa Buk Mede sengaja membuat Fadly sakit dan membujuk Fadly agar memberikan warisannya ke Dedri."
"Apaaaa? jadi setega itu mereka? Fadly yang hanya demam di bilang positif covid?"
"Maksudnya??" Tanya Dokter Widya.
"Ia dok!! Dulu pernah Fadly dinyatakan positif Covid, hingga aku dilarang untuk menemuinya."
"Satu orang lagi yang harus kamu waspadai selain Dedri dan buk Mede."
"Siapa dokk??" Tanya Febri.
"Rahil!!!"
"Rahil itu sengaja bekerja di tempat yang sama dengan Fadly agar dengan muda ia mengintai Fadly dan sengaja membuat Fadly yakin kalau Fadly sedang sakit. Seperti di sebuah minuman dikasih obat tidur. Hingga solah - olah Fadly jatuh pingsan dan melemah. Dulu Fadly tidak mengetahui nya, Fadly menganggap dirinya bener - bener sakit. Hingga Fadly masih dibebaskan ke luar rumah. Tapi setelah pak Windra tau dan membongkar kedoknya depan Fadly, Fadly langsung di lumpuhkan dan di ancam. Pak Windra mengetahui hal itu langsung jatuh sakit." Jelas dokter Widya.
"Baik Dok, saya akan menyelamatkan Fadly dari ancaman ini semua!! kata Febri.
Tak lama kemudian, dari luar terdengar suara mobil memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Dokter mengintip siapa yang datang dan setelah mengetahuinya ia langsung meminta Febri sembunyi. Febri pun segera bersembunyi karena ia harus merencanakan sesuatu.
" Asalamualaikum!!" Ucap pria tersebut ketika memasuki rumah.
"Walaikumsalam pak" jawab Dokter Widya.
__ADS_1
Ternyata yang baru saja datang adalah Dedri. Dedri sengaja datang untuk mengecek keadaan pak Windra. Apakah sudah membaik? jika keadaannya membaik, ia akan memberinya obat agar ia terus sakit.
"Oh iya, bagaiamana keadaan papa??" Ledek Dedri depan pak Windra
"Ahahaahaha dasar Orang tua bodoh!!!" Bentak Dedri.
Dengan kasar, Dedri langsung menarik pak Windra dari kasur hingga pak Windra terjatuh ke lantai. Febri yang melihat hanya bisa menahan dengan rasa ketakutan. Febri bersembunyi di bawah meja yg berada dikamar pak Windra hingga terlihat jelas semua kejadian yang dilakukan Dedri.
"Ingat yaaa Orang tua bodoh !! saya tidak segan - segan membunuh mu setelah anak lo mati ku buat. Aku sengaja tidak langsung membunuh mu agar kau menyaksikan bahwa anak mu ikut aku siksa. Hahahahahaha!!! " kata Dedri sambil menginjak badan pak Windra. Pak Windra hanya bisa pasrah dan kesakitan atas perbuatan Dedri ke dirinya.
"hari ini Fadly akan kami bawak kemari. Dan mulai hari ini kami tidak akan merawat anak mu di rumah sakit lagi. Ya karena menghabiskan biaya saja kan? hahahahaha!!!" kata Dedri.
Tak lama kemudian Dedri segera pergi meninggalkan rumah itu dan Dokter Widya segera berlari kekamar pak Windra dan membantunya untuk naik ke tempat tidur kembali. Febri pun langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan ikut membantu dokter Widya.
"Setiap hari seperti ini la yang terjadi Feb. Terkadang saya tidak tega, dan pingin saja saya menyuntik mati pak Windra agar semua beban ini lepas dari pak Windra Feb. Tapi pun saya nggak sanggup juga Feb."
"Kenapa nggak kita laporkan ke polisi saja Dok?" Tanya Febri.
"Saya takut Feb. Karena buk Mede dan Dedri ini sangat licik. hingga kita sulit bermain dengannya.
Kemudian terdengar kembali suara mobil yang memarkirkan digarasi rumah, Febri pun segera kembali bersembunyi ditempat yang sama. Tiba - tiba tercampak seorang pria kurus hingga terjatuh di depan hadapan Pak Windra.
Ternyata pria tersebut adalah Fadly. Dedri sengaja mendorong Fadly dengan kuat hingga ia terjatuh dihadapan papanya. Dibelakang Dedri sudah ada tiga wanita mengikutinya sambil tertawa lebar.
Febri sudah tak tahan melihat ini semua, Namun ia masih tidak bisa berbuat apa apa.
__ADS_1
Dedri kembali membangkitkan Fadly yang terbaring di lantai dan mulai memukul perut nya.
"Hentikan !!!!" Kata Febri yang keluar dari tempat persembunyiannya karena ia sudah tak tahan Melihat ini semua.