Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 16


__ADS_3

Seminggu kemudian


Sudah satu minggu Febri kehilangan kabar Fadly. Tidak menemukannya di kampus dan tidak ada menjemputnya lagi.


"Kemana Fadly yaaa , Kemarin kenapa dia sebut nama Rio ? terus kenapa setelah ia menyebut nama Rio sifat nya langsung berubah ! apa dia cemburu ? oh tidak tidakkk Feb , kamu nggak boleh terlalu GR!!" Ucapnya dalam hati. Entah mengapa perasaan Febri 100 % yakin bahwa Fadly cemburu dengannya.


"Apa sebaiknya aku kerumah Fadly saja?" Pikirnya sejenak dalam hati. Kemudian ia bangkit lalu menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian , datang seorang ojek online untuk menjemput Febri. Ia pun bergegas naik dan abang ojeknya langsung menarik gas sepeda motornya.


Ketika sampai dirumah Fadly, kelihatan dari luar sepertinya tidak ada orang sama sekali. Ia pun memberanikan diri mengetuk pintu.


Tuk..tuk..tuuk


"Asalammualaikum !!!"


Dari dalam rumah ternyata ada Dedri dan Fadly asik bermain PS. Mereka tak mendengar suara orang mengetuk pintu, Karena mereka berada di dalam kamar.


Febri pun terus - menerus mengetuk pintu rumah Fadly. Febri pun tersadar , ternyata di rumah Fadly ada tombol Bel. ia langsung menekan tombol itu dan barulah terdengar oleh Fadly dan Dedri bahwa ada tamu.


Fadly menghentikan permainannya dan ia segera membukakan pintu. Namun sebelum membukanya, ia mengintipnya terlebih dahulu dari jendela.


"Febri , Ngapai dia kemari?" pikir Fadly dalam hati yang kaget melihat kehadiran Febri.


Ia pun segera berlari menuju kekamar dan menemui kakaknya.


"Cuy , ada Febri diluar !! lo buka noh pintu. kalau dia nyariin gue bilang saja gue pergi keluar kota!"


"Laaa bukannya kamu senang dengan kehadiran Febri ?" tanya Dedri sambil mencuil perut adiknya.


"Untuk saat ini gue belum mau menemuinya!!" Kata Fadly sambil duduk untuk bermain PS lagi.


"Iaaa tunggu sebentar!!!" teriak Dedri dari dalam rumah karena mendengar Febri terus - terusan menekan bel.


"Loh Febri !!! ada apa Feb ?" Tanya Dedri yang telah membuka pintu rumahnya.


" Hemss !!! Bang, Fadly nya ada ?"


"Aduhh,,, memang sebelumnya Fadly belum ada ngabarin kamu ?"


"Belum bang , kenapa tuh ?"


"Fadly keluar kota Feb. Eh iya ayuk masuk dulu!" kata Dedri sambil mempersilahkan masuk. Febri melangkahkan kakinya dan melihat se-Isi rumah Fadly.


"Kamu mau minum apa ?" Tanya Dedri.


"Aduhhh , Nggak usah repot - repot bang ! oh iya bang, aku mau melihat kamar Fadly dong ! aku penasaran apa aja sih isi dalam kamarnya." Kata Febri yang menduga bahwa di kamar Fadly ada terpajang fotonya.


"A...a..nu Feb!!"


"Kok abng ketakutan gitu? Dimana bang kamar Fadly ?" Kata Febri sambil medekati Dedri dan menatap matanya.


"Ahh e..enggak takut, Kamar Fadly di lantai 2!" Jawab Dedri sambil menunjuk lantai atas.


Tanpa berpikir panjang lagi , Febri berjalan menuju kekamar Fadly. Dedri pun mengikutinya dari belakang.


Ketika sampai didepan kamar Fadly, Dedri langsung menghadang Febri untuk membuka pintu.


"Tunggu dulu Feb!"


"Kenapa bang ?"

__ADS_1


"Saya mau cek kamarnya dulu , takutnya ada celana dalamnya tercecer ! tau la kan cowok. Kadang suka - suka nya saja naruk celana dalamnya." ucap Dedri. Ia pun langsung masuk dan menutup kembali pintunya. mendengar perkataan Dedri, Febri hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Bro... Febri mau cek kamar mu !"


"Apa ?? buat apa ?" tanya Fadly kaget.


"Ntah lahhh , hanya dia yang tau dengan rencana gilanyaa !!"


"Eee ...ok laa gue keluar dulu !!"


"Ee..eee..jangan keluar, dia sudah didepan pintu." kata Dedri sambil menarik Fadly.


"La jadi gue kemanaaaa ?" tanya Fadly sambil mencari tempat sembunyi.


"Haaa dibelakang pintu saja! nanti kan pas dia buka pintu dia nggak nampak kamu karena terutup pintu ! paling dia hanya melihat dari pintu saja!"


"Oke oke!!" kata Fadly sambil menuju kebelakang pintu. Dedri pun membuka pintunya kembali. Pikiran Dedri menganggap Febri akan berada didepan pintu saja untuk mengecek kamar Fadly. Malah sebaliknya , Febri masuk dan melihat PS yang berantakan dengan sampah - sampah jajanan.


"Owalaaaaaa !!! berantakan sekali kamar Fadly , ada baju yang bergantungan , ada juga Baju - baju berantakan di lemari!" Kata Febri sambil melihat se-isi kamar Fadly lalu meliriknya ke lemari.


"Hehe namanya juga kamar cowok Feb , apalagi kemarin ia pergi keluar kota , tentu buru - buru menyusun Bajunya!"


"Oh iya , ini stik PS nya dua aktif , Abang main sama siapa ?" Tanya Febri


"Aa...anu Feb!!"


"Anu apa bang ?"


"Tadi abng coba - coba , stik mana yang bagus !!" Jelas Dedri.


"Oh kalau gitu aku mau melihat ke belakang pintu itu , pasti banyak baju bergantungan disitu!" Kata Febri sambil berjalan menuju pintu.


"Ee..ee Feb, sini!!" kata Dedri sambil menarik Febri yang mengingat bahwa adiknya berada di belakang pintu.


Febri pun tak punya rasa curiga sedikit pun. Ia terpancing oleh Dedri untuk menuju ke arah jendela.


"Menurut aku yaaa bang , tanamanya kurang rapi disusun , jadi nampak berantakan." Jawab Febri. Dedri pun mengkodein adik nya untuk segera keluar kamar agar tidak ketahuan Febri. Karena ia yakin pasti Febri akan kembali ke belakang pintu untuk mengecek baju yang tergantung. Yanv anehnya Bukannya pergi keluar kamar, Fadly malah pindah ke dalam lemari untuk bersembunyi.


"Alahhh malah disitu!!!" ucap Dedri sambil menepuk kepalanya.


"Maksudnya bang ? apanya malah disitu ?"


"A...aa... bukan apa - apa Feb, maksud abang kok malah disitu bunganya. Bener kata kamu jadi nampak berantakan kalau dilihat dari atas !"


"Haa ... Yaudah la bang, Aku mau nyusun baju Fadly dulu yaa kedalam lemari. Biar rapi sikit!!" Ucap Febri sambil mengambil baju di tempat tidur kemudian melipatnya lalu segera menyusunnya ke lemari.


"Febb..Febb , Biar bibik saja nanti yang beresi kamar Fadly. Kamu nggak usa repot - repot!!" Jawab Dedri sambil mengambil baju dari tangan Febri dan meletakkannya kembali ke tempat tidur.


"Ta....ta...tapi bang !!" Jawab Febri sambil berusaha merebut kembali baju tersebut.


"Udah nggak papa. ayuk kita turun , biar abng ganti baju dan membawa mu pergi makan ! abang lapar Feb!" Kata Dedri sambil membawaknya turun kebawah. Fadly pun langsung menghembuskan nafasnya yang dari tadi sempat ia tahan.


"Ayuk Feb!!" Kata Dedri yang sudah mengenakan celana panjang dan memakai switter.


Mereka berdua langsung bergegas pergi menggunakan mobil menuju ke Cafe. Sepanjang jalan Febri hanya diam saja karena merasa masih canggung dengan Dedri.


"Aduhhh !! kalau di lihat - lihat abangnya Fadly tampan juga yaa. wangi parfumnya pun uhmmmmm memikat semua wanitaa!" Ucap Febri dalam hati sambil melirik Dedri melalui kaca didepannya.


Sesampai di cafe , mereka memesan makanan sesuai dengan kesukaannya mereka masing - masing.


"Febb... kamu kalau makan seribet itu yaa ?" Tanya Dedri yang mendengar pesanan Febri.

__ADS_1


"Hahah iya bang , aku kurang suka micin. Makanan yang terlalu pedas aku juga kurang suka ! Abang sama ya kayak Fadly, mesannya nasi goreng. soalnya setiap aku makan sama dia , pasti ia selalu pesan nasi goreng." Jelas Febri sambil mengingat momen ketika ia makan bersama Fadly.


Tak lama kemudian , pesanannya datang dan mereka langsung menyantapnya.


Tiba - tiba datang seorang cewek menghampiri mereka dan langsung memukul meja dengan kuat.


"Apa - apaan ini ?" tanya Febri tersentak kaget dan menghentikan makannya.


"Osi !!" Ucap Dedri. Ternyata yang menghampiri mereka adalah Yosi yang kerap disapa dengan sebutan Osi.


"Kamu ni kan wanita yang naik ojek waktu itu , namun aku sudah naik duluan di ojek itu dan kamu meminta aku turun. ia kan ?" jelas Febri yang teringat oleh wanita itu ketika kejadian dikampus sebelum ia menjenguk Fadly.


"Bagus kamu ya Ded, tega kamu selingkuhi aku!!" Kata Osi tanpa memperdulikan ucapan Febri.


"Aku pikir kamu mahasiswa , soalnya terlihat masih muda!!" Sambung Febri.


Ia teringat ketika dimobil, Dedri ada menceritakan Kekasihnya yang bekerja sebagai dosen di tempat Febri bekerja.


"Heee...memang aku masih muda ! Semua orang bilang aku seperti mahasiswa. Aku ni Cantik . nggak kayak kau !" bentak Osi sambil menunjuk - nunjuk Febri.


"Osii kamu harus dengar dulu penjelasan aku!!" Kata Dedri sambil mengerai Osi yang menunjuk - nunjuk Febri.


"Apa lagi yang mau dijelaskan ? semua uda jelas!!" Kata Osi sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


"Feb aku permisi dulu yaaa, Aku ngejar Osi dulu ! nantik aku balik lagi kemari !" Kata Dedri sambil berlari mengejar Osi.


Febri pun terduduk diam dan melanjutkan makannya. Ketika sedang asik menikmati makanannya, tak sengaja Febri melihat Rio dan Reiza di meja paling ujung sambil suap suapan dan pegang-pegangan tangan centil. Febri pun langsung datang menghampiri mereka sambil membawa air satu gelas.


Pyurrrrrrrrrr !!!!! Febri langsung menyiram air kemuka Rio


“Apa-apan sih kamu??” bentak Rio. Rio dan Reiza pun langsung melihat Febri yang berada didepannya


Mereka tersentak kaget dan langsung melepaskan tangan mereka yang sedang bergandengan.


“Febri,,,, ko..k?” ucap Rio terbata-bata. Febri pun langsung memotong omongan Rio


“Kok apa ? memang ya Riooo, kamu itu tidak punya otak, temen aku sendiri kamu jadikan selingkuhan ? dan kau Reiii !!! cukup tau aku dengan sifat mu. Bener dengan kecurigaan ku selama ini!” ucap Febri marah sambil menunjuk-nunjuk mereka berdua.


“Buk…an gitu sayang” Jelas Rio yang berusaha memeluk Febri.


“nggak usah kamu bilang sayang-sayang, basi!!!” Jawab Febri sambil menolak tangan rio yang ingin memeluknya.


“Iya mumpung kamu disini feb dan kamu sudah tau kalau kami pacaran, lebih baik saya jujur saja sama kamu agar hubungan kami lebih tenang dan tidak perlu mengumpet-ngumpet seperti ini lagi. Asal kamu tau yaaa, kami sudah tunangan dannnn bulan depan kami akan menikah. Buat kamu yang sudah dilamar Riooo itu semua dibatalakan, dan kamu jangan harap bisa menikah dengan Rio yaaaa!!!”


"Lagian kamu kan sudah saya suruh kirim uang kemarin , kalau sempat lewat jam 11 belum kamu kirim uangnya , kita putusss !!!!" Sambung Rio.


“Terserahh , Semoga kalian bahagia yaaa” ucap febri pasrah dan benar - benar kaget setelah mendengar perkataan Reiza.


Febri langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Dedri yang sudah kembali, melihat kejadian ini dari kejauhan , langsung berlari mengejarnya.


Febri berlari menuju kelantai paling atas yang merupakan balkon cafe, tempat untuk melihat suasana luar cafee dari luar. Kebetulan tempat tersebut hanya ada beberapa orang saja, tidak begitu ramai.


“kamu kenapa sih Febb, tiba-tiba kamu menyiram mereka terus kamu marah-marah dan kamu lari sambil menangis?” tanya Dedri yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Febri.


Febri menangis untuk yang kedua kalinya dengan terseduh-seduh, ia teringat ternyata benar yang dibilang Yudia selama ini. Febri begitu menyesal karena tidak mempercayai Yudia yang selama ini bener - bener peduli dengannya.


Kemudian Ia meneceritakan semua yang terjadi kepada Dedri. Dedri hanya mendengarkan curhatan Febri sambil menenangkannya.


“Kamu mau pakai bahu aku untuk bersandar ? aku mengizinkan bahu aku sebagai sandaran kamuuuu Feb!!” ucap Dedri sambil membiarkan Febri menangis dibahunya.


Tanpa disadari, karena iba melihat Febri yang terus menangis dengan deras, Dedri langsung memeluk Febri, dan Febri tidak perduli orang yang memeluknya , ia tetap menangis walaupun sekarang posisi kepalanya sudah berada di dadanya Dedri.

__ADS_1


Febri tak sanggup membendung air matanya dan ia juga tak bisa berbuat apa-apa lagi. Hannya air mata yang bisa ia keluarkan.


__ADS_2