Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 28


__ADS_3

Siang telah berganti menjadi malam. Febri kini tengah sibuk mempersiapkan makan malam buat mereka semua di dapur nenek. Febri hanya di temani Dedri dan sedikit - sedikit ia meminta bantuan Dedri untuk mengambilkan sesuatu yang ia butuhkan. Febri juga melarang nenek membantunya memasak. Karena masakan ini spesial buatanya. Febri juga menggunakan baju daster nenek dan celemek yang di ikatkan di pinggang dan lehernya.


Berbeda dengan Yudia , kini ia sedang membeli baju untuk dipakainya malam ini bersama Fadly.


Nenek memandangi Febri dan Dedri di dapur dengan senyuman tipisnya. Ia mengingat kejadian empat puluh tahun yang lalu kejadian awal kenal dirina dengan suaminya. Nenek hanya bisa senyum - senyum sendiri sambil membayangi dirinya sebagai Febri dan Dedri sebagai suaminya.


Iya namanya juga nenek - nenek , sudah lama tak mendapatkan kasih sayang dari sang suami karena kakek sudah sepuluh tahun yang lalu meninggal.


Febri dan Dedri heran melihat tingkah nenek yang senyum - senyum tak karuan . Dedri dan Febri langsung mendekat dengan nenek dan ternyataaa.... Nenek sudah masuk kedalam dunia khayal hingga tak sadarkan diri lagi.


"Nenekkkk !!!" Tegur Dedri dan Febri yang mengagetkan nenek.


"Eee !!! eee ! ada apa cuu ?" tanya nenek tersontak kaget.


"Nekkk masih jam tujuh nii !! kok uda melamun aja ??" Tanya Febri sambil menertawai nenek becanda. Nenek pun tersipu malu dengan kelakuannya.


"Ohiyaa cuu , Kamu masak apa ?"


"Hehehe ini nek ada beberapa masakan yang Febri buat nek , Ada Cumi pedas manis, Bihun jagung , Tumis kangkung , dan Spagetti nek. Semoga nenek suka yaa !!" Kata Febri sambil membuka tudung di meja makan untuk memberi tahu masakan yang ia masak ke nenek.


"Wuihhh uda nggak tahan nenek mau makan spagetti buatan kamu, Kemana Fadly dan kekasihnya ? kok lama kali ?" Ucap Nenek


"Coba Dedri hubungi Fadly ya nek?" Kata Dedri sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"Halooo , dimana Brooo ?" Tanya Dedri.


"Ini sebenter lagi mau sampai , Ada apa cuy ?" Jawab Fadly dari sebrang telpon.


"Sekalian beli es batu yaa !"Pinta Dedri.


"Ok!!" Jawab Fadly singkat sambil menutup telponnya.


Nenek , Dedri dan Febri sudah duduk di kursi makan menunggu kedatangan Fadly dan Yudia. Entah apa yang dibeli mereka, dari jam lima sore tadi hingga sekrang mereka tak kunjung datang.


jam sudah menunjukkan tepat pukul delapan malam , perut nenek sudah mulai keroncongan. Tapi Fadly tak kunjung datang.


Beberapa menit kemudian , akhirnya yang di tunggu - tunggu datang juga. Dedri segera mengambil es batu dari Faldy dan membuat Teh es.


Tidak hanya Fadly dan Yudia , Namun Orang Tua Fadly ikut datang ke rumah nenek. Nenek langsung memeluk kedua orang tua Fady karena ia sudah lama tak jumpa dengan anak dan menantunya. Dikarenakan mereka sibuk dengan masing - masing pekerjaannya.


"Aduhhg sudah lama momen ini nenek tunggu !!! Tapi masih kurang satu keluarga besar lagi !! Tapi tidak apa - apalah , keluarga besar dari anak pertama ku sudah membuat ku bahagia!!" Kata nenek.


"Hayukkk dimakan !!" nenek yang mempersilahkan makan dan memberi piring ke masing - masing orang. Mereka semua pun menikmati makanan dengan sangat puas.


"Maa ini mama yang masak ?" Tanya Pak Windra ke nenek yang puas dengan makanannya.

__ADS_1


"Hahaha tidak om , Yang masak aku !!" Sambung Yudia.


Febri , Dedri , Fadly dan nenek kaget dengan jawaban Yudia.


"Wow mantap yaa kamu Yudia !! cocok deh jadi menantu idaman bukan seperti itu!!" Kata buk Mede sambil menyindir Febri.


"Loh kenapa tante Mede kayak nggak suka sama ku ?" Tanya Febri dalam hati.


"Apa kamu bilang ? kamu yang masak ?" Kata Nenek yang membantah Yudia.


"Maa !! udah maa!!" kata Pak Windra.


Situasi mulai berubah , Yang awalnya di penuhi dengan senyuman. Kini sudah menjadi diam - diaman.


"Febbb, masakan kamu enak yaaa !!!" Kata Dedri yang melihat Febri bersedih.


"Eeh makasih ya bang !!" jawab Febri yang berusaha tersenyum.


"Febriii ! siap makan nih kamu jangan lupa cuci piring yaa ! dari tadi kamu enak - enak aja main ponsel!!" Tegur Yudia.


"Hentikan !!" Bentak Dedri.


"Diam kamu Dedri !!! kamu masih saja tertipu dengan wajah polos wanita itu!!" Bentak Mede sambil menunjuk Febri.


"Febri ni sudah mencampakkan adik kamu!! Dia jijik sama adik kamu Dedrii, Seperti binatang anak aku dibuatnya ! kalau mau ditolak ya nolak biasa aja !!" kata Mede.


"Stoppp !!! apa - apaan ini ??" Tanya nenek sambil bangkit dari duduknya dan pergi menuju kekamar. Mede pun ikut bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka.


"Feb maaf kan Gue ! untuk saat ini gue nggak bisa membela lo!!!" Kata Fadly dalam hati.


"Ayukk beb , selera makan aku uda ilang karena perempuan ini !!!" Kata Yudia sambil berdiri dan menarik Fadly. Fadly mengikuti apa kemauan Yudia tanpa menolaknya sama sekali. Sekarang dimeja makan hanya tersisa Windra, Dedri dana Febri.


"Paaa sebenarna ada apa pa ? kenapa mama begitu sensitif hari ini?" Tanya Dedri.


"Tadi pagi sebelum Fadly dan Yudia pergi kesini, Yudia banyak menceritakan tentang perlakuan Febri ke Fadly. Perlaluan Febri ke Fadly tidak dilakukan dengan sewajarnya. Mama menangis dengar kabar itu ! Tau la kamu , Mama kamu terlalu sayang sama Fadly. Hingga Fadly tersentuh debu sedikit saja mama kamu langsung memarahkan debu itu !!!" Jelas Windra.


"Terus papa percaya ?" tanya Dedri meyakinkan.


"Awalnya papa nggak percaya dengan cerita wanita itu ! tapi setelah mama menanyakan ke Fadly, ternyata Fadly membenarkan kata wanita itu. Kalau Febri jijik dengan Fadly!" jawab Windra.


"Om sebenernya ini salah paham om!!memang benar Febri bilan jijik sama Fadly. Tapi itu demi Yudia om Febri lakukan om !!" Jelas Febri.


"Sudah Feb sudah !!! nggak perlu ada lagi yang kamu jelaskan. Om benar - benar kecewa dengan kamu. Kamu anggap anak oom itu seperti najis. Dedri selesai makan kamu langsung antar Febri pulang ya!!" kata Windra yang bangkit dari duduknya lansung ia pergi meninggalkan mereka berdua.


"Feb kamu yang sabar yaaa!! abang tau niat baik kamu kok!!" Kata Dedri yang melihat Febri tertunduk nangis.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Febri selesai mencuci piring dan ia bersiap - siap untuk pergi. Sebelum pergi , Febri langsung menuju ke kamar nenek.


"Nekk!!" Kata Febri sambil menggedor pintu kamar nenek yang terkunci.


"Iaa cuu." Kata nenek sambil membuka pintu.


"Nek Febri pulang yaaa !!!" Kata Febri yang masih menangis sambil mencium tangan nenek.


"Ia cuu , hati - hati yaaa!!! pulang saja kamu dulu ! tenangkan pikiran yaa!!" Jawab nenek sambil memeluk Febri.


"Ia nek , maaf kam Febri nekk!! Maaf nek !!" Kata Febri yang masih meneteskan airmatanya hinggak membasahi pundak nenek.


"Kamu nggak perlu minta maaf !! kamu nggak salah ! nenek yang salah, nenek membiarkan kejahatan menang!" jawab nenek.


Tak lama dari itu , Febri dan Dedri menuju ke ruang tengah untuk pamit pulang.


"Om , tante, Febri pulang yaaa!!" Ucap Febri sambil menetskan airmatanya dan berusaha mencium tangan Mede. Tapi Mede menolaknya dan memandangina dengan tatap tajam.


"Hati - Hati ya Feb !!!" Kata Windra yang berusaha menerima tanganya untuk dicium Febri.


"Dedriiii masuk kamu ke kamar !! biar kan wanita kurang ajar ini pulang sendiri!!" Kata Mede.


"Tapi maaa !!" Jawab Dedri yang membantah mama nya.


"Nggak ada tapi - Tapi!! masuk kamu !! kalau kamu masih mengganggap saya mama kamu , kamu turuti apa kata saya !" Kata Mede yang tak biasa memanggilkan namanya dengan sebutan sayan kepada anak -anaknya.


"****** kau kan Febri !" Kata Yudia dalam hati dengan senyum kemenangannya.


Febri tetap terus meneteskan airmatanya , dan ia menatap Fadly dengan tatapan seperti memohom bantuan.


"Pergi la broo !! antar Febri, Biar gue yang urus mama disini !!" Kata Fadly sambil memberikan kunci mobilnya.


"Tidakkk!!! kamu langkahkan kaki kamu dari rumah ini, jangan pernah kamu memanggil saya mama !!!" Sambung Mede.


"Hentikaan semua ini !!! sejak kapan saya mengajarkan kamu seperti ini !!" Sambung nenek yang tiba - tiba muncul.


"Jika kamu tidak menganggap Dedri sebagai anak karena ia mengantarkan Febri pulang, jangan pernah kamu anggap saya sebagai mama kamu!" Ucap nenek.


"Ohh jadi Febri sudah berhasil mengahsut nenek??" Sambung Yudia.


"Diam kamuuu !!" Bentak nenek


"Satu lagi ! jika Febri di suruh pergi dari rumah ini! maka suruh pergi juga wanita itu!!!" Kata Nenek sambil menunjuk Yudia.


Akhirnya Windra melarang Febri pergi, dan nenek membawa Febri kekamarnya. Sedangkan Windra sekamar dengan Fadly dan Dedri sedangkan Yudia sekamar dengan Mede.

__ADS_1


__ADS_2