
Cinta tak kan bisa dipendam selama - lamanya. Cinta Diam - diam maka terluka diam - diam. Kini Febri tak punya pilihan sama sekali. ia bingung , sedih , Galau, semua tercampur aduk menjadi satu. Febri sudah tidak ada pilihan, Sekarang sudah tidak ada lagi yang menyayanginya. Tak ada lagi yang memperdulikannya. Semua memang salahnya. Ia salah mengambil jalan yang tepat.
Awalnya Febri memilih melepas orang yang di cintainya demi sahabat tersayangnya yang akan berpihak padanya. Namun sebaliknya, Sahabat yang dipilihnya malah meninggalkannya tanpa melihat pengorbanannya.
Febri menyelusuri jalan perkotaan menggunakan sepeda motor matic miliknya. Lampu jalan yang menerangi sepanjang jalan, beberapa jenis kendaraan menemani Febri dijalan dengan suara klaksonnya. Dan di tepi simpang bundaran beberapa orang polisi berdiri dan menghentikan para pengendara bermotor.
Dengan santai Febri mau melewati polisi tersebut, Karena ia merasa tak bersalah.
"ke tepii dulu mbakk !!" kata Polisi tersebut yang memberhentikan Febri. Febri pun langsung memarkirkan di pinggir jalan.
"Mohon maaf mbak perjalanannya terganggu. bisa tunjukkan surat - suratnya ?" Kata Polisi tersebut dengan Ramah.
"Surat apa pak ?" Tanya Febri ketakutan.
"Surat tanah mbak , Surat domisili, surat berkelakuan baik ada ???" Tanya Polisi tersebut dengan senyum manisnya.
"Haaa buat apa pak ? kalau surat itu semua saya tidak bawak pak !!" Tanya Febri Heran.
"Aduhhhh !!! ya nggak surat itu la mbak. Mbak ini pun ada - ada saja !!"Jawab polisi tersebut.
"Iya bapak pun nggak jelas !! jelas awak takut , deg - degan !! lagian ngapain sih malam - malam Razia kayak gini?" Jelas Febri.
"Kita mau nertibkan saja mbak ! akhir - akhir ini banyak pemuda balap liar disini. apalagi kita mau nerapakan social distancing!!" Jelas Polisi tersebut.
"Apa itu pak ?" Tanya Febri
"Jadi Social distancing atau pembatasan sosial merupakan serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular mbak. Tujuan dari pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama kematian."
"Jadi maksud bapak saya penyakitan nih ?" Tanya Febri kesal.
"Bukan mbak !! sekarang di Wuhan, China lagi terserang Virus Covid 19. Sudah banyak dari mereka yang positif dan menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, Pemerintahan di Indonesia mengambil langkah untuk antisipasi masuknya virus tersebut ke Indonesia. Apalagi banyak dari mereka menyelamatkan diri keluar negri salah satunya Indonesia."
"Aimakkkkk !!! Jadi kalau sudah masuk ke Indonesia berarti kita bakal mati dong pak ?"
"Iyaa oleh sebab itu perlunya kita untuk mencegahnya , dengan cara sering cuci tangan , hindari keramaian dan tetap dirumah saja."
"Inti nya sekarang bapak jadi nggak razia saya ?"
"Ya jadi la mbak , Mana surat - suratnya mbak ?"
__ADS_1
"Enggak ada bawak lo pak !! is ntah cemana bilang sama bapak ini!!"
"Yaudah , Mbak saya kasi surat tilang yaa !! segera ikuti proses sidang untuk mengambil kembali motornya! Ok ?"
"La jadi saya pulang bagaimana pak ?"
Polisi tersebut pun berpikir sejenak. Ia meminta Febri menunggu sebentar karena ia masih melanjutkan tugasnya. setelah beberapa menit kemudian , Polisi tersebut menghampiri Febri dan membawanya ke kantor. sempat ada penolakan dari Febri namun polisi tetsebut menenangkannya dan akhirnya ia mau dibawa ke kantor.
Setelah sampai , Febri menunggu di ruang tunggu. Namun tidak hanya ia sendiri, ada beberapa orang juga yang kenak tilang dan menyelesaikannya di kantor.
"Febriii !! kata seorang pria yang melihas sosok Febri.
"Lohh Bang Dedri !! ngapain bang ?" tanya Febri kaget melihat Dedri.
"Abng tadi dirampok Feb , ini lagi ngelapor sama polisi. kamu sendiri ngapain ?"
"Hehehe biasa bang , aku kenak tilang polisi !!" jawab Febri sambil cengar - cengir.
"Tu makannya, kalau berkendara itu patuhi peratutan yanh sudah dibuat!!"
"Loh bang , bukannya peraturan buat di langgar yaa ? hahahaha, Ohiya kapan abng ke Riau ?"
"Ngapain bang ke Riau ? apa Fadly sakit lagi ?" Tanya Febri kepo.
"Bukan Feb, Di Jakarta sudah ada dua orang positif corona. Dengar - dengar kabar yang kenak itu ibu dan anak perempuannya gara - gara mereka berkomunikasi dengan WNA !!"
"Laa bukannya masih bisa di hindari bang ?"
"Iya sih Feb , tapi perusahaan abng sudah abang liburkan. Dan abang memilih untuk kembali ke rumah orang tua abang. karena apapun yang terjadi mati hidupnya abang tidak mau jauh dari orang tua." Jelas Dedri
"Kan belum banyak yang kenak bang!!!"
"Iya justru karena belum banyak yang kenak makannya abang memilih pulang. kalau sudah banyak yang kenak nanti malah tidak boleh pulang"
"Hems iya deh bang , semoga kasus ini cepat selesai ya bang!!"
Febri dan Dedri melanjutkan mengobrol karena sudah beberapa bulan tidak bertemu. Selain itu , Dedri meminta kepada Febri untuk menemaninya makan malam di sebuah restoran ternaman di Pekanbaru.
" Oh iya Feb , bagaimana hubungan kamu dengan Fadly ?? kok nggak ada kabar mau menikah ???" Tanya Dedri sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
__ADS_1
"Semakin rumit bang !! aku uda salah mengambil pilihan bang !!" jelas Febri yang ikut menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
"Maksudnya bagaimana sih ?" Tanya Dedri bingung.
Tanpa Ragu dan canggung ,Febri menceritakan semua kejadiannya yang telah terjadi ke Dedri. Dedri terbatuk mendengar cerita Febri karena ia memilih menjauh dari Fadly demi sahabat yang telah meninggalkanya.
Dedri mengambil sebuah tisu dan mebersihkan mulutnya. Ketika selesai , Dedri kebingungan setelah merogo kantongnya. Ia baru tersadar bahwa dompetnya telah di jambret ketika ia keluar dari mini market membeli kue untuk orangtuanya.
"Kenapa bang ???" Tanya Febri yang melihat Dedri kebingungan.
"Jadi gini Feb , abang baru sadar kalau dompet abang sudah di rampok orang. dan kini uang , Atm , kartu kredit hilang semua!!" jelas Dedri.
"Waduhhh jadi bagaimana bang ?"
"Kamu ada uang enggak ?"
"Laaa aku nggak ada uang lagi bang. Uang terakhirku uda sama polisi tadi !!"
"Ada apa ya pak dan buk ?" Tanya seorang kasir yang melihat mereka berbisik - bisik kebingungan.
Dedri pun menjelaskan semua kepada kasir tersebut. ia berjanji akan kembali besok untuk membayarnya. Tidak hanya itu , Setelah restoran ini tutup , Dedri dan Febri di minta untuk membersihkan dan mencuci piring terlebih dahulu.
"Kalau saja ponsel abang ada , uda pasti abang suruh Fadly datang kemarin dan membawa uang untuk membeli restoran ini!!!" Kata Dedri sambil membilasi piring yang sudah di sabuni Febri.
"Iya kok aku nggak bawak ponsel pula ya bang!!! emang nasib kitaa !!" Jawab Febri sambil melanjuti mencuci piring.
Setelah selesau mencuci piring, Febri dan Dedri mebersihkan restoran tersebut. Dari menyapu , mengepel dan membersikaj meja - meja restoran tersebut.
Jam sudah menunjukkan pukul 24.00 WIB, Tapi mereka belum siap membersihkan restoran tersebut. mau kabur tidak bisa karena mereka diawasi oleh satpam dan beberapa pelayan restoran tersebut. Waktu semakin berlalu dan mereka telah menyelesaikan pekerjaannya.
Dedri pun mengantarkan Febri kerumahnya. mereka menggunakan sepeda motor Febri. Karena dari bandara , Dedri menggunakan Taxi untuk mengantarkannya. Tetapi karena dia kena rampok , Dia memilih untuk diantar ke kantor polisi oleh taxi tersebut dan menebeng dengan Febri menuju ke restoran.
"Bang , abang tetap mau pulang ? bukannya nggak ngasih untuk membawa motor ku bang. Tapi hari sudah semakin larut. Cuaca juga sepertinya bakal hujan. Apa tidak sebaiknya abang tidur dirumah aku dulu dan besok pagi baru pulang ??"
"Dirumah kamu ada siapa saja Feb ? nggak mungkin kan kita berdua saja dirumah kamu !!!" Jawab Dedri.
"Didalam ada bibik kok bang !!! santai aja lah bang !!!" Kata Febri.
Akhirnya Dedri mengurungkan niatnya untuk pulang kerumah dan memilih untuk menginap di rumah Febri
__ADS_1