
Malam telah berakhir, Ayam mulai berkokok membangunkan masyarakat sekitar. wkwkwkwk
Febri dan nenek terbangun dari tidurnya. Mereka melaksanakan solat subuh. Begitu juga dengan Fadly dan Dedri.
Selesai solat subuh , Febri langsung membersihkan kamar kemudian ia menuju ke dapur untuk memanaskan air.
Mendengar suara percakapan di ruang tengah, Febri memutuskan untuk mengintip siapa yang berada di ruang tengah. Ternyata Fadly dan Dedri sedang mabar game online.
"Ehmmm !!! ada yang mau dibuati teh ?" Tanya Febri yang tiba - tiba muncul.
"Boleh Feb , buat aja di teko. Biar nanti semua kebagian!" Jawab Fadly yang tetap memandangi ponselnya.
Febri kembali menuju dapur dan mulai membuat teh hangat. Ia menuangkan ke secangir gelas dan memberikannya ke nenek. Kemudian Febri membawa nampan berisi teko dan beberapa gelas, lalu ia meletakkannya di atas meja tepat berada di depan Fadly dan Dedri. Febri pun langsung duduk di samping mereka dan tidak bersuara sama sekali. Karena Dedri dan Fadly sangat serius bermain gamenya.
"Cuuu kamu ngapain disini ?" Tanya nenek yanh tiba - tiba datang.
"E..eee..eh nek , lagi nonton mereka main game nek !!!" Jawab Febri sambil meletakkan gelas ke atas meja.
"Pagi ini kita masak apa Feb ?" Tanya nenek.
"Masak nasi goreng saja nek!!"Sambung Fadly.
"Tapi bahan - bahan masak sudah pada habis nek. Semalam saja Febri pakai secukupnya saja." Jawab Febri.
"Biar nanti ditemeni Fadly ke pasar Feb!!" sambung Dedri.
"Kenapa bukan kamu yang menemaninya Ded???" Tanya nenek.
"Dedri pagi ini mau keluar nek , Ada urusan yang mau Dedri selesaikan!!" Jawab Dedri.
"Tapiii bang !!" Ucap Febri sambil memegang lutut Dedri dan memberikan pandangan melarang.
"Tenang saja Feb , kamu baik - baik saja disini!!!" Kata Dedri yang mengelus kepala Febri lalu ia pergi menuju kekamar.
"Sudah jam 7 pagi, aku harus pergi."Kata Dedri ketika keluar kamar yang sudah mengganti baju dan celananya.
Febri langsung bangkit dari duduknya dan langsung mendekati Dedri.
"Abang hati - hati yaaa!!!" Ucap Febri sambil mencium tangan Dedri.
"Jaga dirimu baik - baik yaa!!" Kata Dedri. Kemudian ia mendekati nenek dan mencium tangan nenek lalu ia mengarah ke Fadly.
"Kamu jaga Febri baik - baik disini yaa !!!"
__ADS_1
Febri langsung memberikan jaket kepada Dedri dan Dedri berangkat menggunakan Mobil Fadly. Febri merasa sedi sekali melihat kepergian Dedri. Karena sekarang ia merasa berada di kandang singa tanpa pawangnya.
"Feb , kamu kepasar sama Fadly yaaa !sepertinya Yudia juga belum bangun, jadi kalau nunggu dia bangun nanti kita lama masak nya."
"Gemana Fad ? bisa ko?"Tanya Febri.
"Bisaa, Tapi ada syaratnya !"
"Apaaa ?"
"Nanti pas mau pergi gue kasi tau!!" kata Fadly. Kemudian Fadly laangsung kekamar mengganti bajunya, begitu juga dengan Febri.
"Kok lo makai daster lagi ? kayak emak - emak!!" kata Fadly yang melihat penampilan Febri.
"Yaudah la biari aja , lagian kan cuma pergi kepasar !!!" Jawab Febri.
"La kau tampilannya kayak mau ke mall!!!" Kata Febri menyindir.
"Hahahaha emang gue yang tampan , jadi pakai apa aja aku tetap keren dan rapi!!"
"Huekkk !! Yaudah ayok pergiii kitaa!!" Kata Febri sambil mendorong Fadly.
"Iya mana kunci motor lo?" tanya Fadly sambil memberikan tangannya.
"Heee mana kunci nya ? kok malah melamun !!" kata Fadly.
"Tunggu aku ambil dulu!!" Kata Febri.
Febri langsung menuju kekamar nenek dan mencari kunci motornya. Tapi ia tak mendapatkanya sama sekali. Ia pun teringat bahwa kunci motor belum ada diberi Dedri. Ia langsung menghubungi Dedri. Dedri pun memberitahunya.
"Fad , Ambil celana bang Dedri di sangkutan belakang pintu! kunci motornya disitu katanya!" Kata Febri yang menghampiri Fadly di luar rumah.
Fadly langsung merogo kantongnya dan ia mendapatkan kuncinya.
"Loh kok bisa dicelana kamu ?" tanya Febri kebingungan.
"Ia ini celana Dedri!!" Jawab Fadly. kemudian ia menaiki motornya dan memberikan helm ke Febri.
"Hahahaha gaya sok tampan, sok keren, Tapi celananya minjam!!" Kata Febri sambil tertawa sambil menaiki sepeda motornya.
Sepanjang jalan mereka berdua sama sekali tak bersuara , padahal didalam hati banyak yang mau ditanyakan tapi ego sudah melawannya sehingga tak kan ada yang berani memulai bertanya.
Tak lama kemudian, mereka sampai kepasar namun Fadly tak memarkirkan motornya , Hal itu membuat Febri tambah bingung dengan tingkah Fadly.
__ADS_1
"Cepat turun !!" Kata Fadly.
"Kenapa dipinggir jalan begini ? hayuk masuk ke parkiran!!" kata Febri.
"Gue mau pulang !!" Kata Fadly.
"Laaa ini kan motor aku ?" kata Febri yang tak mau kalah.
"Yaudah , nahhh !! gue mau pulang naik angkot saja!!!" Kata Fadly sambil memberikan motornya.
Sebenarnya Febri berat ditinggal Fadly dipasar sendirian , Tapi ia gengsi untuk mengatakannya. Dan ia hanya terdiam saja. Fadly pun mulai berjalan meninggalkan Febri.
"Ihhh Fadly kenapa sih ninggalin aku ? apa salah ku coba ?" Ucap Febri dalam hati.
Dari kejauhan Fadly sudah menghilang , sedangkan Febri masih tegak berdiri sambil memegang sepeda motornya.
Beberapa preman pasar datang mendekati Febri. Untuk menghadapinya ,Febri merasa ia tak kan sanggup. Karena badan preman itu jauh lebih besar darinya. Febri bingung berbuat apa , akhirnya ia memberikan sepeda motornya.
"Hentikan!!!" kata Fadly. Fadly pun mendekat dan ia melihat wajah Febri begitu pucat.
"Santai mas ! kami disini bukan mau merampok!!! kami cuma mau bilang sepeda motornya taruk di tempat parkir , jangan disini ! ganggu orang lewat saja!!!" Jelas salah satu preman tersebut sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
"Makannya , lo tuh jadi cewek jangan keras kepala , Jangan gengsian kali !!! kalau takut bilang takut!!!" Kata Fadly.
"Lagian salah aku apa ? kenapa kamu ninggalin aku ?" Kata Febri.
"Kan uda gue bilang , ada syarat nya sebelum pergi tadi!!"
"Iya tapi kata mu nanti ko kasih tau ! tapi apa ? kau malah diam - diam aja dan pergi gitu aja !!!" jelas Febri.
"Iya seharusnya lo yang tanya, apa syarat nya !!"
"Ok deh ! aku ngalah ! Apa syaratnya ?"
"Ini !!!" Kata Fadly sambil mendekati pipinya ke Wajah Febri. Tanpa berpikir panjang lagi Febri langsung menyentuh pipi Fadly menggunakan bibirnya. kemudian wajahnya memerah dan ia langsung pergi meninggalkan Fadly.
"Aduhhh !!! kenapa aku senekat ini !!! ****** akuuu !!! hancur deh harga diri!!" Kata Febri dalam hati sambil berjalan terburu - buru menuju kedalam pasar.
Setelah satu jam kemudian , Febri selesai belanja dan ia segera mencari Fadly.
"Kemana dia ??? apa aku ditinggalnya??" Kata Febri sambil melirik kekanan dan kekiri sambil memegang dua kantong plastik penuh.
Fadly yang melihat Febri kebingungan, langsung menghampirinya menggunakan sepeda motor.
__ADS_1
"Ayo naik !!" Kata Fadly sambil memberikan helm. Febri pun menerimanya dan ia langsung naik ke motornya.