Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 39


__ADS_3

Dalam hidup ada satu rasa yang dimiliki setiap insan , apakah rasa yang dimiliki itu rasa cinta ? apa malah rasa kecewa ?


Terkadang rasa kecewa lebih sering didapatkan di setiap insan . Rasa Kekecewan akan menjadi keras dan akan melekat didalam hati.


Cinta tidak bisa digambarkan secara emosional , Lewat sebuah senyuman orang akan tau bahwa cinta itu luka.


Pada awalnya cinta itu bisa melihat, Namun cinta bisa berubah menjadi buta karena masuk ke lubuk hati yang paling dalam. Cinta akan merelakan apasaja yang ia miliki. Bahkan cinta bisa merusak segalanya.


Fadly berhenti disalah satu tukang ayam dan membelinya. Jarak antara rumah Febri dengan tukang ayam sekitar 3KM. Hujan turun dengan sederas - derasnya, Fadly tetap memutuskan untuk kembali datang kerumah Febri dengan keadaan basah kuyup sambil memegang sekantong plastik yang berisi ayam potong.


Fadly tidak menggunakan helm sehingga pandangannya terganggu dengan tetesan air hujan yang amat lebat.


Sepanjang perjalanan, Fadly tak melirik kanan - kiri dengan kekuataan motor melampui batas normal. Fadly menghindarkan Truk lewat yang berada didepannya , hingga ia menabrak lobang dan terseret jatuh dibibir jalan. Keadaan tak begitu parah, Hanya saja kaki dan tangan sebelah kanan terluka akibat terseret di aspal. Selain itu , Perut Fadly ikut terluka karena terkena oleh stang sepeda motornya.


Jalanan begitu sepi hingga tak ada yang menolong Fadly. Fadly bangkit sendiri, kemudian ia kembali mengendarai sepeda motornya dan pergi menuju ke rumah Febri.


"Fadly !!!" Teriak Febri yang melihat Fadly datang . Ia menunggu kedatangan Fadly didepan pintu rumahnya.


"Fadly kamu kenapa ?" Tanya Febri kaget ketika Fadly mendekatinya dan melihat beberapa luka ditubuh Fadly.


"Tadi gue nabrak lobang Feb!!" Jawab Fadly.


Febri langsung meraih tangan Fadly dan menggandengnya masuk lalu mendudukkannya di kursi tengah. Fadly merintih kesakitan karena memang luka di tubuhnya lumayan parah.


"Aku ambilkan alkohol dulu yaa!!!" Kata Febri. Namun Fadly membantahnya , dan memintanya untuk mengambilkan handuk.


"Mengapa kamu minta handuk ?" Tanya Febri heran.


"Gue mau mandi saja !!!" Jawab Fadly.


"Tapi luka mu ?" Tanya Febri.


"Untuk tahap awal ni luka belum terasa sakit kali ! Tapi 2 -3 hari kedepan baru terasa sakitnya. Cepat lag segera ambilkan gur handuk!!" Pinta Fadly.

__ADS_1


Febri tidak bisa menjawab apa - apa, ia pasrah mengikuti kemauan Fadly. Febri mengambil handui didalam lemarinya. Kemudian ia melemparkan handuk tersebut ke Fadly.


"Aduhhhh !!!" Kata Fadly karena handuk tersebut mengenai lukanya.


"Maaf - maaf Fad, Aku nggak sengaja !!!" Kata Febri sambil terduduk dihadapan Fadly.


"Feb, bantu gue membuka baju ini!!" kata Fadly yang kesusahan ketika membuka bajunya.


"Apa ? aku ?" Kata Febri dengan ekspresi kesal.


"Udahlah , nggak usah sok malu - malu !! bukannya lo pernah menelanjangi gue ?" tanya Fadly usil.


"Heee cuka membuka baju mu ajaa yaa ! bukan menelanjangi." Jawab Febri.


Kemudian Febri membantu Fadly membuka bajunya. Fadly duduk dikursi sedangkan Febri berdiri dihadapannya.


"Awwww!!" rintihan Fadly karena baju nya menyentuh lukanya.


"Lo kenapa melihati dada gue ??" Tanya Fadly heran. Febri hanya terdiam dalam lamunannya.


"Kalau lo mau menyentuhnya, Sentuh saja !!" kata Fadly. Tanpa berpikit panjang lagi, Febri langsung menyentuh dada Fadly dengan tangannya.


"Aaaaa... sekarang tangan ini sudag menyentuhnya. Tapi kenapa pikiran inu masih tidak tenang dan menginginkan yang lain ?" Pikir Febri dalam hati.


Tanpa berpikir panjang lagi , Fadly langsung menarik Febri dan memeluknya dengan erat. Febri pun langsung membalas pelukan Fadly dengan seerat - eratnya.


Kemudian bibir Fadly langsung menyentuh leher Febri dan meninggalkan bekas merah dilehernya. Mereka langsung berpindah kedalam kamar dengan pelukan yang tak lepas.


Febri dan Fadly kini hanyut dalam kepuasan nafsu dunia. Selang beberapa Febri dan Fadly menyelesaikan perbuatan haram tersebut. Febri masih berada disamping Fadly dengan ditutupu selembar selimut.


Mereka berdua tidur berdua layaknya sepasang suami istri hingga pagi menjemput.


Jam tepat menunjukkan pukul 08.00 WIB, Febri terbangun dari tidurnya kemudian ia berlali menuju kamar mandi sambil membawa selembar handuk. Ia jongkok di wc dan menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Fadly yang sadar atas perbuatannya langsung memakai pakaiannya yang berserak di lantai kamar. Ia langsung keluar rumah dan menyalakan sepeda motornya lalu ia pergi meninggalkan Febri tanpa pamit.


Selesai mandi, Febri terburu - buru menuju kamar dan mengintip Fadly. Namun ia tak menemukannya dan ia segera memakai pakaiannya.


"Ya Allah , Kenapa aku sebodoh ini ? Maaf kan aku ya Allah !!" Kata Febri yang masih meneteskan air matanya dan menyesali perbuatannya.


Febri segera kerumah sakit menggunakan angkutan umum dengan membawa bontot untuk makannya selama dirumah sakit.


Sepanjang perjalanan Febri terus - menerus menangis hingga menyebabkan matanya bengkak. Febri tak mengerti apa yang harus ia lakukan. Karena ia sudah kehilangan harta paling berharga dalam hidupnya yang selama ini ia jaga dengan baik.


"Aku akan menikahi lo Feb !!!" Febri teringat perkataan Fadly sebelum tidur ketika selesai melakukan hubungan tadi malam.


"Brengsek !!! dasar laki - laki tidak bertanggung jawab ! setelah ia mendapatkan apa yang ia mau kini malah ia meninggalkan ku !!! ternyata selama ini Fadly bukan lelaki baik - baik !!!" Ucap Febri dalan hati.


"Aaaaaaaaaa !!!!!" teriak Febri. Semua perhatian penumpang angkutan umum tertuju ke Febri.


Febri sampai kerumah sakit, Ia menutupi lehernya dengan jilbabnya dan menutupi wajahnya dengan masker dan kacamata.


"Feb mata lo bengkak yaa ?? Lo kenapa ?" Kata Rahil yang memperhatikan gerak - gerik Febri yang aneh dari awal datang hingga saat ini. Ia selalu menundukkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya ketika Rahil berbicara dengannya.


"Aku nggak papa Hil, Ohiya tadi malam makasih banyak yang sudah menjaga ibu ku!!! aku nggak tau harus berterimakasih seperti apa ! makasih banyak yaa sekali lagi Hil." Jawab Febri yang mengalihkan pembicaraan.


"Gue nggak butuh ucapan apapun Feb , Gue mau lo jujur aja sama gue ! Lo kenapa ? Karena ketika lo pergi pulang kerumah kemarin, Fadly ngabari gur kalau dia sudah berada dirumah lo. Dan gue suruh dia nunggu lo dirumah. Sekarang mata lo bengkak , ada apa sebenernya Feb ?" Tanya Rahil.


Tak sanggup mengatakan apapun , Febri langsung memeluk Rahil dan melanjutkan tangisnya. Mengerti dengan kondisi Febri , Rahil menunggu sampai ia benar - benar bisa cerita.


Tak menunggu lama , Febri langsung menceritakan semua kejadian malam itu ke Rahil. Ia juga menunjukan bekas cupangan dilehernya.


Mendengar itu semua, Rahil tersentak kaget dan membanting mangkok yang dipegangnya.


"Brengsekkk !!! Lelaki macam apa itu. Gue nggak menyangka Fadly sebejat itu ! ternyata ia sama saja dengan pria jalanan itu !!!! Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya Feb. Jangan mau enaknya saja dia. Uhhhhh kalau saja dia ada disini , langsung gue matikan dia." Kata Rahil geram terhadap kelakuan Fadly.


Rahil sangat tidak menyukai lelaki brengsek seperti itu. Ia berencana mendatangi Fadly malam dengan hati yang benar - benar emosi.

__ADS_1


__ADS_2