
1 Bulan kemudian
Fadly bersiap - siap bergegas pergi menuju kerumah Febri untuk menjemputnya. Namun , sebelum Fadly melangkahkan kaki dan mengendarai sepeda motornya, Febri sudah berdiri dihadapan Fadly yang sedang memasang sepatu.
“Ada apa lo kemari setelah satu bulan kamu tidak masuk kerja gara - gara seorang lelaki yang tak punya otak. Apa lo kemari mau mecah - mecahkan kaca rumah gue sebagai pelampiasan emosi lo?"
“Apaan sih ? kau ni seudzon aja ya sama ku , bukan gitu. Aku mau ucapi terimakasih sama mu karena motivasi-motivasi darimu yang membuat aku bangkit kembali !”kata Febri.
Fadly mengangguk “Ya iyalah. Lo wajib mengucapkan terimakasih sama gue. Lo pikir tangan gue nggak pegal gara-gara ngangkat lo. Lo kan berat nya minta ampun!”.
Febri kaget setelah mendengar semua ucapan Fadly yang mengatakan dirinya berat. “apa berat ???? heee berat aku Cuma 55 Kg yaaa. Enak aja dikatain berat!!”
"Itu kapan terakhir nimbang ? pas SD ?" Ucap Fadly sambil tertawa mengejek dan memperhatikan dari ujung kaki Febri sampai ujung kepalanya.
"Eh enak aja , aku kan mau jadi model !!"
"Model ? model apa ? cengeng aja pun, nanti nggak terwujud mecah - mecahin kaca lagi!!" Sindir Fadly.
"Ahahah tapi ko panik juga kan ?"
"Iya jelas laaa , siapa lagi nanti orang yang mau gue gangguin ?"
Fadly dan Febri langsung berangkat menuju kekampus. Ketika sampai, mereka langsung menuju kekantin.
Sebagai ucapan terimakasih Febri ke Fadly, ia akan meneraktir Fadly.
“Loh ? jadi kalian sudah saling kenal ?” Tanya Yudia yang tiba - tiba datang menghampiri Febri.
“Maksudnya Yud?” Tanya Febri
“ini dogan yang aku ceritain selama ini ke kamu Feb!”
“Whattt ?” Febri keselek, lalu ia mengambil air munum dan meminumnya.
“Jadi model macam dia ini yang kamu idolakan ?? seorang laki-laki yang ngeselin abis dan tampangnya nggak ganteng-ganteng kali laaa!!!" jawab Febri sambil melirik Fadly.
“Awas, jatuh cinta nanti !!!” kata Fadly yang membalas lirikan Febri.
“What ? aku jatuh cinta sama kau ??? haahahaha !!!” kata Febri
“Udah-udah, yang penting aku cinta sama kamu beibh !” kata Yudia centil.
Fadly mengembalikan pandangan nya kearah makanannya dikarenakan ia risih terhadap Yudia seperti ulat nangka,,, ihhh jiji ahhhhh ! tapi nggak segitunya juga la ah
Febri,Fadly dan Yudia duduk bertiga menikmati sarapan bareng tanpa ada yang berbicara satu pun sehingga suasana menjadi tegang gitu. Kemudian Fadly memutuskan pergi meninggalkan mereka berdua karena ada yang harus ia persiapakan sebagai bahan kuliah untuk hari ini.
__ADS_1
Febri berpikir sejenak mengapa Yudia bisa mencintai Fadly yang se-cuek itu denganya. Yudia merupakan teman setia Febri dari awal mereka kuliah sampai sekarang. Hems, sifat Yudia dari dulu sampai sekarang tidak ada bedanya, bahkan makin parah. Dia paling hobi dengan yang namanya dandan, hingga ia rela menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk bedak kecantikan saja. Yudia juga paling anti melihat cowok ganteng. Ganteng sikit langsung embat, dan usut punya usut, Yudia sampai pernah nembak cowok karena sakin cintanya ia pada cowok tersebut. Parah kan ? (cerita fiktif) hahahah
“Feb, kau sejak kapan kenal sama my darling?” kata Yudia sambil menyedot minumannya.
“Sejak waktu itu aku cerita sama kau kalau aku ketemu cowok yang paling nyebelin se-dunia!"
“ooo, dia tuh yang ko panggil mas mas apa gitu, lupa aku!"
“Mas Judes.” sambung Febri.
“Ha, itu maksud aku ! mas judes!!”
Febri menceritakan semua tentang Fadly ke Yudia , Dari awal mereka kenal hingga sekarang. Yudia pun banyak melontarkan beberapa pertanyaan yang tak terduga mengenai Fadly ke Febri. Ya namanya juga wanita. Semakin lama ya ia semakin cinta laa jika kenak pupuk terus.
“Feb tapi lo yakin kan tidak ada perasaan apa pun sama Fadly??” Tanya Yudia serius.
“Apaaa ? Perasaan ? gila ko ya Yud !!”
“Ia soalnya kan kau sekarang jomblo” Kata Yudia sambil merengek-rengek.
“Yudiaa… ko apaan sih jangan kayak anak kecil gitu laaa. Aku nggak akan ambil dogan mu itu. Uda la ahh, aku mau masuk lagi. Uda pada nunggu anak-anak ku untuk mempelajari lapisan tanah!” kata febri yang langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan Yudia.
Sembari berjalan menuju keruanganya untuk mengambil tasnya, Febri terpikir kata - kata Yudia tadi.
"Mengapa Yudia suka ke Fadly aku merasa cemburu gitu yaa !!" Pikirnya dalam hati.
“Ahhh miss, miss mau masuk yaa ? cie-cie yang sebentar lagi mau nikah!” ucap mahasiswa tersebut.
“Nikah-nikah, gagal tau!!” kata Febri sambil berjalan menuju kekelas.
“Iya yang lalu gagal, yang baru ini kek mana ? yang sering pulang pergi ngampus bareng sama seorang lelaki!!” ledek mahasiswanya.
“walaupun miss turunnya tidak di Faperta, saya tetap bisa melihat miss bersama laki-laki calon ayah dari anak-anak miss!!” Sambung mahasiswa tersebut.
“Hardila,, jangan bilang gitu. nanti marah miss Yudia sama mu!! bapak itu pacarnya miss Yudia!!” jelas Febri.
“Apaaa ? kok bisa miss ? sumpah nggak cocok miss. Dia itu cocoknya sama miss!!”
“Dari mana pulak ko nilai kalau kami cocok ??”
“yaaa saya ngeliat aja miss, saya temui laaa bapak ituuuu dulu ya miss, nyampaikan salam miss kepada nya ! sekalian mau ngasih parfum ! kemarin dia ada beli miss , miss mau beli juga ? banyak promo loh miss !!” kata Hardila sambil memberikan buka katalog jualan onlinya nya lalu ia belari meninggalkan Febri dan menuju ke Fakultas teknik tempat Fadly mengajar.
“Ihhh dasar bocah” kata Febri menggelengkan kepala.
Ketika sampai di fakultas teknik, Hardila mencari ruangan Fadly. ia bertanya kepada semua mahasiswa yang bertatap muka dengannya.
__ADS_1
"Haa berarti ini ruangan bapak itu!" kata Hardila yang sudah berada didepan ruangan Fadly. Ia pun langsung membuka pintunya, ternyata pintu tidak dikunci. Namun tidak ada sama sekali orang dalam ruangan tersebut.
"Heyy !! ngapain kamu ??" tanya seorang wanita yang tiba - tiba datang.
"Astaga terkejut akuu !! buk mohon yaa jangan seperti hantu , datang tiba - tiba ngagetkan orang !!" Kata Hardila.
Wanita tersebut merupakan Bugar yang terkenal sangat galak di fakultas tersebut.
"Ngapain kamu disini ??" Tanya Bugar.
Hardila hanya menggelengkan kepalanya saja dan meletakkan jari telunjuknya ke bibir bugar.
"sssssttttt !! Ibu bisa diam dulu enggak ?"
"Heyy !!! tidak sopan kamu yaa !!!" bentak bugar sambil menghempaskan tangan hardila dari bibirnya. Namun Hardila tak memeperdulikannya dan ia malah masuk kedalam ruangan Fadly.
"Heyyy keluar kamuuu !!!" bentak Bugar.
"Ahhh ibuk ini cari perkara saja !!!"Kata Hardila.
"Keluar kamu !!!" bentak bugar sekali lagi dan mempersilahkan Hardila keluar.
"Buk sekali lagi ibuk bentak saya ! saya tidak segan - segan manampar ibuk yaa !!!" kata Hardila.
"Siapa kamu ? berani - beraninya kamu melawan sama saya !!!"
"Ibuk ni kalau di diami makin melunjak !!! sekali lagi ibuk bicara saya tidak akan segan menghantamm ibu !!" Bentak Hardila.
Melihat badan Hardila lebih besar dari bugar , membuat bugar berpikir Dua kali untuk berbicara. Ia pun memutuskan pergi dan berencana memanggil satpam.
Hardila masuk keruangan Fadly kemudian menutup pintunya. Lalu ia duduk di kursi Fadly dan memilih untuk tidur sejenak.
20 menit kemudian.
Bugar kembali datang bersama dua orang satpam , Fadly dan beberapa mahasiswa yang kepo. Fadly sangat bingung siapa yang berada di ruangannya sehingga bugar sepanik ini.
"Cepat buka pintunya !! ada perampok dalam ruangan mu Fadly!" Kata bugar yang tergesa - gesa meminta untuk membuka pintu ruangannya.
Fadly langsung membuka pintunya dan melihat Hardila tidur di mejanya.
"Ha itu kan mahasiswanya Febri!!" gumam Fadly dalam hati.
"Haaaa itu diaa !!!" teriak Bugar.
Karena mendengar teriakan bugar, Hardila terbangun dari tidurnya dan melihat sudah ramai orang di sekitarnya. mata nya pun memandang Fadly.
__ADS_1
"Hoaammmm ngantukk !!! Pak ini parfum yang bapak beli kemarin. Oh iya pak !! dapat salam dari miss Feb!!" Kata Hardila yang mendekati Fadly.
"Ada ajaaa tingkah ibuk ini !!" ucap Hardila ketika melewati bugar. Hardila pun tak memperdulikan mahasiswa yang mengintipnya dari jendela. Ia segera pergi menuju ke kelasnya.