Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 30


__ADS_3

Febri melangkahkan kakinya ke arah dapur. Ia kembali meracik bumbu masakan untuk sarapan keluarga besar Pak Windra.


Seperti kemarin , tidak ada yang membantunya namun kali ini ia di temani oleh Fadly. Fadly duduk di kursi makan sambil memegang sebuah gitar.


Fadly mulai memetik senar - senar gitar dan mengeluarkan suara emasnya. Febri yang mendengar seolah - olah menikmati dan ingin rasanya ia mengabadikan suara Fadly.


*Aku punya niat yang baik


Coba kuungkapkan pada mu


Berharap kamu kan menjadi


Rencana besar di hidup ku


Tapi kau bilang, pergi sana


Kamu tak mau melihat diri ini selamanya


Awas nanti jatuh cinta


Cinta kepada diri ku


Jangan jangan ku jodohmu


Kamu terlalu membenci


Membenci diriku ini


Awas nanti jatuh cinta padaku


Aku punya niat yang baik


Telah kuungkapkan padamu


Kau tetap bilang, pergi sana


Kamu tak mau melihat diri ini selamanya


Awas nanti jatuh cinta


Cinta kepada diriku


Jangan jangan ku jodohmu


Kamu terlalu membenci

__ADS_1


Membenci diriku ini*


lirik lagu band Armada berjudul Awas Jatuh cinta yang di nyanyikan Fadly dengan iringan suara gitarnya. (Coba di dengar ya guys lagu nya hahaha ini bukan endors)


Febri yang awalnya hanya menikmati suara indah itu kini ia tersadar akan lirik lagunya. ia mencoba mengucapkan kembali lirik lagu itu.


"Laaaa kenapa dia nyanyi lagu itu ? apa dia nyindir aku ? Ah tidak mungkin , kan dia sudah berpacaran dengan Yudia!!" kata Febri dalam hati.


Febrri kembali mengabaikan lirik lagu itu tapi ia tak bisa menghilangkan lirik lagu tersebut dari pikirannya.


Tak lama kemudian datang Tante Mede dari kamar menuju Wc yang melewati dapur terlebih dahulu.


"Pagi tante !!" Sapa Febri yang melihat Mede dengan lirikan tajamnya. Mede tidak memperdulikan sama sekali posisi Febri. Ia mengabaikannya bahkan Mede menabrakan bahunya ke bahu Febri.


"Ia aku tau aku bukan siapa - siapa dirumah ini ! tapi bukan berarti aku harus di ginikan sama keluarga ini!!" Kata Febri dalam hati yang mulai kesal dengan perlakuan tante Mede ke dirinya.


Fadly melangkahkan kakinya dan mendekati Febri. Ketika sudah berada tepat dibelakang Febri , Fadly langsung memeluk Febri. Febri tersontak kaget dan ia langsung melepaskan tangan Fadly yang melingkar diperutnya.


"Apa - apaan kamu Fadly ?" Kata Febri.


"Gue tau kalau elo cinta sama gue, Iya kan ?" Tanya Fadly. Febri tak menjawab apa pun dan ia langsung melanjutkan masaknya.


"Kenapa jantungku berdebar sekencang ini ? ada apa iniii tuhan ??" Ucap Febri dalam hati. Namun Fadly tak hanya diam , ia mengulang perbuatanya ke Febri dan mendaratkan bibirnya ke keher Febri. Febri yang sempat memejamkan matanya, kini ia membuka matanya dan berbalik arah.


Tetapi ia melihat Fadly masih duduk di kursi makan sambil memainkan gitarnya. Febri pun memegang lehernya dan ternyata dari tadi Febri berhayal.


Febri pun mencubit dan memukul wajahnya sendiri. Wajahnya memerah namun jantungnya tak berhenti berdebar.


Tentuu iyaaa !!! kalau berhenti berdebar iya uda jelas meninggal donngg wkwkwkwk


"Kenapa lo ?" Tanya Fadly yang tiba - tiba berada disamping Febri. Febri pun langsung teriak karena terkejut melihat posisi Fadly disampingnya.


"Kau ngapai kemari Fad ? jangan apa - apakan aku !!!" Kata Febri ketakutan.


"Maksud lo ? ngapa - ngapain eloh ? nggak usah Ge'er yaa!!" Jawab Fadly.


Akhirnya , Febri selesai masaknya dan ia memindahkan makanan yang ia masak dari Kuali menuju ke piring dan menaruhnya ke atas meja. Fadly membantu Febri memindahkan makanan tersebut ke meja makan.


"Apa yang kamu lakukan Fadly ?" Tanya Mede yang baru saja keluar dari wc.


"Hanya membantu Febri maa!!" Jawab Fadly.


"Nggak usah kamu bantui dia ! lagian kita sarapan diluar ! Ogah mama makan masakan dia !" Jawab Mede. Febri yang mendengarnya terduduk lemah kecewa.


"Tapi tante , Febri sudah memasakanya dalam porsi banyak , Febri masak buat kita semua, dan makanan ini nggak ada sama sekali aku beri racun!!" Jawab Febri dengan intonasi yang berbeda.

__ADS_1


Parrrrr !!!! Tangan Mede mendarat kewajah Febri.


"Sudah berani kamu melawan sama saya yaa !!!" bentak Mede.


"Maaf ya Nteee , disini bukan aku yang melawan sama antee , tapi disini posisi ku tidak ada sekali tante hargai. Lagian disini posisi aku bukan siapa - siapa nte , nggak perlu saya takut sama tante !!" jelas Febri sambil meneteskan air mata.


"Stoppp !!! Feb nanti lo gue antar pulang ! dan mama jangan usik Febri lagi." kata Fadly yang mengerai mereka.


Febri langsung berlari menuju kekamar nenek untuk mengambil barang - barangnya yang ia letakkan dikamar nenek beserta tasnya.


Namun Febri tak melihat sosok nenek sama sekali. Ia sempat berpikir dimana sekarang keberadaan nenek.


"Hayukk Fad , aku mau pulang!!!" ajak Febri menghampiri Fadly yang masih duduk di kuris makan.


"Kita makan dulu Feb, baru pulang!!" Kata Fadly.


"Enggak Fad , aku udaa nggak enak disini!!" jawab Febri.


Fadly memutuskan untuk mengantar Febri pulang. Karena Fadly yakin jika Yudia sudah bangun , maka Yudia dan mama nya akan menyerang Febri yan tak bersalah.


Sepanjang perjalanan Fadly berusaha menghibur Febr agar senyum manisnya kembali terpancar. Tapi Febri tetap tak bisa untuk tersenyum , Ia selalu mengeluarkan airmatanya tanpa henti.


"Sudah berapa lama lo pacaran sama Dedri?" Tanya Fadly. Feberi tersentak kaget mendengar pertanyaan yang di lontarkan Fadly.


"Kenapa diam ???" Tanya Fadly sekali lagi.


"Aku sama sekali tidak ada pacaran sama Dedri Fad!!" Jawab Febri.


"Yakin ?" tanya Fadly meyakinkan


Febri hanya merespon dengan anggukannya saja yang menghadap kekaca spion motornya karena ia yakin bahawa Fadly menatap Febri dari kaca spion.


Belum sampai kerumah Febri , nasib buruk datang menghampiri mereka.


Sepeda motor Febri kehabisan bensin dan sepanjang jalan tidak ada sama sekali tukang jual bensin. Namun , diujung jalan Fadly melihat kedai menjual bensin perbotol. Fadly dan Febri mendorong motornya hingga ke kedsi tersebut.


Setelah sudah diisi , Motor Febri masih tetap belum bisa dihidupkan. Setelah di cek Fadly, ternyata motor Febri rusak karena motornya Injection yang sama sekali tidak boleh kekeringan bensin.


"Sial terus kalau gue didekat anak ini!!!" kata Fadly sambil melirik ke Febri.


"Yaudah ayok sama sama kita dorong!" Jawab Febri sambil ngos - ngosan.


"Naik loo !!!" kata Fadly yang menyuruh Febri naik ke sepeda motor. Febri tak bisa melawan dan ia hanya mengikutinya karena ia takut jika ia melawan, Fadly akan meninggalinya di tempat seperti itu.


Fadly mendorong sepeda motor dengan posisi Febri duduk diatas motor.

__ADS_1


Fadly tidak tega melihat Febri kelelahan karena mendorong motor panas - panas begini.


__ADS_2