
Jika cinta itu adalah anugerah,kenapa masih ada yang tersakiti ? lalu, jika cinta itu adalah petaka, mengapa cinta itu bisa begitu hangat dan membuat kebahagian terasa indah ? cinta bisa begitu dekat,menjaga dan melindungi. Namun cinta juga mampu membuat seseorang egois dan ingin memiliki seutuhnya.
Taxi tampak laju melewati jalan menuju bukit pinggiran kota. Disisi kiri dan kanan, rimbauan pepohonan memagari jalanan. Beberapa saat kemudian taxi itu berhenti dibawah sabatang pohon beringin. Pohon beringin tampak besar dan daunnya rimbun sehingga ada bebatuan besar yang sengaja dibuat agar bisa digunakan untuk duduk.
Febri turun dari taxi. Kemudian ia menghirup udara dalam-dalam, kemudian ia duduk dibatu itu. Angin bukit menerpa wajahnya.
“Mengapa papa tega melepas kami demi wanita janda itu ??” ucap Febri.
Febri mengeluarkan buku diary nya dan mulai menulis semua kejadian yang menimpa dirinya. Ia bingung mau curhat kesiapa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menulis dibuku diary tempat biasa ia menulis ketika ada masalah.
Air mata terus menetes menjatuhi buku diary tersebut sehingga membuat lembaran diary tersebut basah. Ketika Febri selesai mencurahkan isi hatinya didalam sebuah buku, ia melihat ada burung merpati yang tidak bisa terbang.
Ia menutup buku diary nya dan meninggalkannya dibatu tersebut lalu ia mengejar burung merpati yang tidak bisa terbang itu. Tak lama kemudian, Fadly datang menghampiri Febri. Namun Febri tak melihatnya sama sekali karena ia mengahadap berbeda arah.
Fadly langung menuju kebatu dimana dibatu tersebut ada tas, ponsel dan buku diary Febri. ia memberanikan diri untuk membuka buku diary Febri yang baru ia tulis karena masih ada pena Febri sehingga langsung terbuka lembaran yang baru ditulis Febri.
Fadly membacanya dari awal sampai akhir, Ketika beberapa baris lagi Fadly selesai membaca, Febri langsung merampas buku diarynya dari tangan Fadly
“Apa maskud kamu baca-baca privasi aku?" Tanya Febri dengan nada yang sedikit marah dan wajahnya memerah.
“Maafkan gue Feb, tapi betulkah kejadian yang lo tulis itu ? bahwasanya papa lo menikah dengan ibunya Reiza ???” Tanya Fadly penasaran
Febri sama sekali tak menjawab pertanyaan fadly, ia hanya menundukkan kepalanya dan meneteskan airmatanya.
“Maaf Feb, bukan maksud gue untuk mengingatkan masalah lo ! tapi gue bisa jadi teman cuhat lo kok, siapa tau gue punya solusi untuk lo!!” Tawar Fadly.
“Mengapa lelaki itu mereta jahat Fad ?? dari calon suami aku, sampai ke papa aku. Semua menyakiti wanita. Kenapa fad kenapaaa ?” teriak Febri.
Fadly langsung meraih kedua tangan Febri. “Lo yang kuat ya Feb, bumi ini masih berputar Feb, ada masanya kesediahan lo sekarang akan menjadi kebahagian esok. Setiap kehidupan akan selalu ada masalah, masalah tak akan berhenti, masalah itu akan selalu datang. Semakin kita banyak bersabar maka semakin di uji pula kita sama allah swt. Namun allah tidak akan menguji kepada hambanya yang tak mampu, dalam artian lo pasti mampu mengahadapi masalah ini. Lo harus kuat, karena disetiap masalah akan ada jalan keluarnya. Walaupun pintu sudah tidak adalagi, namun jendela masih bisa untuk kita keluar. Jadi yang lo harus pikiri sekarang, lo harus cari pintu keluar tersebut. Jika tidak ketemu pintu keluar, lo harus cari jendela untuk keluar!! ”
“Ini semua salah aku Fad!!”
“Tidak Feb, dalam mengahadapi masalah, tidak ada orang untuk disalahkan. Ini adalah takdir!!” Ucap Fadly.
“Jadi takdir aku yang salah, takdir aku yang jelek?”
“Tidak Feb, takdir itu ada bukan untuk disalahkan, namun takdir di ada untuk dijalankan.”
“Boleh aku memeluk kamu sebentar???” Kata Febri yang tidak sadar dengan perkataannya.
“Tidak Feb, lo tidak boleh memeluk gue sebentar, tapi kalau lo mau memeluk tubuh gue dalam waktu yang cukup lama, gue akan mengizinkannya!!” kata Fadly.
Tanpa berpikir panjang lagi, Febri langsung mememluk tubuh Fadly seerat-eratnya begitu juga sebaliknya.
Setelah beberapa saat Febri dan Fadly berpelukan, Febri melepas pelukan itu lalu menyusun peralatanya yang sempat berserak disekitar batu kedalam tasnya.
Kemudian ia mengajak Fadly meninggalkan bukit lalu menuju pulang kerumahnnya.
“Jadi Feb ini rumah lo yang sekarang ??” Tanya Fdly kaget setelah sampai dan melihat kondisi rumah yang ditempati Febri sekarang, seperti tak layak untuk ditempati.
__ADS_1
“Iya Fad, kenapa ? ko malu mau masuk rumah ku ? atau lo nggak terbiasa ya masuk rumah gubuk seperti ini ?” Tanya Fadly.
“Bukan gitu Feb, tapi gue kaget aja, kok lo tidak mencari rumah yang jauh lebih bagus dari ini ?"
“Iya fad, tentu rumah yang jauh lebih bagus dari ini banyak. Malah banyak sekali ! namun rumah yang harganya murah ya hanya rumah ini saja!!” Jelas Febri.
“Murah ? kenapa lo cari yang Murah ?? bukannya kita harus mencari rumah yang bisa buat kita nyaman ??” Tanya Fadly Heran.
“Kata siapa kami tidak nyaman dirumah ini ? kami nyaman kok, nyaman dihati nyaman juga dikantong!” Jawab Febri.
“Kalau lo tidak punya biaya, lo kan bisa meminta uang ke gue Feb ! atau kalau lo segan untuk meminta, lo bisa meminjamnya!!!” Jelas Fadly.
“Enggak lah Fad, mama aku sekarang sudah tidak bekerja, jadi kami harus hemat. Selagi tidak butuh-butuh kali, aku tidak mau memposisikan tangan aku dibawah. Sudah la yok, kita masuk kerumah!!” kata Febri sambil mengajak Fadly masuk. Karena dari tadi mereka hanya berbicara didepan pintu saja.
Seorang wanita yang mandiri, tidak akan mengemis kepada lelaki untuk diberi, tapi seorang lelaki yang bertanggung jawab akan memberi dengan sendirinya tanpa harus diminta.
“Fad, ko pakai sepatu aja kerumah ini. Lantainya masih kotor, nanti kaki kamu kotor juga!!” kata Febri.
“Siapa Febb ??” Teriak ibu Salmi dari dapur.
“Ini mah, Fadly!!”
“Hay tante apa kabar ?” Tanya Fadly setelah melihat Ibu Salmi datang dari dapur, Kemudian Fadly menyalam tangan ibu Salmi lalu menciumnya.
Febri langsung kedapur dan membuatkan minum untuk Fadly.
“Alhamdullilah tante!!” Jawab Fadly.
“Ya begini lah Fad keadaan rumah kami sekarang !”
“Iya tante, tante bersabar saja yaaa. Ada hikamah dibalik semua ini tante!!” Kata Fadly.
“Ia nak.”
“Oh iya tante , Fadly numpang ke Wc!!” Kata Fadly.
"Itu dibelakang, kamu kedapur saja, didapur ada Febri. Terus kamu Tanya saja ke dia!!” Jawab Ibu Salmi.
Fadly langsung kedapur dan mendekati Febri. “lo buat apa Feb ? pasti buat minum untuk gue kan ? sudah lo tidak usah repot-repot.”
“Ihh kamu tuh nggak usah kege’eran yaaa, ini buat minum mamak aku kok. Ko mau apa kemari ?” Kata Febri sambil mengaduk teh dalam gelas yang telah dibuatnya.
“Gue mau numpang buang air kecil Feb!!” Kata Fadly sambil memegang seleting celananya.
"Itu yang pintunya sudah agak rusak, kamu masuk aja ! tapi pintunya jangan didorong, nanti malah lepas. Diangkat aja yaaa, terus kalau diember tidak ada air, kamu ambil sendiri ya airnya didalam sumur, disitu juga ada sumur dan embernya juga!!”
“Apa Feb ?? jadi nyedot airnya tidak pakai mesin ?” tanya Fadly.
“Pakai dong!” jawab Fadly.
__ADS_1
“Tuh ngapain nimbah air disumur ? kok nggak dicok aja mesinnya ?” Tanya Fadly heran.
“Nesinnya nggak pakai colokan, tapi pakai mesin ini!!" kata Febri sambil menunjuk otot tanganya.
Fadly langsung menuju toilet, dengan sangat hati-hati ia membuka pintunya. Karena pintu toilet engselnya sudah pada lepas semua. Jadi pintunya juga ikut terlepas.
Setelah itu Fadly langsung bergegas keruang tamu dan menemui Febri yang sudah duluan ke Ruang tamu.
“Gimana Fad ??? repotkan ??” Tanya Febri dengan senyum tipisnya.
"Hahah tidak kok Feb!!”
“Sini duduk nak, ini minum tehnya makan juga rotinya!!” kata Ibu Salmi yang mempersilahkan Fadly duduk dan menyuguhi teh ke Fadly.
“Aduhhh, jadi merepotkan tantee !”
“Iya tidak apa-apa, sekali-sekali aja kok. Oh iya jadi bagaimana kabar Yudia ? kata Febri kamu semalam jagain Yudia yaa?”
“Iya tente , tapi Cuma sampai jam sepuluh saja nte. Fadly nunggui Febri datang tante, ternyata ketika jam sepuluh Febri ngabari Yudia memutuskan untuk tidak bisa datang, ya Fadly langsung pulang setelah dapat kabar itu. Keadaan Yudia alhamdulilah sudah membaik tante. Sekarang keluarganya yang menjagainya!” kata Fadly.
“Oh iyaa lah, tante kekamar dulu ya nak, kepala tante masih pusing!!" Kata Ibu Salmi sambil bangkit dari duduknya lalu pergi menuju kekamar.
“Iyya tante nggak papa!!" Jawab Fadly.
“Oh iya Feb , sampai kapan lo disini terus ?” Tanya Fadly.
“Nggak tau lah Fad, gaji ku juga nggak banyak-banyak amat. Belum lagi aku harus menyicil bayar hutang ke bank Fad.”
"Bayar hutang ke bank ? utang apa ?”
“Hems, tadi pagi mama aku meminjam uang ke bank totalnya lima ratus juta Fad. Tujuannya untuk menggaji karyawannya. Ya walaupun gajinya tidak full, tapi setengahnya bisa lah kami kasih. Alhamdulilah pekerja mama dulu menerima dengan ikhlas karena gajinya hanya setengah. Mereka tidak banyak omong, ya walaupun ada lah satu dua tiga orang yang nyinyir dibelakang." Jelas Febri.
“Jadi itu semua kamu yang bayar Feb ??”
“Iya Fad, mau gemana lagi ? aku harus banting tulang untuk melunasi semua hutang-hutang mama aku!!”
“Gue boleh bantu Feb ??” Tanya Fadly.
“Tidak Fad, kalau ko bantu aku, berarti kamu sama saja seperti mereka yang menganggap aku meremehkan ku karena tak bisa bayar sendiri.” Kata Febri
“Iya alhamdulilah berarti uang gue tidak jadi habis!!” kata Fadly bercanda.
“Ih kamu nih”
Fadly dan Febri asik bercanda, tertawa, bercerita, curhat bahkan mereka sampai ketiduran dikursi.
Halloo Readers 😊😊, Selamat Hari Raya Idul Fitri. 1 Syawal 1441 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 😊😊
__ADS_1