
Seperti biasa , Fadly masuk kekmpus untuk mengajar. Ia menggunakan sepeda motornya dan kali ini ia tidak membawa Yudia seperti akhir - akhir ini.
Ia berjalan terburu - buru , bukan karena ia takut terlambat, melainkan ia ingin menemui seseorang.
Brakkkkkk suara Fadly tetabrak dengan seseorang.
“Waduhhh, mbak kalau jalan pakai mata!” kata Fadly sambil merapikan bajunya tanpa melihat orang yang ia tabrak.
Kemudian wantia tersebut melihat ke Fadly dan begitu juga sebaliknya.
“Dimana-mana kalau jalan itu pakai kaki. dan kau yang jalan pakai mata sampai menabrak aku!!”
“Febri!!” kata Fadly. Wanita yang ia tabrak adalah Febri. Febri memang sengaja datang ke fakultas itu untuk mencarinya dan menanyakan beberapa pertanyaan yanv membuatnya selama ini penasaran.
“Ada yang mau aku tanya sama mu Fad. Kenapa waktu itu kamu mabuk berat ??” Tanya Febri sambil berjalan menuju tangga kemudian ia duduk ditangga tersebut.
“Lo kok tau gue mabuk ?? jangan-jangan lo yang ngapa-ngapain gue ?? sampai baju gue terbuka gitu ??” Kata Fadly sambil berjalan dan duduk disamping Febri.
“Hee, lo itu jangan salah paham, waktu itu pas kamu pulang dari rumah ku, nggak lama itu mama pulang, terus bibik bilang kalau kamu tadi kerumah. Lalu aku disuruh menjemput mu !!”
"Aku langsung menuju kerumah mu, kata pembantu dirumah mu ko belum pulang ! ya makannya aku Tanya sama Rahil yang kebetulan ia meninggalkan nomor ponsel nya ke aku !! tu aku mengikutimu dari belakang ternyata kamu ke club. Ya aku nggak berani masuk tapi aku memberanikan diri untuk masuk. Tenyata eh ternyata mencari mu itu tidak sulit. Ko sudah dikerubungi oleh dua wanita yang berada dikedua lengan muu , kepala mereka nempel di ketek loo. Aku sebel, makannya aku langsung menarik dan membawa mu pulang.” jelas Febri dengan muka sebel.
“Terus terus ? kok bisa baju gue terbuka ??” Tanya Fadly penasaran.
“Ketika aku mau bawa ko pulang ternyata ko muntah di jeket mu itu karena kau mabuk berat. terus aku pernah mendengar kalau air kelapa bisa menetralisir tubuh kita. Makannya aku cari air kelapa muda sekeliling pekan baru. Tetapi ya gitu,,,, nggak ada yang buka sampai aku datangi rumah tukang kelapa tersebut. Alhamdulillah rezeki baik , terus dapat deh air kelapanya!!”
“Tu baju gue kok bisa terbuka , kan itu yang gue Tanya, itu dong yang dijawab!!” kata Fadly.
“Ya ko tuh sabar dikit napeee, aku mau cerita dipotong muluk!!”
“Iya cerita lagi laaa!!” Kata Fadly
“Ya makannya diam!!”
“Iya diam ni gue!!”
“Sampai aku benar-benar selesai baru boleh ngomong!!”
“Ok.”
“Eh tapi cerita aku tadi sampai mana yaa ??” kata Febri sambil berusaha mengingat sampai mana ia bercerita.
“Kau kok diam aja??” Tanya Febri heran melihat Fadly diam saja.
“Ya tadi disuruh diam!!”
“Ya kalau aku nanya ya dijawab la mas bro judes!!” Kata Febri sambil mencubit paha Fadly.
“Hehe, tau nggak ? gue rindu sama masa masa ini , dimana gue berada disamping lo muluk!!” Kata Fadly.
“Loh ? kok lo malah curhat? mau dengar cerita selanjutnya nggak?? Aku dah ingat nih sampai mana tadi ceritanya?” Kata Febri.
“Lanjut!!”
“Aku udah ketemu rumah tukang kelapa nya, tuh aku beri kemulut mu ! eh tapi sebelumnya aku beli selimut dulu deng karena yang dirumah uda bosan, makannya aku beli selimut baru. Lanjut ya cerita nya ??” kata Febri.
Fadly hanya menggangguk saja dan menunggu cerita dari Febri karena memang selama ini dia penasaran , siapa yang membuka bajuya ketika ia mabuk.
"Selanjutnya aku mau ngantar kau pulang, ternyata jam sudah menunjukan pukul 22.59 WIB, ya nggak jadila, aku belok ke spbu. Tuh aku liat baju mu basah keringatan dan ada pulak muntahnya. Karena aku kasihan sama kau , Ya aku buka kan baju mu. Lalu aku lihat ko kedinginan makannya aku beri selimut baru itu untuk mu. kemudian aku pindahkan kau ke bangku belakang biar enak tidurnya. Ya aku pun tidur disitu juga. Tapi aku tidur dikursi depan. Keesokan harinya, matahari sudah keluar ya aku juga keluar. Aku nggak mau kau melihat ku disitu , makannya aku langsung pulang naik busway!!” jelas Febri.
“Lo sayang ya sama gue??” Tanya Fadly yang menatap kedua bola mata Febri. Namun Febri tidak menjawab apapun dan ia hanya terdiam menatap Fadly.
“Andai kamu bisa melihat isi hati ku Fad!!” ucapnya dalam hati.
“Lo apaan sih, segitunya melihat aku!!” Jawab Febri lalu memindahkan pandangannya ke depan.
"Kenapa lo sebal liat gue sama kedua cewek itu yang menempel diketek gue ?? ha ??”
“Ya aku sebal aja!!"
“Iya kenapa lo sebalnya ? Toh kita juga belum pacaran!!”
__ADS_1
“Ya nggak tau , kenapa hati ini bisa sebal. Udah la ya Fad, aku mau kekelas dulu. Jangan lupa ko cuci selimut ku, jangan sampai ada tercium bauk alkohol” kata Febri.
Febri lalu bergegas bangkit dari duduknya kemudian ia pergi meninggalkan Fadly. Rahil yang mengintip mereka berdua, diam-diam mengikuti Febri dari belakang.
Tak lama kemudian Febri sampai di faperta, Febri sengaja dijegal seseorang hingga terjatuh .
“Hahahaha ******!!” tawa seorang wanita yang sengaja membuat Febri terjatuh.
“Yudiaaa, ko apa-apa’an sih?” kata Febri.
“Ko tu yang apa-apa’an ? aku sudah perhatikan kau yaa, masih aja ko dekati Fadly. Dari rumah nenek yang kalian belanja , sampai sekarang. Maksud kamu apa ?” Kata Yudia sambil menjambak rambut Febri lalu menariknya menuju ke toilet dan menyiramnya dengan solar.
“Aku peringati ya sama kau, jangan pernah dekati Fadly lagi atau aku bisa buat lebih parah dari ini ke kau!!” ancam Yudia.
“Setega itu ko sama ku Yudia ??” Jawab Febri sambil menangis.
“Bukan urusan ku!!!” kata Yudia. Lalu ia keluar dari toilet kemudian ia terjatuh karena tersandung kaki orang juga.
“Hahahahahaha,,,,, ****** lo kan!!” kata seseorang yang sengaja membuat Yudia jatuh.
“Hee kau siapa bisa-bisa nya berbuat ini sama ku ?? ko nggak tau aku siapa ??” kata Yudia.
Wanita tersebut tidak memperdulikan Yudia, kemudian ia masuk ke toilet untuk mengambil botol berisi sisa solar yang di bawa Yudia tadi untuk menyiram Febri. Lalu ia menambahnya dengan air dan selanjutnya ia keluar lagi kemudian ia menyiramkannya ke Yudia
Wanita tersebut adalah Rahil, Febri kaget melihat aksi Rahil yang membalas perbuatan Yudia.
“Rasain loo, mbak mbak pelakor . enak disiram air solar ??? makannya kalau tak mau di kek giniin jangan berbuat kayak gini sama orang lain!!” kata Rahil.
Kemudian Yudia langsung mencekek leher Rahil dan Rahil membalasnya juga. Febri yang tadinya terduduk ditoilet sambil menangis, langsung berdiri dan memisahkan antara Yudia dan Rahil yang lagi bertengkar. Kemudian Rahil medorong Yudia sangat kencang sehingga Yudia terdorong dan terhentak kepalanya dengan tembok hingga berdarah dan yudia langsung terjatuh “aaaaaaaaaaaaaa…………..” teriak Febri.
“Ayuk kita kabur Feb !!” kata Rahil sambil menari tangan Febri.
“Enggak Hil, aku nggak mungkin tinggalkan Yudia dengan keadaan seperti ini !!” kata Febri yang melepas genggaman Rahil dan ia langsung teriak-teriak minta tolong . ia mula-mula mengangkat Yudia seorang diri, namun ia tak kuat. Ia langsung meraba kantong nya dan mengambil ponselnya dari tasnya lalu ia mengetik nama Fadly di phone booknya dan langsung ia telpon.
“Ia ada apa sayang!!” jawab Fadly dari sebrang telepon.
“Ini nggak waktunya bercanda Fadly, tolong kamu ke toilet faperta, toilet mahasiswa yang lama, cepat yaaa aku butuh kamu!!!” kata Febri sambil mematikan panggilannya.
Tak lama kemudian Fadly datang dan melihat dari kejauhan Febri sedang terduduk memangku kepala seseorang yang tertidur didepan toilet . Fadly langsung berlari menghampir Febri.
"Febri ada apa ini ??” tanya Fadly panik.
“Uda kamu jangan banyak Tanya , tolong angkat Yudia sekarang kita bawa dia ke rumah sakit, cepat, dia sudah banyak ngeluari darah nih Fad!!"
Fadly langsung bergegas mengangkat Yudia menuju ke mobilnya, Febri tetap memegang kepala Yudia agar luka tersebut tidak mengeluarkan banyak darah. Kemudian Febri duluan masuk kemobil di kursi belakang, lalu Fadly meletakkan kepala Yudia di pahanya Febri. jarak antara pipinya Fadly dan bibir Febri hanya satu centimeter lagi, huuuuuu hampir yak keciummmm. Untung enggak , heheheh
Fadly mengendarai mobilnya dengan sangat laju, Febri mengambil ponselnya dan menelpon dekan untuk meinta izin tidak masuk karena ia mengantarkan Yudia karena mengalami kecelakaan. Sesampai dirmuah sakit , perawat langsung mengurus Yudia dan membawanya keruangan ICU. Rok Febri sudah berlumeran darah Yudia.
Melihat Febri bolak - balik didepan pintu ruang ICU karena ketakutan, membuat Fadly langsung mendekati Febri dan membawanya duduk agar Febri lebih tenang.
"Lo yang tenang ya Feb, jangan ketakutan gini. Emang ada apa feb ? kok bisa terjadi kejadian seperti ini ??” tanya Fadly. Namun Febri hanya terdiam dan tertunduk ketakutakan. Fadly sangat yakin bahwa Febri ketakutan terlihat dari tingkah lakunya. seperti dari tangisnya, Gemetaran dan wajahnya pucat
Tanpa berpikir panjang, Fadly lansung memeluk Febri. ia meletakkan kepala Febri ke dadanya lalu tanganya melingkar di badan Febri.
“Lo yang tenang yaaa, tidak akan terjadi apa apa sama Yudiaaa!!!” Kata Fadly.
"kok aku terasa nyaman ya dipelukan mu Fad, rasa takut aku jadi berkurang bila aku didekap mu.” kata Febri dalam hati.
Tak lama kemudian , dokter keluar dari ruangan ICU.
“Keluarga nya wanita yang ada didalam yaa ??” Tanya Seorang dokter.
“Iya dok!!” jawab Febri dan Fadly yang langsung berdiri mendekat ke dokter didepan pintu.
“Wanita tersebut harus melakukan operasi. Segera tanda tangani surat persetujuan tindakan medic!!" Kata dokter tersebut sambil berjalan meninggalkan Fadly dan Gebri.
Baru beberapa langkah ia berjalan, dokter tersebut berhenti dan membalikan arah badannya.
“Oh iyaa, pak, buk, kebetulan Stok darah di rumah sakit ini kosong , jadi mohon untuk mencari donor darah dengan golongan darah A. karena pasien sudah banyak kehilangan darahnya!!”
Fadly dan Febri mengurus persiapan untuk operasi Yudia. Semakin cepat diurus semakin baik pula untuk kedepannya.
__ADS_1
Ternyata Febri mempunyai darah yang sama seperti Yudia sehingga ia rela mendonorkan darahnya untuk Yudia. Hanya nunggu 30 menit dari sekarang darah Febri akan diambil dan didonorkan ke Yudia. Dokter menyuruh Febri menenangkan diri terlebih dahulu agar ketika proses pengambilan darah berjalan dengan baik. Namun karena Febri takut dengan jarum suntik, ia jadi sangat ketakutan dan jatungnya berdebar dengan cepat. Fadly memperhatikan gerak-gerik Gebri yang masih ketakutan dan bergemetaran. Ia pun langsung duduk disamping Febri.
"Febb, lo masih khawatir dengan jarum suntik ?? uda la jangan dikhawatirkan !!”
“Bagaimana bisa Fadly, aku nggak akan bisa, itukan jarum suntik!!" Jawab Febri ketakutan.
“Kata siapa nggak bisa ?? bisa kok , lo mau tau caranya??”
“Caranya??” Tanya Febri.
Fadly langsung mengajak Febri berdiri kemudian ia memegang kedua bahu Febri dan menatapnya kedua bola matanya.
“Lo liat gue, dan lo terus pikiri gue , sampai lo benar – benar tidak pernah memikirkan hal yang lain!!”
“Kamu ni apaan si Fad, aku nih serius !!” kata Febri sambil melepas tangan Fadly dari bahunya.
“Lo tenang aja Feb, aku yakin seratus persen rasa takut lo akan hilang ketika gue berada disamping mu, iya kan ?” kata Fadly.
“Asuhh, aku harus jawab apa yah ! mengapa Fadly bisa tau isi hatiku??”
“Tenang aja Feb, gue tidak meminta jawaban kok, lo nggak usah bingung mau jawab apa. Yang pasti nanti gue akan berda disampingmu apa pun yang terjadi!!”
“Janji??” Tanya Febri meyakinkan Fadly.
“Lo kok malah ngarep gue berada dismping lo??” Tanya Fadly.
“aihhh , kamu ni ngeselin kaliii!!” kata Febri yang memukul-mukul tangan Fadly
“Aduh-aduh, lo kalau tidak nyubit pasti mukul, kasar amat jadi cewek!!”
“haa ? kasar ? kan nggak sakit !!” Kata Febri yang memberhentikan pukulannya lalu ia cemberut.
“Ih jangan cemberut gitu dong, nanti jeleknya ilang!!" Kata Fadly yang mengusili Febri.
“Jadi maksud kamu selama ini aku jelek?”
Fadly hanya mengangguk saja dan Gebri mengejar Fadly untuk mencubitnya.
Tiba-tiba keluar seorang nenek-nenek dari salah satu kamar pasien “woiii,,,,, setan bisa diam nggakk??”
Febri dan Fadly kembali duduk dan ketawa cekikikan karena sudah dimarahi nenek-nenek.
"Fadd, ko janji ya ketika proses itu ko berada disamping ku terus !!”
“Iaa, aku janji cabin." kata Fadly.
“Apa itu cabin??” tanya Febri kebingungan
“Calon bini!! hahahaha !!"
"Ih kamu ini ada ada aja, eh tapi maaf ya aku selama ini selalu merepotkan kamu, dan maaf kan aku karena kata - kata jijik itu." Kata Febri yang memohon maaf.
“Jadi lo baru sadar kalau lo selama ini merepotkan gue?”
“maaf!!!"
“Tapi gue senang dirempotkan dengan mu!!” jawab Fadly tertawa sambil merangkul Febri.
Kali ini sudah tepat waktunya proses pemindahan darah dimulai. Sebelumnya berat badan Febri ditimbang lalu Febri di tes golongan darahnya dan kadar haemoglobil.
Setelah memenuhi syarat sesuai aturan, perawat mulai untuk mengambil darahnya berdasarkan berat badan. Wajah febri terlihat pucat dan ketakutan. Ia menggenggam tangan Fadly sekuat-kuatnya. Mata yang terpejam dan muka yang ketakutan membuat Fadly tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah laku Febri seperti anak Sekolah dasar.
Perawat mulai meraba letak vena atau komponen darah untuk melakukan penusukan. Setelah beberapa menit, ahirnya proses donor darah selesai dengan baik tanpa ada kendala.
Kemudian Fadly menggandeng Febri yang melemah dan membawanya kekantin untuk membeli susu, telur dan roti sesuai anjuran dokter.
“Feb, lo mau disini aja atau lo gue antar pulang ??” Tanya Fadly.
“Gue disini aja la Fad, sampai keadaan Yudia benar-benar stabil !!"
Kemudian Fadly membawa Febri kembali kedepan ruang operasi untuk menunggu Yudia dioperasi. Fadly masih menemani Febri hingga Yudia selesai dioperasi.
__ADS_1
Sekitar sudah satu jam Yudia dioperasi akhirnya dokter menyatakan operasinya berhasill dan Yudia dipindahkan keruang pasien rawat inap. Karena Yudia sudah selesai operasi, Fadly pamit pulang dan berjanji akan datang lagi nanti malam sekalian membawa baju ganti untuk Febri.