Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 32


__ADS_3

Setelah beberapa jam koma, akhirnya Yudia terbangun secara perlahan-lahan,


Febri yang mengenggan tangan Yudia merasa seperti ada balasan, sehingga Febri sadar bahawa yudia sudah sadar.


Air mata kembali diteteskan oleh Yudia, karena sebelum melakukan operasi , dokter memberitahu bahwa Febri lah yang mendonor darah untuk Yudia dan Febri juga yang berjuang untuk keselamatan Yudia. Hal itu membuat Yudia sadar akan sifatnya yang selama ini memperlakukan Febri dengan tidak baik.


Febri masih dengan keadaan rok berlumeran darah serta Rambut yang bau karena terkena dengan solar, ia rela menungguin Yudia berjam-jam dengan penampilan seperti itu.


“Febb , Maafkan atas semua sifat ku ya!!” Kata Yudia.


“Udah, kamu lupain aja semua yang terjadi antara kita!!” Jawab Febri.


“Nggak bisa Feb, aku harus menebus kesalahan aku!!”


“Kan uda dibalas sama temen aku, maaf kan dia jugaa yaa yang telah membuat kamu hingga seperti ini!”


“Ia Feb, ini adalah hukuman dari allah untuk aku Feb. Kalau nggak kayak gini aku nggak akan sadar atas perlakuan ku dengan mu Feb !!” kata Yudia.


Tak lama kemudian, ponsel Febri berbunyi yang menandakan adanya panggilan masuk dari bibik, ia langsung mengangkatnya dan berjalan agak jauh dari Yudia.


“Hallo non!!” ucap bibik panik dari sebrang ponsel


“Iya ada apa bik?” Tanya Febri.


“Non bisa pulang sekarang tidak? Ibu dan bapak sedang berantam disini. Bibik tidak tau pasti masalahnya apa, bibik takut non !!”


“Apaaa ???? ok bik, aku biar langsung pulang!!”


tut !!! tut !!! tut Febri mematikan ponselnya dan kembali mendekati Yudia.


“Yudia, mohon maaf banget yaaa aku harus pulang sekarang, karena tadi bibik bilang mama papa aku lagi berantam dirumah!!"


“Oh iya Feb, nggak papa. Kamu hati-hati yaaa. salam sama mama dan papa mu yaa !!!”

__ADS_1


“Oke Yud, maaf yaaa ! nanti kalau masalahnya sudah selesai aku datang lagi kemari. Kemungkinan nanti Fadly juga datang kemari. Aku pulang yaaaa!!!” kata Febri langsung bergegas pergi meninggalkan Yudia.


Sesampai diluar , Ia memberhentikan salah satu Taxi dan ia menumpangi taxi tersebut. Sepanjang jalan Febri memikirkan ada masalah apa dirumah, ia juga bingung kenapa hingga papanya pulang kerumah dari Kalimantan yang sangat jauh di sebrang pulau sana.


Tak lama Febri pergi , Fadly datang dan langsung menuju kekamar Yudia. “Asalammualaikum!!” kata Fadly yang membuka pintu kamar Yudia dengan memegang dua kantong plastik.


“Walaikumsallam dogan!!” jawab Yudia.


"Loh Febri mana ??” Tanya Fadly.


“Febri baru saja pulang, katanya dirumahnya ada masalah keluarga!!”


“Apa?? masalah keluarga ??” Tanya Fadly yang mau pergi mengejar Febri, tetapi sebelum ia pergi tangannya ditaarik oleh Yudia.


“Biarkan dulu mereka menyelesaiakan masalah mereka. Kita tunggu aja kabar dari Febri. ada yang mau aku ceritai sama kamu!!” Kata Yudia.


Fadly kembali duduk dikursi dan mencoba mendengarkan cerita Yudia.


“Aku sebenanya sangat mencintai kamu dogan, dari awal kita kenal aku ingin jadi pendamping hidupmu dan apapun caranya akan aku lakukan untuk mendapatkan mu, tetapi setelah kejadian ini, aku merubah semua niat ku, aku merelekan Febri memilikimu dengan seutuhnya!!" kata Yudia sambil meneteskan airmatanya.


“Kamu tunggu apalagi ? kamu ungkapi dong perasaan kamu ke diaaa, jangan digantungin begitu saja!!”


“Tidak bisa secepat itu, gue menunggu waktu yang paling tepat!!"


“Apa menunggu yang paling tepat ?? waktu tidak akan pernah tepat kalau bukan kita yang menepatkannya!” Jawab Yudia tegas.


“Coba gue pikir-pikir lagi. Karena mencintai seorang wanita tidak hanya butuh kata cinta, tapi banyak yang harus dipersiapkan karena gue tidak mau berpacaran, melihat dari umur kami yang sudah dikatakan layak untuk menikah. Gue akan menikahinya ! namun tidak hanya modal cinta dan pekerjaan saja untuk menikahinya, gue harus punya rumah terlebih dahulu baru gue bisa menikahi seoarng wanita!!”


“Mengapa setiap lelaki ketika mau menikahi seorang wanita harus kaya dulu ? harus punya ini itu dulu ? kan bisa setelah menikah mencarinya bersama-sama!!”


“Iya memang gitu , karena setiap lelaki setelah menikah harus mempunyai prinsip ! setidaknya bekal untuk bertemu calon mertua!!"


“Nggak kek gitu juga!!” Bantah Yudia.

__ADS_1


“Dan satu yang harus lo ingat, sifat manusia dalam satu detik sekali bisa berubah ! sekarang dia bilang tidak apa apa kalau tidak punya apa-apa, hanya memodalkan cinta ? masa depan tidak terjamin. Suatu saat dimana sudah menjalin rumah tangga, ada titik masalah terbesar yang akan dihadapi, mugkin sekarang bilangnya siap karena belum menjalankannya, tetapi setelah menjalankannya wanita tidak akan kuat, bahkan ia terus menerus menangis, curhat sana sini, pulang kerumah orang tuaaa, bahkan ada yang minta diceraikan ! jadi gue selaku seorang lelaki, gue menanamkan prinsip, paling tidak rumah sudah punya sendiri dan gue harus mempersiapkan semuanya secara mateng-mateng!!” jelas Fadly.


Kemudian Yudia tidak bisa menjawab apapun, dia hanya mengangguk saja.


“Oh iya, yang pasti Febri sangat mencintaimu!!” kata Yudia.


“Dia masih mencintai mantannya!” Jawab Fadly.


“Enggak Fad!!” Bantah Yudia


“Buktinya??”


“Buktinyaaa ? Kamu masih bisa tanya buktinya apa ? Ko akan tau sendiri!!”


Fadly mengangguk saja, kemudian Fadly mengeluarkan ponselnya lalu ia bermain game, sedangkan Yudia, sibuk memakan bolu kukus yang dibawa Fadly yang ia beli di toko kue yang diprodksi artis sinetron yang beken dengan panggilan mondi itu lo ! (Tau kan ? hahaha)


"Oh iya Fad , kira - kira Febri dengan abang mu ada hubungan apa ya ?" tanya Yudia yang memulai kembali pembicaraan.


"Nggak tau!!" jawab Fadly cuek.


"kamu bisa tidak hentikan game mu ?"


"Enggak !!"


"Ih ini lelaki kok cuek banget ya ? kok pernah aku mencintai lelaki seperti ini ?" Pikir Yudia dalam hati.


Yudia pun kembali mengalihkan pandangannya ke jendela , Ternyata matahari sudah mau terbenam dan burung - burung sudah pada kembali ke sarang mereka masing - masing. Begitu juga dengan gedung - gedung tinggi yang sudah menyalakan lampu sehingga kota ini terlihat begitu indah.


Jam sudah menunjukan tepat pukul 18.16 WIB. Adzan magrib sudah berkumandang , Fadly pun pamit untuk melaksanakan solat jama'ah di mesjid.


Bingung apa yang harus dilakukannya , Yudia mengambil remot Tv dimeja yang berada sampingnya. Ia pun menekan tombol on dan Tv pun menyala.


Presenter di Escetepe dalam acara Berita terkini mengabarkan perkembangan virus Covid 19 yang sudah berkembang dibeberapa provinsi di Indonesia. Bahkan untuk kota Pekanbaru sendiri sudah menyiapkan ruangan isolasi untuk yang terkena virus covid 19.

__ADS_1


Presenter tersebut juga menyebutkan nama rumah sakit yang sudah menyiapkan ruang isolasi di Pekanbaru. Rumah sakit tersebut tepat dirumah sakit tempat Yudia dirawat. Yudia tersentak kaget, dan ia langsung mematikan Tv tersebut.


__ADS_2