Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 11


__ADS_3

Sudah dua hari Fadly tak menjemput Febri. Jangankan menjemput, Kabar dari dia saja tidak ada sama sekali. Tetapi merasakan Fadly yang tak menjemputnya lagi , Febri tak memberanikan diri untuk menghubungi Fadly. Febri menganggap Fadly kecewa karena ia menolak tawarannya yang mau mengantarkannya ke tempat rapat.


Namun , Walaupun Febri tak memberanikan diri untuk menghubungi Fadly, Febri tetap mengintai Fadly dikampus, dari tempat biasa Fadly makan , tempat biasa fadly markir motor bahkan Febri sering berpura-pura lewat depan ruangan Fadly namun ia tak menemukan sosok Fadly sama sekali.


"Ada apasih sebenernya ? kemana bocah judes itu??" Tanya Febri yang dari tadi mondar mandir depan ruangan Fadly.


"Hei....Siapa kamu???" Tanya seorang wanita dengan ekspresi yang sedikit sangar.


"Oh saya Febri buk. Mohon maaf buk saya mau bertanya, beberapa hari ini saya sama sekali tidak melihat sosok pak Fadly, Kira-kira ibu tau pak Fadly kemana ?" Febri yang memberanikan diri untuk bertanya kepada seseorang yang begitu sangar dihadapannya.


"Kamu siapa ? Mahasiswi ? angkatan berapa ?" Tanya Ibu tersebut


"Saya rekannya Fadly buk!!"


"Oh, tiga hari yang lalu Fadly pingsan di kampus. kemudian pihak kesehatan membawanya ke ruangan dan mengantarkannya ke rumah sakit....." jelas Ibu tersebut. Namun belum selesai ibu tersebut bicara, Febri dengan perasaan yang benar - benar kaget langsung memotong pembicaraan ibu tersebut.


"Apaaaaa ? Rumah sakit ? rumah sakit mana bu ?"


"Heyyy" Bentak ibu tersebut sambil membanting piring kecil yang ia bawa. "Saya belum selesai berbicara kamu sudah memotongnya, Sekarang kamu tanya apa yang mau saya bilang tadi!"


"Ehh....Maaf buk, Saya spontan kaget buk!" Jawab Febri sambil cengar cengir. ibu tersebut menjelaskan alamat rumah sakit dimana Fadly dirawat. Kejadian yang sama terulang lagi. Belum lagi ibu tersebut selesai berbicara, Febri langsung bergegas pergi menuju kerumah sakit.


"Aaaaaaaaaaa" Teriak ibu tersebut sambil mencabut tiang - tiang dinding yang berada di sekitarnya. wadawwwwww ngeri juga ibuk ini bahhh


hahahaahah, Kidding geng 😊


Sambil berlari tergesa - gesa, Febri membuka tasnya dan mengambil ponselnya kemudian ia menghubungi dan memesan Ojek online. Ketika sang ojek datang, Febri dengan cepat langsung mengambil helm dan memakainya kemudian ia langsung naik ke motor ojek tersebut.


"Ini dengan mbak Osi ?" Tanya supir ojek online tersebut.


"Bukan... saya Febri. atas nama Febri pak , Bukan Osi !! Ya sudah cepat jalan pak" jelas Febri nyolot

__ADS_1


Tak lama kemudian ponsel ojek online tersebut berbunyi dan ia langsung mengangkat telfonnya


"Hallo pak , Bapak dimana ?" tanya dari sebrang telefon.


"Saya sudah diparkirannya neng!! pas depan tong sampah 5 biji ini" jelas supir ojek tersebut, namun ia langsung melihat seseorang wanita di teras kelas. Wanita tersebut pun melihat supir ojek online yang sedang meletakkan ponsel di telinganya. Kemudian wanita itu mengahampirinya.


"Dengan neng Osi ?" Sapa duluan supir tersebut.


"Ia pak !!! La ini siapa pak yang duduk dibelakang bapak ?" Tanya Osi sambil menunjuk Febri. Bapak tersebut tidak menjawab apa - apa, namun ia menggunakan isyarat dengan menaikkan kedua bahunya


"Eeeehm...turun - turun" Ucap Osi sambil menarik Febri. Muka Febri pun memerah karena ia sangat dipermalukan. Orang - orang yang melihat pun ikut tertawa melihat Febri salah naik ojek. Namun tak lama dari itu , ojek pesanan Febri datang dan Febri segera naik dan meminta agar supir tersebut laju membawa motor.


"Pak nanti kita berhenti di mini market dulu yaa , Ada yang mau saya beli" Ucap Febri yang mendekatkan Kepalanya ke samping kepala supir tersebut. karena biasanya kalau di jalan tak begitu dengar.


Supir ojek tersebut membelokkan kendaraannya ketika melihat sebuah mini market. Febri langsung masuk dan membeli buah - buahan, roti coklat, air mineral dan susu kotak. Dibelakangnya ada seorang pria lewat dan membawa sebuah minyak rambut pria. Febri langsung melirik kekasir dan mengejarnya agar ia duluan dilayani kasir karena terburu - buru.


"Mbak ini ada promo Waffernya ? beli 2 gratis 2 mbak , nggak minat coba ?" Tawar kasir mini market.


"Ohiya Mbak , kembaliannya tinggal seribu lagi ! kami tidak ada uang seribu mbak , bisa di jadikan donasi ?" tanya kasir tersebut.


"Terserah la mbak , Terserah !! yang penting cepat saja laaa ! temannya saya sudah mau mampos di rumah sakit sekarang" jelas Febri. Kemudian Febri kembali bergegas pergi dan berlari menuju keluar. Karena sakin terburu - burunya, Febri terpelest didepan pintu mini market yang baru saja di pel oleh salah satu pelayan mini market , semua orang yang melihatnya tertawa dan para pelayan mini market tertawa tipis melihatnya jatuh.


"Aduhhh , kenapa aku sial kali ya hari ini" ungkap Febri dalam hati. ia kembali meneruskan perjalanannya menuju ke rumah sakit.


Setelah sepuluh menit dari mini market ke rumah sakit, Tepat depan pintu rumah sakit Febri diantar oleh ojek online tersebut. Febri kembali mengeluarkan dompet nya dan mencari lembaran uang kertas. "Waduhhh , pada kemana uang ku semua ? Mati la aku!!! dompet kosong. bagaimana bisa aku bayar ojek ini" Kata Febri dalam hati.


"Mbak kenapa ?" tanya supir ojek online tersebut yang melihat Febri terbengong.


"Mas , maaf sebelumnya. ternyata uang saya sudah habis. Tapi mas tetap simpan nomor ponsel saya , besok hubungi saja saya. Saya janji besok saya bayar. untuk hari ini mas saya beri bintang 5 yaaaa. kalau sudah ada bintang 6, saya akan beri kamu bintang enam" Jelas Febri.


"Ahh nggak jelas kali mbak ini" ucap supir ojek tersebut sambil pergi dengan kekuatan penuh karena ia telah emosi melihat Febri. Febri pun berbalik arah dan menyegerakan diri untuk masuk. Namun sebelum ia masuk , supir ojek tersebut datang lagi menghampiri Febri.

__ADS_1


"Mbak pikir saya dan keluarga saya beli beras pake bintang lima?" Kata supir tersebut. Tanpa menunggu jawaban dari Febri ia langsung pergi lagi meninggalkan Febri.


"Loh pak , Belum puas merepetnya?" Tanya Febri heran melihat supir tersebut. Ketika ia berbalik arah lagi, Ia mendengar suara sepeda motor yang ia merasa ia mengenal suara sepeda motor tersebut. Ia pun langsung berbalik arah lagi dannn ternyata bener apa yang dipikiran Febri


"Supir ojek tu lagiii yang datang" kata Febri "apalagi sih pak?" Tanya Febri ketika bapak tu sampai dihadapan nya.


"Helm saya pulangi yang ada di kepala mbak" Ucap supir tersebut sambil menunjuk helmnya yang masih dikenakan oleh Febri.


"Oh iya lupaaa!!!" Ucap Febri sambil melepas helm dari kepalanya dan memberikannya kepada supir ojek tersebut.


"Ingat - ingat lagi apa yang mau di sampaikan ke saya" ucap febri ketika supir tersebut belum menerima helm itu sepenuhnya. Namun Supir tersebut tidak memperdulikan Febri, Ia pun langsung bergegas pergi.


"Sekali lagi bapak balik , bapak dapat kulkas 2 pintu beserta SPG nya" Teriak Febri.


ketika ia menunggu kehadiran ojek tersebut tiba - tiba datang seorang anak kecil memeluk Febri sambil menangis dan menyebut mama "Mama.......aaaa...."


"Laaa ini anak siapa lagi ini , Dek dek kamu salah mamak , mamak kamu bukan saya" kata febri yang berusaha melepas genggaman anak tersebut.


"Aduhhh , anak siapa lagi ini !!! Satpam" teriak Febri


"Tolong laa carikan mamak anak ini, jelas jelas saya bukan mamaknya" Kata Febri ketika satpam sudah berada dihadapannya


"Maaf non , anak yang mana ya non?" Tanya satpam sambil melirik - lirik Febri


"Laaa ini pak anak nya" ucap Febri sambil menunjuk kebawah. Namun anak tersebut tiba - tiba hilang dan suasana berubah menjadi dingin


"Nona sakit ? pusing ? demam atau cemana ? sore - sore begini sudah halu!!" kata Satpam


"Tadi anak tu ada disini lo pak , Apa jangan - jangan ???" Pikiran Febri sudah negatif thingking


"Lariiiiiiii......"Teriak Febri sambil masuk ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2