Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 24


__ADS_3

Febri bangun dari tidurnya. Pancaran sinar matahari langsung menembus kaca mobil sehingga cahaya matahari menyinari wajahnya yang kelelahan. suara klakson mobil terdengar dari jalan raya. Febri berusaha bangkit dari tidurnya yang masih dalam keadaan sedikit malas dengan keadaan rambut yang menutupi sebagian wajahnya, lalu ia keluar dari mobil. Tetapi sebelum ia keluar dari mobil, ia melihat keadaan Fadly apakah sudah terbangun atau belum. Karena Febri seberusaha mungkin agar Fadly tidak mengetahuinya bahwa Febri lah yang membawanya dan menidurkannya dimobil.


Gadis menuju ke arah belakang dimana tempat Fadly tidur , lalu ia menatap wajg Fadly dan mencium keningnya kemudian ia langsung pergi menjauh menuju ke Halte. Setelah satu jam berlalu, Fadly terbangun dari tidurnya yang celangak-celenguk kebingungan melihat kekanan dan kekiri.


“Gue merasa ada Febri berada didekat gue, tapi ini kok tidak ada?? Apa perasaan gue saja yaa yang terlalu merindukannya??” pikir fadly dalam hati.


“Kok gue bisa disini ???” ia kembali membuka kaca mobilnya dan ia kebingungan mengapa ia bisa berada di SPBU.


“Mungkin karena aku mabok berat aku tak sadar telah mengendarai mobil sampai ke sini!!” fadly langsung bergegas bangkit dari duduknya namun ia bingung melihat selimut yang telah menutupi tubuhnya.


“Tidak mungkin ini ulah gue sendiri, pasti ada seseorang yang membawa gue kemari dan memberikan selimut ke gue, tapi siapa ya ? apa Febri ? ah tidak mungkin!” kata Fadly.


Rasa penasaran Fadly menghantui isi kepalanya membuat kepalanya semakin pusing. Ia langsung membuka pintu mobilnya dan pergi menuju ke mini market. Ia tak sadar bahwa ia sedang tidak mengenakan baju. Badannya nya yang sixpack, tubuhnya nya yang kekar dan otot-ototnya terlihat oleh semua orang tanpa disadarinya. Ia berjalan masih agak oyong karena pusing yang amat kuat efek dari maboknya tadi malam. Ia masuk ke mini market lalu mengambil sebotol air putih dan sebungkus roti.


“Ada lagi yang mau ditambah pak?” Tanya kasir mini market tersebut.


“Uda mbak cukup, tidak perlu ditambah-tambah mbak, berattt. Cukup segini saja rasa rindu gue terhadap Febri” kata fadly ngawur.


Ini nih efek mabok, paginya masih kebawak. :D


Kasir mini market tersebut hanya menggelengkan kepalanya “Total nya dua puluh ribu pak!”.


Kemudian Fadly mengeluarkan dompet dari saku celananya, dan mengeluarkan uang dua ribu lalu ia berikan kepada kasir tersebut.


“Pak maaf, ini dua ribu, total semuanya dua puluh ribu!” kata petugas kasir tersebut dan mengembalikan uang dua ribu Fadly.


“Sudah –sudah mbak, ambil saja kembalinya.” kata fadly yang memikir bahwa kasir tersebut memberi kembalian hasil dari belanjanya tadi. Padahal kasir tersebut memulangkan uangnya karena tidak cukup , bukan mengembalikan karena lebih.


Lalu Fadly langsung pergi meninggalkan mini market tersebut, dan kasir tersebut membiarkan saja ia pergi tanpa membayar, karena kasir tersebut tau bahwa ia masih mabok karena tercium dari bau mulut Fadly.


Fadly memasuki mobilnya dan duduk di kursi depan bagian supir. Ia langsung membukan tutup botolnya minuman yang telah ia beli kemudian langsung meminumnya . lalu Fadly melirik kesebelah kirinya dan melihat ada baju dan jeketnya terletak dibangku sebelahnya, lalu ia memandang kearah badannya dan ia keget melihat dirinya tidak menggunakan baju.


“Astagfirullahal, siapa yang membuka baju gue ?? apa yang habis gue lakukan tadi malam ?? apa gue ngapa-ngapain dengan seorang wanita ??? sehingga gue mendapatkan selimut dari perempuan tersebut ??? apaaa wanita-wanita yang diClub itu yang menghilangkan perjaka gue ??” Fadly tampak emosi dan memukul setir mobilnya. Lalu ia kembali mengendarai mobilnya menuju kerumahnya.


Setelah itu Fadly segera mandi lalu ia istirahat sejenak. setelah jam 13.00 ia pergi kekampus, kebetulan matakuliah yang ia ajarkan masuk siang sekitar jam 14.00 Wib.


Jam sudah menunjukan pukul 13.30 , kini Fadly sudah tiba dikampus, ia sangat berharap tidak ketemu oleh Rahil, karena jika ia ketemu sama Rahil iya yakin Sembilan puluh persen akan mendengar celoteh Rahil yang menertawai dirinya.


Fadly berjalan mengendap-endap lalu ia tertabrak la oleh seorang wanita.


"Aduhhhh Fadlyyy !!!!"

__ADS_1


"Loh Rahil , Kok kita ketemu ?"


"Kan elo yang nabrak gue ! lagian ngapain sih jalan ngendap - ngendap kayak maling gitu !"


"Nggak ada ! uda ahh gue mau pergi dulu ! ada jelas yang harus gue masuki hari ini !!"


"Lo masih percaya enggak kalau Febri jijik liat lo ?"


"Jangan dibahas!!"


"Gue ada rencana Fad, agar kita tau kalau Febri itu juga cinta sama lo !!"


"Gue nggak mau dengar saran dari lo !!!" Kata Fadly yang bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Rahil. Namun Rahil tak tinggal diam. Ia mengejar Fadly hingga Fadly menyerah dan mendengarkan saran Rahil.


"Setelah gue cari tau , ternyata Febri meninggalkan mu karena sahabat dekatnya itu cemburu Fad!!"


"Terus rencana lo apa ??"


"Haaa jadi rencana gue itu !!! " kata Rahil yang masih berpikir.


"Dah yaaa !! lo pikir dulu rencana lo ! baru temui gue !!" kata Fadly sambil pergi meninggalkan Rahil


"Fadlyyy !! dengeri dulu!!" Kata Rahil yang masih mengejar Fadly


setelah satu bulan , Fadly sama sekali tak ada menghubungi Febri , mendekati bahkan Ketika bertemu di halaman kampus , Fadly tidak menegurnya sama sekali.


Perasaan bersalah menyerang pikiran Fadly, Namun ia juga tak ingin mengganggu Febri lagi. Ucapan Ferbri yang selalu terbayang dipikirannya yang membuat ia bener - bener menjauh dari Febri.


Fadly duduk sendirian makan nasih goreng dikantin fakultasnya. Ia memandangi semua orang yang ada di kantin tidak ada yang sendirian seperti dirinya.


Tak lama kemudian , tiba - tiba datang Yudia menghampiri Fadly . Ia pun langsung duduk di samping Fadly.


"Hayy Dogan !!" sapa centil Yudia.


"Hay !!" jawab Cuek Fadly.


"Dogan kenapa sih bertingkah seperti itu ! Cuek kali dogan !!!"


"Haa jadi ada apa ?" tanya Fadly


"Nggak ada apa - apa ! aku cuma rindu kamuu aja !"

__ADS_1


"Oh."


"Nanti malam sibuk enggak dogan ? temeni aku belanja di mall yuk malam ini !!" ajak Yudia.


"Ha ini kesempatan aku!!" Ucap Fadly dalam hati.


"Yaudah , nanti malam gue tunggu yaa langsung di Mall KSA yaa!!" Kata Fadly.


"Apaaaa ? jadi kamu mau ? Ok !!" Kata Yudia dengan teriakan yang kesenangan.


Fadly hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Yudia. Siang telah berlalu . Fadly langsung menuju ke Mall menggunakan celana ponggol berwarna hitam, memakai baju kaos berwarna putih di lapisi dengan jaketnya yang berwarna hitam. ia menggunakan sepatu sport hitam dan jam tangan mahal yang menghiasi tangannya.


Sesampai di mall ia membuka jaket nya, dan meletakkan jaketnya disepeda motornya. Ia juga berjalan ke dalam mall dan membiarkan orang memperhatikan tubuh kekarnya karena memang ia menggunakan baju yang mengikuti bentuk badannya. kemudian ia mengambil ponsel dari saku celananya dan memberi tahu Yudia posisinya.


Tak lama dari itu Yudia datang menghampiri Fadly dan menggandeng Fadly.


"Beb... kita makan dulu yaa !!" ajak Yudia


Fadly tak bisa menolak permintaan Yudia , Ia pun mengikuti kemana di minta Yudia. Dari makan , Belanja baju , Beli parfum.


"Uda siap ?" Tanya Fadly


"Uda Beb , Pulang lagi kita ?" Tanya Yudia yang masih belom melepaskan tanganya dari lengan Fadly.


"Sebelum pulang, kita ke toko buku dulu yaa !!" ajak Fadly.


"Ok sipp beb!!" jawab Yudia kesenangan.


Mereka langsung menuju ke toko buka yan ada di mall tersebut. dalam posisi yang sama , Yudia masih enggan melepaskan tangannya yang melilit lengat Fadly.


Fadly menuju ke buku - buku dan memilihi buku yang judulnya ia sukai.


saat masih asik memilih buku , ternyata Febri berada di samping mereka.


"Yudiaa !!" Sapa Febri


"Ehhh Febri ! Hay!!" Jawab Yudia.


"Beb kita cari buku yang disana aja yok , aku nggak nyaman disini ! ada mantan mu !!" Kata Yudia.


Fadly mengikuti saran Yudia dan ia melepaskan tangan Yudia dari lengannya dan meletakkan tangannya di pinggang Yudia.

__ADS_1


Febri hanya memandanginya saja. tak tahan membendungna , air matanya pun tumpah mengalir di pipinyan.


__ADS_2