Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 20


__ADS_3

Kini Febri duduk sendirian di taman kampus. Ntah apa yang melintas dibenatnya hingga ia kepikiran Fadly terus. Cieee mulai baperrrr, bapeerrr.


“kira-kira Fadly lagi apa ya disana?” Febri yang tak henti-hentinya memikirkan Fadly hingga ia tak sadar bahwa ia sudah ditertawai orang-orang disekitaran kampus karena senyum-senyum sendiri.


“Hey, kenapa lo senyum-senyum sendiri??" Tanya Fadly yang tiba-tiba datang mengahmpri Febri dengan niat mengajaknya pulang. Febri hanya terbengong saja melihat Fadly tanpa menjawab satu kata pun.


“Aduhhh Fadly, kok tiba-tiba aku liat kamu jantung aku jadi berdebar gini??” ucap Febri dalam hati.


“hellow, Febri ! lo ko diam aja?” Kata Fadly yang mulai heran liat tingkah laku Febri.


“Aduhh, bisa mati aku kalau Fadly dengar suara detak jantung aku. Secara gitu detak jantung aku kuat banget berdebarnya” Gumam Febri dalam hati sambil memegang dadanya.


“Febriii!!!” kata Fadly dengan suara yang agak kuat hingga membuat Febri terkejut dan sadar dari lamunannya.


Febri langsung mengalihkan pandanganya karena takut ketahuan Fadly bahwa mukanya mulai memerah.


“Ini orang sudah mulai gilak yaaa, pertama gue ngomong dia hanya merespon diam saja, kedua gue ngomong malah dia buang muka!!” kata Fadly.


Fadly langsung menyentuh pipi Febri menggunakan kedua tangannya “Feb, hari ini mantan lo si Rio itu mengadakan resepsi perniakahannya bersama Reiza lo datang ?” kata Fadly yang mendekatkam wajahnya dengan Febri dengan jarak hanya 5 Cm. Febri semakin terkejut dan terpesona dengan ketampanan Arial. Eehhh, kok Arial, Arial kan peran di novel 5 cm, ini mah bukan novel 5 Cm.maksdunya dengan ketampanan Fadly yaaa.


“Aduhhh kok aku jadi mikiri anak ini yaaa!!!” Kata Febri dalam hati sambil melepaskan kedua tangan Fadly dari pipinya dan mendorong muka Fadly agar menjauh darinya.


“Apaan sih ko, aku nggak papa!!”


“kok aku nggak papa? Yang gue Tanya , lo datang enggak??” kata Fadly sambil mencubit hidungnya Febri.


“Aduhhh,,, sakit tauu. Ikut kemana ???” tanya Febri polos.


“Tu kan, mulai nih oon nya!!!"


“Aku serius lo!!” kata Febri tegas.

__ADS_1


“Lo ni yaaa, kan uda gue bilang , hari ini Reiza dan Rio mengadakan resepsi pernikahnyanya. Tu undanganya ada dimobil gue, kemarin ketika gue kerumah lo, ada yang mengantar undangannya dan diberinya ke gue. Disuruh ngasikan ke lo. Tapi ketika gue lihat lo dari jendela, lo keliatannya kecapean gitu sampai tertidur pulas. Gue rasa gue nggak mungkin bangunin lo dan memberi undangnya !!! Paham ?” Jelas Fadly yang menaikkan satu nada.


“Ooo, tu ko ngapain ke rumah anee??”


“anee aneee, lagaknya sok-sok an. Gue hanya mau cek keadaan mu saja, sudah membaik apa belom!!”


“Yakin Cuma itu aja???” Tanya Febri yang tak yakin dengan jawabannya Fadly.


“Ihh lo ngapa sih, ya yakin la Cuma cek keadaan lo aja!!” Kata Fadly yang meyakinkan Febri.


Febri dan Fadly langsung pergi menuju ke mobil dan langsung cus pulang. Sepanjang jalan Febri selalu curi - curi pandang terhadap Fadly tanpa ada suara sedikit pun.


Semakin lama Fadly semakin terasa bahwa Febri curi - curi pandang padanya. “Lo ngeliati gue ya??”


“Ha enggak ahhhh, nggak usah ge’er laaa!!” Jawab Febri sinis.


“Iya kan lo ngeliati gue ??? jangan -jangan lo suka ya sama gue ??”


“Ia santai aja lo ngomongnya, jadi lo jam berapa datang ke pernikahan Rezia dan Rio ?”


Febri tidak mengeluarkan sepatah kata pun ia hanya memandang kedepan dan Febri tidak menggunakan logikanya sama sekali karena ia sama sekali tak menemukan jawaban dari sana. Febri hanya membiarkan perasaannya yang menjawab.


“Jadi lo nggak mau datang diacaranya Rezia ni ?? ingat ya Feb, lo jangan memandang bahwa Reiza ituu sebagai pengahancur hubungan lo. Ingat aja bahwa dia seorang sahabat lo yang bakal menempuh hidup baru. Lupakan semua masalah denngan diaaa, kalau lo galau terus-tersuan gini ya dia semakin senang. Tetapi kalau lo kuat melihat Rezia menikah, dia akan semakin gondok sama lo Feb” kata Fadly.


Febri masih saja diam dan tak merespon ucapan Fadly.


“Ok kalau Lo masih diam juga, hari ini gue tidak mengantarkan lo pulang kerumah. Melainkan gue mengantarkan lo kesalon untuk siap-siap ke acara Reiza dengan tampil secantik mungkin agar Rio menyesal pernah melepsakanmu. Gimana ??” Tawar Fadly.


Tanpa ada jawaban apapun dari Febri, Fadly langsung saja membawanya kesalon untuk dandan secantik-cantiknya. Ia memakai baju gaun berwarna putih dengan rambut yang di gerai dan dibentuk bulat –bulat. kata orang sih dibuat model sosis, tapi gue juga masih kurang yakin, udah pembaca pokoknya bayangin aja bahwa Gebri tampil cantik banget hari itu.


Selesai di make up in, Fadly langsung tercengang kaget melihat penampilan Febri hari ini. Memang tidak seperti Febri yang biasa. Karena biasanya Febri tidak pernah di make-up in. makannya Fadly sempat pangling melihat Febri sekarang.

__ADS_1


“Aduhh ini kepala batu kok cantik banget yaaa, macam putri-putri kerajaan gitu !!” ucap fadly dalam hati.


“Bagaimana penampilan ku ?” Tanya Febri ketika keluar dari ruang make up.


Fadly tidak sadar akan pertanyaan dari Febri, kini gantian ia yang melongo melihat kecantikan Febri. Dengan refleks Febri langsung mengambil air minum dan langsung menyiramnya kemuka Fadly.


“Lo kenapa sih ??” kata Fadl yang tersentak kaget karena ulah Febri. Fadly langsung mengelap air yang membasahi muka dan bajunya.


“Ya habisnya kau, ku tanyaain malah diam aja, melongo pulak tu. Sini!!” kata Febri yang menarik tangan Fadly dan langsung mengelap wajah Fadly.


Mereka berdua saling pandang dengan jarak 5 cm setelah satu menit memandang, Febri langsung melepaskan tanganya lalu ia beranjak pergi menuju ketempat baju pengantin. Ia mengambil sebuah kemeja satu dan jas.


“Nah, ko pakai ini!!” kata Gebri sambil memberikan sebuah kemeja dan jas yang telah ia ambil. walaupun Fadly sempat menolak memakai baju yang diberikan oleh Febri, akhirnya ia menerimanya setelah Febri memaksa terus. Fadly langsung membuka baju kemeja yang telah ia pakai dan kelihatan bentuk badan kekar Fadly walaupun ditutupi oleh baju kaos dalamannya. Setelah Fadly memakai kemejanya yang diberikan Febri, Febri langsung mendekati Fadly dan membantu Fadly memasang jas dan dasi ditubuh Fadly.


“Aduhhh Fadly, kamu semakin tampan saja menggnakan baju ini. Is apalah aku ini. Aku tidak boleh jatuh hati sama Fadly, karena Fadly miliknya Yudia!!” kata Febri dalam hati.


Setelah semua sudah terpakai dengan rapi , Tak sengaja Fadly melihat tangan jari - jemari Febri.


"Astagfirullah Feb , jari lo buruk kali !! pakai - pakai inai yang uda mau luntur !!"


"Emang ada masalah ya ?" Tanya Febri kesal.


"Mbakk !!! tolong sekalian perbaiki kukunya yaa, kasih warna paling cocok dengannya." Kata Fadly


Febri pun kembali duduk untuk Pedicure manicure. Karena tidak terbiasa , ia malah ngantuk dan memejamkan matanya sebentar.


Ketika selesai , pelayan salon kecantikan segan untuk membangunkan Febri. Ia meminta Fadly untuk membangunkannya. Namu Fadly hanya menatap wajahnya dan menyentuh bibir Febri dengan bibirnya. Namun Febri masih tak sadarkan diri juga. akhirnya Fadly menepuk kening Febri dengan tangannya.


"Bangunnn woii !!! eee kayak orang kampungan lo yaa !" ucap Fadly


Fadly langsung berjalan disamping Febri dan ia memberikan lengannya ke Fadly. melihay kode tersebut , Febri langsung menggandeng Fadly dan menuju ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2