Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 8


__ADS_3

Tak seperti biasanya, Yudia hari ini Terlihat Begitu bahagia. Febri kaget melihat Yudia dari sudut ruangan tampak senyum senyum sambil memegang sapu tangan. Febri bingung melihat ulah Yudia yang seperti ABG baru jatuh cinta. Febri pun berniat jail, ia langsung mendekati Yudia dan mengagetkannya.


“Derrr."


“Aaaaaaa !!!!" Teriak Yudia


”Kesambet setan apa ko Yud sampe senyum senyum bahagia gituuu ?"


"Kamu ni ya Feb, bikin aku keget aja ! sempat tadi aku kesurupan bagaimana ?"


“Setan juga milih-milih Yud mau masuk ketubuh siapa. itu kenapa sapu tangan dari tadi ko ciumi ??? wangi apa sih?”


“Bukan wangi tauu, ini punya pria tampan yang aku ceritai sama mu kemarin. Kemarin sore dia kan ke cafe , tuh aku juga pergi ke cafe feb trus kami sama sama makan lontong pecal dan diaa duduk didepanku karena tadi tidak ada sisa kursi untuknya.”


“Apaaa ? lontong pecal ? cafe ? apa ada ya ?”


"Aduhhhh mampuy akuy , ketauan bohong deee !!!, ahaaa aku masi ada cara bohongi Febri!!" ucap Yudia dalam hati "Feb diam dulu kenpaaa sii !! aku masih mau ceritaaa !!"


"Oh iyaaa , lanjut laa." Jawab Febri sambil menggaruk kepalanya.


“Terus aku salting la ya kan pas makan, secara gitu lo aku duduk didepan pria tampan jadi aku pas makan belepotan gitu, trus dia berkata, Hey nona di pipinya ada sesuatu.”


“Terus-terus???” ucap Febri yang tingkat Kepo nya di atas 100%


“Ko diami dulu kenapa, terus terus muluk, pasti gue ceritai, sabar dong!”


“Iya-iya.”


“Trus dia carikan tisu untuk ku ternyata tidak ada Febbb, jadi dia ambil sapu tangan dari saku celananya lalu ia beraihkan pipi aku pakaii sapu tangannya febb, aaaaaaaaa!!!” jelas Yudia sambil teriak


“Ih lo jangan teriak juga la yuddddd. Bising tau, cerita ya cerita mulut jangan kayak ada petasan.”


“Ih kamu ni yaaa, namanya juga sedang jatuh hati. Eh btw kayak mana kamu dengan rio ?” Kata Yudia yang teringat kejadian kemarin.

__ADS_1


Febri hanya terdiam saja tanpa ada menjawab sebuah kata pun. Matanya mulai berkaca-kaca lagi karena ia sangat sedih mengingat kejadian kemarin dan menundukkan kepalanya. Wanita itu yaaa begitu, serasa di otaknya muatan 120 Gb , masa lalu bahkan yang sudah lama sekali bisa diingatnya , heheheheh


“Feb, maafkan aku, tapi ada yang harus aku bilang sama kamu Feb!” ucap Yudia dengan raut muka yang sangat serius


Yudia memegang tangan Febri seolah-olah untuk meyakinkan Febri. Sebenernya ia sudah mengetahui kabar ini. Tetapi ia masih belom sempat mengatakan ke febri dikarenakan kemarin sore waktu yang semakin larut dan meranjak menuju ke malam . Yudia mulai menceritakan apa yang ia ketahui kepada Febri tentang hubungan gelap antara Reiza dan Rio. Tetapi Febri membantah semua perkataan Yudia dan ia tidak mempercayainya. Padahal apa yang disampaikan Yudia berdasarkan fakta yang ia lihat. Febri tetap yakin bahwa Rio serius menjalin hubungan kepadanya dengan pemberian bukti bahwa rio telah melamarnya. Eee… paok-paok bener itu yang dikatakan Yudiaaa, ala Febriii-Febri (logat mak beti).


Febri langsung bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Yudia. Febri menganganggap bahwa Yudia iri kepadanya karena ia sudah dilamar Rio, sedangkan iaa, dapat calon aja belommm. Ai makk sedihnya liat ko Yudiaa. Hahahaha


“Febriiiii!!” teriak yudia sambil mengejarnya. Yudia pun berhasil menangkap Febri dan menariknya kembali. Tetapi genggaman Yudia dilepaskan Febri “Stop Yuddd, kamu mau merusak hubungan aku ya sama Rio?”


“Feb, apa yang akau katakan benar. Aku tidak ada sama sekali niat mau merusak hubungan kamu sama Rio. Aku hanya peduli sama kamu Feb. aku tidak mau aja kamu nanti bakal sakit hati terus dibuat Rio. Rio itu ******** Feb!!”


“Terserah yaaa ko mau ngomong apa. Yang penting aku tidak akan terpengaruh sama omongan mu. Lebih baik lo pergi sanaaaa…. Cepat pergi !! dan satu lagi yang harus kau ingat Yud, jangan pernah kamu hubungi aku dan menemani ku kembali. Karena kita sekarang bukan teman lagi!” ucap kekecewaan Febri dengan mata berkaca-kaca.


“Oooh jadi Cuma segini jiwa perteman kamu Feb ?? tapi ya TERSERAH kamu ajaaa, percaya ya percaya kalau tidak ya TERSERAH aku tidak memaksa mu untuk percaya. Tapi kamu ingat ini omongan kau terhadap aku, jika suatu saat nanti pikiran kau terbuka, dan kau mengetahui apa yang aku bilang, jangan pernah kau menangis didepan ku yaaa. Jijik aku !!”


Yudia pun langsung pergi keluar ruangan dengan percakapan yang sudah kasar juga. Pikiran Febri sudah blenk dan ia menangis terseduh-seduh mengingat perbuatan Yudia terhadapnya. Tau la yakan, merata wanita itu tingkat kebaperannya 85 persen per sekon, hahahaha macam rumus fisika ajaaa.


Tak lama itu , Fadly yang seharusnya pulang bersama Febri kebingungan mencarinya karena ia sudah keliling keliling kampus tapi ia tak menemukannya sama sekali. Ia Tanya kepada rekan dan mahasiswa Febri pun sama sekali tidak mengetahui kemana perginya Febri. Ia langsung menelpon pembantu Febri menanyakan Febri sudah pulang atau belum tetapi jawaban pembantu Dari tadi non Febri belum ada pulang tuan. Fadly sangat resah dan kebingungan kemana ia harus mencari Febri. Ia mencoba menelpon kembali nomor Febri tetapi tetap operator yang mengangkat


Nomor yang ada tuju sedang galau , coba lah beberapa saat lagii e..e..eh, salah deng, masa nomor nya sedang galau. Yang bener itu ini


Maaf nomor yang ada tuju sedang tidak aktif the number bla…bla..bla… hehe lupa penulis apa yang dikatakan operator, makannya nulisnya bla..bla..bla..


Melihat Fadly yang kebingungan, Hardila salah satu mahasiswa Febri menghampirinya


"Pak , Bapak pacarnya Miss Feb kan ?"


Fadly langsung mengalihkan pandangnnya menuju ke suara yang berbicara "kenapa ?" Jawab Fadly cuek


sambil menyelesaikan ngunyah makanan dimulutnya "Saya liat bapak kebingungan mencari Miss Feb"


Fadly tak meresponnya, ia pun langsung menatap ponselnya kembali.

__ADS_1


"Dann aku tau miss Feb kemana!!" ucap Hardila masih dengan mengunyah makanan miliknya


"ini anak dari tampangnya tidak meyakinkan . ditangan kirinya ada chitatos di kirinya ada keripik ubi , di lipatan sikunya juga ada makanan ! pantes badannya membengkak gini" kata Fadly dalam Hati "Ia dimana Febri?" tanya Fadly dengan ekspresi cuek


"Miss Feb beradaa di..." jawab Hardila dengan ekspresi datar. Fadly pun menatapnya dengan serius


"diii....pertengahan antara bulan januari dan maret."


"Kampret itu Februari"Jawab Fadly kesal. Namun muka Hardila tetap saja datar tanpa ekspresi melihat Fadly.


"Bapak mau beli parfum ? buku katalognya ada di tas saya, tunggu ya saya ambil" Kata Hardila sambil terduduk di tanah dan meletakkan semua makanan yang di tangannya kemudian mengambil tas dari pundaknya dan membuka tasnya. Fadly kaget ketika melihat Ia membuka tas karena semua jajanannya keluar dari tasnya karena kepenuhan.


"panteslahh badannya besar gini , ternyata tas nya penuh cemilannya !" kata Fadly dalam hati. Hardila mengambil katalognya dan memberikkannya ke Fadly. Fadly pun tak merespon apa apa dan Hardila membukakkan katalognya dan menunjukkannya ke Fadly.


"Ini Pak , parfumnya . Ini wangi lo coba bapak gosok tangan bapak disini." Seru Hardila sambil mendekatkan katalognya ke Fadly. Kebetulan didalam katalognya bagian parfum tersedia tulisan "Gosok di botolnya"


Fadly juga tak melaksanakan apa yang dipinta Hardila. "Setelah bapak membeli parfum dari olshop saya, Saya akan kasih tau dimana keberadaan Miss. Kali ini serius pak." kata Hardila dengan muka meyakinkan


"Ini bocah kayaknya serius ni" Ucap Fadly dalam hati "Oke oke berapa harga parfumnya ?"


"Bapak mau yang mana ??"


"Terserah la yang mana aja !!"


"Ini Pak wangi , Harganya Rp.399.900 (Tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah)."


Fadly langsung merogo kantongnya dan mengambil dompetnya kemudian mengeluarkan uang berwarna merah empat lembar dan memberikkannya ke Hardila. "Uda , Sekarang Febri dimana ?"


"Miss Feb biasanya pergi ke tempat favoritnya Pak. tempat Favoritnya itu di Taman , Di Pustaka atau di Toko buku. Bapak cari saja Miss ke toko buku sepanjang jalan ini pak, ada beberapa toko buku di sepanjang jalan ini."


Fadly tak menjawab apa apa dan ia langsung bergegas pergi meninggalkan Hardila


Bersambung 😊

__ADS_1


__ADS_2