Tak Pantas

Tak Pantas
BAB 14


__ADS_3

Pagi mulai menyapa. Cahaya matahari perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. Kaca jendela yang begitu tebal nyatanya tak bisa menghalangi cahaya itu masuk ke dalam ruangan.


Fadly masih terbaring dan Febri masih tertidur pulas. Namun cahaya matahari yang memancarkan ke wajah Febri membuat tidurnya terganggu. Fisik yang masih lemah membuat Febri malas untuk bangun. Namun sepertinya matahari akan semakin marah , matahari terus menyinari Febri hingga terbangun.


"Baik lah aku ngaku kalah , aku nggak tahan dengan pancaran sinar mu, Matahari !!!" Gumam Febri sambil membuka matanya yang masih berat.


Ia tersentak kaget ketika ia sadar bahwa ia tertidur di lengan Fadly dan melepaskan tangan Fadly yang berada di kepalanya.


"Apaaa?? aku tidur dilengan dekat keteknya ! untung saja ketek bocah ini nggak bauk." gumamnya sekali lagi. "Kenapa tangan ini bocah di kepala ku?" Tanya Febri heran.


Febri bangkit dari duduknya dan ia berjalan menuju jendela dan menutup jendela dengan gorden. Ia juga melihat Dedri tertidur pulas di sofa.


Kemudian Febri berjalan menuju Wc untuk mencuci mukan dan membersihkan tembelek dimatanya. Mendengar kalimat Permisi dan suara membuka pintu, Febri bergegas keluar Wc dan melihatnya, ternyata seoarng perawat datang untuk mengecek keadaan Fadly sambil memberi semangkuk bubur. Febri hanya menerima dan bingung apa yang di lakukan perawat tersebut dengan infus fadly , ia mencabutnya dan menggantinya dengan yang baru. Kemudian ia memutar mutarkan roda yang berada di selang tersebut. Tentu hanya perawat yang mengerti itu. Febri hanya bisa menyaksikan gerak - gerik perawat tersebut.


"Bagaimana keadaan Fadly sus?" ucap Febri yang memberanikan diri bertanya kepada perawat tersebut.


"Sepertinya keadaanya mulai membaik!" Jawab Perawat tersebut sambil mengambil mangkok bekas makan fadly semalam lalu ia pergi. Febri pun menghembuskan nafasnya. ia bingung harus berbuat apa lagi , Melihat sofa , Ada Dedri masih tertidur. Ia pun kembali duduk di sambing Fadly dan memandangi wajahnya Fadly.


"Aduhhh kenapa bocah ini semakin tampan ??" ucapnya dalam hati. Febri pun memberanikan diri untuk mendekati wajahnya ke wajah Fadly. Namun Dedri sudah terbangun dan melihat aksi Febri.


"ahhhcimmmm!" Suara batuk dedri yang sengaja ia buat.


Febri tersentak kaget dan memutar pandangnya ke arah Dedri. Mukanya kembali memerah dan ia langsung berbalik arah lagi dan meletakkan wajahnya di tangan Fadly.


"Sudahhh tidak usah malu seperti itu, kalau mau mencium nya cium laaa , Biar saya sebagai saksinya!" Ledek Dedri yang tertawa puas karena membuat Febri malu.


"apa katanya cium ? enaak saja . jelas aku tadi hanya mau melihat adeknya dari dekat, uhhhhh nyebelin kali dia!!" Ucap Febri dalam hati.


"Kamu sayang banget ya sama Fadly?" tanya Dedri sambil berjalan mendekati Febri.


"Tidak!!" jawab Cuek Febri sambil buang muka.


"Tu kenapa kamu mau menciumnya ?". Pertanyaan yang dilontarkan Dedri membuat wajahnya semakin merah dan membuatnya semakin kesal.


"Aku tadi bukan mau mencium Fadlyy , Tapi aku hanya ingin melihatnya dari dekat saja!"


"Hahaha tujuannya apa ?"


"Ihhh nyebelin kaliii , nggak abangnya , nggak adiknya , Sama aja, sama sama buat kesal!! " Ucap Febri dalam hati dan ia hanya diam dengan pertanyaannya yang membuatnya tidak nyaman.

__ADS_1


"Heyy , kamu tadi malam tidak makan yaa ?" Tanya Dedri sambil melihat nasi bungkus di atas meja yang masih terbungkus rapi.


Ferbri hanya menggelengkan kepalanya. masih tetap tidak mau berbicara dengan Dedri. Namun Dedri terus - terusan bertanya dengannya.


Tak lama kemudian seorang Dokter datang beserta dua rekan perawatnya datang. Mereka kembali mengecek Fadly.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB. Namun Fadly sama sekali belum bangun , padahal dokter membuka kancing baju nya untuk memeriksa dadanya menggunakan stetoskop. Kemudian seorang perawat membalut lengan Fadly dan memompanya menggunakan tensimeter.


"Laa kok bocah ini nggak bangun -bangun yaa , apa jangan - jangan sia sudah....!!" kata Febri dalam hati terputus


"Fadlyyyy !!" Teriak Febri sambil memegang tangan Fadly. Semua orang pun tertuju memperhatikkan Febri dengan wajah terkejut.


Fadly yang awalnya tidur , kini ia sudah membuka matanya secara perlahan.


"Ini ada apa yaa ?" tanya Fadly heran melihat dokter, dua orang perawat , Febri dan Dedri yang berada didekatnya.


"Tidak apa - apa , Oh iya nanti temui saya di ruangan yaa , karena ada beberapa hal yang harus saya sampaikan." Ucap dokter tersebut yang mengalihkan pandangnya ke Dedri.


"Ok Dok."


Dokter dan dua orang perawat pun pergi, Dedri langsung tertawa terbahak - bahak mengingat kejadian Febri teriak tadi. "Tadi kamu kenapaa Feb?"


"Aku permisi ke wc dulu." Ucap Febri sambil pergi menuju ke Wc.


"Ihhh aku kenapa sihhh!!" ucapnya sambil mencuci mukanya di depan kaca yang berada di wc.


"Berulang kali aku melakukan kesalahann !!! terus - terusan aku di ketawain sama abangnya Fadly. Akuu kenapaa sihh ??" ucap Febri sambil mencubit - cubit pipinya.


Tak lama kemudian ponsel Febri berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Ponselnya berada dalam tas-nya dan terletak dibawah kursi tempat ia duduk tadi. Karena Febri masih berada di dalam Wc, Fadly meminta kakaknya untuk mengambil ponsel dalam tas Febri.


"Rio??? siapa Rio ya?" kata Fadly dalam hati yang membaca nama di layar ponsel Febri. Ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Feb , kau dimana ? di Wa nggak ada diread , di sms nggak di balas. Tolong kirim uang lagi dong, lima juta ajaa , besok aku ganti feb!!" Kata Rio dari sebrang telpon. Namun Fadly tak bersuara sama sekali.


"Hallo Feb ?? kenapa ko diam aja ? nggak mau ngasih kau kan ? dasar pelit. kalau tidak kau kirim , aku akan memutuskan hubungan kita ! aku gagali pernikah kita. aku tunggu sampai jam 11 ini yaaa." ucap Rio yang mengancam kemudian ia mematikkan ponselnya.


Tuttt...tut...tut...


"Apaaa?? gagali pernikahan ? maksudnya apa sih ? apa Febri sudah menikah???" Kata Fadly dalam hati kemudian ia meletakkan ponselnya ke dalam tas Febri.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam aja Bro ? nah makan dulu!!" Tegur Dedri sambil membawa bubur. Dedri menyuapi Fadly makan yang dari tadi hanya terdiam.


Dari pintu kamar mandi, Febri keluar dan memandangi Dedri dan Fadly. Kemudian ia mendekai mereka.


"Romantis ya kakak adik ini ?" Ucap Febri yang baru datang.


"Oh iya Feb , nah kamuu suapi Fadly , Saya mau menemui dokter tadi!!" ucap Dedri sambi memberi semangkuk bubur dan bergegas pergi. Febri pun menerimannya dan ia langsung menyuapi Fadly. Namun suasana menjadi hening seketika tidak seperti biasanya. 5 menit kemudian ...


"Ohiya , Rio itu siapa ?" Tanya fadly jutek


"Kenapa dia sebut nama Rio ? terus kenapa dia yang jutek?" Ucap Febri dalam hati spontan kaget dengan beberapa pertanyaan yang di lontarkan Fadly


"Kenapa kamu sebut nama Rio?" ucap Febri sambil menyuapi bubur ke Fadly


"Siapa Rio?" tanyanya kembali dengan nada naik satu tempo sambil mengenggam tangan Febri dengan keras


"Lepasii Fad, sakittt !!" Rintih Febri kesakitan.


"Kenapa Fadly se-agresif ini ??" pikirnya dalam hati.


"Gue sudah tidak mau makan lagi!" Jawab Fadly yang mengalihkan pandangannya tidak menatap Febri.


"Fadlyyy!!" Ucap Dedri yang tiba - tiba masuk . Febri dan Fadly langsung melirik ke Dedri.


"Kamu sudah boleh pulang Fad!! oh iya Feb kamu ikut kami saja ya pulang, nanti biar kami antar ke rumah kamu!"


"Biarkan dia pulang sendiri , Kasih saja ongkos ke dia ! Tadi gue liat dompetnya kosong!" Fadly yang menjawab dengan nada amarah.


"Ia Bang, biar saya pulang naik ojek saja!!" Ucap Febri melemah.


Dedri langsung menggandeng Fadly dan membawanya ke mobil. Febri mengikutinya sambil membawa barang - barang Fadly dan meletakkan kedalam mobil.


"Feb ini ongkos buat kamu." ucap Dedri dari dalam mobil sambil meletakkan selembar uang kertas bewarna merah di antara jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Aduhh ini mau tidak mau aku harus mengambilnya. Aku bener - bener nggak ada uang. Hancurrr hargaa diri ku tuhannn !" ucap Febri dalam hati lalu ia mengambil uangnya


"Terimakasih ya bang!".


Dedri langsung menginjak gas mobilnya dan menjalankan mobilnya. Febri hanya melihatnya dan menunggu ojek pesannya datang.

__ADS_1


__ADS_2