
🎶Sesungguhnya dia ada didekat mu
namun kau tak pernah menyadari itu
Dia s'lalu menunggumu
untuk nyatakan cinta
Sesungguhnya dia adalah diriku
Lebih dari sekedar teman dekat mu
Berhentilah mencari karena kau telah menemukanya🎶.... (Drive band: Akulah dia)
Malam kaderisasi ukm panahan angkatan 2017 Rangga memainkan gitarnya didepan api unggun menyanyikan lagu tersebut disamping Hera. Malam itu hanya mereka berdua di pos jaga alumni. Hera sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh Rangga, tidak pernah menyadari pesan lagu itu ditujukan padanya.
Rangga berusaha menyampaikan perasaanya setahun yang lalu, namun ia selalu malu menyatakan langsung pada Hera, hanya melalui lagu dan perhatiannya yang tidak pernah disadari Hera. Pertemuan pertama Hera dengan lelaki itu cukup unik, Hera melihat lelaki itu sangat dingin dan galak pada awalnya.
" Maaf kak Mau tanya sekre panahan sebelah mana?" ujar Hera pada Rangga yang berambut cepak saat itu.
Mendengar pertanyaan Hera, Rangga menoleh dan melihat Hera dari ujung kepala hingga ujung kaki, sungguh membuat Hera merasa terintimidasi, mata Rangga menatap tajam pada Hera, dan menghembuskan nafas.
" Ini belakang gue! Lo gak liat tuh tulisannya!" ujar Rangga sambil menunjukkan ke papan tulisan sekre dengan kesal.
Hera mendengar jawaban Rangga langsung merasa malu dan tak enak hati. Ia langsung tersenyum dan berterimakasih, kakinya melangkah masuk ke sekre. Rangga mengerutkan alisnya melihat wanita tersebut masuk sekrenya.
"Eh, Lo siapa?" tanya Rangga dengan nada tinggi membuat Hera gugup menoleh.
" Saya Hera, baru gabung ukm ini," jawab Hera hati-hati.
Rangga melengos setelah mendengar jawaban dari Hera. Entah kenapa pertemuan pertama itu cukup membuat Hera menjauh dari Rangga yang merupakan ketua ukm. Rangga juga memiliki kekasih waktu itu yang merupakan atlet renang.
Hubungan Rangga dan Hera waktu itu sangat jauh tidak seakrab sekarang, jika bertemu dijalan pun hanya mengangguk kepala. Sampai puncaknya ketika latihan memanah. Semua anggota berbaris dan dalam jarak 2 meter Rangga berdiri membelakangi dengan apel berada di atas kepalanya. Semua orang lolos memanah apel diatas kepala Rangga. Namun, tidak bagi Hera, ia cukup gugup untuk melepaskan anak panah, tangannya berkeringat sehingga anak panah lepas dari busurnya dan mengenai kepala bagian belakang Rangga.
Setelah kejadian itu, Hera benar-benar merasa bersalah kepada Rangga, ia menemani pengobatan tersebut dan menanggung biaya rumah sakitnya. Tapi, kejadian itun semakin memperburuk hubungan Hera dengan Rangga. Setiap bertemu selalu ada kekesalan terpangpang di wajah Rangga pada Hera.
Suatu ketika, Hera berlari ke sekre malam-malam karena ponselnya tertinggal. Ketika sampai di Sekre Hera melihat Rangga tersedu-sedu menanggis, Hera tidak mau menganggunya, ia mengendap-endap mengambil ponselnya di lemari.
__ADS_1
"Berhenti!" ucap Rangga mengangkat wajahnya yang sudah kusut, dan Hera terhenti.
" Aku tidak melihatnya, silahkan lanjutkan" ujar Hera membelakangi Rangga, wajah Rangga sangat menakutkan kalau sedang marah.
" Kamu harus tanggungjawab!" ujar Rangga dingin membuat Hera berbalik dan kebingungan.
"Untuk apa?" tanya Hera keheranan.
"Lo udah lihat gue nanggis, Lo gak boleh pergi sampe gue selesai nanggisnya," ujar Rangga.
" Merepotkan sekali, aku akan tutup mulut tenang saja! aku harus pulang sekarang!" ujar Hera.
" Enak aja, gue gak percaya, sini Lo duduk samping gue!" titah Rangga dengan menepuk kursi disebelahnya.
"Huh!" Hera mendengus mendengar perintah Rangga ia berjalan dan duduk di samping Rangga.
Kenapa aku harus duduk disamping singa macam dia, batin Hera.
"Lo masih perawan? " tanya Rangga tanpa merasa bersalah dengan pertanyaannya, Hera seketika langsung memukul punggung Rangga kesal.
"Sialan! gak sopan!" ujar Hera hendak beranjak pergi tapi tangannya dipegang oleh Rangga.
"Iya, iya lepasin tangannya, bukan mahrom!" ujar Hera merasa risih tangannya di genggam oleh Rangga.
Rangga mendengar perkataan Hera terkejut dan terkekeh lalu melepaskan genggamannya, ia menatap wajah Hera yang sudah kesal.
"Masih ada cewek kayak Lo!" ujar Rangga.
" Banyak!" udah mau pulang!" ujar Hera beranjak keluar dari Sekre.
" Oke gue anterin!" ujar Rangga membuntuti Hera.
Sejak kejadian malam itu, Rangga sering mendekat ke Hera. Mulai duduk dekat Hera saat rapat ukm, jika ada acara keluar Hera selalu diboncengnya. Lama-lama hubungan mereka mencair, Rangga suka bergurau sama Hera, kadang saat rapat malam-malam Hera selalu dipinjamkan jaket oleh Rangga. Sekilas orang-orang melihatnya seperti sepasang kekasih.
Rangga merasa move on dari kekasihnya saat bersama dengan Hera, mereka sering bertukar cerita, pergi ke toko buku bareng, nonton ke bioskop, menemani belaja sampai Rangga juga membawa ke rumahnya, Hera dikenalkan sama kedua orangtuanya.
Pernah suatu ketika adiknya Rangga sakit saat Hera datang ke rumahnya, saat itu tidak ada kedua orang tua Rangga karena sedang di luar kota, Hera memutuskan menginap dan merawat adiknya Rangga. Hera memasak untuk sarapan mereka.
__ADS_1
"Jo," sapa Rangga sama Hera.
" Apaan sih, Jo Jo mulu, panggil aja Ra." ujar Hera.
"Suka-suka gue dong," ujar Rangga cengengesan.
"Terserah deh!" ucap Hera sambil tmenyuapi bubur ke adiknya Rangga yang berusia 4 tahun.
" Kapan Lo nikah?" tanya Rangga sambil memperhatikan gerak-gerik Hera yang menyuapi adiknya dengan telaten.
"Ya itu urusan Allah, aku gak tau kapan-kapan nya, tumben nanya gituan!" jawab Hera.
"Gue khawatir Lo jadi jomblo akut! jawab Rangga cengengesan membuat Hera membulatkan matanya.
"Lihat aja umur 25 aku sudah nikah Ga!" ujar Hera sambil cemberut.
" Iya gituu aja marah hehe. Lo suka pejaka atau duda?" tanya Rangga.
"Aneh kamu ini Ga, pejaka sama duda sama sama hot!" ujar Hera sambil tersenyum.
Rangga mendengarnya langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri Hera lalu menjitak kepalanya.
" Aww Rangga sakit!" ringgis Hera.
"Lo mesum sih depan adik gue!" ujar Rangga sambil membuka kulkas dan mengambil susu.
"Eh yang barusan itu kekerasan loh!" ujar nya dengan nada di seriuskan.
"Oh mau di lembutin toh!" ujar Rangga sambil mendekat ke arah Hera yang sedang memangku adiknya, senyuman menyerigai terukir diwajahnya.
"Eh mau ngapain!" ujar Hera curiga dengan gelagat Rangga.
Rangga mengunci Hera di kursinya yang sedang memangku adiknya Rangga. Mata mereka saling bertemu, Rangga mendekatkan bibirnya ke jidat Hera. Namun ditahan oleh sendok berlumur bubur oleh Hera, membuat Rangga seketika terkejut dan langsung terkekeh geli.
"Jangan macam-macam ada adikmu!" tegas Hera semakin membuat Rangga tergelak tertawa.
"kalo gak ada adik gue boleh dong!" ujar Rangga tersenyum nakal, membuat Hera mendecih.
__ADS_1
Lagu Akulah Dia dari Drive band selesai diputar dari play list musik ponsel Hera yang putar berulang-ulang hingga tiba didepan rumahnya, kenangan bersama Rangga yang terputar kembali seiring lagu tersebut diputar berhenti. Hera turun dari mobil online tersebut dan membayar ongkosnya. Kakinya melangkah memasuki rumah besar tersebut.
BERSAMBUNG.....