Takdir Cinta Ceo Psyco

Takdir Cinta Ceo Psyco
Berbicara


__ADS_3

POV Damar.


Hari ini adalah hari yang sangat berat untukku. Aku berjalan menyusuri padatnya kota hingga aku pun sadar bahwa aku harus menghilangkan semua penat di kepalaku dengan sebotol minuman di bar.


Tanpa banyak waktu aku pun segera berangkat pergi menuju parkiran mobil di halaman mall dan ku tancap gas kembali untuk menyusuri jalanan ibu kota. Jalanan ini sangat padat hingga aku yang sudah muak dengan masalah yang kian bertambah di kantor harus segera menegak minuman yang bia membuat aku kehilangan kesadaran.


Ku parkirkan mobil di salah satu bar ternama di ibu kota dan mulai masuk dengan gagahnya. Banyak sekali pejabat bahkan pengusaha muda yang kini tengah menghabiskan waktunya di sini hanya untuk meminum minuman yang bisa membuat melayang, ataupun hanya untuk cuci mata bersama para gadis yang sangat menggoda.


Aku yang baru sampai segera di sambut hangat oleh banyak sekali gadis gadis yang cantik dan berpakaian kurang bahan. Bahkan beberapa di antaranya hanya memakai pakaian da**m hanya untuk memikat pria hidung belang.


Aku berjalan menuju tempat peracik minuman dan segera memesan segelas air kesukaanku. Ku tatap beberapa orang yang tengah asik berjoget di sana dengan ditemani beberapa gadis serta musik dj yang sangat memekakan telinga.


"Tuan sendirian disini?" tanya seorang wanita padaku.


Ku tatap dirinya dari atas sampai bawah. Cukup menarik, kata batinku. Namun wajahnya yang sudah terlihat dewasa membuatku enggan melepaskannya.


"Sepertinya dia sudah berpengalaman" batinku.


"Boleh saya temani tuan" bisiknya manja di telingaku.


Seketika nafsuku membara, aku sangat senang jika di kelilingi oleh gadis agresif seeprtinya, apalagi dia terlihat cukup menawan di banding yang lain.


Wanita itu kini duduk di samping kursiku dan tak henti memandang wajahku yang sebenarnya aku tengah fokus menatas penyaji minuman di depanku.


"Kau sunggu tampan tuan. Bolehkah aku membuatmu melayang malam ini?" tanpa basa basi ia langsung mengatakan niatnya.


Namun kali ini aku bisa mengendalikan gejolak dihatiku karena aku tak ingin melakukannya hari ini. Entah kenapa hatiku sangat gelisah dan tak enak. Bahkan ketika pelayan menyiapkan minumannya di hadapanku, dan aku segera meminumnya, tak ada rasa nikmat sedikitpun. Aneh.


"Aku sedang tak ingin melakukannya. Kita bisa berbicara saja disini Aku akan mentlaktirmu minum disini" Damar mencoba membujuk wanita itu agar tak kecewa.


"Baiklah kalau itu keinginanmu. Aku akan menemanimi berbicara, aku akan berikan harga diskon hari ini untuk pria tampan sepertimu"

__ADS_1


Damar segera mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah di dompetnya dan segera menaruhnya di atas meja sebagai bayaran pada wanita yang akan ia ajak berbicara tersebut.


"Ini semua terlalu banyak tuan" Mata wanuta itu berbinar ketika melihat banyak sekali uang yang Damar berikan untuknya.


"Ambilah. Aku yakin kau sangat membutuhkannya. Tapi ingat, tolong jawab semua pertanyaan yang aku katakan padamu"


"Tentu saja, aku akan menjawab semua pertanyaanmu bahkan aku akan membeberkan rahasiaku sebelumnya"


Danu mulai menarik nafasnya dan mulai bertanya mengenai kehidupan wanita tersebut.


"Jadi siapa namamu? Dan kenapa kau bekerja seperti ini"


Wanita itu tertawa dengan terbahak bahak mendengar pertanyaan Damar.


"Namaku adalah Cintya. Nama asliku adalah Cindyani Clarisa. Aku melakukan ini karena memang membutuhkan uang. Dan ya, semua wanita disini melakukan ini karena uang dan pastinya butuh uang"


"Lalu apakah tak ada pekerjaan lain selain ini?" tanya Damar seraya menyeruput minuman di gelasnya.


"Apa yang terjadi pada ayahmu?"


Wanita itu mengerutkan kening. Pertanyaan Damar sungguh sangat mudah untuk ia jawab.


"Ayahku kena serangan jantung akibat perusahaannya di korupsi oleh pamanku. Kurangnya bukti membuat pamanku tak bisa di tahan, sedangkan rumah kami harus di sita karena telah membayar cicilan di bamk untuk membayar gaji para karyawan"


Damar menggelengkan kepala dengan pelan. Jadi wanita ini bisa di bilang sebagai anak emas sebelum ayahnya tida.


"Kenapa kau tak memenjarakan pamanmu itu?"


"Tentu saja aku tak bisa. Bukti saja aku pun tak punya"


"Lalu, ibumu kemana sekarang?"

__ADS_1


"Ibuku sudsh menyusul ayah kandungku itu. Namun, sebelum ia meninggal ia menikahi seorang pria set**n! Yang menjual diroku pada teman berjudinya"


Damar yang geram mendengar cerita itu pun segera menegas minuman di gelas dampai habis.


"Laku kenapa kau tak melaporkannya? Aku sungguh kesal mendengar ceritamu itu"


"Apa yang bisa di lakukan aku pada saat 12 tahun? Aku hanya bisa menangis kala ayah masuk kedalam kamarku dan melihat temannya tengah terlelap dengan pulas do samping tubuhku yang bergetar hebat Aku menangis dan aku bahkan jijik dengan tubuhku sendiri. Namun itulah awalan bagiku menjadi seorang pemuas pria berhidung belang"


Damar menghela nafasnya dan mulai memesan kembali minumannya yang habis.


"Lalu sekarang kau tinggal bersama siapa?"


"Aku sekarang tinggal bersama satu anak laki lakiku yabg kini berusia lima taun. Aku tinggsl berssmanya dan hidup berdua dengan bahgia walaupun uang yang kuhasilkan termasuk haram"


"Apa kau tak ingin mencari kerjs di kota ini?"


"Hahahahha aku bahkan sudah lelah menyebarkan beberapa map berisi lamaran pekerjaan ke beberapa kantor, namun di tolak.Tak ada satu pun yang memanggilku untuk kerja. Bahkan panggilan interview pun tak ada. Mungkin aku cukup bodoh untuk kerja di kantoran"...


Damar segera mengeluarkan kartu nama di dalam dompetnya.


"Ini! Kau hubungi aku jika kau memang ingin berhenyi menjadi wanita seperti ini. Jika kau inginkan pekerjaan maka telpon aku dan datanglah setelah menelponku. Aku akan memberiaknmu pekerjaan walaupun pekerjaannya sangatlah berat. Namu setidaknya uang yang aju berikan merupakan uang halal dan hasil pekerjaan halal"


Wanita itu tersenyum dan segera memasukan kartu nama Damar ke balik pakaian yang ia gunakan.


"Aku akan pertimbangkan lagi. Uangku di sini lebih banyak daripada bekerja di kantoran. Tapi jika suatu saat aku ingij bertobat, maka aku akan datang melamar pekerjaanmu. Oh ya, ini berlaku sampai kapanpun kan?"


"Tentu saja, kantorku akan selalu terbuka untukmu. Namun, setidaknya ada bagian cleaning servis yang aku butuhkan. Gajinya memang masih umr, dan kenaikan akan dilakukan jika performa pelayanan sangatlah baik"


"Aku kan pikir pikirkan nanti. Oh ya terimakasih karena sudah baik padaku tuan. Semoga semua yang kau inginkan bisa tercapai"


Damar tersenyum menyikapi doa yang di lakukan wanita di depannya . Damar yakin bahwa wanita di depannya sangatlah baik. namun, karena kebutuhan, jadilah dia seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2