Takdir Cinta Ceo Psyco

Takdir Cinta Ceo Psyco
Gosip


__ADS_3

Arga yang kesal terus saja bergumam sendiri di dalam mobilnya. Ia bahkan menghiraukan jalanan ibu kota yang saat ini sedang ramai kendaraan dan terus menginjak pedal gas dengan sangat kencang.


"Akkhhh dasar Dion!" Arga berteriak frustasi di dalam mobil.


Hingga saat ia telah sampai di depan kantornya, Arga pun turun seraya mulai merapihkan dasi berwarna merah yang ia kenakan dan mulai berjalan melewati beberapa karyawan yang sudah datang lebuh awal darinya.


"Selamat pagi Pak Arga" ucap beberapa karyawan seraya mulai menundukan kepalanya.


"Pagi" jawab Arga dengan datar.


Dari kejauhan nampak mobil milik Dion yang saat ini masuk ke dalam halaman parkir kantor miliknya. Arga yang tahu bahwa Dion saat ini tengah berusaha mengejar dirinya berlari dengan cepat meninggalkan sepupunya yang terus saja mengejarnya..


"Arga tunggu!"


Lambaian tangan serta teriakan dari pria di belakangnya membuat Arga semakin kencang berlari. Beberapa karyawan yang melihat kejadian tersebut pun merasa heran dan memperhatikan kedua pria itu yang saat ini tengah saling mengejar satu sama lain.


Hingga saat akhirnya Arga yang telah sampai di dalam lift pun di cegah oleh Dion yang berusaha masuk kedalamnya.


"Kau kenapa Arga?! Kenapa menghindariki? Apa kau merasa malu karena kau memakai celana...."


Ucapan Dion terpotong oleh tangan Arga yang dengan cepat membungkam mulutnya . Beberapa karyawan yang saat ini tengah berjalan pun menatap bingung pada Arga dan Dion yang saat ini tengah berdua saja di dekat lift.


"Kita akan bicarakan baik baik" Arga tersenyum pada semua orang dan menutup pintu lift agar semua orang tak mendengarkan ucapan Dion tentang celama da**m yang ia kenakan saat ini.


Namun sayang, beberapa karyawan justru semakin santer menggosipkan Arga dan Dion yang memiliki penyimpangan satu sama lain sebab keduanya begitu dekat layaknya sepasang kasih yang sedang bertengkar.


"Apa yang kau lakukan hah?! Apa kau sudsh gila Dion?! Kau baru saja akan mengatakan tentang diriku yang memakai celana da**m berwarna kuning pada orang orang hah?" Arga yang kesal pun segera memarahi Dion yang saat ini tepat berada di sampingnya.

__ADS_1


Dion pun tak mau kalah dan segera melepaskan tangan Arga dari mulutnya untuk membalas perkataan sepupunya tersebut.


"Kau pikir aku tak memikirkan perasaanmu apa ? Aku takan mungkin mengatakan hal itu pada semua orang Arga! Aku hanya ingin menanyakan kenapa kau lari dariku. Apa kau marah padaku?! Atau apakah kau merasa malu padaku?"


"Malu? Hah! Yang benar saja aku malu padamu. Aku begini karena aku malu pada Liyani yang sudah melihat benda ini" Arga kembali menundukan kepala seraya mulai menunjuk ke arah celana yang sedang ia pakai.


Dion akhirnya mulai mengerti kenapa Arga meninggalkannya ke kantor dan marah padanya. Ternyata Arga marah pada Dion sebab Arga merasa malu pada Liyani yang sudah melihat bagian yang paling ia sembunyikan.


"Kenapa kau harus malu Arga? Kau masih memakai celana da**m walaupun itu berwarna kuning"


Arga yang kesal pun kembali mengacak rambutnya dan segera merapihkannya kembali.


"Fyuhhhh. Begini saja ya. Aku akan bertanya baik baik padamu dan kau katakan dengan sejujur jujurnya ya Dion. Jadi jika aku datang ke kamarmu dan aku tak sengaja menarik handuk yang sedang kau pakai setelah mandi di hadapan seorang gadis, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan tersenyum dan memamerkan apa kepunyaanmu serta berkata hai lihat ini punyaku, mana punyamu? Begitu hah?!"


Dion terdiam. Ia justru merasa sangat terhibur dengan tingkah Arga yang saat ini sedang kesal.


Dion yang mulai paham dengan apa yang di katakan Arga pun mulai mendekati pria berwajah tampan tersebut dan muali memegang pipinya dengan gemas.


"Kau tahu Arga, kau benar benar sangat lucu. Kita bahkan tak sedekat ini seblum Liyani ada dirumah mu. Dan aku senang karena kita bisa sedekat ini sekarang"


Ting!


Pintu lift terbuka otomatis. Banyak pasang mata kini tengah menatap terkejut ke arah Dion yang saat ini sedang mencubit pipi Arga dengan lembut.


Mereka bahkan segera memalingkan wajah dan membubarkan diri tak jadi menaiki lift sebab mereka takut menganggu adegan antara Dion dan Arga yang sedang saking berhadapan satu sama lain.


Pikiran mereka mulai berkelana dan mencap Dion serta Arga sebagai salah satu kaum pelangi. Padahal apa yang meraka lihat barusan tak seperti apa yang mereka bayangkan. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kini gosip antara keduanya yang mulai berhembus sejak kemarin mulai semakin terkenal dan tersebar di seluruh kantor.

__ADS_1


Arga menatap ke arah Dion dan segera menepis tangannya dari pipi mukus miliknya tersebut.


"Lihat! Apa yang kau lakukan benar benar sangat luar biasa! Sekarang mereka akan yakin bahwa kau dan aku memiliki penyimpangan se***** Sebab adegan yang kau lakukan barusan benar benar sangat romantis. Oh ya, dan satu lagi aku benar benar sangat yakjub padamu". Arga tersenyum dan mengusap pipi Dion dsngan lembut.


Sehingga membuat pria itu bergidik ngeri dan ketakutan.


"Apa yang kau lakukan hah?" tanya Dion dengan heran.


Arga berbalik dan menatap kedua bola mata sepupunya tersebut dengan sangat tajam. Ia bahkan saat ini telah kehiilang wajahnya di seluruh kantor Arga sebab perlakuan Dion padanya cukup sangat manis.


"Sekarang kau siap siap jomblo seumur hidup sebab pasti akan ada berita besar di kantor kita. Pasti karyawan disini akan menggosipkaj kita memiliki hubungan spesial antara sesama kaum pedang"


"Kau itu kan pemilih perusahaan ini Arga. Kau pasti mampu membungkan mukut mereka degan cara memecatnya"


"Hahaha kau lucu sekali Dion. Namamu sudah terdaftar di perusahaanku dan aku pun sudah banyak orang yang mengenal. Walaupun hubungan kita sebagai sepupu namun berkat kejadian ini mereka akan semakin yakin bahwa kau dan aku adalah kau pelangi"


"Tidak! Tidak mungkin . Kau pasti bisa mengatasinyakan karena kau pemilik perusahaan ini"


Arga tersenyum dengan bahagia sebab ia mampu membuat Dion merasa ketakutan.


"Ya memang aku pemilik perusahaan ini. namun, aku tak berhak menghentikan gosip ini yang semakin detiknya mejadi ba yang liar. Kau mungkin akan semakin di desak oleh orang tua untuk mengakui semua kelakuanmu itu."


"Apa hubungannya Arga"


Dion dan Arga terus saja berjalan melewati lorong untuk sampai di ruangannya.


"Ya tentu ada hubungannya. Aku pemilik perusahaan ini dan kau sepupuku. Kau memiliki banyak penggemar hadis gadis dan aku pun juga sama. Tapi setelah gosip antara aku dan kamu beredar, maka para gadis akan berbalik tak suka denganmu sebab mereka akan syok dan jijik ketika berfikir aku menyukaiku" Arga tertaws dengan kencang dan mulai duduk di kursi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2