Takdir Cinta Ceo Psyco

Takdir Cinta Ceo Psyco
Tahu


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, kini Arga telah sampai di depan rumah sakit tempat ia menyerahkan sampel rambut Liyani dan gadis yang mengaku sebagai Ridu. Arga sudah tak sabar menunggu hasil dari tes tersebut, bahkan saat ini Om Galang pun tengah menundukan kepala menunggu hasil tes DNA mereka selesai.


"Om sudah sampai?" tanya Arga yang baru saja tiba.


"Ya tentu, om sudah tak sabar menunggu hasil tes tersebut"


Arga tersenyum dan mulai duduk di samping pria paruh baya itu.


Detik detik mulai berlalu, Arga dan Om Galang tampak senang ketika seorang dokter berjalan menghampiri keduanya dengan sebuah surat di tangannya.


"Selamat sore tuan Arga" ucap sang dokter seraya mulai menjabat tangan keduanya.


"Selamat sore dok. Bagaimana hasilnya" tanya Arga tanpa basa basi.


"Baik, saya akan memberitahu hasil dari beberapa sampel yang anda berikan tempo lalu. Dan kabar baiknya adalah, salah satu sampel yang anda berikan ternyata cocok dengan sampel DNA yang dimiliki oleh Tuan Galang. Maka dari itu ini hasilnya saya serahkan pada anda"


Arga dan Om Galang segera mengambil kertas yang dokter tersebut berikan. Mata keduanya tampak begitu jeli membaca setiap hasil tes yang dilakukan pada rambut Liyani dan Rindu palsu. Hingga saat lembaran kertas berikutnya di baca, Arga seketika beryeriak histeris dan tampak senang memeluk tubuh Galang di sampingnya.


"Sudah ku katakan bahwa Liyani adalah Rindu yang asli om. Dia adalah Rindu yang kita cari!"


Arga beberapa kali memeluk tubuh Galang dengan erat. Bahkan pria bertubuh gempal itu tampak meneteskan air mata tak percaya dengan hari ini yang selama berapa tahun ia tunggu.


"Kenapa dia baru muncul sekarang Arga? Om bahkan tak bisa melihatnya tumbuh remaja dan tumbuh menjadi dewasa seperti sekarang. Ia bahkan harus hidup menderita di bawah tekanan orang yang tidak pernah ia kenal" Galang mulai menghapus air mata di pipinya dengan kasar.

__ADS_1


"Sekarang om sudah bisa memeluk dan melihatnya menjadi seorang gadis dewasa. Bahkan sebentar lagi om akan melihatnya menikah dan membentuk sebuah keluarga"


Mata Galang seketika membulat mendengar pernyataan Arga. Galang tak tahu apa yang saat ini Arga bicarakan padanya.


"Ma..maksudmu apa?" tanya Galang dengan gemetar.


"Sebenernya om, Arga sudah menyukai Rindu sejak kita masih kecil. Arga bahkan sudah berjanji padanya dulu, bahwa Arga akan menikahi Rindu dan menjadi pangeran untuknya. Arga ingin menikahi Rindu secepatnya om"


Galang seketika terdiam. Ia terkejut ketika putra dari mendiang temannya ini berencana menikahi sang putri yang baru saja ia temukan. Kini Galang bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Ia bahkan tak bisa mengatakan tidak ataupun iya pada pemuda di depannya.


"Om setujukan dengan rencana Arga?"


Galang hanya tersenyum penuh dengan keterpaksaan. Ia bahkan takut dengan tindakan yang akan Arga lakukan padanya ataupun Rindu jika tahu kebenaran tentang kematian ayah serta ibunya dulu.


Malam ini Arga pergi mengendarai mobil kesayangannya menuju rumah mewah yang dibangun oleh mendiang ayahnya. Hatinya sangat senang ketika tahu bahwa Liyani yang selama ini selalu membuatnya tak bisa tidur, ternyata adalah Rindu yang asli.


Arga bahkan sudah menyiapkan sebuah cincin permata di balik jas yang ia pakai jntuk diberikan pada Liyani yang kini beridentitas sebagai Rindu yang asli.


Arga tersenyum dan mulai berdiri di depan pintu rumahnya. Hingga saat ia akan membuka pintu, Kanaya yang sudah sejak tadi menunggu Arga bahkan segera berlari memeluk tubuh pria yang baru saja masuk.


"Kau darimana saja Arga? Aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Kanaya dengan manja.


Arga bahkan ingin sekali melenyapkan gadis di hadapannya saat ini juga, karena telah menipunya dan mengaku sebagai Rindu yang selama ini ia cari. Arga bahkan tampak sangat marah dan berusaha menjauhkan tubuh Kanaya.

__ADS_1


Dari kejauhan tampak Liyani tengah memandang ke arahnya dan Arga pun segera melepaskan pelukan Kanaya dan berjalan menuju tangga untuk mengejar Liyani yang semakin pergi menjauhinya.


Arga pergi begitu saja meninggalkan Kanaya yang diam mematung di depan pintu. Kanaya bahkan sangat penasaran dengan tingkah Arga yang tiba tiba saja dingin dan acuh kepadanya.


Hingga tiba tiba saja ada seorang pria misterius yang seketika membekap mulut Kanaya dan menyeretnya keluar dari ruamh tersebut. Kanaya berusaha berteriak dan mencoba melepaskan tangan pria yang terus menyeret tubuhnya menjauh dari rumah Arga.


Namun tenaganya yang cukup lemah, membuat Kanaya akhirnya di seret masuk kedalam mobil orang misterius itu dan akhirnya ia pun tak sadarkan diri di dalam sana.


Arga yang saat ini berada di ambang pintu kamar Liyani, mulai mengetuk pintu kamar gadis tersebut dengan pelan hingga akhirnya Liyani pun keluar dengan wajah yang sedikit murung.


Tanpa basa basi, Arga segera memeluk tubuh Liyani dan hal tersebut berhasil membuat Liyani tampak terkejut hingga membuat matanya melebar sempurna.


"Kau kenapa? Lepaskan aku! Kau pasti sedang mabuk! Lepaskan!" Liyani berontak dan berusaha menjauhkan tubuh Arga darinya.


"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu lagi Rindu. Aku sangat mencintaimu dan ingin menjadikanmu ratu di hidupku. Aku bersumpan takan pernah melepaskanmu untuk kedua kalinya"


Liyani yang geram mendengar perkataab Arga pun segera mendorong tubuh pria itu dengan keras. Liyani benar benar muak dengab Arga yang seenaknya memanggil dirinya sebagia Rindu. Padahal jelas jelas, Rindu yang Liyani kira sedang ada di depan pintu.


"Kau benar benar sudah gila! Kau sudah tak waras! Kau bahkan salah memanggil namaku! Rindu yang selama ini kau cari dan cintai ada di bawah! Dia baru saja memeluk tubuhmu dan menyambutmu pulang!"


Arga segera menggelengkan kepala, Arga belum mengatakan apapun pada Liyani, namun gadis itu bahkan sudah terlihat cemburu dengan tindakan yang baru saja Kanaya lakukan.


"Tidak! Dia bukan Rindu. Kau adalah Rindu yang asli. Kau Liyani! Kau! Kau adalah Rindu yang asli. Dia hanya orang asing yang sudah berhasil masuk kerumahku dan menipuku. Kau bahkan diculik oleh ayahnya dengan alasan yang menjijikan. Orang tua gadis itu benar benar menyiapkan rencana kotor untuk memisahkanmu dan aku sejak kita masih kecil. Aku sangat mencintaimu dan kau tahu itu. Kau pun mencintaiku, hanya saja saat itu ada dia! Gadis itu yang mengaku sebagai dirimu berhasil membuat cinta kita terhalang. Dia memakai identitasmu dan memanfaatkan kau yang kehilangan ingatan saat itu. ayahnya bahkan mengorbankannya untuk tinggal didesa terpencil agar bia memakai identitasmu untuk menipuku sekarang. Kau tak tahu kebenarannya, maka aku ingin kau tahu apa yang sebenarnya terjadi"

__ADS_1


Liyani beberapa kali menggelengkan kepala, ia benar benar tak tahu dengan apa yang dikatan Arga padanya. Dan ia pun tak tahu maksud dari ucapan pria di depannya itu.


__ADS_2