Takdir Cinta Ceo Psyco

Takdir Cinta Ceo Psyco
Teringat


__ADS_3

Arga sunguh tak mengira bahwa Liyani adalah gadis yang memiliki tipu daya. Namun, Arga tak mengetahui bahwa sebelum Liyani melakukan hal yang buruk, ia bahkan tekah diselamatkan oleh Damar.


Arga benar benar salah mengira Liyani dan Kananya yang ia kira sebagai Rindu. Ia tak tahu bahwa Rindu yang asli adalah Liyani dan wanita yang ia kira sebagai Rindu adalah Kanaya, teman kecilnya saat masih disekolah dasar.


Kanaya yang notabene adalah anak dari seorang anak pengusaha yang kaya raya mampu bersekolah dimana pun yang ia mau. Namun keegoisan serta rasa iri yang dimiliki ayahnya membuat ia harus terlibat dalam kasus penculikan Rindu saat masih kecil.


Ayah Kanaya sudah menyiapkan skenario dengan sangat matang sebab ia ingin perusahaan yang ayahnya Rindu dirikan beralih tangan padanya. Sama halnya disaat dulu ia bekerja sama dengan mister x yang menjadi dalang dalam kasus pembantaian orang tua Arga.


Ia sengaja merencakan penculikan Rindu dan mengirim juga putrinya agar menjadi Rindu palsu. Bahkan Ayah Kanaya tak tahu bahwa para penculik yang ia bayar mampu membuat Rindu kehilangan ingatannya dan itu merupakan berita yang sangat baik.


Ayah Kanaya menitipkan putrinya itu pada saudagar kaya yang telah menjadi temannya sejak lama. Ia dan saudagar itu bekerja sama untuk mengubah jati diri Kanaya dan membuatnya menjadi sosok Rindu sejak kecil. Ayah Kanaya juga membuat sedikit tanda di punggung putrinya agar menambah keaslian alur yang ia buat.


Nasib beruntung berpihak pada Kanaya dan ayahnya. Rindu yang asli kehilangan ingatannya saat disekap oleh para penculik sehingga ia pun tak mengenali wajah Kanaya padahal mereka pernah bersekolah disekolah yang sama. Bahkan sampai saat ini pun Rindu atau yang kini dipanggil Liyani, tak tahu jika Arga tengah mencari dirinya sebab identitasnya pun sudah berubah.


"Ayah akan melakukan apa sekarang?" tanya Kanaya penasaran.


"Ayah saat ini sudah menghubungi pihak yang bisa membantu agar Rindu yang asli bisa kembali ke tempatnya. Kau jangan sampai keceplosan dan mengatakan hal yang bersangkutan dengan identitas asli gadis itu. Bahkan jika Arga bertanya mengenai desamu sebut saja dengan asal. Ku yakin saat ini Arga sudah masuk dalam jebakan kita"


Kanaya tersenyum. Yang ayahnya katakan memanglah benar, saat ini Arga sudah masuk dalam jebakannya bahkan ia sangat mencintainya.


"Ayah tak usah khawatir. Aku ahli dalam hal berpura pura. Ayah cepat jalankan saja rencana yang sudah ayah pikirkan. Aku bahkan ingin sekali tinggal disini hanya berdua dengan Arga tanpa Liyani. Ah, tapi ayah, Arga mengatakan bahwa Liyani adakah sepupunya. Apa Arga berbohong padaku?"


Ayah Kanaya tertawa terbahak bahak mendengar ucapan putrinya.

__ADS_1


"Apa kau bodoh sayang? Arga mengatakan hal itu sebab ia takut kau marah dan meninggalkannya. Ia takut kau marah sebab Arga tinggal berdua dengan seorang gadis. Sekarang untuk menyakinkanmu, katakan saja pada Arga bahwa ia harus jujur mengenai hubungannya dengan Liyani. Mana mungkin gadis itu sepupu Arga padahal sejak kecil dia tinggal dekat denganmu didesa itu. Dan apakah kau lupa mengatakan bahwa jika benar Liyani adalah sepupunya Arga, mana mungkin Liyani sejak kecil di urus oleh paman serta bibinya yang mata duitan"


Kanaya menganggukan kepala. Ia baru ingat bahwa Liyani sejak kecil tinggal didesanya dan bahkan diadopsi oleh keluarga yang kurang mampu. Kemarin Kanya mengatakan bahwa Liyani tinggal didesa yang sama dengannya, namun ia tak menepis ucapan Arga yang mengatakan bahwa Liyani adalah sepupunya.


"Dasar bodoh" Kanaya memukul pelan kepalanya dan mulai tersenyum sendiri.


********


Malam kian larut, Arga dan Dion saat ini masih terus memantau kesehatan Liyani yang masih saja menutup kedua matanya. Arga benar benar heran dengan gadis yang ia temukan, sebab disisi lain gadis itu sangatlah manis dan disisi lain ternyata gadis itu pernah bekerja disebuah tempat yang sangat menjijikan pikirnya.


Namun berbeda dengan Dion yang saat ini tengah menatap takjub dengan Liyani sebab kecantikan serta daya tarik yang Liyani miliki cukup kuat. Jarang sekali Dion mencintai seorang gadis pada pandangan pertama, walaupun ia sejatinya adalah pria yang tak bisa memiliki kekasih hanya satu saja.


"Kau temukan dia dimana?" tanya Dion memecah keheningan.


"Kau sudah menanyakan hal itu dan kau masih bertanya lagi padaku"


"Kau hanya mengenalnya baru hari ini. Terkadang manusia hanya menilai dari luarnua saja tanpa tahu kebenaran tentang keaslian orang yang sedang kau tilai. Orang yang sudah lama mengenal saja bisa salah menilai, apalagi kau yang baru bertemu hari ini. Ck dasar pria cabu*!"


Dion langsung menatap tajam kearah Arga. Ucapan Arga benar benar membuat dirinya merasa tak enak.


"Aku memang cab*l, tapi sekarang aku sudsh tobat. Liyani sungguh membuatku seakan sadar, bahwa aku adalah pria yang baik hati, tampan dan rajin menabung"


"Apa urusannya hah? Dasar pria mesu*!"

__ADS_1


"Tentu ada hubungannya Arga. Liyani yang berprilaku sangat baik merupakan cerminan diriku. Jodohkan adalah cerminan kita dan Liyani merupakan cerminanku"


"Pwihhh! Sudah cukup Dion! Aku benar benar tak ingin mendengar pujian pujian manis pada dirimu sendiri"


Dion tersenyum dan mulai memegang tangan Arga. Dia benar benar mencintai Liyani pada pandangan pertama dan ingin sekali memilikinya.


"Kumohon dekatkan aku pada Liyani ya Arga. Plis" Dion mengedipkan mata pada Arga.


Ia bahkan menampilkan gigi gingsulnya pada Arga hingga membuat pria itu bergidik ngeri.


"Bisa diam sebentar. Kau benar benar sudah gila"


Tak lama kemudian terdengar sebuah suara yang berasal dari Liyani. Gadis itu terbangun dan memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


"emmmhh ashhhh"


Dion dan Arga yang sadar bahwa Liyani sudah siuman pun mulai berlari ke arahnya. Dengan sigap Arga mengambil segelas air dan memberikannya pada Liyani. Namun, Dion yang spontan melihat hal tersebut, mengambil air di tangan Arga dan meminumkannya pada Liyani.


"Ini minumlah" Dion membantu tubuh Liyani untuk bersandar pada ranjang tempat tidur.


Dengan hati hati dan perhatian yang penuh, Dion menaruh beberapa bantal tepat di belakang kepala serta punggung gadis tersebut.


"Apakah kau masih merasa pusing?" tanya Dion dengan panik.

__ADS_1


Arga mengehela nafasnya dengan kasar. Ia kembali ingat dengan fakta bahwa Liyani pernah tinggal di sebuah club malam.Dirinya begitu tak terima dengan fakta yang mengatakan bahwa Liyani pernah bekerja ditempat yang buruk tersebut.


Seketika Arga memalingkan mukanya dan kembali duduk, membiarkan Dion yang masih memberikan perhatian serta prilaku manisnya pada Liyani.


__ADS_2