Takdir Cinta Ceo Psyco

Takdir Cinta Ceo Psyco
Paket


__ADS_3

Arga menatap Liyani dengan heran. Pria itu semakin yakin bahwa Liyaninadalah Rindu yang selama ini ia cari.


"Kenapa kau tahu hal itu?" tanya Arga dengan heran.


Dengan cepat Liyani menggelengkan kepala dan mulai mencari jawaban dengan ucapan yang baru saja secara spontan ia katakan. Liyani bahkan tah tahu kenapa ia mengatakan hal demikian padahal ia baru saja bertemu dan mengenal Arga.


"Kenapa kau tahu dengan apa yang sering aku lakukan?"


Kanaya yang sadar bahwa ada hal yang tak beres, segera mengalihkan pembicaraan. Ia bahkan tahu bahwa Liyani adalah Rindu yang asli yang dulu ayahnya ingin bunuh dan lenyapkan.

__ADS_1


"Sudah jangan terus membahas hal itu. Sekarang kita makan saja. Ini masakan buatan Liyani sangat lezat. Dion pasti sangat senang jika resmi menikahi Liyani sebab setiap hari ia akan mencicipi makanan yang lezat"


Kini Liyani mulai tersedak. Ia bahkan terkejut dengan apa yang diucapkan Kanaya padanya, secara ia bahkan baru mengenal Dion belakangan ini.


Arga segera mengambilkan minum, namun ia bahkan kalah cepat dengan Dion yang duduk di sebelah Liyani. Bahkan Arga yang kesal terlihat mengepalkan tangannya dan mulai menegak air yang ia pegang sebelumnya sampai tandas.


Makanan di atas meja perlahan lahan mulai habis tak tersisa. Arga bangkit dan berjalan menuju halaman untuk melakukan olahraga. Liyani dan Dion bahkan hanya berduaan saja di dapur untuk mencuci semua piring bekas mereka sarapan tadi pagi. Lain halnya dengan Kanaya yang segera pergi menuju kamarnya untuk menelpon sang ayah dan mengatakan bahwa Liyani harus segera di singkirkan karena semakin lama semakin jelas ingatan Liyani tentang jati dirinya yang tak lain adalah Rindu.


Luka dan penderitaan yang ia alami selama ini telah mengubahnya menjadi seorang pria berhati batu dan juga membuat api di hatinya kian membesar. Arga tak segan segan membunuh siapapun yang berani melukainya baik itu secara fisik maupun psikis.

__ADS_1


Sama halnya dengan wanita yang dulu ia bunuh sebab berani menipunya dan mengatakan pada orang orang bahwa ayah Arga dulu pernah melecehkannya dan meminta Arga untuk memberikan banyak uang sebagai uang tutup mulut.


Arga menyelidiki wanita tersebut dan Arga tahu bahwa dia hanya seorang penipu ulung dengan banyak orang peria paruh baya yang telah ia poroti dengan berbagai macam hal licik yang ia lakukan.


Arga tak segan segan membunuh wanita itu dengan racun yang tak dapat terdeteksi oleh tenanga medis, hingga Arga pun bahkan lolos dari tindakan kejinya sebab ia membuang jasad wanita itu ke sungai dan banyak orang mengira wanita itu nati akibat bunuh diri.


Arga duduk di kursi halaman rumahnya dan menerima telpon dari orang kepercayaannya. Arga bahkan tampak senang ketika mendapat informasi bahwa baju seragam Liyani akan tiba sebentar lagi kerumahnya.


Arga menunggu kedatangan pengantar paket tepat di pos penjaga dan ketika ia mekihat sebuah motor trhenti di depan rumahnya, raut wajah Arga segera berubah menjadi sangat ceria dan bahagia.

__ADS_1


Inilah yang ia tunggu sejak lama. Ia ingin sekali melihat seragam Liyani dan membawa paket tersebut masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2