
Arga tersenyum kecil. Ia benar benar sangat senang menatap wajah Liyani yang tampak begitu ketakutan dengan dirinya. Ekspresi yang Liyani tunjukan benar benar membuat Arga begitu senang.
"Apa kau berpikir aku akan melakukan hal lain padamu?" Arga mulai tertawa pelan hingga membuat Liyani malu dan mendoring tubuh Arga sampai terjungkal ke atas ranjang.
"Bagaimana aku tak takut denganmu hah? Kau begitu dekat denganku! Kau bahkan sengaja mendekatkan wajahmu yang besar itu tepat sepuluh senti dari wajahku! Kau tahu hidungmu itu besar dan sangat menakutkan"
Arga segera memegang hidungnya yang baru saja Liyani bilang terlihat sangat besar. Arga kesal dan mulai membalas meledek Liyani.
"Setampan ini kau panggil menakutkan hah! Kau bahkan tak pernah bercermin tentang wajahmu sendiri! Lihatlah wajahmu itu. Hidungmu sangatlah rata bahkan aku tak mampu melihat kau bisa bernafas"
Liyani yang kesal segera mengambil bantal dan melemparkannya tepat di wajah Arga. Tak perduli sekarang ia tinggal di rumah siapa. Yang jelas, Liyani merasa puas bisa membalas kelakuan pria menyebalkan itu.
__ADS_1
Liyani pergi berlalu meninggalkan Arga yang juga merasa kesal. Namun detik kemudian Arga tersenyum tipis kala melihat bantal di genggamannya yang tadi di lemparkan oleh Liyani.
"Sekhawatir itu kah gadis yang baru baru ini aku temui" gumam Arga pelan.
Ia mulai berjalan menuju pintu kamarnya dan mengunci pintu tersebut dari dalam agar tak ada siapapun lagi yang masuk ke kamarnya. Arga bahkan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan senyuman yang tak pernah luput dari wajahnya.
Bayang bayang wajah Liyani seolah berputar di kepalanya. Ia bahkan tertawa kecil kala mengingat kejadian kejadian lucu yang ia alami bersama Liyani. Pria itu menyembunyikan wajahnya dibalik bantal yang baru saja Liyani lempar dan mulai memejamkan matanya.
Hingga ia pun dapat sedikit terlelap dengan nyenyak tanpa gangguan yang terlalu berarti setiap malamnya.
****
__ADS_1
Pagi telah tiba, memancarkan sinarnya yang kian terang bersinar menyilaukan mata Arga yang masih terpejam. Ini adalah hari libur yang ia miliki dan akan ia pergunakan untuk beristirahat dan sekedar menikmati hidupnya yang setiap hari terasa berat.
Arga mulai bangkit dan mengucek matanya yang masih terasa snagat berat. Ia bahkan memaksakan untuk pergi ke kamar mandi untuk mengguyur seluruh badannya agar terasa segar.
Perlahan lahan, air mulai mengalir dari shower di atas kepala Arga. Ia membasuh setiap inci kulit di tubuhnya dengan air yang mengalir dan tak lupa membalurkan sampo dan juga sabun cair ke seluruh badannya yang sejak semalam terasa lengket.
Hingga saat tubuhnya mulai terasa sangat segar, pria itu mulai keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di bagian pinggangnya. Arga berjalan mendekati lemari dan memilih baju kaos berwarna biru serta stelan celananya yang berwarna hitam.
Pria itu tampak terlihat gagah dan tampan bahkan walaupun hanya memakai pakaian yang sederhana.
Arga berjalan menuju pintu dan mulai membuka pintu kamarnya yang semalam ia kunci. Namun, alangkah terkejutnya Arga, kala melihat seorang gadis sedang berdiri di depan kamarnya seraya tersenyum manis.
__ADS_1
"Selamat pagi calon suamiku!" ucap Kanaya dengan girang.