Takdir Cinta Ceo Psyco

Takdir Cinta Ceo Psyco
Informasi penting


__ADS_3

Liyani bahkan tak tahu bahwa Arga akan mengatakan bahwa dirinya adalah sepupu Arga. Pria itu sungguh dingin dan fak mengajaknya bicara mengenai status palsunya tentang ikatan sepupu.


Liyani menghela nafas dan mulai menatap ke arah Rindu yang kini sedang berada di dekatnya.


"Liy apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Rindu secara tiba tiba.


Liyani pun menganggukan kepala sebab pasti Rindu akan bertanya tentang dirinya dan Arga. Padahal sejujurnya Liyani pun tak ingin berlama lama tinggal dirumah ini sebab ia sudah tahu sifat asli pria dingin dan arogan itu. Bahkan Liyani pun sempat salah mengira tentang kepribadian Arga yang ternyata seorang sycopath.


"Jadi selama kau tinggal bersama Arga, apakah Arga pernah melakukan sesuatu hal padamu? Ah ma...maksudku apakah dia pernah mencoba mendekatimu? Kau pahamkan maksudku?"


Liyani hanya membuka mulutnya kala mendengar pertanyaan yang Rindu ucapkan. Ia bahkan tak sekali pun di sentuh Arga dengan sengaja walaupun ia pernah berjarak begitu dekat dengan pria itu.


"Tentu saja tidak Rin. Memangnya kenapa?"


"Ah, aku hanya ingin memastikan apakah Arga prianyang mudah dekat dengan wanita ataukah dia pria setia. Sebab ia berkata bahwa ia selalu mencariku sejak dulu dan sampai kini ia masih mencintaiku"


Ada sesuatu yang terasa di dalam hati Liyani kala Rindu mengatakan bahwa Arga mencintai Rindu. Mungkinkah ini perasaan bahagia ataupun kesal. Entahlah, sejak pertama kali Liyani bertemu dengan Arga perasaannya sangatlah berbeda dan ia tak tahu kenapa ia memiliki rasa seperti ini.


Ada ikatan yang Liyani pun tak tahu apa itu bahkan saat Arga menyentuh tanngannya, Liyani seolah merasa ada aliran listrik yang membuatnya tak bisa berlama lama menyentuh tangan pria itu.

__ADS_1


"Tentu saja Arga mencintaimu Rin. Sejak kemarin dia selalu saja berniat mencarimu dan ingin sekali menemukanmu. Beberapa kali bahkan dia mencari dirimu di internet namun tak bisa. Kau bagaikan di telan bumi, menghilang dan tak pernah di temukan olehnya"


Rindu tampak senang mendengar perkataan Liyani. Ia bahkan terlihat tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.


"Apakah kau sudah lama tinggal berdua ddengannya disini Liy? Sejak terakhir kali kita bertemu kau bahkan tak pernah datang bermain lagi denganku"


"Rin, aku dan Arga baru beberapa hari ini bertemu daj dirumah ini bukan cuman kami berdua. Disini ada banyak sekali pelayan dan supir. Arga adalah anak pengusaha ternama dan satu satunya pewaris tunggal di perusahaannya. Jadi mana mungkin ia dibiarkan berdua dengan dirikuwalaupun kami adalah sepupu. Dan untuk pertanyaanmu tentang aku yang tak pernah menemuimu itu karena saat aku kehilangan kedua orang tuaku, aku jarang sekali bermain dengan siapapun. Bahkan untuk menemuimu pun aku tak di perbolehkan bibi. Tapi syukurlah kita bisa bertemu kembali Rin. Dan sekarang kau masih sama seperti dulu, kau sangatlah cantik"


"Kau pun masih sama seperti dulu Liy, kau masih manis dan cantik"


Kedua wanita itu kini asik bercengkrama di dalam kamar, tanpa mereka ssdari kini Arga tengah menatap mereka dari balik celah pintu yang sangat kecil. Ada perasaan lega dan bahagia di hati Arga karena telah berhasil menemukan Rindu sang pujaan hati semasa kecilnya dengan cepat. Sekaligus Arga pun entah kenapa sangat bahagia ketika menemuka gadis yang memiliki nama hampir sama dengan Rindu nya.


Langkah pria itu sangatlah panjang sehingga membuatnya cepat sampai di dalam kamar. Rasa penat dan lelah yang ada di kepalanya kini muali lenyap ketika memikirkan senyuman manis dari Rindu yang baru saja ia temukan. Namun, anehnya saat Arga tengah berbaring dan memejamkan mata, tampaklah wajah Liyani yang begitu cantik seakan melambai lambai ke arahnya.


Sontak saja Arga kembali terbangun dan bangkit untuk menepis bayangan wajah wanita asing itu dari pikirannya.


"Aneh" gumam Arga dengan pelan


Pria itu kembali duduk di kursi dekat jendela dan menatap bulan serta bintang yang saat ini bertaburan di atas langit yang luas. Arga mencoba mencerna apapun yang terjadi pada Rindu dan Liyani yang memiliki kesamaan takdir serta nama. Ini bukanlah hal yang biasa. Ini seperti sesuatu yang telah direncanakan.

__ADS_1


Arga segera mengambil ponselnya dan muali menghubungi sekertarisnya untuk meminta bantuan ahli informasi mencari tahu sosok wanita yang mengaku Rindu dan sosok wanita yang bernama Liyani. Arga masih harus mencari informasi yang akurat sebelum ia mempersunting Rindu untuk menjadi pendamping hidupnya.


Arga masih memiliki satu misi balas dendam yang hatus juga ia tuntaskan pada orang orang yang terlibat pada kasus kematian kedua orang tuanya. Ia tak boleh lengah dan membuat celah pada orang orang misterius yang telah menghabisi nyawa ayah serta ibunya dulu.


Tring!!!


Dering ponsel di Arga berbunyi menandakan bahwa ada sebuah pesan singakt masuk ke ponselnya. Dengan cepat pria berhidung mancung itu segera membuka ponsel dan membaca isi pesan dari sekertarisnya tersebut.


[ Kami baru saja menemukan informasi bahwa para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan kedua orang tuamu itu sudah di temukan. Namun sayang, semua pelaku di temukan dalam keadaan mat* di salah satu gedung kosong dan hanya satu orang saja yang masih hidup namun dalam keadaan sekarat. Kau bisa datang ke rumahku esok untuk menemui satu pelaku ini sebelum ia mat*. Mungkin saja akan ada informasi penting tentang siapa dalang dalam pembantaian keluargamu


Arga mengepalkan tangan. Minggu , adalah minggu keberuntungan baginya. Ia mendapatkan beberapa kali ya untuknya. Rasa benci du hatinya begitu menggebu sehingga ia pun tak sabar untuk menanyakan pada salah satu pelaku yang hidup itu tentang dalang utama dalam kasus pembantaian kedua orang tuanya dulu. Bahkan Arga ingin sekali membuat pelaku itu mat* dalam keadaan sengsara dan sangat menyedihkan sama seperti dirinya yang tiap malam harus merasakan penderitaan karena mimpi buruk dari traumanya yang tak kunjung hilang. Bahkan jika dirinya ingin tidur nyenyak, Arga harus menelan obat penenang agar dirinya tak merasakan ketakutan.


.


"Akhirnya impianku semakin dekat. Pelaku utama itu sebentar lagi akan terungkap. Ingat! Kau dan turunanmu akan mengalami hari hari yang sangat pedih bahkan lebih pedih dari sebuah kemat**n. Kau akan sangat menikmati setiap rasa sakit yang nanti akan aku berikan khusus untukmu" Gumam Arga penuh penekanan.


Pria itu kini menatap bintang dengan senyumnya yang menawan. Berbeda dengan Liyani yang saat ini pun tengah menatap bintang dengan senyumannya yang hangat.


Wanita itu saat ini tengah mengingat momen paling bahagianya bersama ibu serta ayahnya di kampung dulu. Liyani bahkan ingat saat ayahnya kerap sekali mengajal dirinya menaiki sepeda usang milik ayahnya. Liyani sadar, bahwa kedua orang tuanya yang sudah meninggal itu bukanlah orang tua kandungnya. Namun, Liyani pun tak ingat masa lalunya sebelum ia diculik dan ia pun tak ingat wajah kedua orang tua aslinya.

__ADS_1


"Andai ibu dan ayah masih ada, mungkin Liyan saat ini masih bisa tertidur pulas di pangkuan ibu serta masih bisa menaiki sepeda milik ayah"


__ADS_2