
Kanaya yang sudha menunggu Arga sejak pagi di deoan kamarnya kini tampaj begitu senang ketika melihat wajah pria yang ia sukai kini tepat berada di depannya. Kanaya bahkan dengan ceoat memeluk tubuh Arga yang sudah harum dengan parfum yang di semprotkan sebelumnya.
"Kamu baru bangun ya?" tanya Kanaya dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Arga hanya mengulas senyum keterpaksaan dan berusaha melepaskan pelukan gadis tersebut secara halus. Arga kemudian berjalan meninggalkan Kanaya yang sejak tadi mengikuti langkahnya dari belakang.
"Kau mau kemana?" tanya Kanaya dengan heran.
"Aku akan pergi sarapan." Dengan singkat Arga menjawab pertanyaan Kanaya, hingga akhirnya langkah ia harus terhenti kala melihat Liyani sedang bersama Dion di dapur.
Arga berjalan dengan cepat menuju keduanya dan segera menarik kursi yang tengah di duduki oleh Dion.
"Kau sedang apa disini?" tanya Arga dengan cepat.
Dion tersenyum dan segera merangkul sepupunya tersebut dengan perasaan senang. Liyani bahkan tersenyum melihat tingkah Arga dan Dion yang terlihat begitu akrab.
__ADS_1
"Aku kesini hanya untuk melihat bidadari yang aku tinggalkan disini. Aku rindu dengannya. Bahkan setiap malam aku selalu memimpikan wajah cantiknya yang begitu sangat mempesona" Dion berbisik di telinga Arga hingga pria itu bahkan segera memukul kepala Dion dengan pelan beberapa kaki karena merasa kesal dengan ucapan sepupunya tersebut.
"Dasar otak mesum! Cab**l kau! Berani berani kau berbicara seperti itu di telingaku hah!" Arga terus menjambak rambut Dion hingga membuat Liyani dan Rindu yang palsu melerai keduanya.
Liyani memegang Dion, sedangkan Kanaya memeluk Arga dengan kencang. Terlihat Dion beberapa meledek Arga dengan menjulurkan lidahnya ke arah Arga.
"Kau benar benar ya!"
"Sudah sudah. Dari pada bertengkar lebih baik kita makan saja. Aku sudah buatkan nasi goreng spesial dengan telur dadar di atasnya" Liyani tersenyum seraya mulai mengambil beberapa piring nasi goreng ke atas meja makan.
Sarapan yang dibuatkan Liyani tercium sangat harum bahkan membuat Dion dan Kanaya tanpabanyak bicara memakannya dengan lahap. Berbeda dengan Arga yang setiap kali menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya, ia bahkan selalu menatap wajah Liyani yang tampak begitu cantik.
Rambut yang di ikat ke atas dengan pakaian yang hanya menggenakan kaos longgar berwarna putih berhasil membuat Arga tersedak kala melihat bagian leher Liyani yang tampak begitu indah.
"Ukhuukm uhukkm!"
__ADS_1
Kanaya meraih segelas air dan memberikannya pada Arga. Liyani dan Dion pun ikut panik ketika mata pria itu tampak merah karena tersedak.
"Kau tak papa?" tanya Liyani dengan lembut.
Kanaya terus mengusap punggung Arga hingga membuat pria itu baikan dan mulai memberikan kode pada Kanaya agar berhenti mengusap punggungnya.
"Kau tersedak sebab memakan telur buatan Liyani dengan satu suapan. Hahahahah" Dion tertawa meledek Arga yang terdiam dengan perasaan kesal.
"Jika kau tak suka putih telurnya maka berikan padaku" Dion berusaha mengambil putih telur yang sengaja Arga pisahkan di piring bagian samping untuk ia makan terakhir, bahkan tanpa sengaja Liyani dan Arga secara bersamaan menghentikan aksi Dion yang ingin mengambil putih telir tersebut.
"Arga akan memakan putih telur itu terakhir"
"Aku akan memakan putih telur itu terakhir"
Sontak saja seluruh mata kini menatap ke arah Liyani dan Arga. Bahkan Arga pun heran dengan tindakan yang Liyani lakukan sebab hanya Rindu lah yang tahu bahwa Arga sering memakan putih telur di akhir makannya sebab Arga pikir itu adalah bagian yang paling enak.
__ADS_1