
Detak jantung Arga masih tak karuan saat ini bahkan setelah ia meminum segelas air di dalam kamarnya. Entah kenapa pikiran Arga masih berkelana kala mengingat handuk yang dipakai Liyani untuk mandi jatuh tepat di hadapannya. Arga tak nelihat seinci pun tubuh Liyani namun handu gadis tersebut pun mampu membuat Arga kelimpungan dan tak tenang.
Ia segera duduk di atas ranjangnya dan mulai menatap sisir.yang terdapat beberapa helai rambut milik Liyani. Arga berjalan menuju laci kamarnya untuk mengambil sebuah plastik dan spidol. Arga kemudian memasukan rambut milik Liyani ke dalamnya dan mulai memberi nama di bagian depannya.
Sama haknya dengan rambut milik Kanaya yang masih Arga pikir sebagai Rindu. Arga menamai rambut milik Kanya sebagai Rindu untuk sementara waktu.
Tak lama kemudian, Arga pun mulai merogoh saku celananya dan mulai mengambil ponsel miliknya. Arga menekan tombol nomor telpon seorang pria paruh baya yang sangat ia hormati dan mulai melakukan sambungan telpon.
"Hallo om" ucap Arga dengan tergesa.
Galang yang merupakan ayah dari Rindu segera bertanya tentang keadaan Arga yang terdengar sangat bersemangat. Galang bahkan tak tahu bahwa Arga memiliki satu kejutan untuknya yang selama ini selalu ia tunggu.
"Apa aku menganggumu om?" tanya Arga meyakinkan.
"Ah tentu tidak nak. Om saat ini sedang istirahat dan bersantai. Apa yang ingin kau katakan pada om Ga?" tanya Galanf dengan nada khasnya.
"Arga harap om jangab terkejut dengan apa yang akan Arga sampaikan kali ini. Mungkin ini terkesan mendadak om, namun Arga minta om secepatnya pulang ke sini dan Arga minta rambut om untuk sampel DNA pencocokan"
Sontak saja Galang terkejut. Ia berfikir hal yang buruk dan tahu ini ada sangkut paitnya dengan Rindu yang sudah hilang belasan tahun lalu.
"A..da apa Ga? Ap..pa ada hal yang buruk mengenai Rindu? Ap..apa dia sudah di temukan dalam keadaan.."
__ADS_1
"Tenang om, tenang. Arga hanya ingin om melakukan apa.yang Arga minta. Om datanglah kesini dan lakukan tes DNA dengan dua sampel yang sudah Arga kumpulkan. Kali ini Arga harap om bisa secepatnya pulang ke sini"
"Tentu! Tentu saja om akan pulang malam ini. Om akan datang padamu dan menemui putri kecil om yang sudah hilang belassn tahun lalu. Om sangat Rindu" suara pria di sebrang telpon terdengar parau.
Arga tahu mungkin saat ini Om Galang tengah merasa bahagia sebab Arga sudah menemukan dua orang yang memiliki kesamaan dengan Rindu yang telah lama hilang.
"Arag sudah menemukan dua orang gadis yang memiliki ciri ciri sama dengan Rindu om. Hanya saja Arga tak tahu mana yang asli dan yang palsu sebab salah satu dari mereka menyatakan bahwa dia adalah Rindu yang asli, namun sikapnya jauh berbeda dengan Rindu yang kita kenal".
"Maksudmu bagaimana ?"
Arga menjelaskan secara detail mengenai asal usul dan karakter Liyani serta Kanaya yang masih menggunakan identitas sebagai Rindu. Hingga akhirnya Galang pun paham tentang apa yang Arga rasakan dan Galang akan membantu Arga menemukan cintanya, serta Galang yang akan bertemu dengan putrinya.
"Memang om akan meninggalkan pekerjaan om yang belum selesai?" tanya Arga dengan heran
"Untuk pekerjaan, om akan serahlan pada tangan kanan om. Semua akan om lakukan agar bisa bertemu dengan putri kecil om kembali. Sebentar lagi om akan berkemas dan memesan tiket penerbangan yang akan berangkat nanti malam. Kau tunggu om disana dan jangan lupa dengan rencana kita besok"
"Baik om . Semua penerbangan om menyenangkan. Dan om selamat sampai tujuan. Kalau begitu Arga pamit dulu ya om, sampai ketemu besok"
Arga mematikan sambungan telpon dan mulai menaruh ponselnya di atas kasur yang empuk. Arga membaringkan tubuhnya seraya menatap dua plastik di tangannya yang berisiskan dua jenis rambut berbeda dari dua orang yang berbeda.
******
__ADS_1
Malam ini Arga pergi keluar rumah untuk memberikan sampel rambut milik Liyani dan Rindu ke salah satu rumah sakit terlengkap di ibu kota. Ia tak memberitahu siapapun tentang rencananya kecuali Om Galang yang merupakan ayah dari Rindu yang asli.
Arga bahkan meninggalkan Liyani dan Kanaya di rumahnya begitu saja dengan alasan akan pergi menemui klien di salah satu pusat perbelanjaan. Hari ini adalah hari yang cukup membuat adrenalin Arga sedikit terpacu.
Ia beberapakali harus bersandiwara di depan Kanaya dan harus menahan debaran di hatinya kala bersama Liyani. Arga tak tahu kenapa ia justru tak suka dengan sikap dan sifat yang di tunjukan oleh Kanaya. Padahal gadis itu secara terang terang mengaku sebagai Rindu dan memiliki tanda lahir yang sama dengan cinta masa kecilnya tersebut.
Malam ini, Galang yang sudah berada di bandsra langsung masuk kedalam pesawat yang akan terbang menuju negara asalnya hanya untuk melakukan tes DNA dengan kedua gadis yang Arga temukan baru baru ini.
Hati Galang tampak bahagia saat ini, sampai sampai saat ia duduk bersebelahan dengan seorang anak kecil perempuan, Galang yang sudah mengantongi beberapa permen dan coklat memberikannya pada gadis kecil tersebut.
Galang mengusap pelan pucuk rambut anak kecil di sampingnya dan mulai terbayang kembali saat saat dirinya bersama Rindu sebelum Rindu hilang di culik.
Penerbangan yang memakan waktu cukup singkat membuat semangat di hari Galang masih menggebu sehingga ia pun memilih pergi menuju mall terdekat dan membeli es cream coklat kesukaan Rindu saat masih kecil.
Galang menikmati malamnya di kota kelahirnya dan tak sabar melihat gadis kecil yang dulu sering terlelap di pangkuannya kini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa. Galang menulis pesan pada Arga dan memberitahu bahwa kini ia sudah sampai di Indonesia.
Galang bahkan beberapa kali menulis status di aplikasi berwarja hijau yang menandakan bahwa ia kini sudah sampai di tempat yang paling ia rindukan selagi di luar negeri.
Malam ini angin begitu lembut bertiup hingga membuat Liyani tampak begitu lelap tertidur di kamarnya. Perlahan lahan senyumnya mengembang pada saat ia tertidur sebab bermimpi melihat sosok pria paruh baya yang sedang membelai seorang gadis kecil di hadapannya.
Liyani mendapatkan sebuah kebahagiaan tersendiri di dalam mimpinya saat melihat keduanya tampak bercanda gurau hingga seorang wanita yang sangat cantik ikut bermain bersama pria paruh baya tersebut dan gadis kecil di hadapannya.
__ADS_1